;

Elastisitas Permintaan Minyak

Lingkungan Hidup Yoga 06 Feb 2024 Kompas (H)
Elastisitas Permintaan Minyak

Pasar minyak internasional adalah contoh menarik dari fenomena elastisitas permintaan. Harga minyak Brent turun dari 86 USD per barel pada awal November 2023 menjadi 77 USD per barel pada awal Februari 2024. Namun, fluktuasi per minggu, bahkan harian, tetap tajam akibat berbagai faktor, seperti konflik di Timur Tengah, naik-turunnya persediaan minyak di AS, pertumbuhan China, dan resesi di zona euro. Prediksi Goldman-Sachs, September 2023, bahwa harga Brent mencapai 100 USD dalam 12 bulan tidak terwujud sampai akhir Januari 2024. Faktor pertama yang menghambat harga minyak Brent mendekati 100 USD per barel adalah ketidak kompakan OPEC, terlihat pada penundaan pertemuan OPEC dari 26 November ke 30 November 2023 karena ketidaksepakatan struktur biaya produksi.

Keluarnya Angola dari OPEC adalah refleksi sulitnya mencapai kompromi dalam kartel yang anggotanya punya kepentingan berbeda. Faktor kedua adalah harga minyak yang terlalu tinggi membuat para pesaing dengan struktur biaya produksi lebih kompetitif dapat ikut masuk pasar. Harga Brent turun tajam, dari 83 USD per barel di pekan kedua April 2023 menjadi 73 USD per barel di Juli 2023. Arab Saudi sebagai pemimpin de facto OPEC meresponsnya dengan mengurangi produksi untuk mendongkrak harga, sejak Juni 2023 dan sampai akhir 2023. Akibatnya, harga Brent bergerak naik hingga pada pekan kedua September 2023 sempat mencapai 93 USD per barel.

Harga yang tinggi membuat produsen-produsen yang selama ini mati suri kembali masuk pasar. Saat ini AS memproduksi 13 juta barel per hari yang melebihi produksi setiap negara OPEC sehingga jadi penyeimbang OPEC. Harga minyak berangsur turun ke keseimbangan saat ini. Faktor ketiga adalah agenda ekonomi hijau yang memicu inovasi energi terbarukan. Permintaan minyak makin elastis terhadap perubahan harga jika berbagai alternatif energi hijau nonfosil makin tersedia. Harga minyak dunia yang terjangkau merupakan faktor penting mengapa ramalan resesi di AS dan dunia pada 2023 tidak terwujud.  (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :