;

Berharap Diguyuri Insentif Baru

Berharap Diguyuri Insentif Baru
JAKARTA – Para produsen otomotif menunggu lebih banyak insentif dari pemerintah untuk mendorong pasar mobil listrik di Indonesia. Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan kontribusi produk battery electric vehicle (BEV) atau mobil listrik bertenaga baterai terhadap total penjualan kendaraan masih tertahan di kisaran 1 persen. Salah satu faktor penyebabnya adalah sikap pasif pabrikan mobil untuk mengenalkan produk bertenaga setrum kepada konsumen lokal. “Perlu skema insentif yang kuat agar para pemain internal combustion engine (mobil bermesin konvensional) mengeluarkan lebih banyak BEV,” katanya kepada Tempo, kemarin, 27 Oktober 2023.

Karena sudah memenuhi ketentuan komponen dalam negeri (TDKN) hingga 49 persen, Hyundai bisa memakai subsidi pemerintah untuk menggeber penjualan mobil listriknya, Ioniq 5. Dengan tingkat produksi sekitar 1.500 unit per tahun, kata Fransiscus, volume penjualan dari pabrik ke dealer alias wholesale Ioniq 5 pada September 2023 tercatat tumbuh 200 persen secara tahunan. Dia mengklaim harga Ioniq 5, yang dipatok di kisaran Rp 700-800 juta, sudah diterima konsumen. Begitu harganya dianggap logis, sesuai dengan pengamatan Hyundai, penjualan Ioniq 5 langsung melesat naik. Perusahaan asal Korea Selatan ini pun berniat mengenalkan lebih banyak mobil listrik ke Indonesia. Yang belakangan dipromosikan adalah Stargazer X dan Ioniq 6. (Yetede)
Tags :
#Otomotif
Download Aplikasi Labirin :