Otomotif
( 406 )Toyota Ekspor Perdana Kendaraan Listrik Buatan Indonesia
KARAWANG, ID – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencetak sejarah dengan melakukan ekspor perdana kendaraan elektrifikasi buatan Indonesia, Kijang Innova Zenix hybrid, pada Selasa (21/02/2023). Tahun ini, sebanyak 2.000 unit kendaraan listrik dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 70% tersebut, akan diekspor ke 27 negara. Ekspor kendaraan yang diproduksi di pabrik Toyota di Karawang, Jawa Barat itu menandai peningkatan level kapabilitas dan keunggulan industri manufaktur otomotif nasional melalui produk berteknologi tinggi ke level berikutnya. Ekspor Kijang Innova Zenix Hybrid juga memperkuat posisi Toyota Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor global Toyota di kawasan Asia-Pasifik. “Ekspor perdana kendaraan elektrifikasi ini merupakan bagian dari upaya Toyota Indonesia untuk turut serta dalam mencapai target pemerintah yaitu dekarbonisasi. Ekspor mobil utuh ini juga tentunya termasuk baterai elektrifikasi yang dirakit lokal di pabrik kami di Karawang,” ujar Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono pada acara pelepasan ekspor perdana Kijang Innova Zenix di Toyota Plant 3, Karawang, Jawa Barat, Selasa (21/02/2023). (Yetede)
Ekpsor Kendaraan Bakal Tembus 500 Ribu Unit
JAKARTA, ID – Ekspor kendaraan dalam bentuk utuh (completey build up/CBU) diperkirakan menembus 500 ribu unit tahun ini, sejalan dengan rencana produsen otomotif di dalam negeri yang akan terus menambah jumlah pengiriman dan negara-negara tujuan baru. Ekspor tersebut akan menjadi tertinggi sepanjang sejarah industri otomotif Tanah Air, naik 5,7% dibanding tahun lalu sebanyak 473 ribu unit. “Kita mengupayakan (tembus 500 ribu unit), karena potensi ada. Australia memiliki potensi besar untuk menjadi negara tujuan ekspor baru, Jepang juga masih potensial,” kata Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (20/02/2023). Kukuh melihat, potensi peningkatan ekspor masih sangat terbuka, terlebih dari Australia yang pasarnya sangat besar. Sejak 2017, tidak ada prinsipal yang memproduksi kendaraan di Australia, sehingga negara tersebut saat ini mengimpor 100% kendaraan dari luar negeri. “Ada brand-brand tertentu yang sudah beroperasi di Indonesia, rutin mengirim mobil ke sana dengan rentang 30-50 ribu unit per tahun dari pabrik di negara lain. Kalau jumlah tersebut produksinya bisa dipindahkan ke Indonesia untuk dikirim ke Australia, tentunya dapat menambah volume ekspor,” ucap Kukuh. (Yetede)
Mendorong Ekspor Otomotif
Industri otomotif nasional diharapkan mampu meraup pangsa pasar global lebih besar dan menjadi penyumbang devisa penting bagi negara. Presiden Jokowi pada pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 di JIExpo, Jakarta, Kamis (16/2) mendorong dilakukannya ekspor lebih besar oleh industri otomotif nasional yang beberapa tahun terakhir berkinerja impresif dan memiliki prospek cerah pada 2023 meski ekonomi global dalam bayang-bayang resesi. Indonesia mungkin belum menjadi pemain menonjol di dunia, tetapi perkembangan industri otomotif Indonesia beberapa tahun terakhir dinilai pengamat mulai mengusik dominasi tak terbantahkan Thailand sebagai manufacturing hub otomotif yang kompetitif di Asia setelah Jepang dan Korea Selatan; China, India. Keunggulan Thailand adalah biaya produksi lebih rendah, infrastruktur yang baik, serta kebijakan pemerintah yang mendukung.
Industri otomotif kita mulai unjuk gigi pada 2014, terutama karena didukung kekuatan daya serap di pasar domestik. Dengan meningkatnya produksi, skala ekonomi bisa dicapai sehingga cukup kompetitif saat memasuki pasar ekspor. Status Indonesia berubah menjadi eksportir neto kendaraan pada 2013 dengan ekspor terus meningkat, mencapai 600.000 unit saat ini, dan volume produksi kian mengejar Thailand. Ekspor otomotif Indonesia juga merambah puluhan negara. Untuk lebih merebut pangsa pasar ekspor perlu dukungan insentif, kebijakan fiskal, perbaikan infrastruktur, dan kemudahan investasi agar biaya produksi kian bisa ditekan dan harga jual ekspor lebih kompetitif lagi. (Yoga)
Pede Penuhi Target Populasi Sepeda listrik
JAKARTA-Indonesia memiliki mimpi besar soal kendaraan listrik. Khusus untuk kendaraan roda dua, pemerintah melalui Kementerian Peindustrian memasang target populasi sepeda motor listrik hingga 1,19 juta unit malam ini, kemudian meningkat hingga 12 juta unita pada 2035. Target itu, menurut Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia Budi Setiadi, masih masuk akal. Meski saat ini baru sekitar 40 ribu unit sepeda motor listrik yang mengaspal di dalam negeri. "Ada pertumbuhan signifikan dalam lima tahun terakhir," tuturnya kepada Tempo, kemarin, 19 Februari 2023. Budi mencatat, pengembangan sepeda motor listrik didorong pemerintah sejak 2019. Selah satunya lewat Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan Program kendaraan bermotor listrik Berbasis baterai untuk transportasi jalan. (Yetede)
Industri Otomotif RI Didorong Bidik Pasar Luar Negeri
JAKARTA, KOMPAS-Industri otomotif Indonesia memiliki prospek cerah dan pertumbuhan penjualannya terbilang signifikan. Oleh karena itu, industri tersebut didorong untuk membidik pasar ekspor dan menjadi sumber penghasil devisa yang penting. Sementara pengembang dalam negeri, pengembangan ekosistem kendaraan listrik terus ditingkatkan. Presiden Joko Widodo menyampaikan hal itu dalam pidato pembukaan Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2023 di JIExpo, Jakarta, Kamis (16/2/2023). "Industri otomotif berdampak baik bagi ekonomi meski ada problem di sisi kemacetan. Oleh sebab itu, akan terus kita dorong untuk masuk ke pasar-pasar ekspor. Selain memiliki nilai tambah yang lebih, devisa juga masuk," kata Presiden. Saat ini, peningkatan ekspor kendaraan roda empat dari Indonesia tumbuh signifikan. Pada 2021, ekspor kendaraan roda empat tercatat 300.000 unit. Angka itu tumbuh menjadi hampir 600.000 unit pada 2022. (Yoga)
Presiden Ajak Industri Otomotif Geser Produksi ke Kendaraan Listrik
JAKARTA, ID - Presiden Joko Widodo mengajak pelaku industri otomotif mulai menggeser arah produksi ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV) seiring langkah pemerintah yang terus mendorong terciptanya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Untuk mempercepat proses transformasi ke kendaraan ramah lingkungan tersebut, pemerintah segera merilis insentif pembelian kendaraan listrik dan membangun industri hulu hingga hilir EV di dalam negeri. Sehingga diharapkan pada 2030, penggunaan kendaraan listrik di Indonesia mencapai 15 juta unit, yang terdiri dari 2.197.780 unit mobil listrik dan 13.469.000 unit motor listrik. “Tren dunia ke depan, semua negara mendorong penggunaan kendaraan listrik. Saya juga mengajak industri otomotif untuk mulai melihat tren ini. Dan sedikit demi sedikit saya minta untuk menggeser industrinya dari kendaraan bensin ke kendaraan listrik,” kata Presiden Jokowi saat membuka Indonesia International Motor Show (IIMS) di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. (Yetede)
Bank Siap Genjot Kredit Otomotif
Perbankan siap menggenjot penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) di tahun ini. Rencana itu sejalan dengan prospek pasar otomotif yang diperkirakan akan semakin positif.
Sejumlah bank sudah menyiapkan berbagai strategi sejak awal tahun untuk memacu KKB. Bank Danamon, misalnya, menargetkan pertumbuhan kredit bisa dua digit tahun ini. KKB akan menjadi salah satu motor penggerak kredit bank tersebut.
Sementara
Consumer Funding Business Head
Bank Danamon, Ivan Jaya mengatakan, Kredit Kendaraan Bermotor (KPM) Bank Danamon pada akhir 2022 senilai Rp 44 triliun. Tahun ini, bank berkode saham BDMN ini menargetkan KPM tumbuh sekitar 14%-16%.
