Otomotif
( 413 )INDUSTRI OTOMOTIF : TARIK ULUR TARGET EKSPOR MOBIL
Pelaku usaha otomotif optimistis target ekspor mobil dalam bentuk utuh sebanyak 1 juta unit baru tercapai pada 2026 didorong oleh peningkatan pengapalan mobil secara bertahap. Terminal kendaraan (car terminal) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat harus bersiap menangani lonjakan pengiriman mobil ke luar negeri dalam waktu dekat ini. Car terminal di Pelabuhan Tanjung Priok yang dioperasikan oleh PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) dan Pelabuhan Patimban yang dioperatori PT Pelabuhan Patimban Internasional juga perlu lebih cekatan mengatur jadwal kapal ekspor. Alasannya, pelaku usaha otomotif telah mengungkap target dan jadwal pengiriman mobil dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) ke luar negeri sebanyak 1 juta unit. Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan bahwa target ekspor mobil CBU sebanyak 1 juta unit baru terealisasi pada 2026. Pada tahun ini, dia memprediksi pengiriman mobil ke luar negeri baru bisa menembus 500.000 unit, sedangkan pada 2024 dan 2025 ekspor mobil CBU juga masih di bawah 1 juta unit. Untungnya, dia menegaskan ekspor mobil CBU sepanjang tahun lalu sudah mencapai 470.000 unit. “Pada 2022 ekspor CBU sebanyak 470.000 unit yang merupakan rekor sepanjang masa,” ucapnya, akhir pekan lalu.
Sejauh ini, pemerintah belum mengubah target ekspor mobil 1 juta unit pada 2025, meskipun industri otomotif sempat terkendala selama pandemi Covid-19. Padahal, target ekspor mobil pada 2025 mencapai 1 juta unit dibuat sejak 2019 atau sebelum ada pandemi Covid-19. Bahkan, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian juga menetapkan target ekspor mobil hingga mencapai 1,75 juta unit pada 2035. Akan tetapi, tanda-tanda ekspor mobil dalam tren menanjak terlihat dari data Gaikindo. Sepanjang Januari—Mei 2023, kinerja ekspor mobil dalam kondisi utuh telah mencapai 205.112 unit, tumbuh 29,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 158.359 unit. Toyota Group yang di dalamnya terdapat Daihatsu masih mendominasi ekspor mobil dari Indonesia. Pada urutan selanjutnya, terdapat pabrikan mobil Jepang lainnya, yaitu Mitsubishi Motors dengan kinerja ekspor selama 5 bulan pertama 2023 sebanyak 33.811 unit, meroket 158,7%. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya telah mengajak pabrikan mobil asal Jepang untuk memberikan lebih banyak kesempatan kepada manufaktur Indonesia menggenjot ekspor.
KENDARAAN HYBRID : GERBANG PEMBUKA ELEKTRIFIKASI
Di tengah krisis isu lingkungan yang disebabkan oleh emisi karbon, laju distribusi mobil listrik di Indonesia terus meningkat dengan didominasi kendaraan roda empat listrik berjenis hibrida atau hybrid electric vehicle. Hal itu tergambar dari data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Pada 2021, dari total penjualan mobil berbasis elektrik sebanyak 3.192 unit, model hybrid electric vehicle (HEV) menyumbang 2.472 unit, atau sekitar 77,4%. Sementara pada tahun lalu, dari sekitar 15.437 unit total mobil elektrik, HEV masih bisa menyumbang 5.100 unit setara 33,03%. Khusus pada periode Januari hingga Mei tahun ini, total penjualan mobil listrik mencapai 13.455 unit, 65,34% atau sekitar 8.792 unit merupakan HEV. Secara faktual, model HEV yang dipasarkan jauh lebih banyak dibandingkan BEV. Sebaliknya, dari sisi harga dan segmen, mobil HEV banyak menawarkan harga pada rentang Rp300 juta hingga Rp600 juta dengan model beragam, mulai dari MPV tujuh penumpang hingga SUV. Dari sisi pabrikan, menghadirkan model-model HEV merupakan jalan bertahap menuju elektrifikasi penuh.
Sebaliknya, dari sisi pasar maupun pemerintah, kehadiran ragam model HEV secara perlahan merupakan jembatan menuju era rendah emisi hingga visi strategis nett zero emission (NZE) pada 2060. Business Innovation and Sales & Marketing Director HPM Yusak Billy menjelaskan bahwa transisi ke kendaraan listrik harus bertahap dengan melihat kesiapan dari ekosistem. Oleh karena itu, Honda akan memulai dari meluncurkan mobil hybrid ketimbang BEV. 4W Marketing Director Suzuki Indomobil Donny Saputra menyebutkan mobil-mobil Suzuki dapat melakukan efisiensi bahan bakar, sehingga turut berkontribusi dalam mengikis emisi karbon. Sebelumnya, Toyota Group pun telah merilis model full hybrid. Menyusul Innova Zenix yang diproduksi secara lokal, Toyota kemudian membesut Yaris Cross Hybrid. Dari sisi emisi, keberadaan mobil hybrid Toyota cukup ampuh mengikis karbon. Menurut Data Society of Irish Motor Industry (SIMI) mengungkapkan kendaraan hybrid Toyota rata-rata menghasilkan emisi karbon sebesar 84,92 gram selama 2015–2021.
Pasar Mobil Bisa Tancap Gas
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memproyeksikan penjualan kendaraan bermotor roda empat mencapai 1.050.000 unit tahun ini. Proyeksi tersebut cenderung stabil tak jauh berbeda dengan penjualan mobil tahun lalu.
"Kami berharap, penjualan di tahun 2023 sebanyak 1.050.000 unit dapat tercapai," kata Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo saat dihubungi KONTAN, Jumat (30/6). Jongkie menilai, pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan 5% akan membawa kabar baik bagi industri otomotif.
Dari sisi segmen, Gaikindo masih optimistis kendaraan-kendaraan di segmen berpenumpang atau
multi purpose vehicle
(MPV) masih menjadi primadona. Begitu juga dengan segmen mobil murah ramah lingkungan atau
low cost green car
(LCGC).
Kedua segmen pasar ini masih menjadi favorit karena sesuai dengan karakter konsumen yang kebanyakan adalah pembeli mobil baru. Jika melihat hasil penjualan mobil sampai Mei, Gaikindo mencatat angka
wholesale
sebanyak 423.404 unit sedangkan retail sales 422.514 unit.
Kondisi pasar mobil yang relatif stabil itu juga dijelaskan oleh
Vice President Director
Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto. Henry bilang, pasar mobil di Indonesia masih bisa tumbuh positif tahun ini. Pada periode Januari-Mei 2023, penjualan ritel mobil Toyota naik 10,03% ketimbang periode yang sama tahun 2022.
Business Innovation and Marketing & Sales Director
Honda Prospect Motor Yusak Billy bilang, Honda Brio masih menjadi penopang utama penjualan HPM. Di bulan Mei lalu, Brio terjual sebanyak 4.481 unit. "Kami masih optimistis dengan beberapa penyegaran model untuk Honda Brio dan model-model SUV, maka tren penjualan Honda akan terus positif sampai akhir tahun," terang dia, Jumat (30/6). HPM mengaku pasokan semikonduktor sudah mulai stabil secara global.
PASAR SUV : Astra Daihatsu Incar Pebisnis Sawit Riau
Kehadiran varian New Terios diyakini bakal memompa pangsa pasar mobil medium sport utility vehicle (SUV) PT Astra Internasional Tbk, lewat Daihatsu Sales Operation.Perseroan bahkan menargetkan bakal menguasai 42% pangsa kendaraan itu di wilayah Riau.Branch Manager Astra Internasional Daihatsu Sales Operation, Subono Lot To menjelaskan bahwa secara umum Daihatsu Terios telah menjadi mobil pilihan utama bagi penduduk Riau menyusul wilayah ini yang banyak memiliki perkebunan sawit yang dapat dijangkau dengan mudah oleh model mobil SUV Terios.”Kemampuan Terios untuk melintasi jalan-jalan di Riau yang banyak perkebunan sawit, menjadi salah satu alasan mengapa mobil ini sangat cocok untuk Riau. Saat ini kami menguasai market share 30,9%, kini dengan model terbaru New Terios kami targetkan bisa menguasai 42%,” katanya, Rabu (28/6).
Sementara itu, untuk pasar medium SUV diperkirakan menyumbang 30% total penjualan mobil, dan Terios sudah memegang 30,9% market share.
