;
Tags

Otomotif

( 406 )

PPnBM Mobil Listrik Baterai Menjadi 0%

Sajili 08 Jul 2021 Kontan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan aturan baru terkait tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) kendaraan listrik, termasuk mobil listrik. Beleid ini bertujuan menarik minat investor berinvestasi di Indonesia. Kebijakan ini tertuang di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2021 tentang Perubahan PP Nomor 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Beleid ini telah diteken Presiden Jokowi dan diundangkan pada 2 juli 2021, dengan masa berlaku sampai 16 Oktober 2021.

Yang spesial dari beleid tersebut adalah pemberian PPnBM sebesar 0% untuk kendaraan bermotor yang memakai teknologi baterai atau battery electric vehicles (BEV), atau fuel cell electric vehicle. Meskipun tarif tersebut masih sama dengan aturan sebelumnya. Tetapi tarif PPnBM bagi kendaraan listrik tipe lainnya, justru dinaikkan. Sebagai contoh, dalam PP 73/2019 tarif PPnBM 0% juga berlaku bagi kendaraan listrik tipe plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Nah, dalam PP 74/2021 pemerintah mengatur mobil listrik PHEV kapasitas silinder hingga 3.000 cc, dikenakan tarif PPnBM sebesar 15%. Begitu juga tipe kendaraan listrik lainnya. Misalnya, full-hybrid PPnBM-nya jadi 10%-14% dari sebelumnya 2%-12%. Kemudian tipe mild-hybrid PPnBM-nya jadi 12%-14% dari sebelumnya 8%-12%.

Pemerintah menjelaskan, perincian mengenai besaran tarif PPnBM kendaraan listrik, menyesuaikan dengan hasil emisi karbon yang ditimbulkan. Semakin tinggi emisi yang dihasilkan, maka tarif PPnBM yang dikenakan makin tinggi pula, atau dengan kata lain tarif berlaku progresif. Makanya tarif PPnBM untuk BEV yang menggunakan energi full baterai 0%.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Neilmaldrin Noor mengatakan tujuan diterbitkannya beleid tersebut yakni untuk mendorong aliran modal pada investor. "Mendorong investasi kendaraan yang full electric vehicle (EV). Diharapkan juga penerimaan negara juga meningkat, " kata Neilmaldrin kepada KONTAN, Rabu (7/7).

Perpanjangan Diskon PPnBM Tak Signifikan

Sajili 15 Jun 2021 Kompas

Rencana pemerintah memperpanjang kebijakan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM dinilai tidak signifikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berjangka panjang. Dukungan keberlangsungan industri otomotif lebih tepat jika diarahkan pada insentif yang mendorong produksi dan ekspor. Sebagaimana diketahui, pemerintah berencana memperpanjang diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) sebesar 100 persen untuk penjualan mobil 4x2 di bawah 1.500 cc sampai Agustus 2021. Sementara PPnBM DTP 50 persen diperpanjang menjadi hingga Desember 2021.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal menilai, diskon pajak pembelian mobil baru tidak berdampak signifikan terhadap pemulihan perekonomian nasional secara berkelanjutan dan berjangka panjang. ”Sifatnya jangka pendek dan yang terjadi bukan permintaan yang sesungguhnya karena konsumennya adalah masyarakat kelas menengah atas yang sudah punya kendaraan dan hanya memanfaatkan momentum diskon. Animonya cenderung besar di awal saja. Contohnya, (penjualan) per Mei ini saja sudah mulai melambat, padahal diskon masih berlaku,” kata Faisal saat dihubungi, Senin (14/6/2021).

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, pada Februari 2021 atau sebelum diskon berlaku, penjualan dari pabrik ke dealer sempat rendah di angka 49.202 unit. Pada Maret, setelah diskon PPnBM berlaku, penjualan melonjak menjadi 84.915 unit, lalu berkurang menjadi 78.908 unit pada April dan turun lagi menjadi 54.815 unit pada Mei. Secara terpisah, Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah untuk memperpanjang stimulus PPnBM. Menurut dia, pengusaha, konsumen, dan pemerintah justru sama-sama diuntungkan dengan diskon PPnBM tersebut. ”Bukan hanya pelaku industri yang untung karena kenaikan penjualan mobil yang signifikan, pemerintah juga berhasil meraih pendapatan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan dari meningkatnya penjualan mobil,” kata Jongkie.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita beralasan, industri otomotif menjadi salah satu penggerak ekonomi dan melibatkan banyak pelaku usaha lokal dalam rantai produksinya, dari hulu sampai hilir. ”Hal ini juga sesuai arahan Presiden. Diperlukan terobosan untuk tetap menciptakan iklim usaha yang kondusif di tengah pandemi,” kata Agus.

