;
Tags

Otomotif

( 408 )

EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK : Indonesia Ajak Australia Amankan Rantai Pasok EV

HR1 24 Nov 2023 Bisnis Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim Erick Thohir menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Industri dan Ilmu Pengetahuan Australia Ed Husic terkait dengan pembentukan mekanisme kerja sama bilateral untuk memajukan kolaborasi kendaraan listrik. Erick Thohir mengatakan, Indonesia dan Australia memiliki sumber daya mineral yang melimpah yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi pemain kunci dalam rantai pasok kendaraan listrik global. Kedua negara diketahui memiliki potensi untuk mengembangkan nikel dan litium sebagai mineral utama dalam baterai electric vehicle (EV). “Indonesia telah mengembangkan industri penghiliran nikel menuju ekosistem kendaraan listrik dalam 5 tahun terakhir. Telah ada 3 pabrik di Indonesia yang beroperasi untuk memproduksi mixed hydroxide precipitate, bahan dasar prekursor baterai,” katanya, Kamis (23/11). Sementara itu, Australia memiliki 24% cadangan litium dunia, dan menyumbang 43% dari ekstraksi litium global pada 2022.

KENDARAAN ELEKTRIFIKASI : Daihatsu Serius Produksi Hybrid Murah

HR1 18 Nov 2023 Bisnis Indonesia

Persaingan pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia makin sengit setelah grup Astra serius menggarap produk kendaraan jenis tersebut. PT Astra Daihatsu Motor mengungkap kesiapannya memproduksi mobil hy­­brid seiring dengan pembangunan pabrik baru yang memiliki kapasitas untuk produksi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Corporate Planning and Communications Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Edward P. Napitupulu mengatakan Daihatsu sangat serius dan antusias menangkap potensi pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). “Kami sudah mulai bangun pabrik yang punya kapabilitas membuat mobil listrik, termasuk untuk hybrid, itu mulai produksi 2024 akhir. Saat ini, kami belum bisa berikan informasi gamblang terkait kapan pastinya,” katanya di Menara Astra Jakarta, Jumat (17/11). Edward yang akrab sisapa Edo menegaskan keseriusan Daihatsu untuk menggarap produk EV termasuk model hybrid telah ditunjukkan lewat beberapa pameran. Menurutnya, Daihatsu sudah memamerkan mobil konversi Ayla BEV (battery electric vehicle) pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 dan kendaraan niaga Vizion-F BEV pada GIIAS 2023. Adapun, kontribusi produksi ADM untuk pasar domestik sebesar 38%. Edo menerangkan penjualan ritel Daihatsu terhadap market share ritel otomotif sebesar 19,9% atau naik 0,8% pada Oktober 2023 dari Oktober 2022 lalu sebesar 19,1%. Hingga Oktober 2023, penjualan mobil Daihatsu mencapai 164.300 unit. Astra Daihatsu Sigra dan Gran Max PU masih menjadi kontributor utama penjualan Daihatsu, dengan Sigra berkontribusi 32,4% terhadap penjualan dan Gran Max PU 22%. Sebelumnya, hal yang sama juga disampaikan oleh Marketing Director dan Coorporate Planning and Communication Director Astra Daihatsu Sri Agung Handayani yang menyebutkan bahwa fokus pasar first buyer masih menjadi kompetensi utama ADM.

ASII Masih Akan Rajin Ekspansi

HR1 15 Nov 2023 Kontan

PT Astra International Tbk (ASII) masih akan menginjak gas dalam ekspansi tahun depan. ASII membuka peluang investasi, baik investasi baru ataupun investasi yang berhubungan dengan bisnis inti perusahaan. Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro mengatakan, seluruh investasi ASII dilakukan berdasarkan kajian dengan prospek bisnisnya. Saat ini, ASII memiliki tujuh lini bisnis utama. Di antaranya, otomotif, alat berat, dan pertambangan, jasa keuangan, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi, serta properti. Ekspansi ASII ini terus dilakukan kendati kas internal ASII cenderung turun dan jumlah kewajiban meningkat. Djony melihat penurunan kas dan kenaikan liabilitas bisa terjadi di tengah gencarnya ekspansi. Sayangnya, Djony belum memaparkan secara gamblang sektor atau perusahaan apa yang dibidik ASII tahun depan. Yang jelas, investasi atau akuisisi tersebut bisa memberikan return yang baik dan potensial untuk dibawa ke dalam portofolio Astra. Head of Investor Relations ASII, Tira Ardianti mengatakan, total rencana capex ASII di tahun 2023 sebenarnya sekitar Rp 26,5 triliun. Sehingga, nilai penyerapan ini juga lebih tinggi dari tahun lalu. Wajar saja, ASII banyak melakukan akuisisi penambahan modal ataupun pengambilan saham di beberapa perusahaan. "Lalu, ada beberapa aksi korporasi lain, termasuk pengambilan saham di Nickel Industries Limited (NIC), penambahan investasi di Halodoc, akuisisi OLX, dan akuisisi Hotel Mandarin Oriental, ujarnya. Analis NH Korindo Sekuritas, Axell Ebenhaezer menilai, kinerja ASII ke depan masih akan kuat, disokong pemulihan ekonomi dan keyakinan konsumen. Dia menilai, saham ASII undervalue.

