BERAS, Kenaikan Harga Kian Meresahkan
Harga beras di pasaran terus naik seiring berkurangnya
pasokan beberapa bulan terakhir. Situasi itu membuat masyarakat semakin resah.
Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk membanjiri pasar dengan beras. Panel
Harga Pangan Bapanas, per 12 Februari 2024, mencatat, harga rata-rata nasional
beras medium Rp 13.840 per kg, naik 3,83 % secara bulanan dan 15,02 % secara
tahunan. Harga ini lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) yang
ditetapkan pemerintah, yakni Rp 10.900-Rp 11.800 per kg. Khosiatin (54),
pedagang nasi uduk di Tegal Parang, Pancoran, Jaksel, menyatakan terpaksa mengurangi
porsi nasi uduknya agar tetap untung. Ia tak mau menaikkan harga karena
khawatir pelanggan berkurang. Sementara Ridwan (21), pedagang beras di Pasar
Minggu, Jaksel, mengatakan, harga beras yang tinggi membuat dirinya sulit
menjual dagangannya. ”Walaupun beras merupakan makanan pokok, sekarang banyak
yang membatasi pembeliannya,” ujar
Ridwan.
Berdasarkan data Kerangka Sampel Area, BPSk, ada potensi defisit
beras pada periode Januari-Februari 2024. Produksi gabah kering giling pada Januari-Maret
2024 diperkirakan 10,1 juta ton atau lebih rendah dibandingkan dengan periode
yang sama tahun 2023 yang tercatat 16,2 juta ton. Situasi itu dinilai
berpengaruh terhadap stok beras di ritel modern. Sejumlah minimarket dan
swalayan mulai kekurangan stok beras. Pada 11-12 Februari 2024, stok beras
premium dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di sejumlah
minimarket dan swalayan di Tangsel, Banten, misalnya, menipis, bahkan ada yang
sama sekali habis. Kalaupun ada, pembeliannya dibatasi satu bungkus untuk kemasan
10 kg dan dua bungkus untuk kemasan 2,5 kg, 3 kg, dan 5 kg.
Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas perberasan nasional
di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (12/2) pagi. Presiden meminta agar stok
beras di Bulog didistribusikan ke pasar, sedangkan beras dari pelabuhan bisa
langsung disalurkan ke Pasar Induk Cipinang dan segera didistribusikan ke masyarakat.
Agar tidak ada kelangkaan beras di pasaran, Presiden memerintahkan jajarannya
membanjiri pasar dengan beras. Seusai rapat, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi meninjau
Pasar Induk Cipinang. Arief menyebutkan, saat ini stok beras di Cipinang
termasuk tinggi, yakni lebih dari 34.000 ton. ”Jadi, sekali lagi perintahnya
adalah banjiri pasar,” ujarnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023