Telekomunikasi
( 286 )Whatsapp : Pembaharuan yang Memicu Kesadaran Privasi
Backlash atau penentangan langsung muncul dari seluruh dunia. Whatsapp dianggap tidak menghargai privasi pengguna karena membagikan data pribadi pengguna kepada pihak ketiga. Whatsapp pun menunda implementasi kebijakan privasi baru ini hingga 15 Mei 2021.
Hal yang baru pada kebijakan privasi Whataspp kali ini terkait Whatsapp Business. Salah satu contohnya adalah model bisnis Whatsapp Business untuk menyediakan layanan percakapan layanan pelanggan (customer service) melalui Whatsapp.
Namun, kegagalan Whatsapp memberikan penjelasan yang mudah dimengerti oleh pengguna sejak awal tanpa sengaja telah memicu kesadaran masyarakat mengenai privasi dan perlindungan data pribadi. Masyarakat menjadi sadar bahwa ada pilihan lain.
Berdasarkan data firma analisis aplikasi ponsel, Sensor Tower pada pekan lalu, Signal diunduh 17,8 juta kali dari App Store maupun Play Store selama sepekan 5-12 Januari 2021. Angka ini menunjukkan peningkatan 61 kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya sekitar 285.000 kali.
Telegram juga mengalami peningkatan. Pada periode yang sama, aplikasi ini diunduh 15,7 juta kali. Meningkat dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya yang hanya sekitar 7,6 juta kali. Whatsapp, di sisi lain, mengalami penurunan dari 12,7 juta kali menjadi 10,6 juta pengunduhan.
Grup Telkom bakal Miliki Unicorn
MDI Ventures, modal ventura milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom, menargetkan minimal dua portofolio investasi perusahaan rintisannya (start-up) menyandang gelar unicorn pada 2021-2022. Kenaikan valuasi start-up tersebut, salah satunya akan dipicu oleh masuknya investor baru. Perseroan berharap beberapa portofolio start-up memiliki valuasi lebih dari US$ 1 miliar dalam satu hingga dua tahun mendatang. Kehadiran investor baru pada start-up tersebut nantinya bisa disebut sebagai validasi dan apresiasi terhadap performa yang sangat baik selama 2020.
Sepanjang 2021, perseroan akan fokus mengucurkan investasi kepada start-up potensial ketimbang mencari penggalan dana investasi baru. Pasalnya, dana investasi kelolaan perseroan telah mencapai lebih Rp 10 triliun. MDI Ventures menyalurkan pendanaan bagi start-up di Indonesia menggunakan dana dari Telkom melalui Telkom Fund I senilai US$ 100 juta dan Telkom Fund II senilai US$ 500 juta. Lalu, ada pengelolaan dana investasi bernama Centauri Fund hasil kerja sama dengaan KB Financial Group senilai US$ 150 juta.
Kolaborasi dengan Telkomsel melalui TMI Fund senilai US$ 40 juta. Selain fokus investasi, MDI juga berencana membawa minimal empat portofolio investasi start-up untuk melangsungkan IPO saham dalam periode dua tahun ke depan. Aksi ini merupakan strategis exit perusahaan. Adapun satu start-up ditargetkan IPO pada kuartal I-2021. Di sisi lain, Telkom menargetkan IPO saham anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), aksi korporasi ini akan membuat Mitratel menjadi perusahaan menara terbesar dari sisi aset yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Saat ini, Mitratel tengah menggabungkan aset-aset menara telekomunikasi dengan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dalam rangka memperkuat aset Mitratel dan supaya Telkomsel menjadi lebih fokus ke bisnis intinya. Mitratel telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk mengakuisisi 6.050 menara Telkomsel senilai Rp 10,3 triliun pada Oktober lalu. Telkom juga terus menggenjot ekspansinya. Apalagi, Telkomsel telah meraih tambahan spektrum 10 Mhz melalui lelang frekuensi 2,3 Ghz pada akhir tahun lalu. Tambahan spektrum tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat layanan broadband terkini 4G LTE serta melanjutkan pengembangan implementasi jaringan terbaru 5G.
Banyak Platform Kumpulkan Data Pribadi Penggunannya
Kaspersky, Perusahaan sekuriti siber global, menyampaikan hampir tidak ada model bisnis platform yang memberikan layanan sepenuhnya gratis. Banyak yang secara diam-diam mengumpulkan data pribadi pengguna sebagai prasyarat bisa menggunakan aplikasinya. Hal tersebut disampaikan untuk menanggapi kebijakan privasi terbaru bagi pengguna Whatsapp dan Facebook yang menimbulkan pro dan kontra. Kebijakan Whatsapp dan Facebook tersebut pun dinilainya lebih baik karena akhirnya dilakukan secara terus terang dan meminta persetujuan pengguna.