STANDARDISASI BATERAI : DAYA JANGKAU MOTOR LISTRIK MELUAS

HR1 08 Nov 2023 Bisnis Indonesia

Industri sepeda motor listrik di Indonesia berpotensi makin berkembang cepat dengan menerapkan standardisasi model baterai. Dengan model bateri sejenis yang dapat dipakai untuk semua kendaraan listrik, harga komponen utama itu bakal lebih terjangkau. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setyadi mengatakan bahwa standardisasi baterai menjadi positif jika hal itu ditetapkan agar semua kendaraan bermotor listrik roda dua dapat menggunakan jenis baterai yang sama.“Kalau bisa pabrik sepeda motor jual sepeda motor dengan baterainya model sewa saja, karena harga baterai yang paling tinggi. Jadi, baterai yang disewa itu malah membuat harga terjangkau,” ujarnya, Senin (6/11).Oleh karena itu, dia mengusulkan baterai yang digunakan sepeda motor listrik bisa menggunakan sistem sewa, sehingga membuat harga motor listrik pun jauh lebih terjangkau. Namun, Budi menyebutkan penetapan standar baterai membutuhkan kesepakatan dari para merek motor listrik di Indonesia. Produsen sepeda motor listrik juga merespons berbeda-beda terkait dengan rencana Kementerian Perindustrian menetapkan standardisasi baterai motor listrik.Motor listrik merek Polytron buatan PT Hartono Istana Teknologi yang dimiliki Hartono Bersaudara menganggap standardisasi baterai belum menjadi suatu kebutuhan mendesak untuk saat ini.Direktur Komersial PT Hartono Istana Teknologi Tekno Wibowo mengatakan, standardisasi baterai tidak mudah lantaran spesifi kasi motor listrik dari setiap produsen pun berbeda-beda. Motor listrik yang menggunakan sistem penukaran baterai atau swap battery pun memiliki standar yang berbeda. Entitas PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS), yakni PT Volta Indonesia Semesta yang menjual motor listrik Volta masih menunggu petunjuk pelaksanaan dari pemerintah mengenai penerapan standardisasi baterai motor listrik.Head of Marketing Volta Indonesia Tamara Giovanni mengatakan, sampai kini belum ada kejelasan dari pemerintah mengenai penerapan baterai tersebut. Menurutnya, standardisasi baterai baru bisa dibilang ideal atau tidak ketika sudah ada aturan terkait soal tersebut. Di sisi lain, produsen motor listrik merek Selis, yakni PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. (SLIS) berencana menyesuaikan produknya terkait dengan rencana Kemenperin menetapkan standardisasi baterai.Corporate Secretary SLIS Pricilla Jane Halim mengatakan, standardisasi baterai untuk motor listrik sejatinya sangat memungkinkan dengan beberapa syarat. Syarat itu di antaranya spesifi kasi tegangan baterai bisa masuk ke unit yang dituju, serta spesifi kasi konektor yang dipakai. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan, perlu ada standardisasi baterai motor listrik supaya konsumen bisa dengan menukar baterai dengan mudah dan dapat diakses di manapun. Dalam kesempatan berbeda, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan bahwa penjualan motor listrik masih sepi peminat, meski ada subsidi pembelian Rp7 juta per unit.Dari total kuota 20.000 unit motor listrik bersubsidi pada 2023, imbuhnya, penyalurannnya bahkan belum mencapai 50%.

