Whatsapp : Pembaharuan yang Memicu Kesadaran Privasi
Backlash atau penentangan langsung muncul dari seluruh dunia. Whatsapp dianggap tidak menghargai privasi pengguna karena membagikan data pribadi pengguna kepada pihak ketiga. Whatsapp pun menunda implementasi kebijakan privasi baru ini hingga 15 Mei 2021.
Hal yang baru pada kebijakan privasi Whataspp kali ini terkait Whatsapp Business. Salah satu contohnya adalah model bisnis Whatsapp Business untuk menyediakan layanan percakapan layanan pelanggan (customer service) melalui Whatsapp.
Namun, kegagalan Whatsapp memberikan penjelasan yang mudah dimengerti oleh pengguna sejak awal tanpa sengaja telah memicu kesadaran masyarakat mengenai privasi dan perlindungan data pribadi. Masyarakat menjadi sadar bahwa ada pilihan lain.
Berdasarkan data firma analisis aplikasi ponsel, Sensor Tower pada pekan lalu, Signal diunduh 17,8 juta kali dari App Store maupun Play Store selama sepekan 5-12 Januari 2021. Angka ini menunjukkan peningkatan 61 kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya sekitar 285.000 kali.
Telegram juga mengalami peningkatan. Pada periode yang sama, aplikasi ini diunduh 15,7 juta kali. Meningkat dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya yang hanya sekitar 7,6 juta kali. Whatsapp, di sisi lain, mengalami penurunan dari 12,7 juta kali menjadi 10,6 juta pengunduhan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023