Otomotif
( 406 )Dongkrak Penjualan Otomotif, IIMS Tahun Depan Digelar Februari
Dyandra Promosindo selaku penyelenggara Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) akan kembali menyelenggarakan pameran otomotif tahunan tersebut pada tahun depan. IIMS 2023 akan digelar selama 16-26 Februari 2023 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo Hendra Noor Saleh mengatakan, pemilihan penyelengaraan pada Februari untuk IIMS 2023 didasarai beberapa alasan, diantaranya ketersedian tempat dan masukan dari sejumlah pelanggan. "Ini adalah pertama kali IIMS digelar mulai 16 Februari. Mudah-mudahan negara kita semakin aman, sehingga jadwal terkait bisa terlaksana sesuai rencana," kata dia. Pria yang akran disapa Kohen ini mengakui secara data, penjualan otomotif di Januari dan Februari relatif lebih rendah dibanding bulan-bulan yang lain. Kohen menjelaskan, sebuah pameran seharusnya bisa berkontribusai mendukung industri ketika penjualan sedang lesu, bukan 'riding the wave' dibulan-bulan ramai otomotif kita numpang ngetop. (Yetede)
Industri Kendaraan Listrik Diandalkan Perkuat ASEAN
Kerja sama ekonomi intra-ASEAN dinilai semakin mendesak untuk meningkatkan daya saing negara-negara Asia Tenggara di rantai pasok global. Industri otomotif, khususnya pengembangan ekosistem kendaraan listrik, menjadi sektor yang diandalkan untuk mendorong kemajuan regional yang merata. Kepala Perwakilan Vietnam di ASEAN Nguyen Hai Bang dalam Forum Bisnis ASEAN-Republic of Korea di Jakarta, Kamis (19/5) menyatakan, ”Tantangan ke depan adalah bagaimana ASEAN memosisikan dan mengintegrasikan dirinya bukan sebagai negara yang terpisah satu sama lain, melainkan sebagai satu kesatuan entitas ekonomi di rantai pasok global dengan dukungan dari negara-negara mitra dagang utamanya,” salah satu negara mitra yang intens membangun kerja sama ekonomi dengan ASEAN adalah Korsel, khususnya untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Pada 2020, total perdagangan antara Korsel dan ASEAN mencapai 143,8 miliar USD, sementara total investasi Korsel ke ASEAN 9,2 miliar USD. ASEAN juga menjadi mitra dagang terbesar Korsel dan tujuan investasi terbesar kedua bagi negara tersebut setelah AS. Dalam relasinya dengan Indonesia, Korsel juga menjadi salah satu investor utama, khususnya di sektor otomotif. Perusahaan besar asal Korsel banyak berinvestasi dalam pengembangan ekosistem mobil listrik, seperti Hyundai Motor yang membangun pabrik perakitan mobil listrik dan LG Chem yang mengembangkan pabrik komponen baterai listrik.
