Otomotif
( 413 )INDUSTRI OTOMOTIF 2024 : APM Janji Pacu Ekspor Mobil
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia bakal memacu ekspor mobil dan komponennya untuk mencegah terus tergerusnya surplus neraca dagang otomotif. Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto mengatakan bahwa asosiasi akan meminta para agen pemegang merek (APM) otomotif untuk meningkatkan ekspor kendaraan bermotor. “Kami akan coba meminta kepada para APM meningkatkan ekspor otomotif dan komponennya, tetapi seperti ekspor itu selalu dikendalikan oleh para prinsipal atau kantor pusat,” tuturnya kepada Bisnis, Kamis (1/2). Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca dagang otomotif terus tergerus. Padahal, pertumbuhan volume ekspor mobil yang merupakan komoditas utama sangat diperlukan. Sepanjang Januari-November 2023, neraca dagang kendaraan bermotor dan bagiannya mencapai surplus Rp25,74 triliun atau turun 52,53% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY).
Nilai ekspor pada 11 bulan pertama tercatat mencapai US$10,32 miliar atau setara Rp163,14 triliun, naik 3,11% secara YoY dari US$10,01 triliun atau senilai Rp158,22 triliun.
Sementara itu, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menargetkan ekspor mobil berbasis elektrik bisa mencapai 20.000 unit pada tahun ini atau tumbuh 100% dibandingkan dengan 2023 sebanyak 10.000 unit. Kijang Innova Zenix Hybrid mencatatkan angka ekspor hampir 3.000 unit sepanjang tahun lalu, sedangkan varian Yaris Cross Hybrid yang baru meluncur di pertengahan 2023, diekspor sebanyak lebih dari 6.400 unit ke mancanegara.
EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK : Pamor Kinclong Mobil Setrum
Minat masyarakat Bali untuk menggunakan kendaraan listrik makin meningkat seiring dengan hadirnya beragam produk kendaraan listrik baik motor listrik maupun mobil listrik di Pulau Dewata. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil penjualan mobil listrik pabrikan asal China, Wuling Motors (Wuling) yang bisa tembus hingga 100 unit per bulan sepanjang 2023. Sales Area Supervisor Wuling Motors Noor Fazrur mengatakan bahwa sepanjang tahun lalu penjualan mobil listrik di Bali menunjukkan konsistensinya.
Wuling Motors menargetkan penjualan mobil listrik di Pulau Dewata pada tahun ini bakal meningkat dibandingkan tahun lalu. Meski tak menyebut angka spesifi k, tetapi Fazrur optimistis realisasi penjualan bisa melampaui tahun sebelumnya.
Sementara itu, PR Manager Wuling Motors Brian Gom-gom menambahkan bahwa tingginya minat masyarakat membeli kendaraan listrik juga datang dari pengalaman masyarakat yang sudah menggunakan kendaraan listrik sebelumnya. Selain itu, dia menilai bahwa insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari pemerintah juga mendorong minat masyarakat untuk membeli kendaraan listrik.
Jumlah kendaraan listrik hingga kuartal IV/2023 di Pulau Dewata mencapai 5.596 unit yang didominasi sepeda motor listrik 4.934 unit, minibus 589 unit, mobil roda tiga 61 unit, dan sedan 12 unit.
KENDARAAN ELEKTRIFIKASI : Kualitas Motor Listrik Jadi Pilihan
Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia memprediksi masyarakat menyerap sepeda motor listrik berkualitas menyusul besarnya potensi pasar kendaraan bermotor listrik roda dua di Tanah Air. Sekretaris Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Abdullah Alwi mengatakan bahwa produsen motor listrik memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk berkualitas dengan menggunakan jenis baterai Li-ion. Hanya saja, dia menegaskan harga motor memang akan cenderung lebih mahal.
Dia menyebut baterai jenis Lithiumion (Li-ion) yang berbahan baku nikel lebih cocok untuk digunakan pada produk elektrifi kasi. Menurutnya, kepadatan dari baterai Li-ion yang lebih tinggi membuat produk menjadi lebih tahan lama dibandingkan dengan jenis lead acid. Terlebih lagi Indonesia memiliki sumber nikel terbesar di dunia.
Di sisi lain, dia juga mengatakan pemerintah sudah merilis standardisasi untuk baterai swap menjadi kapasitas 60 volt dan 72 volt. Hal itu bertujuan pengalaman yang didapatkan dari motor listrik tidak berbeda jauh dengan konvensional. Dalam kesempatan yang sama, peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus mengatakan perlu upaya komprehensif untuk mematangkan ekosistem motor listrik supaya menarik minat konsumen.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah memasang target kuota subsidi sepeda motor listrik sebanyak 50.000 unit bisa terserap penuh pada 2024, setelah Syarat penerima subsidi motor listrik diperluas menjadi penerima subsidi 1 NIK untuk 1 unit motor listrik.
Ragam Beleid Pajak Incar Pasar Otomotif
Baterai Nikel Terancam Besi Fosfat Sebelum Debat
Vietnam Akan Bangun Pabrik Mobil Listrik di RI
Perusahaan produsen kendaraan listrik Vietnam, VinFast, siap
untuk berinvestasi membangun pabrik di Indonesia. Total penanaman modal
diperkirakan mencapai 1,2 miliar dollar AS. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita
mengatakan, rencana investasi itu diterima setelah pihaknya mendampingi
Presiden Jokowi bertemu dengan perwakilan VinFast di Vietnam. Agus menjelaskan,
VinFast sedang mengidentifikasi lokasi yang cocok untuk mendirikan pabrik di
Indonesia dengan kebutuhan lahan sekitar 240 hektar. ”Kami sangat mengapresiasi
rencana investasi VinFast karena akan turut mendukung pengembangan ekosistem
kendaraan listrik di Indonesia mengingat potensi yang besar di Indonesia,” ujar
Agus dalam keterangannya, akhir pekan lalu.VinFast akan berkolaborasi dengan
perusahaan dalam negeri untuk proses produksi.
