Elastisitas Permintaan Minyak
Pasar minyak internasional adalah contoh menarik dari fenomena
elastisitas permintaan. Harga minyak Brent turun dari 86 USD per barel pada
awal November 2023 menjadi 77 USD per barel pada awal Februari 2024. Namun, fluktuasi
per minggu, bahkan harian, tetap tajam akibat berbagai faktor, seperti konflik
di Timur Tengah, naik-turunnya persediaan minyak di AS, pertumbuhan China, dan
resesi di zona euro. Prediksi Goldman-Sachs, September 2023, bahwa harga Brent mencapai
100 USD dalam 12 bulan tidak terwujud sampai akhir Januari 2024. Faktor pertama
yang menghambat harga minyak Brent mendekati 100 USD per barel adalah ketidak kompakan
OPEC, terlihat pada penundaan pertemuan OPEC dari 26 November ke 30 November
2023 karena ketidaksepakatan struktur biaya produksi.
Keluarnya Angola dari OPEC adalah refleksi sulitnya mencapai
kompromi dalam kartel yang anggotanya punya kepentingan berbeda. Faktor kedua
adalah harga minyak yang terlalu tinggi membuat para pesaing dengan struktur
biaya produksi lebih kompetitif dapat ikut masuk pasar. Harga Brent turun
tajam, dari 83 USD per barel di pekan kedua April 2023 menjadi 73 USD per barel
di Juli 2023. Arab Saudi sebagai pemimpin de facto OPEC meresponsnya dengan mengurangi
produksi untuk mendongkrak harga, sejak Juni 2023 dan sampai akhir 2023.
Akibatnya, harga Brent bergerak naik hingga pada pekan kedua September 2023
sempat mencapai 93 USD per barel.
Harga yang tinggi membuat produsen-produsen yang selama ini
mati suri kembali masuk pasar. Saat ini AS memproduksi 13 juta barel per hari
yang melebihi produksi setiap negara OPEC sehingga jadi penyeimbang OPEC. Harga
minyak berangsur turun ke keseimbangan saat ini. Faktor ketiga adalah agenda
ekonomi hijau yang memicu inovasi energi terbarukan. Permintaan minyak makin
elastis terhadap perubahan harga jika berbagai alternatif energi hijau nonfosil
makin tersedia. Harga minyak dunia yang terjangkau merupakan faktor penting
mengapa ramalan resesi di AS dan dunia pada 2023 tidak terwujud. (Yoga)
Postingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Dampak Blokade Selat Hormuz pada Logistik Laut
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023