;

BERAS, Kenaikan Harga Kian Meresahkan

Lingkungan Hidup Yoga 13 Feb 2024 Kompas (H)
BERAS, Kenaikan Harga
Kian Meresahkan

Harga beras di pasaran terus naik seiring berkurangnya pasokan beberapa bulan terakhir. Situasi itu membuat masyarakat semakin resah. Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk membanjiri pasar dengan beras. Panel Harga Pangan Bapanas, per 12 Februari 2024, mencatat, harga rata-rata nasional beras medium Rp 13.840 per kg, naik 3,83 % secara bulanan dan 15,02 % secara tahunan. Harga ini lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 10.900-Rp 11.800 per kg. Khosiatin (54), pedagang nasi uduk di Tegal Parang, Pancoran, Jaksel, menyatakan terpaksa mengurangi porsi nasi uduknya agar tetap untung. Ia tak mau menaikkan harga karena khawatir pelanggan berkurang. Sementara Ridwan (21), pedagang beras di Pasar Minggu, Jaksel, mengatakan, harga beras yang tinggi membuat dirinya sulit menjual dagangannya. ”Walaupun beras merupakan makanan pokok, sekarang banyak yang  membatasi pembeliannya,” ujar Ridwan.

Berdasarkan data Kerangka Sampel Area, BPSk, ada potensi defisit beras pada periode Januari-Februari 2024. Produksi gabah kering giling pada Januari-Maret 2024 diperkirakan 10,1 juta ton atau lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023 yang tercatat 16,2 juta ton. Situasi itu dinilai berpengaruh terhadap stok beras di ritel modern. Sejumlah minimarket dan swalayan mulai kekurangan stok beras. Pada 11-12 Februari 2024, stok beras premium dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di sejumlah minimarket dan swalayan di Tangsel, Banten, misalnya, menipis, bahkan ada yang sama sekali habis. Kalaupun ada, pembeliannya dibatasi satu bungkus untuk kemasan 10 kg dan dua bungkus untuk kemasan 2,5 kg, 3 kg, dan 5 kg.

Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas perberasan nasional di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (12/2) pagi. Presiden meminta agar stok beras di Bulog didistribusikan ke pasar, sedangkan beras dari pelabuhan bisa langsung disalurkan ke Pasar Induk Cipinang dan segera didistribusikan ke masyarakat. Agar tidak ada kelangkaan beras di pasaran, Presiden memerintahkan jajarannya membanjiri pasar dengan beras. Seusai rapat, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi meninjau Pasar Induk Cipinang. Arief menyebutkan, saat ini stok beras di Cipinang termasuk tinggi, yakni lebih dari 34.000 ton. ”Jadi, sekali lagi perintahnya adalah banjiri pasar,” ujarnya. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :