;
Tags

Asuransi

( 339 )

Ganti Rugi Nasabah MSIG Life Masih Alot

HR1 05 May 2023 Kontan

Bukan perkara mudah bagi para nasabah korban kasus polis palsu PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (MISG Life) mendapatkan kembali dananya. Meski nasabah telah mengantongi kemenangan atas dua gugatan perdata di Pengadilan Negeri Manado, namun MISG Life dan Swita Glorite Supit melakukan perlawanan dengan mengajukan upaya banding. Dua perkara tersebut tercatat dengan nomor 54/Pdt.G/2022/PN Mnd dan 61/Pdt.G/2022/PN Mnd. Majelis hakim pada kedua perkara itu, telah memutuskan MISG Life, Swita dan Veike Alma Angelique Wakary membayar kerugian nasabah secara tanggung renteng. Perkara tersebut pun kini ditangani Pengadilan Tinggi Manado. Pihak MSIG Life menyatakan melakukan upaya banding, karena menilai dirinya juga merupakan korban dari aksi eks karyawannya tersebut. "Kami juga sebagai korban dan kami akan memperjuangkan hak kami," ujar Lukman Auliadi Head of Customer & Marketing PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG. Salah seorang korban berinisial JT kepada KONTAN mengatakan pada 17 April 2023 sejatinya telah berlangsung audiensi dengan pihak MSIG Life. MSIG Life, kata JT, disebut menawarkan ganti rugi senilai Rp 6,9 miliar dari total kerugian Rp 133 miliar. Tentu saja tawaran itu langsung ditolak para nasabah.

Berkah Lebaran Asuransi Kendaraan

KT1 20 Apr 2023 Tempo

Musim mudik Lebaran mendorong kenaikan jumlah nasabah asuransi kendaraan. Pelaku industri asuransi sektor otomotif pun gencar melancarkan strategi untuk menggenjot pertumbuhan premi baru dengan menawarkan berbagai promosi dan produk unggulan sesuai dengan kebutuhan nasabah. Garda Oto dari Asuransi Astra, anak usaha PT Astra International Tbk, tak ingin ketinggalan momentum untuk mengakuisisi nasabah baru pada Ramadan tahun ini. Head of PR, Marcomm, and Event Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto, menuturkan perusahaan berkomitmen menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pemudik dengan kendaraan pribadi untuk mengantisipasi berbagai risiko yang tak diinginkan, seperti kendala mobil mogok hingga kecelakaan.

Terlebih, jumlah pergerakan masyarakat saat musim mudik Lebaran 2023 meningkat tajam sebesar 44,79 persen dibanding pada tahun lalu. Pada tahun ini jumlah pemudik diprediksi mencapai 123,8 juta orang. “Kami menyarankan perlindungan all risks yang lengkap dan komprehensif serta luas diberikan dengan perluasan jaminan risiko, baik untuk mobil lama ataupun mobil baru,” ujarnya kepada Tempo, kemarin, 19 April 2023. Jenis pertanggungan all risks ini pun banyak dipilih oleh nasabah, ditambah adanya promosi tambahan yang diberikan, seperti program cicilan 0 persen hingga 12 bulan dengan bundling hadiah langsung asuransi kesehatan rawat jalan Garda Healthtech Life. (Yetede)


OJK Mengerek Modal Minimal Asuransi

HR1 17 Apr 2023 Kontan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakalan memperkuat industri asuransi. Hal ini untuk mengurangi berbagai masalah yang sebelumnya menyelimuti industri ini. Salah satu rencana OJK untuk memperkuat asuransi adalah menaikkan batas minimal modal perusahaan asuransi. Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang IKNB OJK Dewi Astuti mengungkapkan bahwa penguatan permodalan dilakukan agar perusahaan memiliki modal yang kuat agar dapat berkembang. Tak hanya itu, Dewi juga bilang bahwa penguatan permodalan dilakukan dalam rangka konsolidasi. Mengingat, jumlah perusahaan asuransi yang cukup besar mencapai sekitar 150 perusahaan. Hingga kini belum ada kisi-kisi berapa modal minimal yang akan dipatok oleh OJK. Dewi cuma menyebut dalam rancangan revisi POJK yang sudah ada, modal minimal untuk mendirikan asuransi syariah adalah Rp 250 miliar dan reasuransi syariah senilai Rp 500 miliar. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan bahwa ini sejalan dengan peta jalan AAJI yang mengusulkan adanya penguatan kapasitas perusahaan asuransi di saat total pertanggungan yang besar.

