;
Tags

Telekomunikasi

( 286 )

PPKM Darurat Dongkrak Layanan Data dan Internet

Ayutyas 05 Jul 2021 Kontan

Jakarta. Kebijakan PPKM darurat berpotensi mengerek permintaan data telekomunikasi dan internet. Pasalnya, kebijakan pembatasan sosial itu mewajibkan kegiatan belajar dan bekerja dilaksanakan di rumah. Sejumlah operator telekomunikasi dan layanan internet pun bersiap mengantisipasi lonjakan trafik dan pelanggan baru. PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) memperkirakan akan ada tambahan pelanggan baru pada momentum PPKM darurat. VP Network Operations PT Smartfren Telecom Tbk, Agus Rohmat mengatakan, Smartfren telah melakukan optimalisasi dan ekspansi jaringan sejak awal tahun 2021 hingga sampai saat ini. “Kami memperkirakan ada kenaikan trafik data sekitar 10%-20% seiring semakin banyaknya kegiatan yang dilakukan secara online,” kata dia kepada KONTAN, Minggu (4/7).

(Oleh - HR1)

Para Penyimpan Data

Sajili 23 Jun 2021 Koran Tempo

Kebutuhan pusat data semakin meningkat. Mengutip kajian Frost & Sullivan serta Structure Research, Indonesia Data Center Provider Organization menyatakan terdapat pertumbuhan kapasitas pusat data di dalam negeri sebesar 31-35 persen pada periode 2015-2019. Perusahaan penyedia pusat data pun gencar melakukan ekspansi untuk memenuhi permintaan tersebut.


MyFood, Aplikasi Telkomcel untuk UMKM Timor-Leste

Ayutyas 21 Jun 2021 Investor Daily, 21 Juni 2021

Jakarta - Telkomcel, perusahaan telekomunikasi di Timor-Leste yang merupakan bagian dari Telkom Group, meluncurkan MyFood. Aplikasi tersebut dibuat untuk memfasilitasi restoran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Dili guna mengembangkan dan meningkatkan transsaksi secara digital di Timor-Leste. Hal tersebut merupakan bagian dari solusi di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Saat ini, kegiatan dan pergerakan makin berkurang, seperti terjadi di banyak negara yang tengah melakukan lockdown, termasuk di Timor-Leste. 

Telkomcel melihat bahwa Timor-Leste merupakan negara yang sudah semakin berkembang dan memiliki generasi milenial sangat aktif dalam memanfaatkan teknologi. MyFood diharapkan bisa menjadi aplikasi untuk menggerakkan roda perekonomian pada masa State Emergency. Myfood merupakan pengembangan fitur dari MyTimor, khusus untuk membangun UMKM, terutama restoran yang ada di Timor-Leste  di masa pandemi Covid-19. 

(Oleh - IDS)

Telekomunikasi : Saatnya Kian Gesit Bertransformasi

Ayutyas 08 Jun 2021 Kompas

Sejak pandemi Covid-19, konektivitas berperan makin krusial dalam semua aspek kehidupan. Mulai dari keandalan panggilan pertemuan virtual via Zoom hingga menonton langsung (live streaming) aneka konten video. Deloitte dalam laporan Understanding The Sector Impact of Covid-19:Telecommunications (2020) menyebutkan, banyak perusahaan telekomunikasi di dunia melaporkan lonjakan penggunaan jaringan. Di beberapa negara, volume panggilan suara juga meningkat secara eksponensial.Di Indonesia, sesuai laporan riset Telecom Sector, A Good Change for Direction dari Trimegah Sekuritas (Mei 2021), lalu lintas data tiga operator telekomunikasi seluler - Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat Ooredoo - naik dari 13.246 petabit pada 2019 menjadi 19.431 petabit pada 2020. Ini semakin menggarisbawahi pentingnya telekomunikasi.

Sekitar satu dekade lalu, para operator telekomunikasi menghabiskan miliaran dollar AS untuk menggelar jaringan dan layanan 4G LTE. Konsumsi paket data yang mereka tawarkan digunakan untuk mengakses aplikasi internet (over-the-top/OTT), seperti media sosial dan mesin pencari. Sampai-sampai muncul perbincangan bahwa operator telekomunikasi hanya bisa menjadi penyedia "pipa (jaringan)", yang akan berdampak mengurangi nilai mereka. Saat 5G mulai marak berkembang bersamaan dengan masih berlangsungnya pandemi Covid-19, perusahaan telekomunikasi berpeluang menghadapi risiko terulangnya sejarah. Marketing Director Openet David McGlew dalam tulisannya The Rise of Telco Brand Value (Telecoms, 6 Mei 2021) mengatakan, sudah ada perusahaan teknologi informasi yang lebih besar mengincar bisnis jaringan telekomunikasi.

