Otomotif
( 406 )Gerak Lincah Kendaraan Listrik
Langkah pemerintah meningkatkan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia dengan mengeluarkan Instruksi Presiden No. 7/2022 memberi angin segar bagi industri otomotif dalam memperluas segmen kendaraan yang akan diproduksi. Meski di sisi lain, kemampuan infrastruktur pendukung seperti tempat pengisi daya listrik dan keberadaan perusahaan pengelolaan limbah baterai harus dipersiapkan dengan baik. Inpres yang mengatur tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai kendaraan dinas operasional, tentunya secara langsung membuka pasar baru bagi sektor otomotif. Beberapa produsen bahkan menyatakan kesiapannya untuk memproduksi kebutuhan pemerintah. Manajemen PT Honda Prospect Motor (HPM), misalnya, menyebutkan bahwa telah menyiapkan peta jalan atau road map menuju era elektrifikasi sepenuhnya dengan mulai memproduksi berbagai model kendaraan listrik. Strategi pemerintah tersebut bahkan dinilai seiring dengan kebijakan Honda global yang berkomitmen mengurangi emisi karbon dengan memperbanyak produksi kendaraan berbasis baterai. Hal serupa juga disebutkan oleh PT Toyota Astra Motors (TAM) yang mendukung penuh kebijakan tersebut. Di perusahaan itu juga telah mulai dijual beragam produk kendaraan listrik, termasuk juga kendaraan hybrid. Strategi itu dilakukan untuk mengurangi polusi udara yang ditimbulkan dari pembakaran bahan bakar fosil.
Dana Mobil Listrik Instansi Disiapkan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 7/2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, pemerintah akan mengimplementasikan beleid tersebut secara bertahap. Tahap awal, kebijakan ini akan diberlakukan di kota-kota besar. "Prioritas pertama adalah pegawai pemerintahan di kota besar, khususnya Jakarta dan juga Bali. Baru kemudian daerah-daerah lain," kata Ma'ruf Amin di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/9).
Namun, Wapres menekankan, pembelian kendaraan sesuai kebutuhan pemerintah. Ia mencontohkan seperti kendaraan listrik yang akan digunakan oleh delegasi G20 di Bali, nantinya bisa digunakan oleh pejabat pemerintahan.
2025, Kelangkaan Chip Semi Konduktor Baru Teratasi
JAKARTA, ID — Lonjakan permintaan akan mobil baru pascapandemi tidak dimbangi oleh pasokan. Ketidakseimbangan supply-demand ini terjadi di seluruh dunia dan kondisi itu disebabkan oleh kelangkaan chip semikonduktor. Negara penghasil chip semikonduktor lebih mengutamakan pasar dalam negerinya. Kelangkaan bahan utama untuk perlengkapan mobil itu diperkirakan baru bisa teratasi tahun 2025. Negara penghasil chip semikonduktor yang terbesar di dunia adalah Taiwan. Perusahaan Taiwan menguasai sekitar 50% pasar semikonduktor dunia. Berikutnya adalah Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, dan Amerika Serikat. “Memang banyak negara berupaya menambah produksi, namun pembangunan pabrik baru maupun penyiapan tenaga ahlinya membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun. Ini membuat kelangkaan chip semikonduktor kemungkinan baru bisa teratasi tiga tahun lagi,” kata pengamat otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu kepada Investor Daily, Kamis (8/9/2002). (Yetede)
Brumm, Pasar Mobil Kian Menderu
Kendati dihantui rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), penjualan mobil terus meningkat. Setidaknya, ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 yang baru saja usai menjadi salah satu indikator tingginya permintaan mobil. Maklum, hampir semua brand mobil meraih penjualan tinggi. PT Toyota Astra Motor (TAM), misalnya, mengantongi 5.434 surat pemesanan kendaraan (SPK) dari berbagai line up. Angka ini meningkat 20,7% dibanding jumlah SPK TAM pada GIIAS 2021, yang sebanyak 4.502 SPK. Kami mengapresiasi dukungan masyarakat," kata Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director Toyota Astra Motor, Jumat (26/8). PT Honda Prospect Motor (HPM) juga panen pesanan di ajang GIIAS 2022. Selama ajang itu digelar, HPM menjaring angka pemesanan sebanyak 1.965 unit atau naik 30% dibandingkan GIIAS 2021.
Ekspor Kendaraan dari Terminal IPCC Melonjak
Data dari IPCC Terminal Kendaraan di Tanjung Priok, pelabuhan utama ekspor dan impor mobil di Indonesia, menunjukkan laju peningkatan ekspor mobil yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Mengutip siaran pers yang diterima Kontan.co.id Jumat (26/8), pada periode semester pertama 2022 tercatat lebih dari 142.155 mobil CBU dari berbagai merek dan model yang diekspor ke berbagai negara melalui dermaga IPCC Terminal Kendaraan Tanjung Priok. Direktur Utama IPCC Terminal Kendaraan, Rio T.N. Lasse menuturkan, angka ekspor sepanjang semester I-2022 ini telah melampaui angka ekspor di periode yang sama di tahun 2019, sebelum pandemi. Kondisi ini menunjukkan bahwa industri otomotif Indonesia sudah back on the right track. "Meski ekspor mobil (CBU) dari tempat kami sempat turun di periode semester I-2020 karena imbas pembatasan kegiatan usaha di sejumlah industri, terutama industri otomotif akibat hantaman Covid-19. Saat itu hanya terekspor 105.082 CBU. Namun, dalam perkembangan selanjutnya telah naik signifikan di periode yang sama di tahun 2021 dan 2022," ungkap Rio, dalam keterangannya.