Asuransi Energi Kebal dari Fluktuasi Harga Minyak

HR1 29 Mar 2023 Kontan

Fluktuasi harga minyak dunia tampaknya tidak berpengaruh signifikan terhadap bisnis asuransi energi di tanah air. Tren bisnis asuransi energi ke depan juga diproyeksikan bakal meningkat, seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) hingga akhir 2022, premi pada asuransi energi tumbuh 21,4% menjadi Rp 1,50 triliun secara tahunan atau year on year (yoy) dari tahun sebelumnya. Hingga saat ini jumlah perusahaan asuransi yang memiliki atau menjual produk energi ada 15 perusahaan dari 72 perusahaan asuransi umum. Direktur Eksekutif AAUI, Bern Dwyanto mengatakan, hingga saat ini belum terlihat imbas kenaikan harga minyak dunia terhadap bisnis asuransi. "Tren bisnis asuransi energi kelihatannya masih akan positif hingga saat ini setelah terkontraksi di saat pandemi, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat maupun bisnis," kata Bern, kemarin. Direktur Pengembangan Bisnis Jasindo, Diwe Novara mengatakan, di tengah penurunan harga minyak mentah dunia yang berada di kisaran US$ 80 per barel, tidak serta merta menjadikan bisnis energi terutama dari sektor hulu minyak dan gas bumi Jasindo ikut menurun.

Industri Hadapi Tantangan Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat

KT3 23 Mar 2023 Kompas

Industri asuransi diproyeksikan bisa tumbuh tahun ini seiring membaiknya kondisi perekonomian. Namun, ketidakpercayaan masyarakat terhadap asuransi bisa menghambat pengembangannya. Transparansi keuangan dan kinerja perusahaan asuransi diperlukan untuk mengatasi hal itu. Peneliti senior Indonesia Financial Group (IFG) Progress, Ibrahim Rohman, menyatakan, industri asuransi tahun ini diproyeksikan bisa tumbuh sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 di angka 5,3 %. Peningkatan juga diprediksikan terjadi sebagai dampak implementasi UU No 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) guna mengakselerasi inklusi dan reformasi sektor keuangan. IFG Progress memproyeksikan premi asuransi jiwa tahun ini meningkat 2-5 % menjadi Rp 173 triliun, sedangkan klaim meningkat 5,5 % menjadi Rp 166 triliun.

Dengan ini, tingkat premi dan klaim masih berada di titik yang seimbang dan stabil. Premi asuransi umum diprediksi meningkat 6 % menjadi Rp 95 triliun tahun ini, sedangkan klaim akan meningkat 10 % menjadi Rp 45 triliun. ”Kondisi ekonomi yang cukup stabil hingga triwulan pertama ini diharapkan berlanjut sehingga kami prediksikan industri asuransi dalam negeri terus meningkat,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/3). Meski tumbuh, lanjut Ibrahim, proporsi asuransi dalam aset sektor keuangan di Indonesia dinilai masih stagnan, setidaknya dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data OJK per 2021, mayoritas porsi aset sektor keuangan dipegang oleh perbankan, yakni 80 %, sementara asuransi di angka 12 %. (Yoga)