Pada kenyataannya, saat ini tidak ada platform yang sepenuhnya tidak berbayar. Karena model bisnis platform yang saat ini menggratiskan layanannya secara diam-diam pun mengambil data pribadi pengguna sebagai kompensasi pembayaran. Walaupun begitu, Whatsapp dan Facebook juga telah menegaskan tidak bisa membaca percakapan pengguna karena menyertakan perlindungan enkripsi dari ujung ke ujung (end-to-end). Whatsapp hanya bisa menelusuri informasi teknis dan akun penggunanya, tapi tak bisa mengakses pesan pengguna.
Youtube yang merupakan platform berbagi video, sudah menemukan model bisnisnya di mana setiap tenggang waktu tertentu menampilkan iklan, sehingga mampu mendapatkan keuntungan besar sekalipun harus menyediakan bandwidth dan server untuk megelola video. Pengguna pun bisa memilih untuk tidak mendapatkan iklan, namun dikenakan iuran bulanan yang harus dibayar. Satu pilihan yang dinilai cukup fair sekalipun metadata pengguna yang membayar tetap digunakan oleh Youtube untuk menampilkan video rekomendasi atau kepentingan lainnya.
Untuk melindungi data pengguna platform, Kaspersky menyarankan pengguna perangkat seluler untuk mematuhi aturan, di antaranya, jangan mengunduh messenger dan program lain dari sumber pihak ketiga. Gunakan hanya melalui pasar aplikasi resmi, misalnya Goggle Play Store dan App Store. Jika memungkinkan, baca dengan seksama dengan perjanjian pengguna. Ada situasi ketika pengembang aplikasi secara terbuka memperingatkan dapat membagikan data pengguna dengan pihak ketiga. Selanjutnya, jangan mengikuti tautan mencurigakan dari pesan, meskipun itu dikirimkan oleh kolega terpercaya. Lalu, gunakan solusi keamanan jika memungkinkan pada perangkat seluler Anda.
Trafik Data XL Melonjak 70%
PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mencatat peningkatan trafik data hingga 70 persen saat masa libur panjang Natal dan Tahun Baru.
Secara rinci, kenaikan terjadi selama periode 24 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021, secara nasional, rata-rata trafik pemakaian layanan data XL Axiata meningkat hingga 15 persen, dengan kenaikan tertinggi melonjak hingga 70 persen.
Direktur Teknologi XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, hal ini membuktikan bahwa pandemi tidak serta-merta menghentikan masyarakat untuk merayakan Hari Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, untuk trafik Tahun Baru, antara 31 Desember hingga 1 Januari 2021, kenaikan rata-rata trafik data mencapai 10 persen dibandingkan hari normal. Kenaikan tertinggi mencapai sekitar 70%. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelum nya, terjadi kenaikan trafik data hingga 40 persen.
Insentif Bikin Setoran Pajak Telekomunikasi Mini
Kementerian Keungan mendeteksi adanya kejanggalan penerimaan pajak di sektor informasi dan komunikasi atau telekomunikasi. Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatat realisasi penerimaan pajak sektor telekomunikasi sepanjang Januari hingga Oktober 2020 minus 4,4% year on year (yoy).
Sementara, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) rata-rata pertumbuhan ekonomi sektor ini tumbuh positif 10,42% secara tahunan yoy. Bahkan dalam tiga kuartal berturut-turut laju pertumbuhannya positif masing-masing 9,24% yoy, 10,83% yoy, dan 10,61% yoy.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengindikasikan salah satu penyebab kejanggalan tersebut yakni akibat pemanfaatan insentif perpajakan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020. Khususnya untuk jenis insentif diskon angsuran sebesar 50% pajak penghasilan PPh (PPh) Pasal 25.
Per 9 November 2020 penyerapan insentif PPh Pasal 25 secara keseluruhan mencapai Rp 13,73 triliun, setara dengan 14,4% dari pagu sejumlah Rp 95,35 triliun. “Sektor informatika kontraksi 4,4% yoy ini yang mungkin akan kami cocokkan lagi, karena di sektor informasi dan komunikasi itu secara ekonomi mengalami growth cukup tinggi,” katanya saat Konferensi Pers Realisasi APBN Oktober, (23/11).
Telkomsel-ShopeePay Perluas Layanan
Dompet digital mengintegrasikan sistemnya ke berbagai jasa atau layanan yang ditawarkan pelaku usaha lain. Integrasi sistem diwujudkan ShopeePay dan Telkomsel melalui kolaborasi MyTelkomsel yang diumumkan Rabu (7/10/2020). Pengguna myTelkomsel dapat membayar pembelian pulsa atau paket data menggunakan dompet digital ShopeePay.
