;

Industri Kendaraan Listrik Diandalkan Perkuat ASEAN

Ekonomi Yoga 20 May 2022 Kompas
Industri Kendaraan Listrik Diandalkan Perkuat ASEAN

Kerja sama ekonomi intra-ASEAN dinilai semakin mendesak untuk meningkatkan daya saing negara-negara Asia Tenggara di rantai pasok global. Industri otomotif, khususnya  pengembangan ekosistem kendaraan listrik, menjadi sektor yang diandalkan untuk mendorong kemajuan regional yang merata. Kepala Perwakilan Vietnam di ASEAN Nguyen Hai Bang dalam Forum Bisnis ASEAN-Republic of Korea di Jakarta, Kamis (19/5) menyatakan, ”Tantangan ke depan adalah bagaimana ASEAN memosisikan dan mengintegrasikan dirinya bukan sebagai negara yang terpisah satu sama lain, melainkan sebagai satu kesatuan entitas ekonomi di rantai pasok global dengan dukungan dari negara-negara mitra dagang utamanya,” salah satu negara mitra yang intens membangun kerja sama ekonomi dengan ASEAN adalah Korsel, khususnya untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Pada 2020, total perdagangan antara Korsel dan ASEAN mencapai 143,8 miliar USD, sementara total investasi Korsel ke ASEAN 9,2 miliar USD. ASEAN juga menjadi mitra dagang terbesar Korsel dan tujuan investasi terbesar kedua bagi negara tersebut setelah AS. Dalam relasinya dengan Indonesia, Korsel juga menjadi salah satu investor utama, khususnya di sektor otomotif. Perusahaan besar asal Korsel banyak berinvestasi dalam pengembangan ekosistem mobil listrik, seperti Hyundai Motor yang membangun pabrik perakitan mobil listrik dan LG Chem yang mengembangkan pabrik komponen baterai listrik.

Wakil Kepala Bidang Penelitian di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Kiki Verico menambahkan, perdagangan intra-ASEAN dapat mendorong konvergensi ekonomi atau kondisi di mana negara-negara ASEAN dengan PDB rendah dapat mengatasi ketertinggalannya dengan negara-negara ASEAN yang memiliki PDB tinggi dan ikut menjadi negara maju. Negara-negara anggota ASEAN umumnya memiliki pasar yang relatif besar dengan jumlah penduduk yang banyak. Namun, belum semuanya merupakan negara berpendapatan tinggi, karenanya dibutuhkan kehadiran negara lain yang bisa memantik terjadinya integrasi ekonomi itu. Kekuatan Korea di bidang otomotif, khususnya pengembangan ekosistem mobil listrik, juga bertepatan dengan ikhtiar Indonesia melakukan transformasi struktural dari negara yang hanya memproduksi barang mentah menjadi produsen barang olahan bernilai tambah, transformasi teknologi digital, serta transformasi menuju ekonomi hijau yang ramah lingkungan. Selain itu, Indonesia juga ditargetkan menjadi hub produksi mobil listrik dan komponen baterai listrik di kawasan Asia Tenggara. ”Dengan kekuatan cadangan nikel dan potensi pengembangan produksi baterai listrik yang dimiliki Indonesia, kerja sama pengembangan ekosistem mobil listrik dengan Korea tidak hanya menguntungkan Indonesia, tetapi juga rantai pasok ASEAN sebagai satu keutuhan,” ujar Kiki. Duta Besar Korsel untuk ASEAN Kwon Hee-seog mengatakan, negaranya memiliki komitmen memperluas platform kerja sama dengan ASEAN. Vice President of Head of Hyundai Motor Asia Pacific Sales Group Junheang Heo mengatakan, Hyundai tertarik berinvestasi dan mengembangkan ekosistem mobil listrik di ASEAN mengingat sektor otomotif di kawasan ini diperkirakan akan tumbuh hingga 64 % pada 2030. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :