Otomotif
( 408 )Multifinance Kejar Target Lewat Pameran
Paruh kedua tahun 2023 akan menjadi momentum untuk menyalurkan pembiayaan lebih banyak bagi multifinance. Sejumlah perusahaan percaya diri menyebut, penyaluran kredit akan lebih tinggi ke depannya.
Apalagi dengan adanya pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023, nilai penyaluran kredit akan meningkat.
Salah satu perusahaan yang akan menangguk cuan dari momentum GIIAS adalah Mandiri Tunas Finance (MTF). Perusahaan ini berharap penyaluran kredit pada semester II-2023 akan lebih besar.
Direktur Mandiri Tunas Finance William Francis berharap adanya event GIIAS 2023 akan memberi peluang kepada perusahaan untuk memperluas penyaluran kredit.
William bilang, pada semester I-2023, MTF berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 14,9 triliun, naik 17% secara tahunan. Pada semester II-2023, dia berharap penyaluran kredit bisa tetap tumbuh dan mencapai target akhir tahun di Rp 30 triliun.
Mandiri Utama Finance juga berharap hal yang sama. Direktur Utama MUF Stanley Setia bilang, adanya event, seperti GIIAS 2023, akan selalu memberikan efek peningkatan penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor.
Perusahaan pembiayaan milik Astra, PT Federal International Finance, PT Astra Sedaya Finance dan PT Toyota Astra Financial Services juga berharap momen pameran GIIAS akan mendorong kinerja unit usaha Astra Financial. Hingga semester I tahun 2023, penyaluran pembiayaan konsumen Astra Financial meningkat 27% menjadi Rp 59,8 triliun. Sebelumnya Project Director Astra Financial GIIAS 2023, Tan Chian Hok mengatakan, Astra Financial menargetkan pembiayaan naik 10% dari tahun lalu yang sebesar Rp 2 triliun.
Otomotif Menderu Komponen Ikut Ngegas
Industri otomotif di tanah air yang semakin menderu membawa berkah bagi emiten komponen otomotif. Para emiten produsen suku cadang otomotif pun optimistis, laju bisnis bidang ini makin melesat hingga akhir tahun ini.
Terlihat dari hasil kinerja beberapa emiten komponen otomotif. Misalnya PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencetak pendapatan jumbo, Rp 9,38 triliun di semester I-2023.
Top line
anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini menanjak 9,32% secara tahunan atau
year on year
(yoy).
Kinerja PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) tak kalah mentereng, dengan mencetak kenaikan penjualan hingga 72,32% yoy menjadi Rp 2,74 triliun.
Lonjakan kinerja juga dialami oleh PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM). Penjualan SMSM meningkat 7,39% (YoY) ke level Rp 2,47 triliun. Laba bersihnya melompat 13,75% menjadi Rp 429,33 miliar.
Begitu juga PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) yang mengantongi penjualan sebesar Rp 765,35 miliar, naik 16,18% secara tahunan.
Sekretaris Perusahaan BOLT, Anthony Wijaya membeberkan pertumbuhan kinerja bisnis setengah tahun ini didorong oleh kenaikan produksi di industri otomotif. Produksi pabrikan otomotif mendorong semua rantai pasokan untuk ikut bertumbuh. Dengan kondisi itu, Chief Financial Officer PT Selamat Sampurna Ang Andri Pribadi optimistis hingga akhir tahun nanti SMSM bisa mencapai target bisnis. Yakni pertumbuhan penjualan SMSM di level 5%-10% dan kenaikan laba sekitar 10%.
Research Analyst
Reliance Sekuritas, Lukman Hakim menimpali, industri otomotif masih berpotensi tumbuh di semester II ini.