Contoh sederhana adalah menawarkan layanan transparan sekaligus menambah nilai pengalaman pelanggan mereka secara keseluruhan. Dari aspek organisasi lainnya, McKinsey dalam laporan A Blueprit for Telecom's Critical Reinvention memandang, perusahaan telekomunikasi tampaknya perlu lebih gesit bertransformasi, menawarkan solusi untuk segmen bisnis ke bisnis (B2B), dan memonetisasi data.Pendekatan paling logis adalah menjalin sinergi dan kolaborasi antara perusahaan telekomunikasi seluler dan perusahaan OTT yang sudah ahli di kategori layanan digital masing-masing. Perusahaan telekomunikasi bisa pula menggunakan jaringan bersama (network sharing) serta membedakan diri melalui kepuasan pengalaman pelanggan dan diferensiasi produk. Di luar network sharing, sudah berkembang pula teknologi jaringan akses radio terbuka yang secara fundamental mengatur bisnis perusahaan telekomunikasi. Teknologi baru itu menawarkan peluang baru bagi pemain lama di industri telekomunikasi saat menerapkan layanan 5G.

(Oleh - HR1)

Persaingan Ketat Industri Telekomunikasi

Sajili 28 Apr 2021 Koran Tempo

Persaingan di industri telekomunikasi Indonesia kian ketat. Selama masa pandemi, rata-rata pendapatan operator mengalami pertumbuhan. Namun tak sedikit yang justru perolehan laba bersihnya menurun.


Tower Bersama Segera Akuisisi Menara Telekomunikasi Rp 3,97 Triliun

Ayutyas 31 Mar 2021 Investor Daily, 31 Maret 2021

Jakarta - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) segera mengeksekusi akuisisi 3.000 menara telekomunikasi milik PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) senilai Rp 3,97 triliun pada April 2021. Hal ini akan membuat portofolio Tower Bersama bertambah menjadi 19.215 menara telekomunikasi. Perseroan telah meraih persetujuan pemegang saham atas rencana akuisisi menara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). 

RUPSLB Tower Bersama turut menyetujui pembagian dividen tunai yang berasal dari saldo laba yang belum ditentunkan penggunaanya per 31 Desember 2021. Perseroan memiliki saham treasuri sebanyak 1,02 miliar saham. Setelah menyesuaikan jumlah saham treasuri ini, dividen tunai akan sebesar Rp 32 per saham. Tower Bersama juga bersiap menggelar Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV tahap IV senilai RP 970 miliar. Perseroan akan menyerap emisi obligasi untuk kebutuhan pembiayaan kembali (refinancing) utang anak usaha. 

Peringkat Tower Bersama juga merefleksikan ruang pendanaan yang cukup bagi perusahaan untuk menyelesaikan akuisisi 3.000 menara telekomunikasi mili PT Inti Bangun Sejahtera  Tbk (IBST) senilai Rp 3,97 triliun. Profil bisnis tower Bersama cukup tangguh lantaran didukung visibilitas arus kas yang kuat pada kontrak jangka panjang. Kontrak ini tidak dapat dibatalkan dengan klausul eskalasi.Profil bisnis perseroan juga terus membaik, akibat penambahan tower secara organik dan tingkat penyewaan. Hal ini didorong oleh belanja modal besar para operator telekomunikasi demi memperkuat jaringan 4G. 

(Oleh - IDS)

Indosat Jual Menara Telekomunikasi US$ 750 Juta, Terbesar di Asia

Ayutyas 31 Mar 2021 Investor Daily, 31 Maret 2021

Jakarta - PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) sepakat menjual lebih dari 4.200 menara telekomunikasi senilai US$ 750 juta kepada PT EPID Menara AssetCo (Edge Point Indonesia). Transaksi penjualan menara ini ditargetkan selesai pada kuartal II-2021 dan berpotensi menjadi salah satu penjualan menara terbesar di Asia. EPID Menara AssetCo dinyatakan sebagai pemenang melalui proses tender. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari Edgepoint Infrastructure Singapura. Sementara, Edgepoint Infrastructure sepenuhnya dikendalikan oleh perusahaan investasi infrastruktur yang berkantor pusat di Amerika Serikat (AS), DIgital Colony. 