Unit Link Diproyeksi Pulih Lebih Cepat

KT1 11 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Premi dari asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link diproyeksi pulih lebih cepat setelah produk-produk yang ada selesai di registrasi ulang sesuai ketentuan POJK 5/2022. Dengan begitu, industri asuransi jiwa akan memiliki mesin yang lebih lengkap untuk memacu pertumbuhan di masa mendatang. Mengacu data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), premi unit link harus tersungkur hingga 13,3% year on year (yoy) menjadi Rp 110,77 triliun pada tahun 2022. Padahal di tahun 2021, premi unit link sempat meningkat 6,4% (yoy) menjadi Rp 127,70 triliun. Dengan pencapaian tersebut, kontribusi unit link menurun menjadi 57,67% pada tahun 2022. Penurunan ini pun menandai pangsa unit link yang terus tumbuh sejak lima tahun terakhir, dimana produk ini sempat mencatatkan pangsa 38,0% pada tahun 2017 dan mencapai puncaknya pada 2021 sebesar 64,4%. Sementara itu, produk tradisional tampil cukup baik dengan premi mencapai Rp 81,31 triliun atau tumbuh 8,1% (yoy) pada 2022. Di tahun sebelumnya, premi juga tumbuh 11,4% (yoy) menjadi Rp 75,23 triliun. Dengan demikian, kontribusi produk tradisional dari asuransi jiwa naik dari 37,7% pada 2021 menjadi 42,3% pada 2022. (Yetede)

PROSPEK INDUSTRI ASURANSI UMUM : PREMI LINCAH KENDARAAN & PROPERTI

HR1 10 Mar 2023 Bisnis Indonesia

Lini usaha asuransi kendaraan bermotor dan asuransi harta benda properti masih menjadi penopang utama bisnis asuransi umum pada tahun ini. Kontribusi kedua lini itu mencapai 50% dari total pendapatan premi. Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Hastanto Sri Margi Widodo mengatakan bahwa kedua lini bisnis dari industri asuransi umum itu diperkirakan tetap tumbuh pada 2023. Namun, pertumbuhan kedua lini itu bergantung pada tingkat pertumbuhan kredit. “Asuransi kendaraan terus terang menopang karena kredit mulai maju dan kemudian properti kita lihat ada tren . Tapi balik lagi, kami sangat bergantung pada tingkat pertumbuhan kredit,” kata Widodo saat ditemui usai acara 9th AAUI International Seminar di Jakarta, Kamis (9/3). Widodo menuturkan kinerja industri asuransi umum juga bergerak ke arah positif yang tecermin dari pendapatan premi yang membukukan pertumbuhan dua digit, yakni sebesar 15,3% year-on-year (YoY) menjadi Rp90,1 triliun pada 2022. Wakil Ketua AAUI untuk Bidang Statistik & Riset Trinita Situmeang menyampaikan bahwa asuransi harta benda pada pencatatan premi kuartal IV/2022 mengalami pertumbuhan premi yang positif sebesar 17,3% YoY. Nilainya naik dari Rp22,36 triliun menjadi Rp26,23 triliun. Faktor pendukung pertumbuhan positif dari lini usaha properti adalah meningkatnya kredit real estat, kredit pemilikan rumah, kredit pemilikan apartemen, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sementara itu, pada lini usaha asuransi kendaraan bermotor pertumbuhan meningkat sebesar 15,7% dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama. Posisinya naik dari Rp15,67 triliun menjadi Rp18,15 triliun.