KREDIT KENDARAAN BERMOTOR : PEMBIAYAAN MOBIL LISTRIK MEROKET
Perusahaan pembiayaan alias leasing ikut kecipratan lonjakan penjualan mobil listrik selama paruh pertama tahun ini. Permintaan kredit meningkat di tengah pemulihan mobilitas pascapandemi dan gencarnya pabrikan meluncurkan lebih banyak produk yang lebih murah. Setidaknya tiga perusahaan multifinance yang bergerak di bisnis pembiayaan roda empat menorehkan pertumbuhan kredit mobil listrik hingga tiga digit, mengekor kenaikan penjualan sekitar 500% sepanjang semester I/2023. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatatkan pembiayaan mobil listrik Rp81,4 miliar atau 214 unit pada semester kemarin, dua kali lipat dari pencapaian periode yang sama tahun lalu. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman kepada Bisnis, Selasa (1/8), mengatakan kenaikan pembiayaan berlangsung di tengah mobilitas masyarakat yang kembali normal serta kesadaran terhadap lingkungan yang makin tinggi. Di sisi pasokan, manufaktur memberikan beragam alternatif produk dengan harga yang lebih terjangkau. Salah satu strategi CNAF untuk melanjutkan pertumbuhan pembiayaan mobil setrum ke depan adalah menawarkan suku bunga yang lebih murah dari pembiayaan regular, bahkan menawarkan bunga 0% dengan syarat khusus. Sementara itu, PT Mandiri Tunas Finance (MTF) menyalurkan pembiayaan mobil listrik Rp163,58 miliar yang mencakup 490 unit, melesat 277% YoY. Adapun, PT Bank Central Asia Finance (BCA Finance) menyalurkan pembiayaan Rp674 miliar atau 1.451 unit sepanjang Januari-Juni 2023, terbang 7.536% YoY. Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim mengatakan pembiayaan mobil listrik tahun ini melesat, mengekor penjualannya yang naik pesat. Padahal, pada paruh pertama tahun lalu, penjualan mobil listrik belum banyak. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik menembus 23.260 unit sepanjang semester I/2023, 557,99% lebih tinggi dari 3.535 unit pada periode yang sama tahun lalu.
KENDARAAN LISTRIK : Harga Tesla di RI Sulit Kompetitif
Harga Tesla di Indonesia tetap lebih mahal dibandingkan dengan Malaysia lantaran banyaknya tarif pajak yang dipungut untuk produk impor, meskipun mobil listrik. Presiden Direktur Prestige Image Motorcars Rudy Salim menjelaskan, beberapa pajak yang dikenakan untuk Tesla adalah Bea Masuk sebesar 50%, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 10%. Selanjutnya, ada PPN 11% setelah PPNBM, serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) untuk menjadi STNK. Adapun, Prestige Image Motorcars menjual unit Tesla secara daring melalui aplikasi Tokopedia. Dalam aplikasi tersebut harga OTR Tesla Model 3 dipatok Rp1,75 miliar dengan booking fee sebesar Rp99,99 juta.
Laju Kredit Kendaraan Bermotor Kian Kenceng
Penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) perbankan terus mengalami peningkatan dari bulan ke bulan. Ini sejalan pertumbuhan penjualan otomotif.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), outstanding KKB per Mei 2023 tercatat tumbuh sebesar 18% secara tahunan. Capaian ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tumbuh 16,2% secara tahunan. Laju KKB konsisten meningkat sejak awal tahun. Pada Januari lalu, pertumbuhannya tercatat baru mencapai 14,9%.
Bank Mandiri merupakan salah satu bank yang berhasil terus mencetak pertumbuhan penyaluran KKB. SEVP
Micro & Consumer Finance
Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso mengungkapkan, KKB bank ini berhasil tumbuh 13,5% secara tahunan pada paruh pertama 2023.
Josephus menjelaskan, Bank Mandiri telah menerapkan kebijakan uang muka 0% untuk KKB sejak tahun 2021 ke segmen berpenghasilan tetap yang memiliki penggajian lewat Bank Mandiri.
Untuk menggarap peluang pasar segmen otomotif, Bank Mandiri, melalui dua anak usahanya, yakni Mandiri Tunas Finance (MTF) dan Mandiri Utama Finance (MUF), akan mengoptimalkan strategi pemasaran lewat promosi atau pameran skala nasional maupun bersifat regional di Cabang Bank Mandiri.
