;
Tags

Telekomunikasi

( 286 )

Pengiriman Ponsel Pintar Turun 17,3 Persen pada Triwulan I-2022

KT3 20 Jun 2022 Kompas

Pengiriman telepon seluler (ponsel) pintar dari produsen ke pasar pada triwulan I-2022, menurut riset analis pasar International Data Corporation/IDC, mencapai 8,9 juta unit, turun 17,3 % ketimbang triwulan I-2021. Menurut Head of Center of Innovation and Digital Economy Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda, Minggu (19/6), China sebagai produsen manufaktur ponsel besar dunia masih kekurangan pasokan cip. Hal itu berimbas ke pasar Indonesia yang lebih dari 50 % pasarnya diisi oleh ponsel produksi China. (Yoga)

EXCL Tuntaskan Akuisisi Hipernet Indodata

HR1 04 Jun 2022 Kontan

PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah merampungkan pembelian 2.805 saham atau setara dengan 51% saham PT Hipernet Indodata (HI). Sekretaris Perusahaan XL Axiata Ranty Astari Rachman menyebutkan proses pengambilalihan saham Hipernet Indodata telah selesai dengan nilai transaksi mencapai Rp 335,32 miliar. Adapun per 2 Juni 2022, XL Axiata mengempit 51% saham Hipernet Indodata. Kemudian, kepemilikan saham PT Mitra Indo Asia sebesar 34,31%, dan PT Magna Karya Archipelago 14,69%. Ranty bilang akuisisi saham ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan produk yang ditawarkan oleh EXCL kepada pelanggan perusahaan

EMITEN TELEKOMUNIKASI : SENTIMEN POSITIF TERJAGA

HR1 30 May 2022 Bisnis Indonesia

Sejumlah emiten telekomunikasi royal membagi dividen setelah mengukir kinerja mengilap pada 2021. Kinerja positif diproyeksi berlanjut tahun ini kendati dibayangi berbagai tantangan. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai prospek emiten sektor telekomunikasi makin positif seiring dengan tren digitalisasi yang berlanjut. “Apalagi jumlah pengguna internet makin meningkat yang menyebabkan kebutuhan data dan internet turut naik. Dari sisi supply diperkirakan bertambah, baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya,” katanya, Minggu (29/5). Kucuran dividen yang ditopang oleh peningkatan laba bersih emiten telekomunikasi cukup besar tercermin dari tata-rata dividend payout ratio berada di atas 50%.

SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza mengatakan dividen setara dengan 60% laba bersih 2021 senilai Rp24,76 triliun. Kucuran dividen juga datang dari PT XL Axiata Tbk. (EXCL) yang menyetujui pembagian dividen untuk pemegang saham senilai Rp522 miliar atau 50% dari keuntungan untuk tahun buku 2021. Emiten menara PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) juga akan membagikan dividen total Rp800 miliar dari laba bersih 2021 atau meningkat dari dividen tahun sebelumnya Rp692 miliar. Di sisi lain, Nico menjelaskan bahwa emiten telekomunikasi juga ramai melakukan aksi korporasi penggabungan usaha untuk memperkuat bisnisnya. Hal ini tidak hanya akan mendorong kinerja emiten, tetapi juga mendukung prospek industri telekomunikasi.

Investasi Janggal di Saham GoTo

KT1 24 May 2022 Tempo (H)

Keputusan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) membeli saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menjadi sorotan setelah perusahaan itu melaporkan kerugian yang belum direalisasi sebesar Rp 188 miliar per kuartal 1-2022. Aksi korporasi tersebut pun dinilai janggal sejak awal. Dari mata pengamat pasar modal, Yanuar Rizki, kejanggalan muncul sejak telkomsel menekan perjanjian investai dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau  Gojek pada 16 November 2020, "Ada indikasi transaksi material dilakukan oleh pihak yang  yang berpotensi mengalami benturan kepentingan," ujarnya kepada Tempo, akhir pekan lalu. 

