Lingkungan Hidup
( 5781 )Konsumsi bahan Bakar Gas Hemat 55%
PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) mengungkapkan kendaraan umum mengunakan bahan bakar gas (BBG) menikmati penghematan sekitar 55% setiap harinya. Adapun konsumen BBG merupakan kendaraan umum seperti bajaj, taxi, angkot, dan Trans Jakarta. BBG memiliki emisi yang lebih rendah dari bahan bakar fosil lainnya, sehingga dapat menjadi alternatif energi ramah lingkungan bagi kendaaraan. "Kendaraan yang paling banyak menggunakan BBG saat ini adalah kendaraan umum sekitar 90% kendaran tersebut, karena jumlah kilometer per harinya paling banyak. Saat ini harga BBH itu paling banyak. Saat ini harga BBG itu hanya Rp4.500 per liter jadi ada penghematan sekitar 55%," kata Direktur Utama Gagas Muhammad Hardiansyah dalam keterangannya di Jakarta. Hardiansyah menuturkan Gagas terus mengembangkan infrastruktur bahan bakar gas, untuk mendukung pemenuhan energi yang ramah lingkungan untuk mencapai NZE tahun 2060. Salah satunya pengurangan emisi dari kendaraan bermotor, dimana emisinya sekitar 25-35% lebih rendah. (Yetede)
Pekerjaan Rumah Setelah Divestasi Saham Vale
MESIN BARU PENGHILIRAN NIKEL
Momentum positif menaungi upaya penghiliran nikel di Tanah Air. Pasalnya, bola panas divestasi 14% saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) akhirnya mereda setelah Vale Canada Limited dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. sepakat untuk melepas kepemilikan di perusahaan tambang nikel itu seharga Rp3.050 per lembar saham kepada PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID. Melalui aksi tersebut, MIND ID bakal menjadi pemegang saham mayoritas di INCO, sebanyak 34%. Sementara itu, Vale Canada Limited masih menguasai 33,9%, Sumitomo 11,5%, dan publik di Bursa Efek Indonesia sebanyak 20,6%. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, MIND ID nantinya bakal mengendalikan INCO bersama dengan Vale Canada Limited. Nantinya, perusahaan asal Kanada tersebut bakal mendapat ‘jatah’ untuk menunjuk direktur operasional dan direktur yang bertanggung jawab atas environment, social, and governance (ESG).
Sementara itu, MIND ID memiliki hak untuk menunjuk tiga orang komisaris, termasuk komisaris utama; direktur utama; dan direktur SDM. Untuk saat ini, Kementerian BUMN dan MIND ID pun sudah bulat memutuskan untuk tetap menjadikan Febriany Eddy sebagai Direktur Utama INCO. Hal itu dilakukan untuk memastikan komitmen penghiliran perusahaan tetap berjalan seperti yang telah ditetapkan. Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso menjelaskan, saat ini pihaknya tidak lagi khawatir dengan block voting agreement yang sebelumnya dimiliki oleh Vale Canada Limited dan Sumitomo, karena kesepakatan tersebut telah dihapuskan. Hendi pun memastikan MIND ID bakal menggunakan kas internal perusahaan untuk mengambil 14% saham INCO yang disebut Vale Base Metal mencapai US$160 juta dan harus tuntas paling telat akhir tahun ini. Sementara itu, Chief Executive Officer Vale Base Metal Deshnee Naidoo menjelaskan, pihaknya berharap bisa bekerja sama dengan para mitranya di INCO, sehingga proyek perusahaan bisa memberikan nilai tambah bagi Indonesia.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kesepakatan divestasi tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan tata kelola pertambangan yang baik di Tanah Air. Hal itu juga menjadi alasan utama bagi pemerintah untuk tidak menciutkan wilayah kerja INCO. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pemerintah bakal meminta INCO untuk fokus melaksanakan peningkatan produksi dan pembangunan smelter di proyek Soroako, Pomalaa, dan Bahodopi. Associate Director BUMN Research Group Lembaga Management Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia Toto Pranoto mengatakan, posisi MIND ID sebagai pemegang saham mayoritas bakal memudahkan perusahaan dalam menyelaraskan kegiatan bisnis INCO.