Gratis PPnBM Mobil Diperpanjang

Sajili 14 Jun 2021 Kontan

Di tengah kontroversi rencana pungutan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk jasa pendidikan dan bahan kebutuhan pokok, pemerintah memperpanjang periode diskon sebesar 100% pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) alias bebas PPnBM untuk mobil berkapasitas di bawah 1.500 cc. Pemerintah memutuskan memperpanjang insentif PPnBM mobil sebesar 100% hingga Agustus 2021. Semula, diskon 100% PPnBM hanya berlaku tiga bulan, yakni Maret hingga Mei 2021.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan kebijakan ini bertujuan membangkitkan kembali dunia usaha, khususnya sektor industri, yang selama ini berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Perpanjangan periode insentif PPnBM diusulkan Kementerian Perindustrian dan disetujui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dipimpin Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Hingga kini sektor otomotif didukung 21 perusahaan dengan total kapasitas 2,35 juta unit per tahun dan menyerap tenaga kerja langsung 38.000 orang. Industri otomotif menjadi salah satu penggerak ekonomi yang pertumbuhannya harus dipercepat karena melibatkan banyak pelaku usaha.

Pelaku industri otomotif merespon positif kebijakan gratis PPnBM mobil hingga Agustus. Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto menyatakan, pihaknya masih menunggu regulasi resmi pemerintah terkait perpanjangan stimulus PPnBM untuk sektor otomotif.


Asosiasi Pengusaha Sebut Pergerakan Positif Terjadi pada Sektor Otomotif dan Properti

Sajili 17 May 2021 Sinar Indonesia Baru

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani menyebut kenaikan kinerja sektor riil pada musim Lebaran tahun ini tetap terbatas meski situasi tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Hariyadi mengatakan pergerakan positif setidaknya telah terjadi pada sektor otomotif dan properti seiring dengan disalurkannya stimulus berupa insentif pajak.

Meski tidak bisa menjelaskan seberapa besar kenaikan yang dicapai saat festive season, Hariyadi mengharapkan kinerja sektor riil setelah Lebaran bisa melanjutkan tren perbaikan kinerja. Makin banyak penduduk yang divaksin bisa diikuti dengan penurunan kasus. Pemerintah sudah on the right track dan tentunya kedisiplinan masyarakat ke depan menjadi kunci.


Produsen Lokal Cermati Isu Mobil Listrik

Sajili 11 May 2021 Kontan

Perusahaan teknologi global mulai berlomba mengembangkan kendaraan listrik. Oppo, perusahaan telekomunikasi asal Tiongkok, bakal merancang mobil listrik. Ini merupakan langkah baru mereka untuk mengikuti perusahaan teknologi lainnya, seperti Xiaomi, Huawei dan Apple.

Direktur PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) Anthony Wijaya mengatakan, saat ini belum ada kendaraan listrik yang benar-benar diproduksi di Indonesia alias memiliki tingkat komponen lokal. "Jadi, permintaan untuk komponen mobil listrik bisa dibilang belum ada, " kata dia, kemarin. Anthony mengaku, produk yang dijual BOLT sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan komponen mesin dari kendaraan bermotor, termasuk untuk kendaraan bermotor listrik. Perusahaan ini menghasilkan produk komponen yang banyak diaplikasikan pada sistem AC, pengereman, suspensi dan sejenisnya yang tetap bisa digunakan untuk kendaraan listrik. Namun dia belum bisa memastikan apakah BOLT akan terlibat langsung dalam produksi komponen penunjang untuk kendaraan listrik atau tidak. Selama ini BOLT memasok komponen kendaraan ke sejumlah pabrikan, seperti Astra Honda Motor, Astra Daihatsu Motor, dan Krama Yudha Tiga Berlian Motor.

