;

BAHAN PANGAN : HARGA BERAS TERPICU FAKTOR MUSIMAN

Lingkungan Hidup Hairul Rizal 20 Feb 2024 Bisnis Indonesia
BAHAN PANGAN : HARGA BERAS TERPICU FAKTOR MUSIMAN

Pemerintah menyatakan kenaikan harga beras di pasar dipicu oleh faktor musiman berupa berkurangnya pasokan komoditas pangan setiap periode Januari—Februari. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan pasokan beras memang berkurang akibat panen padi yang mundur di tengah fenomena El Nino.“Kenapa harga beras premium naik? Ini soal supply dan demand,” katanya saat memantau stok beras di salah satu gerai ritel modern di Jakarta, Senin (19/2).Dia menjelaskan stok beras yang terbatas membuat harga melambung. Bahkan, kenaikan harga beras premium sudah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintaha. Saat ini, harga beras premium sudah menyentuh level Rp72.000 per 5 kilogram (kg) hingga Rp80.000 per 5 kg, sedangkan HET beras premium ditetapkan Rp69.500 per 5 kg.Selain pasaokan berkurang, Mendag menambahkan disparitas harga yang tinggi juga memicu kelangkaan beras di ritel modern. Saat ini, konsumen beras premium mulai beralih ke beras program stabilitas pasokan harga pangan (SPHP) yang juga menyebabkan pasokan beras SPHP cepat habis. Menurutnya, pasokan beras premium ke ritel modern mengalami hambatan hingga menimbulkan kelangkaan. Peritel kesulitan mendatangkan beras premium lantaran ada kenaikan harga di tingkat produsen yang melampaui HET. Namun, Zulkifli menegaskan bahwa kecepatan suplai menjadi kunci untuk mencegah kelangkaan dan kenaikan harga beras. Deputi III Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Bidang Perekonomian Edy Priyono sependapat dengan pernyataan Mendag. Dia menilai akar masalah mahalnya harga beras beberapa waktu terakhir imbas dari suplai yang menurun. Faktor El Nino memicu masa tanam padi mundur dan volumenya turun. Bahkan, dia mengamini bahwa terjadi gagal tanam di sejumlah daerah. Edy menjelaskan rendahnya produksi juga sudah diproyeksikan BPS sejak November 2023 yaitu di bawah 2,5 juta ton. Sebaliknya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah bahan pangan mengalami lonjakan harga usai pemilu atau menjelang Ramadan.Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan harga cabai merah, minyak goreng, telur, daging ayam, beras dan gula pasir menjadi penyumbang kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada pekan ketiga Februari 2024 di sejumlah daerah. Secara terperinci, komoditas dengan andil terbesar kenaikan IPH di Sumatra didominasi oleh cabai merah, daging ayam ras dan beras. Untuk komoditas penyumbang terbesar kenaikan IPH di Pulau Jawa didominasi oleh beras, cabai merah dan daging ayam ras.Untuk di luar Sumatra dan Jawa kenaikan IPH didominasi oleh komoditas daging ayam ras, cabai rawit, beras dan cabai merah. Di samping itu, perkembangan harga minyak goreng pada pekan ketiga Februari 2024 juga naik sekitar 1,25% dibandingkan harga rata-rata Januari 2024 yaitu mencapai Rp17.691 per liter. Di samping itu, perkembangan harga minyak goreng pada pekan ketiga Februari 2024 juga naik sekitar 1,25% dibandingkan harga rata-rata Januari 2024 yaitu mencapai Rp17.691 per liter.

Tags :
#Pangan
Download Aplikasi Labirin :