Wakil Kepala Bidang Penelitian di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Kiki Verico menambahkan, perdagangan intra-ASEAN dapat mendorong konvergensi ekonomi atau kondisi di mana negara-negara ASEAN dengan PDB rendah dapat mengatasi ketertinggalannya dengan negara-negara ASEAN yang memiliki PDB tinggi dan ikut menjadi negara maju. Negara-negara anggota ASEAN umumnya memiliki pasar yang relatif besar dengan jumlah penduduk yang banyak. Namun, belum semuanya merupakan negara berpendapatan tinggi, karenanya dibutuhkan kehadiran negara lain yang bisa memantik terjadinya integrasi ekonomi itu. Kekuatan Korea di bidang otomotif, khususnya pengembangan ekosistem mobil listrik, juga bertepatan dengan ikhtiar Indonesia melakukan transformasi struktural dari negara yang hanya memproduksi barang mentah menjadi produsen barang olahan bernilai tambah, transformasi teknologi digital, serta transformasi menuju ekonomi hijau yang ramah lingkungan. Selain itu, Indonesia juga ditargetkan menjadi hub produksi mobil listrik dan komponen baterai listrik di kawasan Asia Tenggara. ”Dengan kekuatan cadangan nikel dan potensi pengembangan produksi baterai listrik yang dimiliki Indonesia, kerja sama pengembangan ekosistem mobil listrik dengan Korea tidak hanya menguntungkan Indonesia, tetapi juga rantai pasok ASEAN sebagai satu keutuhan,” ujar Kiki. Duta Besar Korsel untuk ASEAN Kwon Hee-seog mengatakan, negaranya memiliki komitmen memperluas platform kerja sama dengan ASEAN. Vice President of Head of Hyundai Motor Asia Pacific Sales Group Junheang Heo mengatakan, Hyundai tertarik berinvestasi dan mengembangkan ekosistem mobil listrik di ASEAN mengingat sektor otomotif di kawasan ini diperkirakan akan tumbuh hingga 64 % pada 2030. (Yoga)
UPAYA MENDORONG EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK DI INDONESIA
Pemerintah terus berupaya mendorong berkembangnya ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau KBLBB di Indonesia. Kendaraan ramah lingkungan ini kian mendapat sejumlah prioritas dan kemudahan. Berbagai kemudahan meliputi insentif pajak, diskon saat charging pada jam tertentu, diskon naik daya listrik di rumah konsumen kendaraan listrik, hingga bebas aturan sistem ganjil genap di sejumlah wilayah Jabodetabek. Bahkan, dalam arus mudik Lebaran tahun ini, pemilik kendaraan listrik mendapat kelonggaran aturan ganjil genap di sepanjang ruas tol. Sejumlah fasilitas turut disediakan pemerintah guna mendukung kelancaran kendaraan listrik dalam menempuh perjalanan jauh. Dalam masa Lebaran, PT PLN menyediakan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di delapan titik rest area sepanjang Tol Trans-Jawa. Pemudik juga dapat menggunakan fasilitas SPKLU yang tersedia di PT PLN di sejumlah daerah. Saat ini setidaknya ada 126 SPKLU yang tersebar di 97 lokasi di 48 kota di seluruh Indonesia. Angka ini belum termasuk SPKLU dari institusi atau perusahaan lainnya. Secara total, jumlah SPKLU di Indonesia mencapai 267 lokasi di seluruh Nusantara, mengindikasikan pemerintah berupaya serius membangun infrastruktur pendukung ekosistem KBLBB. Penyiapan SPKLU menunjukkan kendaraan listrik menjadi prioritas di masa depan, seiring langkah Indonesia mendukung kebijakan net zero emission (NZE) global tahun 2050. Apalagi transportasi merupakan sektor terbesar kedua di Indonesia yang menyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) kelompok energi dengan kontribusi 26 %.
Pada 2050 diperkirakan jumlah kendaraan listrik di seluruh dunia mencapai 1,78 miliar unit, terpaut sangat jauh dengan jumlah kendaraan listrik yang kini masih sedikit, yakni 18 juta unit. Apabila dibandingkan dengan kendaraan listrik di Indonesia, jumlahnya jauh lebih timpang karena masih kurang dari seribu unit tahun ini. Meski demikian, Indonesia terus berupaya mendorong transisi dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT). Salah satunya dengan mendorong sektor transportasi yang memanfaatkan sumber energy dari EBT. Salah satu bentuknya berupa rencana industrialisasi baterai kendaraan listrik. Selain itu, disiapkan peta jalan pengembangan produksi kendaraan listrik di dalam negeri. Rencana ini sudah memiliki dasar hukum dengan disahkannya Perpres No 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Dalam peta jalan penguatan industri KBLBB, ada peluang bagi industri domestik Indonesia turut serta dalam proses perakitan kendaraan listrik lewat kerja sama dengan investor asing. Hal ini sangat penting guna menumbuhkan kemandirian industri otomotif di dalam negeri. (Yoga)
Mudik Lebaran Kerek Industri Otomotif
Tren penjualan mobil merangkak naik. Momentum Ramadan dan Lebaran turut mendongkrak penjualan mobil di dalam negeri. Sejumlah agen pemegang merek (APM) merasakan pertumbuhan permintaan menjelang mudik Lebaran 2022. Misalnya, Toyota Astra Motor (TAM) melihat tren peningkatan penjualan mobil mulai terasa sejak Maret 2022. Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor, Anton Jimmy mengatakan, sejak Maret menuju April dan menjelang Lebaran 2022, pasokan kendaraan cenderung meningkat.