ASII Gaspol di Bisnis Otomotif

HR1 08 Nov 2023 Kontan
Kinerja PT Astra International Tbk (ASII) diproyeksi akan tetap kuat hingga akhir tahun. Segmen bisnis otomotif tetap akan menjadi tulang punggung utama bagi emiten yang menaungi merek Toyota dan Daihatsu itu. Hingga kuartal III-2023 pendapatan terbesar ASII memang berasal dari segmen otomotif. Ini berbeda dari periode sama tahun lalu saat kontribusi terbesar datang dari segmen alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi. Pendapatan ASII di segmen jasa keuangan meningkat 12,95% menjadi Rp 21,98 triliun dari sebelumnya Rp 19,46 triliun. Sedangkan pendapatan segmen agribisnis turun 5,08% secara tahunan menjadi Rp 15,68 triliun. Pendapatan segmen infrastruktur dan logistik meningkat 16,61% menjadi Rp 6,67 triliun dari sebelumnya Rp 5,72 triliun. Sedangkan segmen teknologi informasi hanya mencatat kenaikan tipis 1,46% menjadi Rp 2,08 triliun dari Rp 2,05 triliun. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, terjadinya pergeseran kontributor pendapatan ASII lantaran penurunan harga komoditas. Sedangkan kenaikan di segmen otomotif didorong dari peningkatan mobilitas masyarakat. "Karena sudah masuk endemi, sehingga mobilitas masyarakat meningkat sehingga mendorong permintaan pada segmen otomotif," ujarnya, Selasa (7/11). Nafan memperkirakan, segmen otomotif ASII masih akan melaju hingga akhir tahun di tengah penurunan harga komoditas. Apalagi daya beli masyarakat masih terjaga di tengah suku bunga Bank Indonesia (BI) yang tinggi. Analis Indo Premier Sekuritas Giovanni Dustin dan Michelle Nugroho juga berpandangan, prospek segmen otomotif ASII positif. Volume penjualan roda empat ASII mencapai 143.000 unit atau tumbuh 12% secara kuartalan di kuartal III-2023. Penjualan roda dua juga tetap kuat, meskipun terjadi koreksi secara kuartalan sebesar 6% menjadi 1,1 juta unit. "Kemungkinan besar dipengaruhi oleh masalah rangka eSAF," kata Giovanni dan Michelle. Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai ASII masih bisa jadi pilihan solid untuk jangka panjang. Ia merekomendasikan belidengan target harga Rp 7.750.

DRMA Memetik Hasil Akuisisi

HR1 04 Nov 2023 Kontan
Pabrikan onderdil kendaraan bermotor, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), memetik hasil ekspansi sepanjang tahun ini. Emiten Grup Triputra ini pun mencatat kenaikan pendapatan dan laba bersih pada kuartal III-2023. Pada awal tahun ini, DRMA menuntaskan akuisisi saham PT Trimitra Chitrahasta milik kelompok usaha dari Jepang, Kuroda Group Co Ltd. DRMA mengambil alih 72,75% saham Trimitra Chitrahasta senilai Rp 216,91 miliar. Trimitra Chitrahasta merupakan produsen komponen sepeda motor dan mobil. Mengoperasikan pabrik di Cikarang dan Cirebon, Trimitra memasok onderdil ke sejumlah agen pemegang merek (APM), seperti Daihatsu, Honda, Suzuki, Yamaha, Hyundai, Toyota, PT TS Tech Indonesia, PKMI, KYB, dan Hitachi. Direktur Utama Dharma Polimetal Tbk, Irianto Santoso mengatakan, akuisisi tersebut semakin memperkuat portofolio bisnis DRMA. Kinerja keuangan DRMA pun makin menguat. Kenaikan penjualan ini turut mengerek laba bersih DRMA. Hingga kuartal III-2023, emiten komponen otomotif ini mencetak laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 519,41 miliar. Laba tersebut melesat 107,81% yoy dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 249,94 miliar. Melihat pencapaian hingga kuartal IIItahun ini, DRMA optimistis bisa mencapai target pertumbuhan bisnis sebesar 25% hingga akhir tahun nanti. Optimisme itu juga sejalan dengan tren peningkatan penjualan kendaraan roda dua dan roda empat. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan, penjualan kendaraan roda empat hingga akhir tahun nanti mencapai 1,05 juta unit. Sementara Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menargetkan, penjualan sepeda motor 2023 tembus di angka 6,2 juta unit.

Unjuk Produk di Japan Mobility Show 2023

KT1 28 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Pabrikan otomotif saling unjuk gigi di ajang Japan Mobility Show 2023. Pameran otomotif yang sebelumnya dikenal dengan Tokyo Motor Show itu berlangsung di Tokyo Big Sight, Tokyo, Jepang. Untuk pers, pameran dibuka pada 25-26 Oktober 2023, sedangkan untuk publik 27 Oktober - 5 November 2023. PT Toyota-Astra Motor (TAM) menghadirkan Rangga Concept sebagai comercial concept vehicle pertama di Indonesia, yang diharapkan dapat memberikan dukungan mobilitas bisnis pelanggan  dan menjadi penggerak roda perekonomian  negara. Konsep tersebut diharapkan bisa memberikan inspirasi kendaraan serbaguna sebagai mobility solution dengan keberagaman style dan kegunaan kepada masyarakat dunia. (Yetede)

Berharap Diguyuri Insentif Baru

KT1 28 Oct 2023 Tempo
JAKARTA – Para produsen otomotif menunggu lebih banyak insentif dari pemerintah untuk mendorong pasar mobil listrik di Indonesia. Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan kontribusi produk battery electric vehicle (BEV) atau mobil listrik bertenaga baterai terhadap total penjualan kendaraan masih tertahan di kisaran 1 persen. Salah satu faktor penyebabnya adalah sikap pasif pabrikan mobil untuk mengenalkan produk bertenaga setrum kepada konsumen lokal. “Perlu skema insentif yang kuat agar para pemain internal combustion engine (mobil bermesin konvensional) mengeluarkan lebih banyak BEV,” katanya kepada Tempo, kemarin, 27 Oktober 2023.