Lidiana Widjojo, Corporate Secretary PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) mengatakan, saat ini pihaknya belum menerima permintaan produk komponen untuk kendaraan listrik. Maklum saja, populasi kendaraan listrik dindonesia belum sebanyak kendaraan konvensional yang berbahan bakar fosil. Dia menilai, keberadaan infrastruktur seperti charging station atau stasiun pengisian kendaraan listrikumum (SPKLU) punya nilai urgensi tinggi dalam ekosistem kendaraan listrik tanah air. Jika SPKLU marak dan mudah dijangkau, dengan sendirinya permintaan kendaraan listrik termasuk industri konponennya akan meningkat.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian, Sony Sulaksono menyampaikan, pemerintah pada dasarnya terbuka untuk mendatangkan banyak investasi dari berbagai pabrikan global yang dapat mendukung ekosistem mobil listrik nasional. Apalagi, pemerintah sudah menyiapkan sejumlah insentif untuk menarik investor baik dari sisi fiskal maupun non-fiskal. "Ya, tentu [rencana mendatangkan investasi] tidak terbatas Tesla saja, " ujar dia, kemarin.


Industri Komponen Kendaraan Turut Bergairah

Sajili 30 Apr 2021 Koran Tempo

Produsen komponen kendaraan bermotor berupaya mendongkrak penjualan setelah pemerintah memberi keringanan tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) kendaraan. Kenaikan angka penjualan mobil baru bisa sejalan dengan perkembangan bisnis komponen. Pesanan komponen original equipment manufacturer (OEM) naik dari yang diperkirakan.

Berdasarkan data Gabungan Industri Otomotif Indonesia, ekspor komponen terus tumbuh selama triwulan pertama tahun ini. Ekspor komponen sepanjang kuartal I mencapai 22,3 juta keping dengan rincian 7,2 juta keping pada Januari, 7,5 juta keping pada Februari, dan 7,6 juta keping pada Maret.

Bisnis penunjang otomotif terbantu karena produksi yang meningkat. Saat ini, meski tanpa pandemi Covid-19, utilisasi pabrikan domestik masih belum optimal, yaitu 54 persen dari kapasitas produksi 2,4 juta mobil pertahun. "Indonesia hanya produksi 1,3 juta, yaitu 1 juta untuk dalam negeri dan 300 ribu untuk ekspor, " kata Kukuh.


Investor Masih Tertarik Industri Mobil Listrik

Sajili 28 Apr 2021 Kontan

Menjelang berganti label menjadi Kementerian Investasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), optimistis dengan realisasi investasi di dalam negeri. Lembaga ini menargetkan realisasi investasi di kuartal Il-2021 bisa tumbuh positif ketimbang periode serupa tahun lalu.

Salah satu sektor yang bakal didongkrak investasinya oleh BKPM pada kuartal II ini adalah industri mobil listrik. Sejauh ini, Hyundai, LG Energy Solution Ltd, Contemporary Amperex Technology Co. Limited atau CAT, serta Badische Anilin-und Soda-Fabrik (BASF) berniat masuk ke sektor ini. Perusahaan tersebut akan membangun rantai pasok kendaraan listrik seperti baterai dan komponen lainnya secara bertahap.

Dampak Insentif Pajak, Titik Terang Emiten Otomotif

Ayutyas 28 Apr 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, JAKARTA — Geliat penjualan emiten otomotif yang tersulut oleh bergulirnya diskon pajak diharapkan berlanjut pada kuartal II/2021 yang juga bertepatan dengan momentum Lebaran dan penyelenggaraan pameran. Induk Grup Astra, PT Astra International Tbk. (ASII) optimistis kinerja penjualan akan terus terdongkrak berbagai sentimen positif seperti perluasan relaksasi pajak penjualan barang mewah (PPnBM). Boy Kelana Soebroto, Head of Corporate Communications Astra International, menuturkan program relaksasi PPnBM dan penambahan stok kendaraan untuk mengantisipasi Lebaran menjadi pendorong peningkatan penjualan mobil pada Maret 2021. Per Maret 2021 Astra mencatatkan penjualan mobil domestik total sebanyak 45.521 unit, meningkat signifikan hingga 71,76% dari penjualan pada Februari 2021 sebanyak 26.502 unit.

