Tantangan Menekan Harga Kendaraan Listrik
Kendaraan listrik di Indonesia masih mahal, mobil listrik Rp 600 juta-Rp 800 juta per unit, daya beli mayoritas masyarakat Rp 250 juta-Rp 300 juta per unit. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan dalam webinar ”Investment of Electric Vehicle in Indonesia” oleh Intelligent Transport System (ITS) Indonesia (17/11/21) mengakui, mahalnya kendaraan listrik jadi tantangan, insentif siap diberi supaya harganya terjangkau. Seperti mobil Wuling, harga jualnya Rp 150 juta per unit, bisa jadi mobil rakyat dan dibangun di sini, bahan bakunya dari kita, kata Luhut. Biaya tertinggi produksi mobil listrik terletak pada baterai. Karenanya, sejak 2019 Hyundai, berkomitmen dirikan pabrik kendaraan listrik di Indonesia, perakitan juga manufakturnya. Pabrik sudah selesai dan akan produksi mobil model sport utility (SUV), multipurpose vehichle (MPV), dan mobil listrik dengan kapasitas produksi 250.000 unit per tahun. Direktur Pemasaran PT Hyundai Motors Indonesia Erwin Djajadiputro berkata, untuk fokus produksi baterai, Hyundai Motor Group bersama LG Energy Solution akan bangun pabrik mulai 2023, yang produksi baterai cell 10 GWh per tahun untuk konsumsi 150.000 kendaraan listrik. Dirut Indonesia Battery Corporation (IBC) Toto Nugroho mengakui, banyak tahapan untuk memanfaatkan hasil pertambahan sebagai bahan baku baterai, bijih nikel diubah jadi battery chemical dan cell component, lalu proses katoda dan anoda. Dengan menambah konten nikel, densitas energi baterai naik dan harganya turun. Pasca pemakaian 8-9 tahun perlu investasi industri daur ulang baterai. (Yoga)
Tags :
#OtomotifPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023