Gagal Mencapai Target Akibat Penjualan Cupet
Hanya sepertiga produsen mobil di China yang berhasil mencapai target penjualan di sepanjang tahun lalu. Menurut laporan Bloomberg, ini menjadi bukti persaingan penjualan mobil di pasar mobil terbesar dunia tersebut cukup memanas. Hanya empat dari 13 merek yang mengungkapkan angka penjualan tahunan berhasil mencapai target di awal tahun. Yang pertama adalah produsen kendaraan listrik alias electric vehicle (EV) Li Auto. Perusahaan ini mengirimkan 376.030 unit kendaraan pada tahun 2023. Angka tersebut melebihi 25% dari target awal tahun, yang diperkirakan sebanyak 300.000 kendaraan. BYD juga sukses memenuhi target ambisiusnya melego tiga juta mobil, dengan menjual 3,01 juta mobil di tahun 2023. Angka ini menyalip penjualan Tesla dan menjadikan BYD produsen EV dengan penjualan terbesar. Selain itu, ada Geely Automobile Holdings Group. Produsen mobil tradisional ini juga memenuhi target penjualan tahunan. Namun, penjualan kendaraan listrik milik Geely, Zeekr, hanya memenuhi target setara 85%. Sementara itu perusahaan-perusahaan lain, seperti Nio, Xpeng, dan Zhejiang Leapmotor Technology, gagal mencapai target penjualan mereka. Ini menjadi tahun kedua perusahaan-perusahaan tersebut gagal menggapai target. Produsen kendaraan listrik yang lain, seperti Hozon New Energy Automobile, juga gagal memenuhi target penjualan. Tidak hanya itu, penjualan kendaraan listrik Hozon juga mencatat penurunan secara tahunan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023