"Perpanjangan loan to value (LTV) 100% turut berdampak signifikan mendorong KKB, terutama jika diberlakukan untuk semua jenis kendaraan, baik yang menggunakan bahan bakar listrik maupun bukan," kata Antonius Prabowo Argo, Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel, kepada KONTAN, Selasa (18/7).
Adapun Bank Syariah Indonesia (BSI) telah mencatatkan pembiayaan bermotor Rp 270 miliar per April 2023, tumbuh 68,7% secara tahunan. Jumlah kendaraan yang dibiayai bank ini lebih dari 1.600 unit.
Direktur
Sales & Distribution
BSI Anton Sukarna memperkirakan tren pembiayaan kendaraan bermotor BSI masih akan terus berlanjut tumbuh positif. Untuk meningkatkan volume pembiayaan, BSI berstrategi bermitra bersama berbagai pihak, salah satunya dengan Mandiri Utama Finance (MUF) Syariah.
INDUSTRI OTOMOTIF : TARIK ULUR TARGET EKSPOR MOBIL
Pelaku usaha otomotif optimistis target ekspor mobil dalam bentuk utuh sebanyak 1 juta unit baru tercapai pada 2026 didorong oleh peningkatan pengapalan mobil secara bertahap. Terminal kendaraan (car terminal) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat harus bersiap menangani lonjakan pengiriman mobil ke luar negeri dalam waktu dekat ini. Car terminal di Pelabuhan Tanjung Priok yang dioperasikan oleh PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) dan Pelabuhan Patimban yang dioperatori PT Pelabuhan Patimban Internasional juga perlu lebih cekatan mengatur jadwal kapal ekspor. Alasannya, pelaku usaha otomotif telah mengungkap target dan jadwal pengiriman mobil dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) ke luar negeri sebanyak 1 juta unit. Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan bahwa target ekspor mobil CBU sebanyak 1 juta unit baru terealisasi pada 2026. Pada tahun ini, dia memprediksi pengiriman mobil ke luar negeri baru bisa menembus 500.000 unit, sedangkan pada 2024 dan 2025 ekspor mobil CBU juga masih di bawah 1 juta unit. Untungnya, dia menegaskan ekspor mobil CBU sepanjang tahun lalu sudah mencapai 470.000 unit. “Pada 2022 ekspor CBU sebanyak 470.000 unit yang merupakan rekor sepanjang masa,” ucapnya, akhir pekan lalu.
Sejauh ini, pemerintah belum mengubah target ekspor mobil 1 juta unit pada 2025, meskipun industri otomotif sempat terkendala selama pandemi Covid-19. Padahal, target ekspor mobil pada 2025 mencapai 1 juta unit dibuat sejak 2019 atau sebelum ada pandemi Covid-19. Bahkan, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian juga menetapkan target ekspor mobil hingga mencapai 1,75 juta unit pada 2035. Akan tetapi, tanda-tanda ekspor mobil dalam tren menanjak terlihat dari data Gaikindo. Sepanjang Januari—Mei 2023, kinerja ekspor mobil dalam kondisi utuh telah mencapai 205.112 unit, tumbuh 29,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 158.359 unit. Toyota Group yang di dalamnya terdapat Daihatsu masih mendominasi ekspor mobil dari Indonesia. Pada urutan selanjutnya, terdapat pabrikan mobil Jepang lainnya, yaitu Mitsubishi Motors dengan kinerja ekspor selama 5 bulan pertama 2023 sebanyak 33.811 unit, meroket 158,7%. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya telah mengajak pabrikan mobil asal Jepang untuk memberikan lebih banyak kesempatan kepada manufaktur Indonesia menggenjot ekspor.