Kepala Cabang Astra Daihatsu Pekanbaru Sudirman Saulius Farlyan mengungkapkan bahwa selain model Terios, ada juga model lain seperti pikap Grand Max dan mobil LCGC Sigra Ayla yang mendukung penjualan Daihatsu di Riau.
INDUSTRI OTOMOTIF : TARGET PENJUALAN MASIH MAPAN
Keyakinan pelaku industri otomotif terhadap prospek penjualan kendaraan roda empat atau mobil pada tahun ini tetap tebal. Rasa percaya diri itu setidaknya tecermin dari angka penjualan mobil sampai dengan 5 bulan pertama 2023 yang naik 10,7% dibandingkan dengan periode yang sama 2022. Dari sisi pembiayaan, kredit yang disalurkan untuk segmen kendaraan bermotor hingga April 2023 tumbuh 16,4% year-on-year (YoY), tertinggi di kelompok kredit konsumsi. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara ritel di Indonesia selama Januari—Mei 2023 mencapai 422.514 unit, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu hanya 381.678 unit. Sementara itu, penjualan mobil ke diler atau secara wholesales ikut meningkat 6,9%. Gaikindo mencatat penjualan wholesales selama Januari—Mei 2023 sebesar 423.404 unit, sedangkan periode yang sama tahun lalu tercatat hanya 396.120 unit. Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengatakan bahwa pencapaian itu disebabkan kinerja produksi maupun penjualan sudah kembali normal dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Dari sisi merek, dia mencatat jenama otomotif asal Jepang yaitu Toyota tetap berkontribusi paling besar dengan membukukan penjualan ritel 135.473 unit, disusul Daihatsu yang menorehkan penjualan 81.128 unit.
Kedua merek otomotif yang berada di bawah bendera PT Astra International Tbk. (ASII) itu berhasil merebut pangsa penjualan mobil secara keseluruhan 51,2%. Data Gaikindo, Toyota memiliki pangsa pasar atau market share 32% dan Daihatsu 19,2% secara nasional. Khusus Honda, sepanjang 5 bulan pertama 2023 mampu menjual 63.140 unit, diikuti Mitsubishi dan Suzuki yang masing-masing mencapai 33.787 unit dan 33.481 unit. Marketing Director Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan sangat mengapresiasi penjualan selama Januari-Mei 2023 yang mencapai 135.473 unit. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bakal mempersulit peredaran kendaraan pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE). Alasannya, kata Luhut, pembatasan bakar fosil itu agar penggunaan kendaraan listrik mampu memperbaiki kualitas udara di Indonesia.
Deru Mesin Otomotif Kian Kencang
Sebagai salah satu sektor yang sangat dipengaruhi oleh daya beli masyarakat, pencapaian penjualan di sektor otomotif selama 5 bulan ini merefleksikan optimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian nasional. Sebagaimana yang disampaikan oleh Bank Indonesia pada Senin (12/6), dalam Survei Konsumen terlihat bahwa keyakinan konsumen pada Mei menguat dari bulan sebelumnya, dari level 126,1 pada April menjadi 128,3. Secara umum, laporan itu menyebutkan keyakinan konsumen terpantau tetap kuat pada seluruh kategori pengeluaran. Konsumsi masyarakat sebagai salah satu penopang perekonomian tentunya harus terus didorong. Pemerintah diharapkan tidak sekadar memperlonggar mobilitas masyarakat, tetapi juga turut memacu belanja negara maupun daerah. Data yang disampaikan pemerintah, diketahui sepanjang tahun lalu sekitar Rp690 triliun dana masyarakat yang tidak dibelanjakan dan disimpan di bank. Sementara itu, konsumsi masyarakat pada 2022 masih di bawah 5% atau berada di angka 4,93%, dan akan terus digenjot hingga mencapai 5,4% pada 2024.
Penjualan mobil yang membaik pada periode Januari—Mei 2023, menggambarkan bahwa daya beli masyarakat kelas menengah sudah mulai pulih. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan penjualan mobil di tingkat ritel pada lima bulan ini mencapai 422.514 unit, atau naik 10,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, penjualan dari pabrikan ke diler pada periode sama tahun ini mencapai 423.404 unit atau naik 6,9% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Pencapaian penjualan pada periode 5 bulan ini disebabkan oleh produktivitas pabrikan yang telah beroperasi kembali normal, diikuti meningkatnya pembelian masyarakat. Di samping penjualan di dalam negeri, upaya produsen memperluas pasar ke mancanegara turut menaikkan volume produksi mobil. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, disebutkan ekspor mobil Indonesia secara completely built up (CBU) mencapai 166.000 unit mobil pada periode Januari—April 2023 atau meningkat 26% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2022 berjumlah 131.000 unit.