45 Unit Link Raih Award

KT1 27 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Sebanyak 45 produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link mampu menunjukkan kinerja apik sehingga layak menerima penghargaan pada ajang Unit Link Award 2023. Ke-45 produk dari 18 perusahaan asuransi tersebut mampu menyisihkan seluruh peserta, berjumlah 457 produk, yang diikutsertakan dalam pemeringkatan. Unit Link Award ini digelar oleh Majalah Investor—media di bawah Grup B-Universe -- bekerja sama dengan PT Infovesta Utama. Penganugerahan award dilakukan secara daring, Jumat (24/2/2023) di Jakarta. Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito mengungkapkan, awalnya ada 564 PAYDI yang diseleksi. Namun hanya 457 produk yang layak diikutsertakan dalam proses perhitungan pemeringkatan. Dia menyatakan, penyusutan jumlah produk terjadi karena pertimbangan eliminasi dengan beberapa ketentuan. Di antaranya, kinerja produk unit link yang belum mencukupi periode minimal tiga tahun, kinerja dan/atau data historis produk yang tidak wajar, maupun produk-produk dari perusahaan asuransi yang sedang atau pernah mengalami permasalahan reputasi dalam lima tahun terakhir. Akhirnya Dewan Juri memutuskan sebanyak 45 PAYDI dengan kinerja apik yang layak menerima penghargaan. (Yetede)

BERJIBAKU SEHATKAN ASURANSI

HR1 14 Feb 2023 Bisnis Indonesia (H)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkejaran dengan waktu untuk menuntaskan persoalan yang mendera industri asuransi. Apalagi, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar awal bulan ini berjanji di hadapan Presiden Joko Widodo bahwa masalah yang bersarang di industri asuransi jiwa akan selesai dalam waktu dekat.OJK memang sedang berjibaku merampungkan persoalan asuransi gagal bayar yang sedang berjalan, seperti Jiwasraya, Wanaartha Life, AJB Bumiputera, dan Kresna Life. Kendati demikian, penyelesaian kasus-kasus tersebut bukannya tanpa hambatan. Dalam perkembangan terbaru, Kresna Life meminta tambahan waktu untuk menyempurnakan rencana penyehatan keuangan (RPK) karena belum selesai hingga tenggat, Senin (13/2). Jika belajar dari pengalaman penanganan Wanaartha Life, OJK dapat mencabut izin usaha Kresna Life jika gagal memenuhi RPK sesuai tenggat yang ditentukan OJK. Apalagi sejatinya OJK telah memberikan kesempatan bagi Kresna Life untuk memperbaiki RPK sebelumnya.Komisaris Independen Kresna Life Nurseto mengatakan masih ada 10 pemegang polis atau 0,8% dari total pemegang polis yang belum menyetujui konversi kewajiban perusahaan menjadi pinjaman subordinasi yang ditawarkan sebagai bagian dari RPK. Kepala Departemen Pengawasan Dana Pensiun & Pengawasan Khusus Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Moch. Muchlasin menyatakan otoritas telah mengundang direksi, komisaris, dan pemegang saham Kresna Life untuk meminta konfi rmasi perihal persetujuan pemegang polis atas konversi polis menjadi pinjaman subordinasi.

KASUS ASURANSI JIWA : Babak Baru Penyehatan AJB Bumiputera 1912

HR1 11 Feb 2023 Bisnis Indonesia

Kasus gagal bayar Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 mulai memasuki babak baru. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan tidak keberatan atas Rencana Penyehatan Keuangan Asuransi Jiwa Bersama (RPK AJB) Bumiputera 1912 alias menerima rencana manajemen akan rencana bisnis perusahaan. Dengan demikian, AJB Bumiputera dapat segera merealisasikan rencana penyehatan, termasuk soal pembayaran klaim jatuh tempo. “OJK meminta AJB Bumiputera untuk melakukan beberapa langkah agar RPK dimaksud dapat diimplementasikan dengan baik,” tulis Kepala Grup Komunikasi Publik OJK Darmansyah dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (10/2). Menurut Darmansyah, pernyataan tidak keberatan OJK atas RPK AJBB merupakan babak baru dalam rangkaian penyehatan keuangan AJBB. RPK AJBB memuat serangkaian program yang disusun AJBB dengan mengedepankan prinsip-prinsip Usaha Bersama. Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Ogi Prastomiyono sebelumnya menyebut dalam RPK itu AJBB menyatakan klaim yang jatuh tempo akan dibayarkan melalui penjualan aset, selain dana tunai yang masih dimiliki perusahaan.