Grup Astra Jaring Transaksi Rp 1,56 Triliun di GIIAS
Grup Astra mendapatkan berkah dari Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022. Dalam perhelatan otomotif yang berlangsung 11 hari itu, Astra Financial meraih transaksi senilai Rp 1,56 triliun.
Perolehan itu 4% lebih tinggi daripada target. Astra Financial hanya menargetkan jumlah angka transaksi sebesar Rp 1,50 triliun selama perhelatan pameran otomotif tersebut berlangsung.
Jika dibandingkan dengan perhelatan serupa di tahun sebelumnya, hasil itu juga naik sebesar 87,59%. Dalam ajang GIIAS Jakarta 2021 Astra Financial mencatatkan jumlah transaksi senilai
Rp 830 miliar.
MEMACU DERU INDUSTRI OTOMOTIF
Industri otomotif sedang dihinggapi berbagai momentum positif yang dapat mengerek kinerja penjualan di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Selain insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) yang masih berlaku, terbuka pula peluang ekspor ke sejumlah negara seperti Australia dan negara-negara Afrika. Demikian pula dengan kian derasnya aliran investasi dari sejumlah perusahaan otomotif asing yang bakal mengerek produksi di Indonesia. Merujuk data Asean Automotive Federation (AAF), produksi mobil Indonesia sepanjang semester I/2022 sebanyak 658.285 unit, sedangkan Thailand telah mencapai 911.087 unit. Produksi mobil Negeri Gajah Putih yang melampaui kemampuan Indonesia itu ditopang kinerja ekspor dan pasar domestiknya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pasar kendaraan bermotor di Indonesia masih besar dan bakal terus tumbuh dan memberikan dampak positif pada devisa negara.
Airlangga mengatakan pemerintah terus melebarkan sayap untuk pasar ekspor. Dia optimistis Indonesia mampu menjadi eksportir utama produk kendaraan. Saat ini, produk otomotif dari Indonesia sudah diekspor ke lebih dari 80 negara. Melihat berbagai potensi dan pencapaian itu, katanya, pemerintah melanjutkan upaya penguatan industri otomotif melalui berbagai kebijakan.
NFCX Siap Ngebut di Bisnis Motor Listrik
Emiten grup MCAS, PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) gelontorkan dana sekitar Rp 300 miliar–Rp 400 miliar sampai dengan tahun 2023 untuk memproduksi motor listrik Volta. Hingga akhir tahun 2022, NFC Indonesia menargetkan produksi motor listrik bisa mencapai 10.000 unit.
Vice President of Investor Relations of MCAS Group, Zefanya Angelina Halim mengatakan, pihaknya melihat potensi usaha segmen energi bersih di Indonesia sangatlah besar, terutama untuk motor.
Mengingat penjualan motor nasional mencapai 5-6 juta motor per tahunnya dan juga mayoritas penduduk Indonesia adalah pengguna motor.
Ditopang PPnBM dan Bunga, Kinerja Emiten Otomotif Ciamik
Sejumlah emiten otomotif berhasil mencetak kinerja menggembirakan di semester pertama tahun ini. PT Astra International Tbk (ASII) misalnya, meraup pendapatan bersih Rp 143,69 triliun. Pendapatan tersebut meningkat 33,80% dari perolehan senilai Rp 107,39 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pandhu Dewanto, Analis Investindo Nusantara Sekuritas, berpendapat, emiten otomotif bisa mencetak kinerja apik karena konsumen memanfaatkan peluang membeli kendaraan baru sebelum masa insentif PPnBM berakhir. Selain itu, proyeksi kenaikan suku bunga pinjaman juga jadi pertimbangan konsumen mempercepat pembelian kendaraan.
Gobel: Investasi Jepang Harus Perkuat SDM Indonesia
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Rachmat Gobel menyambut baik hasil kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jepang yang menghasilkan komitmen penambahan investasi ke Tanah Air. Menurut dia, investasi Jepang di Indonesia harus memperkuat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Hal itu disampaikan Gobel menanggapi hasil kunjungan Presiden Jokowi ke Jepang baru-baru ini. Adapun hasil dari kunjungan tersebut, Jepang berkomitmen memperkokoh investasi di Indonesia di bidang otomotif dan pangan serta kerja sama dalam pengembangan wirausaha dan lingkungan hidup. Sejumlah perusahaan Jepang juga tercatat akan memperluas investasinya di Indonesia dengan nilai total US$ 5,2miliar atau Rp 75,4 triliun. “Jadi poinnya bukan mempekerjakan orang tapi memanusiakan manusia,” kata Gobel dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (28/7/2022). “Ini karena Jepang menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor untuk produk-produknya seperti otomotif, elektronika, baterai, dan alat kesehatan. Jadi ini membantu devisa Indonesia,” jelas Gobel. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Krisis Ukraina Meluber Menjadi ”Perang Energi”
10 Mar 2022