Euforia Kendaraan Listrik Memudar
Laju saham-saham yang terkait dengan bisnis kendaraan listrik atau
electric vehicle
(EV) mulai melambat. Saat ini, investor lebih menantikan kontribusi bisnis EV in terhadap kinerja emiten terkait.
Kebijakan pemerintah mendukung ekosistem EV seperti pemberian subsidi untuk konversi dan pembelian EV hanya mampu mengangkat saham emiten sektor ini sesaat. Setelah itu, harga saham-saham ini kembali turun.
CEO Edvisor.id, Praska Putrantyo mengatakan, rata-rata, pergerakan saham emiten motor listrik sepekan dan sebulan terakhir terkoreksi lebih dari 5%. Menurut Praska, euforia terkait terobosan di bidang EV sudah direspons pelaku pasar pada semester kedua tahun lalu.
Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Leonardo Lijuwardi punya pandangan serupa. Dia melihat pelaku pasar sudah
priced in
terhadap katalis positif berupa subsidi konversi dan pembelian EV yang diberikan pemerintah.
Sehingga, sentimen terhadap pergerakan harga saham lebih dominan berasal dari masing-masing bisnis inti. Seperti INDY dan TOBA yang secara sektoral dipengaruhi oleh melandainya harga batubara. Serta WIKA yang terseret oleh sentimen negatif pada BUMN karya.
Meskipun permintaan EV di dalam negeri masih kecil,
Financial Expert
Ajaib Sekuritas, Chisty Maryani optimistis, prospek industri kendaraan listrik akan positif, sejalan dengan perkembangan pasar dan teknologi.
ELEKTRIFIKASI KENDARAAN : SETRUM LEMAH MOTOR LISTRIK
Penjualan sepeda motor listrik di Indonesia masih bergerak lamban, kendati program subsidi pembelian kendaraan listrik roda dua sudah bergulir hampir 2 bulan. Ibarat siput, program subsidi pembelian sepeda motor listrik bergerak lambat. Program pemerintah dalam bentuk subsidi pembelian kendaraan listrik roda dua sebesar Rp7 juta per unit baru terealisasi 106 unit dari target 200.000 unit pada tahun ini. Padahal, program pemerintah tersebut sudah bergulir sejak 20 Maret 2023. Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan bahwa realisasi subsidi sepeda motor listrik itu sangat rendah. Dia menilai respons masyarakat atas program itu belum baik. Padahal menurutnya, pemerintah berharap program bantuan itu bisa mendorong ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Dia menyatakan, pemerintah telah melakukan evaluasi mengenai lambatnya penjualan sepeda motor listrik, meskipun ada program subsidi pembelian. Rapat itu juga melibatkan Kementerian Keuangan dan instansi lain guna mencari solusi lambatnya penyaluran subsidi. Direktur Keuangan SLIS Wilson Ng mengatakan bahwa sepeda motor listrik Selis telah mengemas order sebanyak 400 unit dari calon pembeli yang memanfaatkan subsidi. Jumlah tersebut seluruhnya sudah lolos verifikasi berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan semua pesanan masih dikantongi oleh sepeda motor listrik Selis dengan model E-Max. “Total pengajuan berdasarkan NIK yang sudah lolos verifikasi adalah hampir 400 ,” kata Wilson kepada Bisnis. Selain Selis, entitas Grup MCAS, PT NFC Indonesia Tbk. (NFCX) yang merupakan produsen sepeda motor listrik dengan merek Volta juga telah mengemas ribun unit pesanan yang mendapatkan subsidi dari pemerintah. Vice President & Group Head of Investor Relations Grup MCAS Zefanya Angeline Halim mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan sertifikasi subsidi sepeda motor listrik dari pemerintah. “Sudah ada 6.000 applicants, so far yang sudah mendaftar program subsidi ini,” kata Zefanya kepada Bisnis.