Menurut Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay Indonesia Eka Nilam, integrasi dengan Telkomsel diharapkan dapat meningkatkan penggunaan ShopeePay. Adapun GM Digital Product and Services Management Telkomsel Awaluddin Subarkat menyebutkan, penjajakan kerjasama dimulai sejak 2020, Telkomsel membuka peluang integrasi dengan teknologi finansial pembayaran lain khususnya yang menyediakan fitur bayar nanti.
Modem Laris Manis di Masa Pandemi
Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mendorong kegiatan pembelajaran online (daring) dan work from home (WFH) membawa berkah bagi bisnis modem. Huawei Indonesia, misalnya, membidik penjualan modem tumbuh dua digit pada tahun ini. Hingga tutup tahun, kami memproyeksikan penjualan mencapai 360.000 unit, sebut Public Relations Manager Huawei Consumer Business Group (CBG) Indonesia, Mohamad Ilham Pratama kepada KONTAN, kemarin.
Dia mengakui, tren penjualan modem di masa WFH dan sekolah online terus meningkat di seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itu, perusahaan telah menyiapkan strategi untuk memanfaatkan kesempatan itu, kata dia yang menyebutkan, Huawei mengakomodasi permintaan pasar untuk device MiFi ini. Sementara PT Hutchison 3 Indonesia juga bersiap meluncurkan modem untuk pasar ritel di kuartal keempat tahun ini. Mereka merilis modem lantaran peluang di kota-kota tier II cukup terbuka akibat masih kurangnya penetrasi fixed broadband.
Wakil Direktur Utama Hutchison 3 Indonesia, Danny Buldansyah menyebutkan, saat ini pihaknya baru memiliki bisnis modem untuk segmen korporasi. Namun masih ada peluang dari bisnis modem. Saat ini, kami sudah menjalin kerjasama dengan salah satu provider internet untuk memasarkan modem ke segmen ritel, ungkap dia. Setali tiga uang, Telkomsel pun terus merangsek penjualan modem. Apalagi, peluncuran produk modem terbarunya, Telkomsel Orbit, cukup baik dan sangat diterima masyarakat.
“Kebutuhan mendapatkan akses broadband berkecepatan tinggi di masa pandemi guna memaksimalkan kegiatan belajar dan bekerja dari rumah, dinilai menjadi salah satu faktor diterimanya produk Telkomsel Orbit dengan baik”, klaim Vice President Corporate Communication Telkomsel, Denny Abidin kepada KONTAN, Rabu (9/9).
LELANG FREKUENSI 2300 MHZ - SELANGKAH MENUJU GENERASI KELIMA
Kementerian Komunikasi dan Informatika bakal membuka lelang pita frekuensi radio 2300 MHz untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel atau wireless broadband. Kabarnya, tender akan dihelat selambat-lambatnya pada Oktober 2020. Lelang tersebut hanya dilakukan terhadap frekuensi yang masih kosong atau sudah tidak berpenghuni.
Saat ini semua operator BWA telah menyerahkan lisensinya kepada pemerintah karena berbagai alasan, seperti tidak melakukan pembangunan jaringan hingga tidak sanggup membayar biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi. Penghuni di BWA 2300 MHz yang tersisa hanya tinggal PT Berca Hardaya Perkasa yang menetap di zona 8 dan zona 3 dengan masing-masing 30 MHz, serta zona 1 dengan 15 MHz.
Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro memastikan perseroan akan ikut serta dalam lelang guna melanjutkan proses pembangunan dan pengembangan layanan berbasis digital. Adapun, dalam rangka mengembangkan teknologi 5G, dia menegaskan Telkomsel membuka peluang dan siap menyesuaikan dengan regulasi penggunaan frekuensi untuk teknologi jaringan generasi kelima tersebut.
Wakil Presiden Direktur PT Hutchison 3 Indonesia Danny Buldansyah mengakui perseroan telah menerima surat edaran Kemenkominfo mengenai permintaan keterlibatan ikut lelang. Tri menyatakan siap dan ikut serta dalam lelang tersebut. Presiden Direktur PT Smartfren Telecom Tbk. Merza Fachys mengatakan perseroan juga tertarik mengikuti lelang frekuensi 2300 MHz.
Telkomsel dan Smarfren ‘dijagokan’ dalam lelang frekuensi 2300 MHz. Keduanya berpotensi menjadi operator seluler yang paling awal menggelar layanan 5G, karena sudah memiliki lebar pita masing-masing sebesar 30 MHz di spektrum 2300 MHz. Cukup dengan tambahan 30 MHz melalui lelang mendatang, peluang keduanya untuk membuka layanan 5G makin terbuka luas.
Saat ini kehadiran lebar pita baru sangat penting bagi operator seluler untuk memberi pengalaman terbaik kepada pelanggan. Lebar pita yang optimal akan membuat lalu lintas jaringan data makin lancar di tengah traffic yang sangat padat.
