Otomotif
( 413 )RELAKSASI SYARAT SUBSIDI : PENJUALAN MOTOR LISTRIK SIAP MELEJIT
Kementerian Perindustrian memprediksi peralihan penggunaan sepeda motor berbahan bakar minyak ke motor listrik makin cepat berlangsung setelah penghapusan syarat pembelian motor listrik bersubsidi. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa masyarakat akan terbuka untuk beralih ke sepeda motor listrik atau electric vehicle (EV), baik motor maupun mobil. Dia menjelaskan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) resmi memperluas bantuan pembelian motor listrik melalui penyederhanaan syarat pembelian yakni berlaku satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) satu unit motor listrik. Adapun, kebijakan perluasan penerima program bantuan pembelian motor listrik roda dua berbasis baterai terbaru tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 21/2023 tentang Perubahan atas Permenperin No. 6/2023 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah untuk Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Dua. Agus Gumiwang menegaskan aturan penyederhanaan syarat untuk mendapatkan subsidi pembelian sepeda motor listrik sebesar Rp7 juta per unit telah berlaku. “Tetap Rp7 juta . Tahun ini tetap 200.000 unit, kuota nggak ada yang berubah. Syaratnya saja yang kita ubah untuk memudahkan karena strategi kita sekarang adalah mengisi populasi,” katanya. Awalnya, kata Agus, pembelian motor listrik bersubsidi berlaku dengan syarat yakni penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR), penerima bantuan upah kerja di bawah Rp3,5 juta, pengguna listrik di bawah 900 VA dan penerima bantuan sosial. Namun, Agus menegaskan keempat syarat itu dihapuskan dengan tujuan mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri. Tujuan lainnya adalah mewujudkan Indonesia yang lebih bersih sekaligus berdampak pada peningkatan investasi, memacu produktivitas dan daya saing industri, dan perluasan tenaga kerja. Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setyadi optimistis penjualan sepeda motor listrik dengan subsidi Rp7 juta dari pemerintah akan mencapai target 200.000 unit pada tahun ini. Dalam kesempatan berbeda, Marketing Manager PT Indomobil Emotor Internasional Benny Lie mengatakan peluang berkembangnya motor listrik di Indonesia masih terbuka lebar setelah ada dukungan kebijakan pemerintah yang pro terhadap kendaraan listrik. PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS) merupakan agen pemegang merek motor listrik Yadea. Kini, Yadea memiliki beberapa line-up produk dengan layanan purna jual yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung program elektrifikasi.
GIIAS Berakhir, Transaksi Astra Finansial Lampaui Target
Penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City yang berlangsung 11 hari pada 10-20 Agustus 2023 telah usai dan sukses menarik perhatian para pecinta otomotif. Target nilai transaksi pun terlampaui. Pada GIIAS 2023, Astra Financial sebagai platinum sponsor bersama sembilan unit bisnisnya berhasil membukukan nilai transaksi sebesar Rp2,38 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 53% dibanding tahun sebelumnya. Adapun sejumlah pencapaian penyaluran tercatat sebanyak 6.820 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dari target 6.600 SPK atau dengan capaian sebesar 102%. Sembilan unit bisnis yang tergabung dalam Astra Financial, yaitu FIFGROUP, Astra Kredit Companies (ACC), Toyota Astra Finance (TAF), Asuransi Astra, Astra Life, SEVA, Astrapay, Maucash, dan Moxa hadir dengan performa kinerja yang memuaskan. Director-in-Charge Astra Financial Suparno Djasmin dalam keterangannya menyampaikan, Astra Financial berkomitmen untuk ikut mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional melalui keterlibatan sebagai sponsor platinum di GIIAS 2023. (Yetede)
Otomotif Makin Menderu
Pameran otomotif menjadi pengungkit penjualan di saat belum membaiknya pasar. Penjualan kendaraan dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang baru saja selesai, diyakini melonjak signifikan dibandingkan dengan pagelaran tahun lalu.Meski belum merilis data transaksi akhir, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) optimistis pada pameran tahun ini, nilai transaksi mencapai Rp15 triliun atau lebih tinggi daripada perolehan tahun lalu sebesar Rp11,74 triliun untuk pembelian sebanyak 26.658 unit kendaraan.Raihan sepanjang pameran diharapkan dapat mendorong volume penjualan mobil sepanjang bulan ini yang sempat terseok dalam dua bulan terakhir. Sebagaimana yang disampaikan oleh Gaikindo, volume penjualan secara ritel sejak Mei tahun ini terus menunjukkan penurunan.
