;
Tags

Investasi lainnya

( 1326 )

Mencermati Investasi Barang Mewah

KT3 26 Oct 2024 Kompas

Investasi dapat dilakukan dengan beragam cara, mulai dari investasi emas hingga kripto. Ada pula jenis investasi lain yang jarang dilirik khalayak, yakni investasi barang mewah, semisal barang-barang mode, seni, dan mobil. Selain untuk bergaya dan mengejar prestise, tak sedikit yang melirik jual-beli barang mewah sebagai instrument investasi. Dalam laporan Statista, pendapatan pasar untuk barang-barang mewah pada tangan kedua (second hand) alias bekas diestimasi tembus 7 miliar USD secara global pada 2022, setara Rp 109,15 triliun dengan kurs Rp 15.593 per USD. Angkanya diproyeksikan dua kali lipat pada 2028 hingga 15,4 miliar USD atau Rp 240,13 triliun. Dari seluruh region, pasar barang-barang mewah didominasi Amerika Utara pada 2022.

Pasar yang paling menguntungkan untuk tangan kedua berasal dari segmen arloji, diikuti kulit mewah., McKinsey & Company menilai, pasar penjualan kembali barang-barang mewah meningkat karena munculnya bermacam-macam platform penjualan digital, seiring perubahan perilaku konsumen. Jenama-jenama memperhatikan tren pasar jual-beli barang mewah bekas yang mulai bertumbuh. ”Orang-orang terpikat dengan membeli barang antik. Ada passion pada pembeli yang muncul dengan berkaca ke masa lalu seperti memproyeksi masa depan,” ujar spesialis desain kontemporer Stephen Crafti dikutip dari The Sydney Morning Herald. Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi, Jumat (25/10) mengatakan, investasi barang mewah hanya dilakukan segelintir orang. Pasarnya pun kecil.

Barang-barang investasi tidak hanya produk mewah bermerek ternama, tetapi juga sesuatu yang memiliki nilai kenangan atau memori. Salah satunya barang-barang olahraga dari para pemain kawakan. Melansir dari Kiplinger, barang kenangan olahraga memiliki nilai yang meningkat dari waktu ke waktu. ”Barang-barang koleksi olahraga yang berkualitas telah menjadi alternatif investasi yang solid. Ada akses terhadap kreasi. Lokapasar yang banyak diketahui orang juga memacu momentum ini,” kata Thomas Ruggie, pendiri dan CEO Destiny Family Office, perusahaan penasihat investasi. Produsen barang mewah memang menyasar kelompok kelas atas yang jumlahnya cenderung lebih kecil. Tidak hanya untuk bergaya, barang bernilai hingga miliaran rupiah juga dapat menjadi instrument investasi meski nilainya lebih fluktuatif. (Yoga)


FDI Dibutuhkan untuk Mensupport Program Pertumbuhan Ekonomi 8%

KT1 24 Oct 2024 Investor Daily (H)
Sumber-sumber pertumbuhan baru mutlak  diperlukan selain menjaga nyala sumber-sumber yang sudah ada (exixting) seperti manufaktur  konsumsi rumah tangga, untuk menggapai pertumbuhan ekonomi 8% seperti yang dicanangkan pemerintahan Prabowo Subianto. Namun demikian, untuk menghadirkan sumber-sumber pertumbuhan baru itu, tabungan dalam negeri dinilai tidak mencukupi, sehingga nilai modal asing (foreign direct invesment/FDI) yang masuk ke Tanah Air harus dilipatgandakan. Sementara itu, agar modal langsung asing  yang tertarik masuk ke Indonesia makin besar, ada beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi, diantaranya adalah efisiensi dan produktivitas investasi yang biasa diukur dengan Incremental Capital Output Ratio (ICOR). ICOR adalah satu indikator tingkat efisiensi suatu perekonomian yang membandingkan  investasi kapital/modal terhadap hasil yang diperoleh (output) makin rendah nilai ICOR suatu negara, berarti tingkat efisiensi investasi perekonomiannya makin besar. 