Sekretaris Jenderal Pusat Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB Mohammad Ridwan Effendi menjabarkan frekuensi 2300 MHz telah ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU) untuk alokasi 5G sehingga operator yang memiliki frekuensi ini berpeluang menjadi operator 5G. Menurut Ridwan, harga lelang tahun ini tidak akan semahal itu, mengingat frekuensi yang dilelang terbagi atas 15 zona dengan 7 zona di antaranya masih dihuni oleh PT Berca Hardaya Perkasa.
Direktur Penataan Sumber Daya Direktorat Jenderal SDPPI Kemenkominfo Denny Setiawan mengungkapkan lelang frekuensi tidak serta merta bertujuan untuk menambah pendapatan negara bukan pajak (PNBP) BHP frekuensi, tetapi demi pemenuhan kebutuhan spektrum untuk internet cepat bagi penyelenggara seluler di Indonesia.
Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia Setyardi Widodo menegaskan regulasi 5G tengah dikebut, meski belum pasti finalisasinya. Dia mengatakan pembahasan regulasi 5G saat ini difokuskan pada perangkat, frekuensi, implementasi, hingga peta jalan generasi kelima. Pembahasan juga terkonsentrasi pada tempat pemanfaatan 5G dan implikasi terhadap berbagi jaringan atau network sharing.
Integrasi Data Perpajakan Berlanjut
Program integrasi data perpajakan yang diimplementasikan melalui faktur elektronik host to host sejak 1 Desember 2018, dilanjutkan. Direktur Jenderal Pajak (DJP) Suryo Utomo dan Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ririek Adriansyah menandatangani nota kesepahaman di kantor pusat DJP, Jakarta, Senin (10/8/2020). Menurut Ririek, Telkom mendukung rencana perluasan dan pengembangan data perpajakan. “Kami berharap kolaborasi ini dapat bermanfaat dan memudahkan proses kerja yang lebih efektif dan efisien, antara lain memprofitkan wajib pajak melalui mahadata yang lebih komprehensif,” kata Suryo.
2020 Tower Bersama Tumbuh Double Digit
Sekretaris PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) Helmy Yusman Santoso mengatakan, sejalan dengan ketahanan sektor telekomunikasi yang kuat di tengah pandemi Covid-19, optimistis meraih pertumbuhan double digit untuk pendapatan, laba bersih, maupun EBITDA sepanjang tahun ini. Guna mengejar pertumbuhan tersebut, perusahaan mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp 2 triliun untuk membangun 2.000 menara secara organik.
Selama tiga bulan per tama tahun ini, perseroan berhasil menambah penyewaan baru sebanyak 1.402, yang terdiri atas 134 sites telekomunikasi dan 1.268 kolokasi. Pertumbuhan pada kuartal II-2020 masih berlanjut, karena para operator telekomunikasi juga terus menggelar jaringannya. Revenue diharapkan tumbuh di atas 10%, begitu juga laba dan EBITDA (earnings before interest, taxes, depreciation and amortization) tahun ini. Helmy juga menjelaskan, per 31 Maret 2020, Tower Bersama memiliki 15.681 site telekomunikasi dengan 29.997 penyewaan. Site telekomunikasi perseroan terdiri dari 15.540 menara telekomunikasi dan 141 jaringan DAS. Dengan total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 29.856, maka rasio kolokasi perseroan adalah 1,92 kali.
Pada kuartal II-2020, kata Helmy, sebagian besar operator telekomunikasi masih berada di jalur rencana ekspansi atau belum melakukan revisi. Para operator ini mendapat keuntungan selama pandemi, lantaran trafik layanan data meningkat double digit. “Blokir Netflix pun kini sudah dibuka oleh Telkom. Tren penggunaan data telah beralih kepada konsumsi video, yang mengonsumsi data lebih banyak ketimbang sosial media”. Saat ini, Indonesia tercatat memiliki 6 operator telekomunikasi, yang mayoritas pasarnya dikuasai oleh tiga pemain besar yakni Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata. Seiring itu, industri menara telekomunikasi digarap oleh banyak pemain, namun hanya dua perusahaan yang memiliki aset menara di atas 10.000 unit.
Helmy mengatakan total menar a di Indonesia secara industri diperkirakan mencapai 100 ribu menara. Khusus Tower Bersama memiliki lebih dari 15.000 site (market share sekitar 15%). Sementara itu, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang dikendalikan Grup Djarum memiliki jumlah menara 20.914, dengan 36.778 penyewaan hingga kuartal I-2020. Artinya, tenancy ratio menara perusahaan sekitar 1,76 kali.
Pilihan Editor
-
Krisis Ukraina Meluber Menjadi ”Perang Energi”
10 Mar 2022