Telkomsel merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia (persero) Tbk yang merupakan badan usaha milik negara (BUMN). Disebut berpotensi memunculkan konflik kepentingan karena sejak Oktober 2019, Garibaldi Thohir menjabat Komisaris Gojek. Pria yang dikenal sebagai Boy Thohir tersebut merupakan kakak dari Menteri BUMN Erick Thohir. Yanuar menilai seharusnya kondisi ini diperiksa dampaknya oleh OJK, tujuannya untuk memastikan para pemilik saham independen yang minoritas terlindung serta menghindari kemungkinan adanya penyalahgunaan kekuasaan. (Yetede)

Keuangan Solid, Mitratel Lunasi Pinjaman Rp3,7 Triliun

KT1 09 May 2022 Investor Daily (H)

PT Dayamitra  Telekomunikasi Indonesia Tbk (MTEL) atau Mitratel telah melakukan  pembayaran pinjaman kepada sejumlah kreditur hingga Rp 3,7 triliun. Posisi keuangan yang solid membuat anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tersebut mampu memenuhi kewajibannya. Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama mengungkapkan, posisi kas perseroan  saat ini cukup kuat sehingga mampu melunasi  beberapa pinjaman. Tercatat, pada 17 dan 26 Januari 2022, Mitratel berhasil melunasi  pinjaman kepada MUFG Bank dan DBS Bank masing-masing sebesar Rp 500 miliar  dan Rp 333,4 miliar. Lalu, pada 2 Februari 2022, Mitratel juga sukses  melunasi pinjaman kepada BCA  dan SMI masing-masing Rp 291,6 miliar dan Rp350 miliar.  Bahkan, lanjut Hendra, berdasarkan laporan keuangan  perseroan pada kuartal 1-2022, Mitratel juga berhasil melakukan beberapa refinancing yang dananya berasal dari operasi perusahaan dan bukan dana hasil IPO. (Yetede)

Keuangan Solid, Mitratel Lunasi Pinjaman Rp3,7 Triliun

KT1 09 May 2022 Investor Daily (H)

PT Dayamitra  Telekomunikasi Indonesia Tbk (MTEL) atau Mitratel telah melakukan  pembayaran pinjaman kepada sejumlah kreditur hingga Rp 3,7 triliun. Posisi keuangan yang solid membuat anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tersebut mampu memenuhi kewajibannya. Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama mengungkapkan, posisi kas perseroan  saat ini cukup kuat sehingga mampu melunasi  beberapa pinjaman. Tercatat, pada 17 dan 26 Januari 2022, Mitratel berhasil melunasi  pinjaman kepada MUFG Bank dan DBS Bank masing-masing sebesar Rp 500 miliar  dan Rp 333,4 miliar. Lalu, pada 2 Februari 2022, Mitratel juga sukses  melunasi pinjaman kepada BCA  dan SMI masing-masing Rp 291,6 miliar dan Rp350 miliar.  Bahkan, lanjut Hendra, berdasarkan laporan keuangan  perseroan pada kuartal 1-2022, Mitratel juga berhasil melakukan beberapa refinancing yang dananya berasal dari operasi perusahaan dan bukan dana hasil IPO. (Yetede)

Keuangan Solid, Mitratel Lunasi Pinjaman Rp3,7 Triliun

KT1 09 May 2022 Investor Daily (H)

PT Dayamitra  Telekomunikasi Indonesia Tbk (MTEL) atau Mitratel telah melakukan  pembayaran pinjaman kepada sejumlah kreditur hingga Rp 3,7 triliun. Posisi keuangan yang solid membuat anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tersebut mampu memenuhi kewajibannya. Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama mengungkapkan, posisi kas perseroan  saat ini cukup kuat sehingga mampu melunasi  beberapa pinjaman. Tercatat, pada 17 dan 26 Januari 2022, Mitratel berhasil melunasi  pinjaman kepada MUFG Bank dan DBS Bank masing-masing sebesar Rp 500 miliar  dan Rp 333,4 miliar. Lalu, pada 2 Februari 2022, Mitratel juga sukses  melunasi pinjaman kepada BCA  dan SMI masing-masing Rp 291,6 miliar dan Rp350 miliar.  Bahkan, lanjut Hendra, berdasarkan laporan keuangan  perseroan pada kuartal 1-2022, Mitratel juga berhasil melakukan beberapa refinancing yang dananya berasal dari operasi perusahaan dan bukan dana hasil IPO. (Yetede)

Keuangan Solid, Mitratel Lunasi Pinjaman Rp3,7 Triliun

KT1 09 May 2022 Investor Daily (H)

PT Dayamitra  Telekomunikasi Indonesia Tbk (MTEL) atau Mitratel telah melakukan  pembayaran pinjaman kepada sejumlah kreditur hingga Rp 3,7 triliun. Posisi keuangan yang solid membuat anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tersebut mampu memenuhi kewajibannya. Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama mengungkapkan, posisi kas perseroan  saat ini cukup kuat sehingga mampu melunasi  beberapa pinjaman. Tercatat, pada 17 dan 26 Januari 2022, Mitratel berhasil melunasi  pinjaman kepada MUFG Bank dan DBS Bank masing-masing sebesar Rp 500 miliar  dan Rp 333,4 miliar. Lalu, pada 2 Februari 2022, Mitratel juga sukses  melunasi pinjaman kepada BCA  dan SMI masing-masing Rp 291,6 miliar dan Rp350 miliar.  Bahkan, lanjut Hendra, berdasarkan laporan keuangan  perseroan pada kuartal 1-2022, Mitratel juga berhasil melakukan beberapa refinancing yang dananya berasal dari operasi perusahaan dan bukan dana hasil IPO. (Yetede)

