Pasokan Berlebih Mendinginkan Lagi Harga Batubara
Setelah cukup lama tertahan di bawah US$ 120 per ton, harga batubara berbalik arah pada Senin (5/2). Harga batubara kontrak pengiriman Maret 2024 di ICE Newcastle naik 3,13% menjadi US$ 123,65 per ton. Tapi kalau dilihat sejak awal tahun 2024, harga batubara sudah turun 6,29% dan sempat menyentuh level terendah sejak Mei 2021. Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, pelemahan harga batubara akibat kelebihan pasokan di pasar batubara China. Terjadi peningkatan produksi dan lonjakan impor batubara yang signifikan. Sutopo menyebutkan, produksi batubara Tiongkok naik 2,9% dari tahun sebelumnya menjadi 4,66 miliar metrik ton pada tahun 2023 yang menjadi rekor produksi tertinggi. Selain itu, impor batubara China juga naik 61,8% menjadi 474,42 juta metrik ton pada tahun 2023, yang juga mencapai kenaikan tertinggi. Selain itu, pembeli mulai menimbun batubara menjelang liburan Tahun Baru Imlek, yang dimulai pada 10 Februari tahun ini. Produksi batubara China akan meningkat pada tahun 2024 meskipun terjadi insiden penambangan baru-baru ini di Provinsi Henan, China, yang diprediksi akan berdampak terhadap produksi di bulan-bulan pertama tahun 2024. Direktur Laba Forexindo Berjangka. Ibrahim Assuaibi memperkirakan, harga batubara pada tahun ini masih akan lebih rendah dibandingkan harga tahun lalu. Selain sentimen dari China, penurunan harga minyak dunia juga berdampak pada koreksi harga komoditas energi turunannya, yakni gas alam dan batubara. Ditambah lagi, musim dingin di Eropa dan belahan bumi utara lainnya tidak sedingin biasanya, karena musim panas ekstrem."Hal itu pun juga mempengaruhi permintaan batubara dari negara-negara Eropa," kata dia.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023