Penjualan menara telekomunikasi ini bagian dari strategi perseroan memonetisasi aset, sehingga menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham. Selain itu, transaksi juga akan meningkatkan kemampuan permodalan perseroan, yangg akhirnya bisa melayani pelanggan dengan semakin baik. Edgepoint Infrastructure merupakan hasi kemitraan strategis yang dibentuk baru-baru ini antara Digital Colony dengan mantan CEO Edotco Group Sdn. Perusahaan fokus berinvestasi, baik lewat jalan akuisisi maupun organik, di sektor menara telekomunikasi wilayah Asia Pasifik. 

Digital Colony dikendalikan oleh para eksekutif yang berpengalaman di industri menara global. Perseroan didirikan pada 2017 oleh Digital Bridge Holdings dan Colony Capital. Adapun Digital Bridge dibentuk pada 2013. Digital Colony fokus pada empat strategi bisnis, yakni menara telekomunikasi, data center, jaringan kabel optik, dan menara small cell. Perseroan memiliki portofolio pada 15 perusahaan yang bergerak di empat bisnis tersebut dan lokasinya menyebar, mulai dari Amerika Utara hingga Eropa.   

(Oleh - IDS)

PP Postelsiar Atur OTT Asing Hingga Migrasi TV Digital

Ayutyas 23 Feb 2021 Investor Daily, 23 Februari 2021

Jakarta - Pemerintah secara resmi telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran (Postelsiar) sebagai turunan dari UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Klaster, Postelsiar. PP ini mengatur dari penyediaan konten (over-the-top), penyelenggaraan telekomunikasi, hingga migrasi TV digital. Penjelasan PP tersebut menyebutkan, yang dimaksud dengan kegiatan usaha melalui internet adalah over-the-top (OTT) dalam bentuk subtitusi layanan telekomunikasi, platform layanan konten audio dan/atau visual, dan/atau layanan lainnya yang ditetapkan oleh menteri. 

Pemerintah mengatur OTT yang beroperasi di Indonesia, baik asing maupun lokal, serta memberikan kewenangan kepada operator telekomunikasi untuk mengelola trafiknya. Hal itu dinilai justru merupakan bukti bahwa pemerintah yakni Kemenko Perekonomian dan Kemkominfo, telah melindungi kepentingan nasional. Pengaturan ini bagian tak terpisahkan dari pemberian pelayanan kepada masyarakat.

(Oleh - IDS)

Harga Pulsa Telepon dan Token Listrik Potensi Naik

Sajili 01 Feb 2021 Kontan

Aturan baru Menteri Keuangan mengenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) atas penjualan pulsa, kartu perdana, token listrik dan voucer memantik kontroversi. Beleid ini terangkum di Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 6/PMK.03/2021 dan mulai berlaku 1 Februari 2021.

Aturan tersebut dirilis dalam rangka memberikan kepastian dan penyederhanaan pemungutan PPN dan PPh atas penjualan pulsa telepon, kartu perdana, token listrik dan voucer.

Koordinator Pengaduan YLKI Sularsih mengatakan, penerbitan PMK ini tidak tepat mengingat saat ini sedang menghadapi pandemi Covid-19. “Token listrik sangat dibutuhkan masyarakat. Tanpa ada PMK itu pun, pengeluaran listrik rumah tangga sudah naik signifikan karena ada work from home (WFH),” ujar dia, Jumat (29/1).

Vice President Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin menyatakan, “Kami segera berkoordinasi dengan ATSI untuk memastikan penerapan aturan ini mendukung penguatan industri telekomunikasi di Indonesia,” kata dia.


Pembatalan Lelang Frekuensi 5G Mengundang Tanda Tanya

Sajili 25 Jan 2021 Kontan

Langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika membatalkan proses lelang frekuensi 2,3 GHz menuai pertanyaan. Frekuensi tersebut sejatinya akan digunakan untuk menggelar jaringan 5G di Indonesia.

Pada 18 Desember 2020, pemerintah sudah menetapkan tiga pemenang, yakni PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT Hutchison 3 Indonesia.

Namun Jumat lalu, Kemenkominfo membatalkan keputusan itu. Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu berdalih, pemerintah belum pernah menyatakan proses seleksi 5G selesai. “Jadi, proses yang pernah diumumkan sebelumnya kami batalkan, “ ungkap dia kepada KONTAN, Sabtu (24/1).

Kemenkominfo mengklaim ingin berhati-hati dan cermat menjalankan proses seleksi, antara lain agar dapat lebih selaras dengan ketentuan PP Nomor 80 Tahun 2015 yang mengatur penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di lingkungan Kementerian Kominfo.

Kemenkominfo akan menyiapkan lelang ulang dan peserta yang kemenangannya dibatalkan bisa ikut kembali.