Untuk meningkatkan penjualan, berbagai strategi pemasaran dari diskon hingga kemudahan pembiayaan pun dilakukan oleh produsen. Sepanjang GIIAS 2023, salah satu perusahaan pembiayaan yaitu Astra Financial turut merasakan dampak positif. Perusahaan itu mencatatkan nilai transaksi senilai Rp2,385 triliun, meningkat 53% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di GIIAS, produsen otomotif juga berlomba memperkenalkan model keluaran terbaru termasuk kendaraan listrik. Upaya pemerintah yang terus mendorong penggunaan kendaraan listrik tampaknya mulai menarik perhatian produsen dan konsumen.
PT Toyota Astra Motor menyebutkan pada tahun ini penjualan kendaraan listrik merek Jepang itu naik hingga sepuluh kali lipat bila dibandingkan dengan tahun lalu. Hal serupa juga dialami mobil merek lainnya.Berdasarkan data, penjualan mobil listrik di Indonesia terus naik. Sepanjang 2022 mencapai 10.327 unit, atau melesat jika dibandingkan dengan 2021 yang hanya terjual sebanyak 3.193 unit.
Data yang disampaikan oleh Kementerian ESDM menyebutkan, pada Juni 2023, total infrastruktur pengisian listrik mencapai total 2.188 unit yang terdiri dari 842 unit charging station termasuk instalasi privat, dan 1.346 unit swap battery. Meski sudah melampaui target yang ditetapkan pemerintah, jumlah tersebut harus terus ditambah dan disebar di seluruh wilayah Indonesia.
ELEKTRIFIKASI KENDARAAN : LAJU KENCANG MOBIL LISTRIK
Presiden Joko Widodo bertekad terus mengembangkan ekositem kendaraan listrik di Indonesia untuk mempercepat transisi menuju energi ramah lingkungan di Tanah Air. Berbicara pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari insentif. Sejauh ini, pemerintah telah mengeluarkan beragam insentif guna memacu transisi menuju energi yang ramah lingkungan yang merupakan salah satu komitmen Indonesia mencapai target emisi karbon nol (net zero emission) pada 2060. Per April 2023, Kementerian Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 38/2023 tentang Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Empat Tertentu dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Bus Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2023. Stimulus berupa potongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) itu memberikan sentimen positif kepada penjualan kendaraan listrik roda empat di Tanah Air. Sepanjang Semester I/2023, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil listrik menembus angka 23.260 unit atau naik 557,9% dibandingkan dengan periode yang sama 2022 sebanyak 3.535 unit.
Menariknya, persentase penjualan mobil elektrik kini melebihi 4% dari total penjualan mobil secara ritel selama Semester I/2023 sebanyak 502.536 unit.
Dalam gelaran GIIAS 2023, pabrikan baru dan pabrikan yang telah mapan memboyong rupa-rupa produk kendaraan elektrii kasi.Pendatang baru dalam pameran GIIAS 2023 menghadirkan berbagai mobil listrik. Sebut saja rombongan prinsipal dari China seperti Maxus, Neta, GWM Tank, Haval, dan Ora.
Di sisi lain, beragam pabrikan yang telah eksis pun ikut meramaikan dengan kehadiran sentuhan mobil listrik terbaru. Toyota yang telah memiliki lini mobil ramah lingkungan meliputi exy engine menghadirkan Fortuner E 100 dan Corolla Cross E 100, mobil PHEV RAV4 hingga Alphard Hybrid. Di pasar, Toyota ikut memasarkan bZ4X BEV dan Lexus Ux 300e.Mobil berbasis listrik baru lainnya dihadirkan oleh Honda Prospect Motor dengan menawarkan Honda CR-V Hybrid. Lebih jauh, terdapat juga Hyundai Ioniq 6 serta Kia EV 9.