IIMS 2022 Dorong Geliat Industri Otomotif
Pameran Indonesia International Motor Show atau IIMS Hybrid 2022 kembali digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran otomotif tahunan yang berlangsung 31 Maret hingga 10 April 2022 ini turut menandai geliat pertumbuhan industri otomotif dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan hal ini dalam pembukaan pameran dan sharing session dengan para pemimpin sponsor serta agen pemegang merek peserta IIMS Hybrid 2022, Kamis (31/3), di Jakarta. IIMS Hybrid 2022 diselenggarakan oleh Dyandra Promosindo. Airlangga mengatakan, sejumlah indikator telah menunjukkan pemulihan perekonomian. Salah satunya, pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2021 yang mencapai 5,02 %. Di antaranya sektor industri nonmigas, otomotif atau industri alat angkutan, yang tumbuh 22,61 % secara tahunan.
IIMS Hybrid 2022 diikuti sedikitnya 15 merek mobil dan 14 merek sepeda motor, di antaranya BMW, Hyundai, Jeep, Mazda, Honda, Prestige, Toyota, Suzuki, Wuling, dan Tesla. Juga turut berpartisipasi puluhan merek sarana atau sistem pendukung kendaraan. ”IIMS, setiap tahun, menjadi wujud nyata Dyandra, yang merupakan bagian Kompas Gramedia, menstimulasi industri pertumbuhan otomotif serta ekosistem industri kreatifnya. Kejutan baru (tahun ini) ialah adanya IIMS NFT Society yang menciptakan sarana interaktif baru bagi para insan otomotif,” kata Dirut Dyandra Promosindo Hendra Noor Saleh. (Yoga)
Otomotif ASII
Saham-saham sektor perindustrian masih banyak yang belum bangkit di tahun ini. Tetapi, PT Astra International Tbk (ASII) menjadi salah satu yang dilirik, baik oleh investor domestik maupun asing. ASII dilirik karena berpeluang melanjutkan catatan kinerja apik di tahun ini. Ditengah pemulihan ekonomi, ASII menyiapkan capex jumbo Rp 19 triliun, lebih besar dua kali lipat dari capex tahun lalu.
Pembukaan BMW Ultima
BMW Group Indonesia bersama dengan PT Karya Prima Ultima meresmikan pembukaan BMW Ultima, sebuah fasilitas perbaikan dan pengecatan kendaraan BMW dan MINI. BMW Approved Bodyshop menggunakan teknisi terlatih khusus, peralatan diagnostik terbaru dan suku cadang asli BMW maupun MINI dalam operasionalnya dan merupakan level tertinggi yang mendapatkan approval dari BMW AG dari Munich, Jerman.
Jalan Mulus Bisnis Otomotif
Penurunan penjualan mobil pada Februari 2022 rupanya tak membuat pelaku industri otomotif waswas. Mereka optimistis kinerja tahun ini bakal terungkit lantaran insentif pajak masih berlaku serta momentum pelonggaran aktivitas masyarakat. Situasi itu akan memudahkan penyelenggaraan berbagai pameran otomotif yang digadang-gadang menjadi penopang penjualan. Data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan mobil pada Februari 2022 hanya 81.228 unit, lebih rendah ketimbang Januari 2022 sebanyak 84.062 unit. Menurut Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara, penurunan penjualan pada Februari kemungkinan dipicu keraguan baik dari pelaku industri otomotif maupun masyarakat, karena kebijakan pajak penjualan barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM-DTP) saat itu belum ada kabar kelanjutan.
Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan kebangkitan sektor otomotif akan membawa dampak positif ke sektor lainnya. Pasalnya, otomotif merupakan lokomotif yang dapat menarik industri lain seperti komponen, besi baja, asuransi, hingga pembiayaan. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyatakan di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu, tren pemulihan di sektor otomotif terus berlanjut. Hal itu turut berdampak terhadap leasing sebagai salah satu industri penopang.Akselerasi Pemulihan Penjualan, Otomotif Butuh Terobosan Baru
Akselerasi pemulihan sektor otomotif Tanah Air pada tahun ini masih menantang, tercermin dari target penjualan kendaraan roda empat yang sangat konservatif. Perlu adanya terobosan baru agar industri ini benar-benar pulih, paling tidak bisa menyamai bahkan melebihi penjualan sebelum pandemi Covid-19. Pada 2022, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memproyeksikan penjualan mobil baru sebanyak 900.000 unit. Artinya, hanya meningkat tipis (4,2%) dibandingkan dengan tahun sebelumnya 863.359 unit. “Proyeksi penjualan 2022 adalah 900.000 unit,” ujar Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto seperti dikutip Antara, Sabtu (8/1). Menurut dia, target penjualan 900.000 unit mobil baru pada 2022 dipandang realistis, mengingat laju roda perekonomian mulai kembali bergerak meskipun daya beli masyarakat belum kembali secara utuh. Terlebih, target penjualan mobil baru sebanyak 750.000 unit pada 2021 berhasil terlampaui.
Tantangan Menekan Harga Kendaraan Listrik
Kendaraan listrik di Indonesia masih mahal, mobil listrik Rp 600 juta-Rp 800 juta per unit, daya beli mayoritas masyarakat Rp 250 juta-Rp 300 juta per unit. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan dalam webinar ”Investment of Electric Vehicle in Indonesia” oleh Intelligent Transport System (ITS) Indonesia (17/11/21) mengakui, mahalnya kendaraan listrik jadi tantangan, insentif siap diberi supaya harganya terjangkau. Seperti mobil Wuling, harga jualnya Rp 150 juta per unit, bisa jadi mobil rakyat dan dibangun di sini, bahan bakunya dari kita, kata Luhut. Biaya tertinggi produksi mobil listrik terletak pada baterai. Karenanya, sejak 2019 Hyundai, berkomitmen dirikan pabrik kendaraan listrik di Indonesia, perakitan juga manufakturnya. Pabrik sudah selesai dan akan produksi mobil model sport utility (SUV), multipurpose vehichle (MPV), dan mobil listrik dengan kapasitas produksi 250.000 unit per tahun. Direktur Pemasaran PT Hyundai Motors Indonesia Erwin Djajadiputro berkata, untuk fokus produksi baterai, Hyundai Motor Group bersama LG Energy Solution akan bangun pabrik mulai 2023, yang produksi baterai cell 10 GWh per tahun untuk konsumsi 150.000 kendaraan listrik. Dirut Indonesia Battery Corporation (IBC) Toto Nugroho mengakui, banyak tahapan untuk memanfaatkan hasil pertambahan sebagai bahan baku baterai, bijih nikel diubah jadi battery chemical dan cell component, lalu proses katoda dan anoda. Dengan menambah konten nikel, densitas energi baterai naik dan harganya turun. Pasca pemakaian 8-9 tahun perlu investasi industri daur ulang baterai. (Yoga)
Pilihan Editor
-
KKP Genjot Revitalisasi Tambak Udang Tradisional
23 Feb 2022 -
Minyak Goreng, Wajah Kemanusiaan Kita
24 Feb 2022