KENDARAAN HYBRID : GERBANG PEMBUKA ELEKTRIFIKASI
Di tengah krisis isu lingkungan yang disebabkan oleh emisi karbon, laju distribusi mobil listrik di Indonesia terus meningkat dengan didominasi kendaraan roda empat listrik berjenis hibrida atau hybrid electric vehicle. Hal itu tergambar dari data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Pada 2021, dari total penjualan mobil berbasis elektrik sebanyak 3.192 unit, model hybrid electric vehicle (HEV) menyumbang 2.472 unit, atau sekitar 77,4%. Sementara pada tahun lalu, dari sekitar 15.437 unit total mobil elektrik, HEV masih bisa menyumbang 5.100 unit setara 33,03%. Khusus pada periode Januari hingga Mei tahun ini, total penjualan mobil listrik mencapai 13.455 unit, 65,34% atau sekitar 8.792 unit merupakan HEV. Secara faktual, model HEV yang dipasarkan jauh lebih banyak dibandingkan BEV. Sebaliknya, dari sisi harga dan segmen, mobil HEV banyak menawarkan harga pada rentang Rp300 juta hingga Rp600 juta dengan model beragam, mulai dari MPV tujuh penumpang hingga SUV. Dari sisi pabrikan, menghadirkan model-model HEV merupakan jalan bertahap menuju elektrifikasi penuh.
Sebaliknya, dari sisi pasar maupun pemerintah, kehadiran ragam model HEV secara perlahan merupakan jembatan menuju era rendah emisi hingga visi strategis nett zero emission (NZE) pada 2060. Business Innovation and Sales & Marketing Director HPM Yusak Billy menjelaskan bahwa transisi ke kendaraan listrik harus bertahap dengan melihat kesiapan dari ekosistem. Oleh karena itu, Honda akan memulai dari meluncurkan mobil hybrid ketimbang BEV. 4W Marketing Director Suzuki Indomobil Donny Saputra menyebutkan mobil-mobil Suzuki dapat melakukan efisiensi bahan bakar, sehingga turut berkontribusi dalam mengikis emisi karbon. Sebelumnya, Toyota Group pun telah merilis model full hybrid. Menyusul Innova Zenix yang diproduksi secara lokal, Toyota kemudian membesut Yaris Cross Hybrid. Dari sisi emisi, keberadaan mobil hybrid Toyota cukup ampuh mengikis karbon. Menurut Data Society of Irish Motor Industry (SIMI) mengungkapkan kendaraan hybrid Toyota rata-rata menghasilkan emisi karbon sebesar 84,92 gram selama 2015–2021.
Pasar Mobil Bisa Tancap Gas
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memproyeksikan penjualan kendaraan bermotor roda empat mencapai 1.050.000 unit tahun ini. Proyeksi tersebut cenderung stabil tak jauh berbeda dengan penjualan mobil tahun lalu.
"Kami berharap, penjualan di tahun 2023 sebanyak 1.050.000 unit dapat tercapai," kata Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo saat dihubungi KONTAN, Jumat (30/6). Jongkie menilai, pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan 5% akan membawa kabar baik bagi industri otomotif.
Dari sisi segmen, Gaikindo masih optimistis kendaraan-kendaraan di segmen berpenumpang atau
multi purpose vehicle
(MPV) masih menjadi primadona. Begitu juga dengan segmen mobil murah ramah lingkungan atau
low cost green car
(LCGC).
Kedua segmen pasar ini masih menjadi favorit karena sesuai dengan karakter konsumen yang kebanyakan adalah pembeli mobil baru. Jika melihat hasil penjualan mobil sampai Mei, Gaikindo mencatat angka
wholesale
sebanyak 423.404 unit sedangkan retail sales 422.514 unit.
Kondisi pasar mobil yang relatif stabil itu juga dijelaskan oleh
Vice President Director
Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto. Henry bilang, pasar mobil di Indonesia masih bisa tumbuh positif tahun ini. Pada periode Januari-Mei 2023, penjualan ritel mobil Toyota naik 10,03% ketimbang periode yang sama tahun 2022.
Business Innovation and Marketing & Sales Director
Honda Prospect Motor Yusak Billy bilang, Honda Brio masih menjadi penopang utama penjualan HPM. Di bulan Mei lalu, Brio terjual sebanyak 4.481 unit. "Kami masih optimistis dengan beberapa penyegaran model untuk Honda Brio dan model-model SUV, maka tren penjualan Honda akan terus positif sampai akhir tahun," terang dia, Jumat (30/6). HPM mengaku pasokan semikonduktor sudah mulai stabil secara global.