Brand & Marketing Director Wuling Motors Dian Asmahani mengatakan sangat percaya diri untuk produk kendaraan listrik karena Wuling merupakan ahli pada jenis kendaraan tersebut.Khusus model Baojun Yep, dia menyatakan Wuling masih ingin melihat pola perilaku konsumen, dan melakukan edukasi di Indonesia terhadap kendaraan listrik.
Masalah Subsidi Kendaraan Listrik
Pemerintah memperluas cakupan masyarakat penerima insentif motor listrik menjadi masyarakat umum dari sebelumnya hanya berlaku bagi kelompok masyarakat dengan berbagai kategori tertentu. Caranya adalah dengan mengurangi persyaratan untuk mendapat insentif motor listrik, yaitu satu KTP satu motor. Artinya, satu keluarga bisa membeli lebih dari satu motor. Sebelumnya, pemerintah juga telah menetapkan subsidi untuk kendaraan listrik, baik mobil maupun motor, dengan menetapkan sejumlah nominal rupiah untuk satu unit kendaraan listrik, agar harganya terjangkau oleh publik. Namun, setelah dievaluasi, kebijakan tersebut tampaknya kurang efektif sehingga muncul kebijakan baru yang melonggarkan syarat penerima subsidi kendaraan bermotor. Dalam hemat saya, sebenarnya tidak ada masalah soal perluasan kemudahan akses untuk membeli kendaraan listrik. Bagus malah, karena akan memperluas segmen pasar kendaraan listrik di satu sisi dan akan memperbaiki jalan menuju ambisi ekosistem kendaraan listrik di sisi lain. Apalagi jika dikaitkan dengan misi untuk transisi energi dan pengurangan emisi karbon. Namun, persoalan subsidi kendaraan listrik yang cenderung kontroversioal di ruang publik belakangan ini memang bukan terletak di sana, tetapi persoalanya, pertama, terletak pada penikmat kebijakan tersebut pada sisi pelaku usaha, baik mobil maupun motor listrik.
Dan kedua, adanya konflik kepentingan di dalam kebijakan subsidi kendaraan listrik, baik mobil maupun motor listrik. Jika kebijakan ini didorong secara masif, tanpa menyiapkan pelaku industri otomotif konvensional untuk segera ikut bermain alias ikut bermigrasi segera ke produksi kendaraan listrik, tentu akan menekan bahkan mendisrupsi pasar industri otomotif konvensional. Di Amerika, misalnya, Ford dan GM justru didorong untuk segera ikut memasuki bisnis EV, agar pelaku domestik selain Tesla, bisa ikut menjadi tuan rumah di negaranya sendiri alias agar mereka bisa melakukan substitusi pasar otomotif konvensional yang hilang dengan produk EV yang mereka produksi sendiri Sementara, untuk kendaraan listrik roda dua, sudah muncul beberapa merek lokal yang produknya sudah beredar di pasaran. Namun, masalahnya jumlahnya belum terlalu banyak. Lagi-lagi pelaku seperti Astra atau Yamaha, yang sudah banyak menggunakan komponen lokal dalam produk konvensioanalnya dan produknya selama ini menguasai pasar, belum terlihat tanda-tanda akan ikut bermigrasi untuk memproduksi motor listrik.
Multifinance Kejar Target Lewat Pameran
Paruh kedua tahun 2023 akan menjadi momentum untuk menyalurkan pembiayaan lebih banyak bagi multifinance. Sejumlah perusahaan percaya diri menyebut, penyaluran kredit akan lebih tinggi ke depannya.
Apalagi dengan adanya pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023, nilai penyaluran kredit akan meningkat.
Salah satu perusahaan yang akan menangguk cuan dari momentum GIIAS adalah Mandiri Tunas Finance (MTF). Perusahaan ini berharap penyaluran kredit pada semester II-2023 akan lebih besar.
Direktur Mandiri Tunas Finance William Francis berharap adanya event GIIAS 2023 akan memberi peluang kepada perusahaan untuk memperluas penyaluran kredit.
William bilang, pada semester I-2023, MTF berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 14,9 triliun, naik 17% secara tahunan. Pada semester II-2023, dia berharap penyaluran kredit bisa tetap tumbuh dan mencapai target akhir tahun di Rp 30 triliun.