BAHAN PANGAN : KUOTA IMPOR BERAS MELONJAK 20%
Pemerintah menambah kuota impor beras pada 2024 menjadi 3,6 juta ton atau naik 20% dibandingkan dengan realisasi impor beras sepanjang tahun lalu sebanyak 3,06 juta ton. Dengan penambahan volume impor beras sebanyak 1,6 juta ton dari sebelumnya hanya 2 juta ton, menjadikan kuota impor beras pada 2024 merupakan yang terbesar lebih dari satu dekade. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa penambahan kuota impor beras sebanyak 1,6 juta ton dilakukan seiring dengan minimnya produksi beras dalam negeri. Setelah masa yang terlambat pada awal tahun ini, lanjutnya, membuat pemerintah memutuskan untuk menambah kuota impor beras tahun ini. “Tahun ini, 2 juta [ton impor beras] dan 1,6 juta. Hampir 3,6 juta [ton],” katanya seusai meninjau Pasar Klender, Jakarta Timur, Senin (26/2).
Saat ini, Zulkifli mengungkapkan sebanyak 1,4 juta ton beras telah dikuasai di gudang Perusahaan Umum (Perum) Bulog, sedangkan sebanyak 500.000 ton sedang dikapalkan. Berdasarkan data cadangan pangan pemerintah (CDP) per 23 Februari 2024, stok beras yang dikuasai pemerintah secara total sebanyak 1,37 juta ton. Direktur Impor Kementerian Perdagangan Arif Sulistiyo menyatakan pemerintah telah resmi menambah kuota impor beras tahun ini sebanyak 1,6 juta ton dari semula hanya 2 juta ton setelah disepakati dalam Rapat Koordinasi Koordinasi Terbatas (Rakortas) pada 5 Februari 2024. Data Kemendag mencatat, telah direalisasikan impor sebanyak 326.626 ton beras dari total 2 juta ton. Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto menyatakan Bulog masih memiliki sisa kuota penugasan impor beras sebanyak 1,5 juta ton yang cukup untuk menghadapi permintaan saat Ramadan atau Idulfi tri mendatang.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini menyebut hampir semua komoditas pangan utama mengalami kenaikan harga secara kumulatif hingga pekan keempat Februari 2024, di antaranya beras, cabai merah, telur ayam dan daging ayam ras.
Selain harga beras, Pudji menyatakan kenaikan juga terjadi pada cabai merah. Harga cabai pada minggu keempat Februari naik sekitar 7,63% dibandingkan dengan Januari 2024 menjadi Rp57.521 per kg. Namun, 44% wilayah masih memiliki harga cabai lebih tinggi dari harga rata-rata nasional.
Harga telur ayam ras juga mengalami kenaikan 1,47% dibandingkan harga pada Januari 2024. Di pekan keempat Februa ri 2024, jumlah wilayah yang mengalami kenaikan harga telur ayam bertambah menjadi 199 kabupaten/kota. Rata-rata harga telur ayam kini Rp30.231 per kg.
Selain itu, rata-rata harga gula pasir di minggu keempat Februari sebesar Rp17.665 per kg. Terdapat 162 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga gula pasir.
Waktunya Singkong Meredam Hegemoni Beras
Setiap harga beras naik, kelimpungan melanda warga seantero negeri, jika tak cepat ditangani, dapat mengganggu perekonomian nasional. Selama beras masih memegang hegemoni mutlak dalam asupan karbohidrat masyarakat, selama itu pula komoditas tersebut akan rentan memunculkan prahara. Pada 2023, produksi beras 30,89 juta ton, menurun dari produksi pada 2022 di 31,54 juta ton. Adapun kebutuhan rata-rata bulanan beras 2,6 juta ton (Kompas, 14/2). Ketika suplai sulit mengejar permintaan, solusi yang bisa ditempuh adalah memangkas permintaan. Salah satu caranya adalah melalui diversifikasi sumber karbohidrat masyarakat sehingga mengurangi ketergantungan pada beras. Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM Eni Harmayani mengatakan, kenaikan harga beras saat ini perlu digunakan sebagai momentum untuk mengembangkan diversifikasi pangan lokal sumber karbohidrat. Apalagi, Indonesia memiliki banyak alternatif pengganti beras sebagai bahan pangan sumber karbohidrat, di antaranya singkong, jagung, ubi jalar, sorgum, talas, kentang, ketan, sukun, dan pisang.