Selain itu, VinFast akan bermitra dengan perusahaan transportasi
dan penyedia jasa teknologi dalam rangka ekspansi untuk kendaraan taksi
listrik. VinFast juga berminat membuat bus listrik. Bahkan, mereka juga ingin berinvestasi
di Ibu Kota Nusantara. Terkait rencana investasi VinFast ini, Pemerintah
Indonesia akan memberikan sejumlah insentif yang dapat dimanfaatkan oleh
perusahaan, termasuk untuk industri kendaraan listrik, antara lain fasilitas
tax holiday, tax allowance, insentif bea masuk, serta insentif Pajak Penjualan
atas Barang Mewah (PPnBM). Pada tahap produksi, VinFast bisa memanfaatkan
fasilitas tarif 0 % untuk skema impor completely knock down (CKD) atau
incompletely knock down (IKD) yang diatur dalam Permenperin No 29 Tahun 2023.
Selain itu, fasilitas PPnBM 0 % juga dapat dimanfaatkan jika mencapai
persyaratan minimum kandungan lokal sebagaimana Perpres No 79 Tahun 2023. (Yoga)
Prospek Cerah Mobil Listrik
Gagal Mencapai Target Akibat Penjualan Cupet
Manipulasi Uji Kendaraan Bisa Berdampak ke ASII
Industri otomotif dunia global dikagetkan oleh skandal manipulasi uji keselamatan kendaraan yang menyeret Daihatsu Motor Co., Ltd dan Toyota Motor Corporation. Investigasi di sekitar unit pengawasan
airbag
mobil menemukan unit yang digunakan selama uji tabrak berbeda dengan yang digunakan pada mobil yang sebenarnya dijual ke publik.
Sebelumnya, hanya sekitar setengah lusin model yang diperkirakan terpengaruh oleh hasil tes yang dimanipulasi. Namun Toyota kini mengatakan hampir semua mobil di jajaran Daihatsu dapat terkena dampaknya.
Ini dapat menjadi sentimen negatif bagi PT Astra International Tbk (ASII). Sebab, operasional bisnis Daihatsu di Indonesia berada di bawah naungan Astra Daihatsu Motor.
Head of Corporate Investor Relation
Astra International, Tira Ardianti mengatakan, Astra Daihatsu Motor (ADM) telah mendapatkan konfirmasi dari otoritas sebagian besar negara tujuan ekspor dan sudah memenuhi regulasi yang berlaku di negara tujuan ekspor tersebut.
CEO Edvisor.id, Praska Putrantyo berpendapat, ada potensi gangguan penjualan ekspor dari Astra Daihatsu selaku distributor kendaraan Daihatsu di Indonesia. Namun, pengaruh terhadap kinerja keuangan konsolidasi ASII ke depannya diperkirakan tidak signifikan.
"Karena, porsi Astra Daihatsu Motor terhadap total penjualan dari segmen otomotif relatif kecil, yakni hanya sekitar 2%," kata Praska.
Praska menyatakan, tren pendapatan ASII justru lebih dipengaruhi dari kontribusi tren penjualan otomotif keseluruhan, penjualan alat berat (pertambangan, konstruksi), dan jasa keuangan.
Sementara analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, secara teknikal ASII masih didominasi oleh volume pembelian dan penguatannya mampu menembus garis MA20. Herditya merekomendasikan
buy
ASII dengan
support
Rp 5.550 dan
resistance
Rp 5.700.
EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK : Rayuan Pemerintah Gaet Industri Hilir
Pemerintah Indonesia merayu perusahaan asal Jepang untuk membangun industri hilir ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air untuk melengkapi kebijakan penghiliran yang terus dikencangkan.Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, beroperasinya dua smelter katoda tembaga yang dibangun oleh PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara pada tahun depan menjadi peluang emas yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku industri yang terkait dengan ekosistem kendaraan listrik.Dia pun mendorong sejumlah perusahaan asal Jepang untuk mendirikan pabrik kabel listrik dan baterai electric vehicle (EV) di Indonesia, sehingga bisa memanfaatkan katoda tembaga yang dihasilkan oleh dua smelter baru. Pembangunan pabrik hilir ekosistem kendaraan listrik memang menjadi pekerjaan rumah yang sedang diselesaikan pemerintah. Harapannya, pengusaha yang ingin membangun smelter bisa memperoleh kepastian pangsa pasar di dalam negeri.Khusus smelter tembaga, saat ini sebenarnya sudah ada pabrik foil tembaga yang dibangun oleh Hailian Group di Gresik.Secara terpisah, Indonesia Mining Association (IMA) mencatat serapan produk hasil penghiliran di dalam negeri hanya 20%—25%.
“Kami jadi khawatir mau diapakan produk-produk [penghiliran] ini. Jangan sampai ada regulasi baru muncul yang malah membebani penambang, karena sebenarnya itu bukan beban dari penambang,” kata Ketua Umum IMA Rachmat Makkasau, beberapa waktu lalu.
Pilihan Editor
-
Hati-hati Rekor Inflasi
02 Aug 2022 -
Kisruh Labuan Bajo Merusak Citra
04 Aug 2022 -
Waspadai Sentimen Geopolitik
05 Aug 2022 -
BABAK BARU RELASI RI-JEPANG
28 Jul 2022