Karena sudah memenuhi ketentuan komponen dalam negeri (TDKN) hingga 49 persen, Hyundai bisa memakai subsidi pemerintah untuk menggeber penjualan mobil listriknya, Ioniq 5. Dengan tingkat produksi sekitar 1.500 unit per tahun, kata Fransiscus, volume penjualan dari pabrik ke dealer alias wholesale Ioniq 5 pada September 2023 tercatat tumbuh 200 persen secara tahunan. Dia mengklaim harga Ioniq 5, yang dipatok di kisaran Rp 700-800 juta, sudah diterima konsumen. Begitu harganya dianggap logis, sesuai dengan pengamatan Hyundai, penjualan Ioniq 5 langsung melesat naik. Perusahaan asal Korea Selatan ini pun berniat mengenalkan lebih banyak mobil listrik ke Indonesia. Yang belakangan dipromosikan adalah Stargazer X dan Ioniq 6. (Yetede)

10 Saham Sektor Otomotif yang Terdaftar di BEI

KT1 27 Oct 2023 Tempo
PERUSAHAAN otomotif memainkan peran dalam memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat. Tidak hanya memproduksi kendaraan untuk pasar domestik, mereka juga memasok produk ke pasar global.  Perusahaan otomotif merupakan entitas yang terlibat dalam perancangan, pengembangan, produksi, pemasaran, penjualan, dan layanan purnajual kendaraan bermotor. Biasanya, perusahaan-perusahaan ini menghasilkan beragam jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil, truk, bus, hingga van. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), industri otomotif masuk ke dalam sub-sektor industri manufaktur. Ada sejumlah perusahaan yang tercatat sebagai perusahaan terbuka dan sahamnya dapat dijadikan pilihan berinvestasi. Berikut daftar saham sektor otomotif di Indonesia. (Yetede)

INDUSTRI OTOMOTIF : PENJUALAN LCGC TETAP BERGAIRAH

HR1 27 Oct 2023 Bisnis Indonesia

Sejumlah pelaku industri otomotif menjaga penjualan segmen mobil murah dan ramah lingkungan tetap bergairah, di tengah tren suku bunga pembiayaan yang relatif tinggi. Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan bahwa Toyota tetap menjaga kontribusi penjualan segmen mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC) sekitar 20% hingga akhir tahun ini.“[Penjualan] tergantung tren market juga ya. Harapannya bisa tetap mempertahankan persentase kontribusinya,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (26/10).Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan (Gaikindo) menunjukkan penjualan secara wholesales LGCG Toyota mencapai 49.838 unit sepanjang Januari-September 2023 atau naik 5,15% secara year-on-year (YoY) daripada periode yang sama 2022 sebanyak 47.397 unit.Pencapaian penjualan itu terdiri atas model Agya dan Calya berkontribusi sekitar 20,22% dari total penjualan Toyota yang mencapai 246.382 secara wholesales sepanjang Januari-September 2023. Sales Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan bahwa segmen LCGC Honda masih menarik bagi konsumen. Dia menegaskan segmen LCGC merupakan salah satu yang paling diminati oleh para konsumen Indonesia. Segmen itu lebih menyasar para konsumen yang ingin memiliki kendaraan pertamanya atau firstcar buyer.“Harga yang lebih terjangkau dan hemat bahan bakar membuat segmen mobil ini paling diminati sekarang,” tuturnya. Yusak mengatakan penurunan penjualan secara bulanan masih dalam batas wajar, dan bahkan segmen ini disebut masih stabil. “Setiap bulan bisa saja naik dan turun. [Perubahan] masih dalam batas normal,” ujarnya.Dia hanya mengkhawatirkan adanya pengetatan dari lembaga pembiayaan yang dapat berdampak terhadap penjualan pada segmen LCGC. Dia menyebut naiknya kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL) menjadi pemicu keringnya saluran kredit kendaraan bermotor. Dari data Gaikindo, penjualan mobil segmen LCGC tetap didominasi dua merek milik PT Astra International Tbk. (ASII) yaitu Daihatsu dan Toyota. Mobil LCGC merupakan salah satu program pemerintah yang diatur melalui Permenperin 36/2021 tentang Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah. Dalam beleid tersebut tertuang Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau LCGC merupakan kendaraan dengan besaran harga jual paling tinggi Rp135 juta.