;

Utak-Atik Frekuensi Kebut 5G

Teknologi Hairul Rizal 15 Mar 2022 Bisnis Indonesia
Utak-Atik Frekuensi Kebut 5G

Operator telekomunikasi dan pemerintah tengah mengebut pemerataan jaringan telekomunikasi generasi kelima alias 5G di Indonesia. Langkah itu bukan tanpa sebab. Sejak peluncuran komersial 5G pada tahun lalu, baru ada 13 kota terkoneksi layanan telekomunikasi yang lebih cepat dan andal ketimbang teknologi 4G itu. Apalagi, kini pemerintah punya agenda penting yakni pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur. Keberadaan infrastruktur teknologi termasuk 5G pun sangat dibutuhkan untuk menunjang proyek itu.

Keberadaan jaringan 5G di IKN Nusantara juga amat dibutuhkan karena pemerintah mengarahkan Ibu Kota Negara baru menjadi kota pintar. Salah satu yang akan dikembangkan adalah transportasi modern berbasis kendaraan tanpa awak atau autonomous yang membutuhkan dukungan teknologi dan jaringan yang mumpuni seperti 5G. Hal itu diamini Koordinator Standar Telekomunikasi Radio Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Indra Utama. Menurutnya, Kemenkominfo mematangkan rencana lelang pita frekuensi 700 MHz untuk layanan internet bergerak. Saat ini, frekuensi tersebut masih digunakan siaran analog hingga 2 November 2022. Setelah tenggat itu, siaran televisi harus sudah beralih ke digital. Alhasil dari peralihan dari siaran analog ke digital, terdapat digital dividend sebesar 112 MHz yang bisa digunakan dalam penggelaran 5G.


Download Aplikasi Labirin :