Mandiri Utama Finance juga berharap hal yang sama. Direktur Utama MUF Stanley Setia bilang, adanya event, seperti GIIAS 2023, akan selalu memberikan efek peningkatan penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor.
Perusahaan pembiayaan milik Astra, PT Federal International Finance, PT Astra Sedaya Finance dan PT Toyota Astra Financial Services juga berharap momen pameran GIIAS akan mendorong kinerja unit usaha Astra Financial. Hingga semester I tahun 2023, penyaluran pembiayaan konsumen Astra Financial meningkat 27% menjadi Rp 59,8 triliun. Sebelumnya Project Director Astra Financial GIIAS 2023, Tan Chian Hok mengatakan, Astra Financial menargetkan pembiayaan naik 10% dari tahun lalu yang sebesar Rp 2 triliun.
Otomotif Menderu Komponen Ikut Ngegas
Industri otomotif di tanah air yang semakin menderu membawa berkah bagi emiten komponen otomotif. Para emiten produsen suku cadang otomotif pun optimistis, laju bisnis bidang ini makin melesat hingga akhir tahun ini.
Terlihat dari hasil kinerja beberapa emiten komponen otomotif. Misalnya PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencetak pendapatan jumbo, Rp 9,38 triliun di semester I-2023.
Top line
anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini menanjak 9,32% secara tahunan atau
year on year
(yoy).
Kinerja PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) tak kalah mentereng, dengan mencetak kenaikan penjualan hingga 72,32% yoy menjadi Rp 2,74 triliun.
Lonjakan kinerja juga dialami oleh PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM). Penjualan SMSM meningkat 7,39% (YoY) ke level Rp 2,47 triliun. Laba bersihnya melompat 13,75% menjadi Rp 429,33 miliar.
Begitu juga PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) yang mengantongi penjualan sebesar Rp 765,35 miliar, naik 16,18% secara tahunan.
Sekretaris Perusahaan BOLT, Anthony Wijaya membeberkan pertumbuhan kinerja bisnis setengah tahun ini didorong oleh kenaikan produksi di industri otomotif. Produksi pabrikan otomotif mendorong semua rantai pasokan untuk ikut bertumbuh. Dengan kondisi itu, Chief Financial Officer PT Selamat Sampurna Ang Andri Pribadi optimistis hingga akhir tahun nanti SMSM bisa mencapai target bisnis. Yakni pertumbuhan penjualan SMSM di level 5%-10% dan kenaikan laba sekitar 10%.
Research Analyst
Reliance Sekuritas, Lukman Hakim menimpali, industri otomotif masih berpotensi tumbuh di semester II ini.
KREDIT KENDARAAN BERMOTOR : PEMBIAYAAN MOBIL LISTRIK MEROKET
Perusahaan pembiayaan alias leasing ikut kecipratan lonjakan penjualan mobil listrik selama paruh pertama tahun ini. Permintaan kredit meningkat di tengah pemulihan mobilitas pascapandemi dan gencarnya pabrikan meluncurkan lebih banyak produk yang lebih murah. Setidaknya tiga perusahaan multifinance yang bergerak di bisnis pembiayaan roda empat menorehkan pertumbuhan kredit mobil listrik hingga tiga digit, mengekor kenaikan penjualan sekitar 500% sepanjang semester I/2023. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatatkan pembiayaan mobil listrik Rp81,4 miliar atau 214 unit pada semester kemarin, dua kali lipat dari pencapaian periode yang sama tahun lalu. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman kepada Bisnis, Selasa (1/8), mengatakan kenaikan pembiayaan berlangsung di tengah mobilitas masyarakat yang kembali normal serta kesadaran terhadap lingkungan yang makin tinggi. Di sisi pasokan, manufaktur memberikan beragam alternatif produk dengan harga yang lebih terjangkau. Salah satu strategi CNAF untuk melanjutkan pertumbuhan pembiayaan mobil setrum ke depan adalah menawarkan suku bunga yang lebih murah dari pembiayaan regular, bahkan menawarkan bunga 0% dengan syarat khusus. Sementara itu, PT Mandiri Tunas Finance (MTF) menyalurkan pembiayaan mobil listrik Rp163,58 miliar yang mencakup 490 unit, melesat 277% YoY. Adapun, PT Bank Central Asia Finance (BCA Finance) menyalurkan pembiayaan Rp674 miliar atau 1.451 unit sepanjang Januari-Juni 2023, terbang 7.536% YoY. Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim mengatakan pembiayaan mobil listrik tahun ini melesat, mengekor penjualannya yang naik pesat. Padahal, pada paruh pertama tahun lalu, penjualan mobil listrik belum banyak. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik menembus 23.260 unit sepanjang semester I/2023, 557,99% lebih tinggi dari 3.535 unit pada periode yang sama tahun lalu.
