;

Musim Tanam Mundur Picu Harga Beras Naik

Lingkungan Hidup Yoga 18 Feb 2024 Kompas (H)
Musim Tanam Mundur
Picu Harga Beras Naik

Kenaikan harga beras yang bervariasi masih terjadi di banyak daerah dan dikhawatirkan berlangsung hingga bulan Ramadhan. Musim tanam padi yang terganggu akibat El Nino ditengarai memicu minimnya panen sehingga harga beras naik. Di Pasar Tambak Rejo, Surabaya, Sabtu (17/2) beras dengan kualitas medium rata-rata dipasarkan dengan harga Rp 11.817 per kg, naik 4,25 % atau Rp 482 per kg dibandingkan hari sebelumnya, di Rp 11.335 per kg. Adapun beras dengan kualitas premium mengalami kenaikan harga lebih tinggi. Rata-rata pedagang menjual beras premium Rp 14.959 per kg, naik Rp 1.082 per kg dari hari sebelumnya, di Rp 13.877 per kg, kenaikannya mencapai 7,80 %. Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, Sabtu (17/2) mengatakan, kenaikan harga beras dipicu tingginya harga gabah ditingkat petani.

Bahkan, harga gabah kering panen saat ini mencapai Rp 7.410 per kg, lebih tinggi 48,2 % dibanding harga acuan yang ditetapkan pemerintah, di Rp 5.000 per kg. Kenaikan harga gabah tersebut dipicu menurunnya produksi beras secara nasional karena minimnya panen di musim hujan. itu, Kabid Perdagangan dan Pengendalian Harga Pokok Penting Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon Sidik Wibowo berpendapat, kenaikan harga beras kali ini disebabkan faktor El Nino yang membuat musim tanam mundur. Fenomena iklim yang ditandai dengan kekeringan tersebut menyebabkan hujan terlambat turun di Cirebon. Akhirnya, masa tanam yang harusnya dimulai Oktober-Desember mundur hingga Januari dan Februari. Selain itu, lahan pertanian di sejumlah kecamatan juga dilanda kekeringan. ”Jadi, produksi beras berkurang. Kalaupun ada gabah, harganya sudah mahal,” ucap Sidik.  (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :