;

Agar Kenaikan Harga Pangan Teredam

Agar Kenaikan Harga Pangan Teredam
Sejak beberapa hari terakhir, Muhammad Iqbal beralih mengkonsumsi beras curah. Sebelumnya, ia dan istrinya terbiasa membeli beras kemasan 5 kilogram. Namun beras premium tersebut semakin sulit ditemui di sejumlah retail modern. Warga Kecamatan Maja, Banten, tersebut mengatakan, saat mengunjungi beberapa toko, stok beras selalu habis. “Istri saya nyari sampai sekarang masih susah. Sekarang beli eceran,” kata Iqbal kepada Tempo, kemarin. Harga beras curah pun kini melonjak dibanding sebelumnya. Untuk mendapat beras dengan kualitas baik, harganya sekitar Rp 15 ribu. “Pernah coba beli yang Rp 12 ribu, berasnya kuning,” ujarnya.

Pengalaman Iqbal juga dialami Tuti Diah—bukan nama sebenarnya. Dia kesulitan menemukan beras premium di retail langganannya di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur. Berdasarkan pantauan Tempo pada Kamis lalu, stok beras juga kosong di sejumlah toko retail modern di Jakarta Selatan. Di dua minimarket yang didatangi Tempo di bilangan Pasar Minggu dan Bangka, tak terlihat adanya beras, baik premium maupun medium merek SPHP, yang dipajang di rak. Hanya ada substitusi beras, seperti beras merah dan beras porang.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Roy N. Mandey menjelaskan, keterbatasan suplai beras disebabkan oleh masa panen yang belum terjadi. Adapun masa panen diperkirakan pada pertengahan Maret 2024. Secara bersamaan, kata Roy, beras tipe medium merek SPHP yang diimpor pemerintah juga belum masuk.  Selain beras premium langka di sejumlah toko retail, harganya naik. Pada panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), beras jenis ini terus naik, bahkan sejak Januari 2024. (Yetede)




Tags :
#Beras
Download Aplikasi Labirin :