Ekonomi Indonesia Mengalami Deflasi

KT1 23 Oct 2024 Tempo
SEJAK Mei 2024, ekonomi Indonesia mengalami deflasi. Namun, karena deflasi ini terjadi pada data bulanan, untuk sementara dalam data tahunan tetap inflasi. Hal ini menjadi indikator bahwa deflasi yang terjadi bersifat jangka pendek. Meski begitu, pelemahan ekonomi tetap terlihat karena Purchasing Managers' Index (PMI) sejak April 2024 menurun dan mengalami kontraksi sejak Juni 2024. Pelemahan sisi suplai PMI terdeteksi mempengaruhi pelemahan sisi permintaan konsumen, yang dilihat dari menurunnya consumer confidence index (CCI) sejak Mei 2024. Penurunan kedua indikator ini menunjukkan tengah terjadinya pelemahan ekonomi yang tidak hanya dari pendapatan saat ini, tapi juga ekspektasi pendapatan di masa mendatang. 

Untuk menghindari “spiral deflasi” akibat pelemahan ekonomi, teori ekonomi menyarankan langkah pertama: membangun ekspektasi positif dunia usaha. Ekspektasi ini penting untuk menarik masuknya investasi dan menciptakan lapangan kerja. Investasi adalah variabel makro yang sangat penting karena menghubungkan aktivitas ekonomi sektor riil dengan sektor keuangan. Kebangkitan sektor riil juga menjadi kebangkitan sektor keuangan.

Investasi juga harus meningkatkan lapangan kerja. Ketika masyarakat memiliki pekerjaan, akan ada pendapatan dan permintaan. Permintaan yang bertambah akan mengubah deflasi menjadi inflasi. Laju inflasi yang tercipta akibat bertumbuhnya investasi akan meningkatkan ekspektasi ekonomi sehingga pada akhirnya akan makin meningkatkan investasi berikutnya.  Bagaimana cara meningkatkan ekspektasi positif ekonomi? Dalam jangka pendek, langkah ini dapat dilakukan melalui kombinasi kebijakan konsolidasi fiskal dan ekspansi moneter. Dua kebijakan ini telah dilakukan selama dua bulan terakhir dan disambut positif oleh pengusaha nasional. (Yetede)

Kinerja Pasar Terpicu oleh Investasi Dana Publik

HR1 21 Oct 2024 Kontan
Kinerja investasi lembaga pengelola dana publik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif sepanjang tahun 2024, sejalan dengan membaiknya iklim pasar modal. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan melaporkan hasil investasi mencapai Rp 38,45 triliun hingga kuartal III-2024, meningkat 8,44% dibandingkan tahun lalu, dengan alokasi dana kelolaan mencapai Rp 776,8 triliun. Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Oni Marbun, menjelaskan bahwa investasi ini ditempatkan dalam berbagai instrumen, termasuk surat utang dan saham.

Sementara itu, PT Taspen juga mencatatkan peningkatan kinerja investasi dengan yield on investment sebesar 7,65%, naik dari 5,79% pada tahun sebelumnya, berkat kinerja pasar modal yang lebih baik. Corporate Secretary Taspen, Henra, menekankan bahwa mereka mengikuti regulasi terkait penempatan investasi, yang mencakup deposito, surat berharga, dan obligasi.

BPJS Kesehatan turut mencatat pertumbuhan investasi, di mana Kepala Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan, Rizky Anugerah, menyatakan bahwa pendapatan hasil investasi tumbuh signifikan hingga 96,97%, berkat strategi diversifikasi penempatan dana investasi. Dengan demikian, hasil investasi lembaga-lembaga ini mencerminkan adaptasi yang baik terhadap kondisi pasar, memberikan dampak positif terhadap kinerja mereka.