Platform Digital Global Di Bisnis Telekomunikasi

KT3 01 Apr 2022 Kompas

Akhir Januari 2022, Google mengumumkan akan berinvestasi 1 miliar USD di Bharti Airtel, operator seluler terbesar kedua di India. Google akan memiliki kepemilikan 1,28 % di perusahaan telekomunikasi milik miliarder Sunil Mittal itu. Mengutip Aljazeera.com, langkah itu merupakan bagian dari Google for India Digitisation Fund yang diluncurkan tahun 2020. CEO Alphabet Inc Sundar Pichai mengatakan, kedua perusahaan juga berencana bersama-sama mengembangkan perangkat lunak untuk standar 5G dan lainnya. Google sebelumnya memegang 7,7 % saham di Jio, perusahaan telekomunikasi milik Mukesh Ambani. Google dan Jio berkolaborasi pada pengembangan ponsel murah berkemampuan 4G yang diluncurkan November tahun lalu. Kiran Karanukaran, Partner Telecommunications Practice di Bain & Company, menyebutkan, perusahaan raksasa teknologi lainnya, seperti Meta, Microsoft, dan beberapa perusahaan ekuitas swasta, juga berinvestasi di Jio. Dia menilai investasi yang dilakukan perusahaan raksasa teknologi itu di perusahaan telekomunikasi bertujuan untuk memudahkan mereka memonetisasi bisnis.

Meta (yang dulu bernama Facebook) akhir Februari 2022, mengklaim telah berinvestasi dalam beberapa system komunikasi kabel laut (SKKL) di Asia Pasifik, melakukan diversifikasi rute, dan menghubungkan lebih banyak komunitas masyarakat. Dua SKKL telah beroperasi, yakni Asia-Pacific Gateway dan Jupiter. Meta juga telah mengumumkan investasi 8 SKKL baru yang dijadwalkan mulai beroperasi tahun 2022-2025. Dua SKKL di antaranya, yakni Echo dan Bitfrost, melewati Selat Luzon dan menjadi SKKL pertama yang menghubungkan Jakarta, Indonesia, secara langsung ke AS. Di Indonesia, secara khusus, Meta telah bekerja sama dengan PT Alita Praya Mitra untuk memperluas pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi kabel optik di 56 kabupaten/kota di delapan provinsi pada 2021. Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi berpendapat, fenomena perusahaan raksasa teknologi memiliki saham di perusahaan telekomunikasi di India dan membangun SKKL di Asia Pasifik menandakan infrastruktur telekomunikasi masih menjadi kebutuhan utama. Fenomena itu juga berarti potensi bisnis teknologi masa depan ada di Asia. (Yoga)


Utak-Atik Frekuensi Kebut 5G

HR1 15 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Operator telekomunikasi dan pemerintah tengah mengebut pemerataan jaringan telekomunikasi generasi kelima alias 5G di Indonesia. Langkah itu bukan tanpa sebab. Sejak peluncuran komersial 5G pada tahun lalu, baru ada 13 kota terkoneksi layanan telekomunikasi yang lebih cepat dan andal ketimbang teknologi 4G itu. Apalagi, kini pemerintah punya agenda penting yakni pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur. Keberadaan infrastruktur teknologi termasuk 5G pun sangat dibutuhkan untuk menunjang proyek itu.

Keberadaan jaringan 5G di IKN Nusantara juga amat dibutuhkan karena pemerintah mengarahkan Ibu Kota Negara baru menjadi kota pintar. Salah satu yang akan dikembangkan adalah transportasi modern berbasis kendaraan tanpa awak atau autonomous yang membutuhkan dukungan teknologi dan jaringan yang mumpuni seperti 5G. Hal itu diamini Koordinator Standar Telekomunikasi Radio Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Indra Utama. Menurutnya, Kemenkominfo mematangkan rencana lelang pita frekuensi 700 MHz untuk layanan internet bergerak. Saat ini, frekuensi tersebut masih digunakan siaran analog hingga 2 November 2022. Setelah tenggat itu, siaran televisi harus sudah beralih ke digital. Alhasil dari peralihan dari siaran analog ke digital, terdapat digital dividend sebesar 112 MHz yang bisa digunakan dalam penggelaran 5G.