EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK : Rayuan Pemerintah Gaet Industri Hilir
Pemerintah Indonesia merayu perusahaan asal Jepang untuk membangun industri hilir ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air untuk melengkapi kebijakan penghiliran yang terus dikencangkan.Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, beroperasinya dua smelter katoda tembaga yang dibangun oleh PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara pada tahun depan menjadi peluang emas yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku industri yang terkait dengan ekosistem kendaraan listrik.Dia pun mendorong sejumlah perusahaan asal Jepang untuk mendirikan pabrik kabel listrik dan baterai electric vehicle (EV) di Indonesia, sehingga bisa memanfaatkan katoda tembaga yang dihasilkan oleh dua smelter baru. Pembangunan pabrik hilir ekosistem kendaraan listrik memang menjadi pekerjaan rumah yang sedang diselesaikan pemerintah. Harapannya, pengusaha yang ingin membangun smelter bisa memperoleh kepastian pangsa pasar di dalam negeri.Khusus smelter tembaga, saat ini sebenarnya sudah ada pabrik foil tembaga yang dibangun oleh Hailian Group di Gresik.Secara terpisah, Indonesia Mining Association (IMA) mencatat serapan produk hasil penghiliran di dalam negeri hanya 20%—25%.
“Kami jadi khawatir mau diapakan produk-produk [penghiliran] ini. Jangan sampai ada regulasi baru muncul yang malah membebani penambang, karena sebenarnya itu bukan beban dari penambang,” kata Ketua Umum IMA Rachmat Makkasau, beberapa waktu lalu.
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Lubang di Balik Angka Manis Surplus Perdagangan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023