Secara terpisah, emiten dealer kendaraan roda empat, PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk. (CARS) juga menuai berkah dari relaksasi PPnBM mobil baru. Investor Relations Bintraco Dharma Yosef menjelaskan tren penjualan mobil pada Maret 2021 menunjukan peningkatan positif jika dibandingkan dengan Februari dan Januari 2021. “Dalam 2 bulan pertama rata-rata penjualan sekitar 890 unit sedangkan pada Maret 2021 diperkirakan kenaikan mencapai hampir 100% dari rata-rata 2 bulan pertama karena banyak pelanggan memanfaatkan realisasi dari kebijakan pemerintah melalui insentif PPnBM,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (27/4). Sementara itu, PT Tunas Ridean Tbk. (TURI) mencatatkan volume penjualan mobil sebanyak 7.865 unit pada kuartal I/2021. Realisasi itu turun 27% secara tahunan saat pasar mobil nasional mengalami kontraksi 21%. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2021, TURI ini mencatatkan penurunan pendapatan bersih 17% yoy menjadi Rp2,64 triliun. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham induk pada kuartal pertama 2021 merosot 23% menjadi Rp96,8 miliar. Rico Setiawan, Direktur Utama Tunas Ridean, menuturkan penurunan kinerja terjadi karena melemahnya kontribusi di semua segmen.

(Oleh - HR1)

Transaksi IIMS Tembus Rp 1 Triliun

Ayutyas 26 Apr 2021 Investor Daily, 26 April 2021

JAKARTA – Transaksi pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS Hybrid 2021) telah menembus Rp 1 triliun sejak dibuka pada 15 April di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Hingga ditutup pada Sabtu (24/4), transaksi IIMS Hybrid 2021 mencapai Rp 1.000.120.000.000. “Kami berharap, melalui IIMS Hybrid 2021 ini dapat menjadi pintu rezeki untuk kegiatan otomotif dan industri MICE lainnya,” kata Presiden Direktur Dyandra Promosindo Hendra Noor Saleh, Minggu (25/4). Dia menuturkan bahwa penyelenggaraan acara pameran otomotif dan MICE (Meetings, Incentives, Conferencing & Exhibitions) pertama di masa pandemi tersebut dapat menjadi semangat baru untuk event internasional lain di Indonesia.

IIMS Hybrid 2021 menjadi pameran pertama yang diselenggarakan secara langsung setelah penyebaran pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membuka pameran secara resmi berharap, pameran ini dapat mempercepat kebangkitan industri otomotif setelah diterpa pandemi Covid-19. Dia juga berharap, industri otomotif dapat mempekerjakan lebih banyak tenaga kerja. “Keinginan saya agar bisa mempekerjakan lebih banyak lagi tenaga kerja dan juga ikut menggerakkan industri UMKM dan juga segera bisa menaikkan ekspor kita ke negara-negara lain ke pasar global,” kata Jokowi

(Oleh - HR1)

Ekspor Mobil Produksi Lokal Diperluas

Sajili 19 Mar 2021 Tribun Timur

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendukung sektor otomotif untuk meningkatkan daya saing dan produktivitasnya. Dari hasil pertemuan di Jepang, beberapa prinsipal otomotif menyatakan komitmennya untuk memperluas pasar ekspor kendaraan yang diproduksi di Indonesia. Kemenperin mencatat, selama ini Indonesia telah diguyur investasi sebesar Rp 97.3 dari empat prinsipal otomotif raksasa asal Jepang, yakni Toyota (Rp 63 triliun). Honda (Rp 6,2 triliun), Suzuki (Rp 21 triliun), dan Mitsubishi (Rp 7,1 triliun).

Sampai tahun 2024, Toyota akan memperluas pasar ekspornya sebanyak 100 negara, kemudian Honda (31 negara), Suzuki (100 negara), dan Mitsubishi (39 negara). Perluasan pasar ekspor ini seiring dengan peningkatan kapasitas produksi. Total penyerapan tenaga kerja dari investasi empat prinsipal ini bakal mencapai 9.000 orang.