PASAR SUV : Astra Daihatsu Incar Pebisnis Sawit Riau
Kehadiran varian New Terios diyakini bakal memompa pangsa pasar mobil medium sport utility vehicle (SUV) PT Astra Internasional Tbk, lewat Daihatsu Sales Operation.Perseroan bahkan menargetkan bakal menguasai 42% pangsa kendaraan itu di wilayah Riau.Branch Manager Astra Internasional Daihatsu Sales Operation, Subono Lot To menjelaskan bahwa secara umum Daihatsu Terios telah menjadi mobil pilihan utama bagi penduduk Riau menyusul wilayah ini yang banyak memiliki perkebunan sawit yang dapat dijangkau dengan mudah oleh model mobil SUV Terios.”Kemampuan Terios untuk melintasi jalan-jalan di Riau yang banyak perkebunan sawit, menjadi salah satu alasan mengapa mobil ini sangat cocok untuk Riau. Saat ini kami menguasai market share 30,9%, kini dengan model terbaru New Terios kami targetkan bisa menguasai 42%,” katanya, Rabu (28/6).
Sementara itu, untuk pasar medium SUV diperkirakan menyumbang 30% total penjualan mobil, dan Terios sudah memegang 30,9% market share.
Kepala Cabang Astra Daihatsu Pekanbaru Sudirman Saulius Farlyan mengungkapkan bahwa selain model Terios, ada juga model lain seperti pikap Grand Max dan mobil LCGC Sigra Ayla yang mendukung penjualan Daihatsu di Riau.
INDUSTRI OTOMOTIF : TARGET PENJUALAN MASIH MAPAN
Keyakinan pelaku industri otomotif terhadap prospek penjualan kendaraan roda empat atau mobil pada tahun ini tetap tebal. Rasa percaya diri itu setidaknya tecermin dari angka penjualan mobil sampai dengan 5 bulan pertama 2023 yang naik 10,7% dibandingkan dengan periode yang sama 2022. Dari sisi pembiayaan, kredit yang disalurkan untuk segmen kendaraan bermotor hingga April 2023 tumbuh 16,4% year-on-year (YoY), tertinggi di kelompok kredit konsumsi. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara ritel di Indonesia selama Januari—Mei 2023 mencapai 422.514 unit, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu hanya 381.678 unit. Sementara itu, penjualan mobil ke diler atau secara wholesales ikut meningkat 6,9%. Gaikindo mencatat penjualan wholesales selama Januari—Mei 2023 sebesar 423.404 unit, sedangkan periode yang sama tahun lalu tercatat hanya 396.120 unit. Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengatakan bahwa pencapaian itu disebabkan kinerja produksi maupun penjualan sudah kembali normal dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Dari sisi merek, dia mencatat jenama otomotif asal Jepang yaitu Toyota tetap berkontribusi paling besar dengan membukukan penjualan ritel 135.473 unit, disusul Daihatsu yang menorehkan penjualan 81.128 unit.
Kedua merek otomotif yang berada di bawah bendera PT Astra International Tbk. (ASII) itu berhasil merebut pangsa penjualan mobil secara keseluruhan 51,2%. Data Gaikindo, Toyota memiliki pangsa pasar atau market share 32% dan Daihatsu 19,2% secara nasional. Khusus Honda, sepanjang 5 bulan pertama 2023 mampu menjual 63.140 unit, diikuti Mitsubishi dan Suzuki yang masing-masing mencapai 33.787 unit dan 33.481 unit. Marketing Director Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan sangat mengapresiasi penjualan selama Januari-Mei 2023 yang mencapai 135.473 unit. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bakal mempersulit peredaran kendaraan pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE). Alasannya, kata Luhut, pembatasan bakar fosil itu agar penggunaan kendaraan listrik mampu memperbaiki kualitas udara di Indonesia.
Pilihan Editor
-
Investasi Teknologi
10 Aug 2022 -
Masih Saja Marak, Satgas Tutup 100 Pinjol Ilegal
01 Aug 2022 -
Tata Kelola Bantuan Sosial Perlu Dibenahi
29 Jul 2022