KENDARAAN LISTRIK : Harga Tesla di RI Sulit Kompetitif
Harga Tesla di Indonesia tetap lebih mahal dibandingkan dengan Malaysia lantaran banyaknya tarif pajak yang dipungut untuk produk impor, meskipun mobil listrik. Presiden Direktur Prestige Image Motorcars Rudy Salim menjelaskan, beberapa pajak yang dikenakan untuk Tesla adalah Bea Masuk sebesar 50%, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 10%. Selanjutnya, ada PPN 11% setelah PPNBM, serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) untuk menjadi STNK. Adapun, Prestige Image Motorcars menjual unit Tesla secara daring melalui aplikasi Tokopedia. Dalam aplikasi tersebut harga OTR Tesla Model 3 dipatok Rp1,75 miliar dengan booking fee sebesar Rp99,99 juta.
Laju Kredit Kendaraan Bermotor Kian Kenceng
Penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) perbankan terus mengalami peningkatan dari bulan ke bulan. Ini sejalan pertumbuhan penjualan otomotif.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), outstanding KKB per Mei 2023 tercatat tumbuh sebesar 18% secara tahunan. Capaian ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tumbuh 16,2% secara tahunan. Laju KKB konsisten meningkat sejak awal tahun. Pada Januari lalu, pertumbuhannya tercatat baru mencapai 14,9%.
Bank Mandiri merupakan salah satu bank yang berhasil terus mencetak pertumbuhan penyaluran KKB. SEVP
Micro & Consumer Finance
Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso mengungkapkan, KKB bank ini berhasil tumbuh 13,5% secara tahunan pada paruh pertama 2023.
Josephus menjelaskan, Bank Mandiri telah menerapkan kebijakan uang muka 0% untuk KKB sejak tahun 2021 ke segmen berpenghasilan tetap yang memiliki penggajian lewat Bank Mandiri.
Untuk menggarap peluang pasar segmen otomotif, Bank Mandiri, melalui dua anak usahanya, yakni Mandiri Tunas Finance (MTF) dan Mandiri Utama Finance (MUF), akan mengoptimalkan strategi pemasaran lewat promosi atau pameran skala nasional maupun bersifat regional di Cabang Bank Mandiri.
"Perpanjangan loan to value (LTV) 100% turut berdampak signifikan mendorong KKB, terutama jika diberlakukan untuk semua jenis kendaraan, baik yang menggunakan bahan bakar listrik maupun bukan," kata Antonius Prabowo Argo, Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel, kepada KONTAN, Selasa (18/7).
Adapun Bank Syariah Indonesia (BSI) telah mencatatkan pembiayaan bermotor Rp 270 miliar per April 2023, tumbuh 68,7% secara tahunan. Jumlah kendaraan yang dibiayai bank ini lebih dari 1.600 unit.
Direktur
Sales & Distribution
BSI Anton Sukarna memperkirakan tren pembiayaan kendaraan bermotor BSI masih akan terus berlanjut tumbuh positif. Untuk meningkatkan volume pembiayaan, BSI berstrategi bermitra bersama berbagai pihak, salah satunya dengan Mandiri Utama Finance (MUF) Syariah.
Pilihan Editor
-
Investasi Teknologi
10 Aug 2022 -
Masih Saja Marak, Satgas Tutup 100 Pinjol Ilegal
01 Aug 2022 -
Tata Kelola Bantuan Sosial Perlu Dibenahi
29 Jul 2022