Kredit Kendaraan Listrik Bank Semakin Kencang
Perbankan semakin aktif mendorong pembiayaan hijau. Salah satu caranya dengan mendukung penyaluran kredit kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), melalui anak usaha CIMB Niaga Finance (CNAF), telah mencatat kenaikan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan. Per kuartal I-2023, pembiayaan kendaraan listrik CNAF mencapai Rp 22,8 miliar, tumbuh tiga kali lipat dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya, yang sebesar Rp 7,6 miliar.
Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman optimistis pembiayaan kendaraan listrik di kuartal selanjutnya akan terus bertumbuh. CNAF menerapkan suku bunga kurang lebih 100 basis poin (bps) lebih murah dari pembiayaan konvensional.
Sementara pembiayaan kendaraan listrik yang diberikan oleh Bank KB Bukopin melalui skema dealer financing hingga April 2023 mencapai Rp 584 miliar, dengan kendaraan sebanyak 753 unit.
Head of Asset Management & Procurement KB Bukopin I Putu Adi Saputra menjelaskan, porsi pembiayaan kendaraan listrik dari total penyaluran Kredit Kendaraan (KKB) dan dealer financing sekitar 20%. “Saat ini masih belum terdapat insentif bunga yang diberikan khusus untuk pembiayaan kendaraan listrik, namun secara produk bunganya lebih rendah dibandingkan bunga kredit secara umum,” katanya.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) telah menyalurkan pembiayaan konsumsi kendaraan motor listrik berbasis baterai mencapai Rp 327 miliar per Maret 2023, tumbuh 19 kali lipat secara tahunan. Hera F. Haryn, EVP Sekretariat dan Komunikasi Perusahaan BCA menyampaikan, ini merupakan bentuk komitmen BCA untuk turut mendorong perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK : SENGAT BARU INVESTASI BATERAI EV
Pengembangan industri baterai kendaraan listrik terintegrasi di Tanah Air mendapat secercah harapan setelah Presiden Joko Widodo menemui delegasi Korea Selatan kemarin. Investasi LG Energy Solution yang sempat tersendat pun dipastikan bakal rampung pada tahun ini. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa kegiatan investasi pengembangan baterai kendaraan listrik terintegrasi bakal berjalan tahun ini. Hal tersebut nantinya diharapkan bakal menjadi pemicu dari kerja sama lainnya untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama baterai kendaraan listrik. Dia menjelaskan, konsorsium LG Energy Solution (LGES) dan Indonesia Battery Corporation atau IBC juga bakal segera menyelesaikan negosiasi terkait dengan kerja sama di sisi hulu tambang untuk kebutuhan baterai listrik secara paralel. Harapannya, upaya yang dilakukan pemerintah saat ini bisa mempercepat realisasi investasi baterai kendaraan listrik LGES di Tanah Air, sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asean yang mampu memproduksi mobil listrik beserta baterainya pada tahun depan. Sementara itu, PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID mengaku belum ada perjanjian lebih lanjut perihal rencana penghiliran bijih nikel sebagai salah satu komponen penting baterai kendaraan listrik. Heri Yusuf, SVP Corporate Secretary MIND ID, mengatakan bahwa LGES sebelumnya memutuskan bakal melakukan perubahan konsorsium yang bakal bekerja sama dengan IBC. Hanya saja hingga kini belum ada keputusan pasti mengenai perubahan komposisi konsorsium tersebut. Pemerintah Korea Selatan sendiri meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencari solusi atas paket insentif mineral kritis dan energi baru terbarukan (EBT) yang diatur dalam IRA dan telah mengubah peta investasi global saat ini. Bahlil menuturkan bahwa kekhawatiran Korea Selatan itu relatif beralasan menyusul kebijakan Amerika Serikat (AS) yang belakangan cukup agresif untuk mengimbangi persaingan dagang, investasi penghiliran mineral kritis, serta pengembangan EBT dari beberapa negara kompetitor, seperti China dan Uni Eropa.
Pilihan Editor
-
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022 -
Peran Kematian Ferdy Sambo dalam Kematian Yosua
10 Aug 2022 -
The Fed Hantui Pasar Global
26 Jul 2022 -
Transaksi QRIS Hampir Menembus Rp 9 Triliun
28 Jul 2022