”Semua itu relatif mudah tumbuh dan dibudidayakan di negara kita,” ujar Eni, Jumat (23/2). Akan tetapi, masalah terbesarnya, masyarakat sudah terbiasa mengonsumsi nasi tiga kali sehari. Ungkapan ”belum makan kalau belum kena nasi” masih menjadi moto hidup banyak orang. Padahal, diversifikasi sumber karbohidrat juga penting bagi tubuh manusia. Menggantungkan asupan karbohidrat pada satu sumber saja dalam jangka panjang dapat menimbulkan risiko penyakit degeneratif, seperti diabetes. Perhitungan sederhananya, jika setiap orang mengganti satu porsi makan nasinya per hari dengan sumber karbohidrat lain, kebutuhan beras nasional dapat dipangkas sepertiga atau 33 %. Surplus beras itu dapat diekspor, yang akan menguntungkan petani sekaligus menambah devisa negara.
Adapun masyarakat DIY (Yogayakarta) sudah sejak lama mengenal pangan-pangan pokok selain beras, terutama yang berbahan singkong. Selain langsung digoreng, direbus, atau dikukus, singkong di DIY juga bisa diolah lebih lanjut menjadi makanan pokok berupa tiwul, gogik, sawut, atau growol. Bahkan, umbi-umbian itu dapat pula dibuat menjadi mi yang disebut mi lethek. Kota Yogyakarta pun memiliki pasar khusus yang menjajakan singkong dan ubi jalar, yakni Pasar Telo Karangkajen di Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan. Telo, yang merupakan simpul distribusi kedua komoditas palawija tersebut ke sejumlah pasar lain di Kota Yogyakarta, Bantul, dan Sleman. Menurut Sudras (42), pedagang di Pasar Telo Karangkajen, saat ini dia bisa menjual 1,5 ton singkong per hari, naik dari biasanya 1 ton per hari. Jumlah itu meningkat sejak Desember saat harga beras mulai bergejolak. (Yoga)
BERAS, Kendati Harga Naik, Warga Tak Perlu Panik
Warga diimbau tenang dan tidak panik di tengah kenaikan harga beras, pemerintah menjamin persediaan beras telah dipersiapkan dengan baik sejak jauh-jauh hari. Warga juga diminta tidak khawatir kekurangan pasokan. Panel Harga Pangan Bapanas, Minggu (25/2) mencatat, rata-rata harga beras premium di DKI Jakarta Rp 16.770 per kg. Beras medium rata-rata Rp 14.870 per kg. Harga rata-rata beras premium secara nasional Rp 16.300 per kg dengan harga tertinggi di Papua Pegunungan, Rp 24.000 per kg. Adapun harga rata-rata nasional beras medium Rp 14.250 per kg dengan harga tertinggi di Papua Pegunungan Rp 22.000 per kg. Tingginya harga beras membuat Ratna Fitriyah (38) warga Jaksel, rela berjalan lebih jauh untuk mendapatkan harga beras lebih murah.
Sabtu (24/2), ia membeli beras medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp 53.000 per kemasan 5 kg di kantor Kecamatan Pasar Minggu (25/2) Jaksel. ”Kalau ada promo atau subsidi beras, saya ke sana. Meski persediaan beras masih ada, harus beli biar dapat harga yang lebih murah,” katanya. Ia berharap program subsidi beras terus diadakan mengingat bulan Ramadhan segera tiba. Triana (33), warga Jaktim, mengaku sempat panik akibat hilangnya beras premium di ritel-ritel modern be- berapa hari lalu. ”Di loka pasar, harga beras premium Rp 88.000 per 5 kg. Saya beli 10 kg karena takut kehabisan,” ujarnya. Anita (35), warga Jakpus, tak mampu lagi membeli sekarung beras seberat 25 kg.
Ia kini membeli beras satu liter per hari untuk menyiasati tingginya harga bahan pokok itu. ”Dari bulan Januari, saya jadi ngirit dan ngurangin porsi beras. Kami keberatan, semua harga serba naik, tidak hanya beras,” katanya. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengimbau masyarakat tidak terpengaruh kecenderungan panic buying, terutama dalam pembelian beras. Per 19 Februari 2024, total stok beras secara nasional yang dikelola oleh Bulog, 1,4 juta ton. Penyerapan beras yang bersumber dari petani dalam negeri tahun ini realisasinya menyentuh 107.000 ton. Pada Maret 2024, Arief memproyeksikan akan terjadi panen 3,5 juta ton beras. Proyeksi ini diharapkan menambah pasokan yang cukup signifikan dan membantu menekan harga beras di pasaran. Meski demikian, penurunan harga beras akan bertahap. (Yoga)
2023, Perbankan Kantongi Laba Rp 243 Triliun
Menimbang Masa Depan Antam Setelah Dihantam Penurunan Harga Nikel
Lima Provinsi Mulai Panen Raya Padi
Perpres Iuran Batu Bara Belum Rampung
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









