Pemanasan 1,5 Derajat Celsius Terlampaui
SUHU global telah melampaui pemanasan 1,5 derajat Celsius dan mungkin melewati 2 derajat Celsius pada akhir dekade ini, berdasarkan studi pertama di dunia yang saya pimpin. Temuan yang mengkhawatirkan ini didasarkan pada catatan suhu yang terkandung dalam kerangka spons laut, yang menunjukkan perubahan iklim global telah berkembang lebih jauh dari perkiraan sebelumnya. Emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh manusia mendorong terjadinya pemanasan global. Memperoleh informasi yang akurat tentang tingkat pemanasan sangat penting. Sebab, hal itu membantu kita memahami apakah peristiwa cuaca ekstrem lebih mungkin terjadi dalam waktu dekat dan apakah dunia membuat kemajuan dalam pengurangan emisi.
Sampai saat ini, perkiraan pemanasan laut bagian atas terutama didasarkan pada catatan suhu permukaan laut, tapi penanggalannya hanya sampai 180 tahun yang lalu. Kami malah bisa mempelajari 300 tahun catatan yang dilestarikan dalam kerangka spons laut berumur panjang dari Karibia Timur. Secara khusus, kami memeriksa perubahan jumlah unsur kimia yang dikenal sebagai strontium dalam kerangkanya, yang mencerminkan variasi suhu air laut selama kehidupan organisme.
Menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 1,5 derajat Celsius sejak masa pra-industri adalah tujuan Perjanjian Paris tentang iklim pada 2015. Penelitian kami, yang diterbitkan dalam Nature Climate Change pada 5 Februari 2024, menunjukkan peluang itu telah berlalu. Bumi mungkin sebenarnya sudah mencapai setidaknya pemanasan 1,7 derajat Celsius sejak zaman pra-industri. Ini temuan yang sangat meresahkan. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023