Bank Central Asia (BCA) menyakini pertumbuhan KKB mampu terus berlanjut seiring dengan pemulihan permintaan dari masyarakat.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility
BCA, Hera F. Haryn, mengatakan BCA memenuhi kebutuhan nasabah melalui produk KKB BCA maupun BCA Finance. Pada tahun 2022, BCA mencatatkan outstanding KKB tumbuh 13,6%
year on year
(yoy) menjadi Rp 46,1 triliun. Sedang di tahun sebelumnya kontraksi.
TANCAP GAS EKSPOR OTOMOTIF
Deru ekspor otomotif pada tahun ini bakal kian melengking setelah kemampuan produksi mobil di dalam negeri mulai melaju di jalur pemulihan. Jumlah pengapalan mobil ke luar negeri juga berpotensi meningkat dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu, seiring dengan perluasan pasar tujuan ekspor baru seperti ke Afrika dan Timur Tengah. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat produksi kendaraan sepanjang 2022 telah mencapai 1,3 juta unit atau melebihi produksi pada 2019 atau periode prapandemi Covid-19 yang hanya 1,28 juta unit. Pada tahun lalu, pabrikan otomotif mampu menjual hingga 1,04 juta unit mobil di pasar domestik atau meningkat 18,1% dibandingkan dengan penjualan pada 2021. Adapun, realisasi untuk pasar ekspor bahkan di atas 400.000 unit. Pada tahun ini, ada keinginan dari kalangan pemegang merek otomotif yang memiliki basis produksi di Indonesia meningkatkan volume ekspor kendaraan lebih tinggi dibandingkan dengan 2022. Setidak-tidaknya, ada peningkatan konsisten sekitar 50% secara tahunan. Secara terperinci, Gaikindo merilis volume ekspor mobil utuh sepanjang 2022 sudah meningkat hingga 60,7% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 473.602 unit. Jumlah unit mobil utuh yang dikapalkan pada tahun lalu ternyata jauh melebihi volume ekspor mobil pada 2019 yang hanya 332.002 unit. Namun, Presiden melihat pencapaian itu belum maksimal karena masih kalah jauh dibandingkan dengan Thailand yang pada tahun lalu mampu memproduksi 1,88 juta unit kendaraan dengan mayoritas untuk pasar ekspor.
Bongkar Muat Kendaraan CBU IPCC Naik
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat pertumbuhan volume bongkar muat kendaraan dengan kondisi utuh atau
completely built up
(CBU). Volume bongkar muat kendaraan CBU tersebut melonjak 86,28% secara tahunan.
Reza Priyambada,
Investor Relations
IPCC, memaparkan, di sepanjang Januari 2023, IPCC mencatat volume bongkar muat kendaraan CBU di Terminal Internasional IPCC mencapai 32.629 unit. Volume bongkar muat IPCC berasal dari CBU impor dan ekspor.
Perinciannya, bongkar muat CBU impor naik 99,43% secara tahunan jadi 5.283 unit. CBU ekspor melejit 83,94% secara tahunan jadi 27.346 unit.
Menurut Reza, pertumbuhan bongkar muat IPCC didorong masih tingginya permintaan kendaraan roda empat di Tanah Air. Selain itu, meningkatnya permintaan CBU di pasar luar negeri. "Ini berkah bagi IPCC yang berujung pada peningkatan kinerja operasional," kata Reza, Rabu (15/2).
TEMARAM EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK
Lonjakan pengguna kendaraan listrik menyisakan pekerjaan rumah yang perlu segera diperbaiki. Ekosistem kendaraan listrik yang terang benderang di sektor hulu dengan hadirnya produsen besar, masih terlihat remang-remang di sektor hilir karena terbatasnya infrastruktur seperti sarana pengisian daya maupun layanan purna jual.
Pilihan Editor
-
Membuat QRIS Semakin Perkasa
09 Aug 2022 -
Peran Kematian Ferdy Sambo dalam Kematian Yosua
10 Aug 2022 -
Salurkan Kredit, Bank Digital Mulai Unjuk Gigi
29 Jun 2022 -
Penerimaan Negara Terbantu Komoditas
14 Jun 2022