Emiten Terafiliasi Sandiaga Uno Mencetak Laba Bersih Sebesar Rp 464,65 Miliar

KT1 19 Oct 2024 Investor Daily

Emiten terafiliasi Sandiaga Uno, PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) mencetak laba bersih sebesar Rp 464,65 miliar selama sembilan bulan 2024. Pencapaian tersebut membalikkan kinerja perseroan yang rugi triliunan pada tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan keuangannya, PALM yang berada dibawah kendali  PT Provident Capital Indonesia, berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp464,5 milar. Sementara pada periode yang sama tahun lalu, PALM membukukan kerugian sebelum pajak sebesar Rp 1,95 triliun. Pembalikan kinerja ini terutama didorong oleh perolehan keuntungan signifikan dari inevstasi saham dan efek ekuitas lainnya, yang mencapai Rp655,11 miliar.

 Capaian tersebut berbanding terbalik dengan tahun lalu, yang rugi sebesar Rp 1,85 triliun dari sektor yang sama. PALM menikmati keuntungan luar biasa dari selisih kurs, yang mencapai Rp 49,91 miliar naik lebih dari 28.889% ketimbang periode sama tahun lalu yang hanya sebesar  Rp 172 ribu. Penguatan nilai tukar tersebut menambah amunisi bagi PALM dalam memperkuat arus keuangan. Namun, perusahaan juga harus menanggung beban pajak penghasilan sebesar Rp324,42 miliar pada kuartal III 2024. Meski dmeikian , laba bersih yang berhasil dicatatkan  tetap berada diangka  Rp 464,83 miliar, membalikkan rugi bersih sebesar Rp 1,95 triliun yang dialami pada kuartal sama tahun sebelumnya. (Yetede)

Vietnam Fokus Mengembangkan Potensi Perdagangan dan Investasi.

KT3 18 Oct 2024 Kompas
Sempat menderita cukup parah lantaran dihajar Topan Yagi, kinerja ekonomi Vietnam segera pulih kembali. Bahkan, Vietnam diprakirakan tetap mampu memenuhi target pertumbuhan ekonomi mereka tahun ini. Keyakinan itu dikatakan Wakil Gubernur Bank Negara Vietnam Dao Minh Tu dalam jumpa pers yang digelar pada Kamis (17/10/2024) di Hanoi, Vietnam. Dalam jumpa pers itu, Tu mengatakan bahwa aktivitas bisnis dan manufaktur mulai pulih. ”Bank sentral akan terus menjalankan kebijakan moneter yang mendukung selama sisa tahun ini,” kata Tu. ”Kami akan mempertahankan suku bunga kebijakan setidaknya pada level saat ini, dan terbuka pada kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut.” Bank Negara Vietnam mencatat, hingga 30 September lalu pinjaman bank meningkat hingga 9 persen.

Peningkatan tersebut memberi indikasi positif pada laju pertumbuhan ekonomi Vietnam yang antara lain ditopang pinjaman bank. Sebagai catatan, produk domestik bruto (PDB) Vietnam pada kuartal ketiga tercatat naik 7,4 persen atau laju terkuat dalam 2 tahun terakhir. Pertumbuhan itu ditopang oleh ekspor, produksi industri, dan investasi asing.  Dengan kebijakan negara yang konsisten dan fokus pada pengembangan potensi perdagangan, Vietnam—merujuk Vietnam Investment Review, media propaganda Kementerian Perencanaan dan Investasi—dapat mencatatkan diri mereka sebagai negara dengan pertumbuhan tercepat pada 2035. Media itu mengacu pada laporan yang dikeluarkan lembaga survei internasional S&P Global pada Rabu (16/10).

Laporan ini khusus membahas mengenai berbagai pasar baru dan berkembang di dunia, diantaranya Vietnam, India, Filipina, dan China. Negara-negara perekonomian baru ini akan menyumbang 65 persen dari pertumbuhan ekonomi dunia. Menurut kaji S&P Global pada 2035, negara-negara maju memiliki rata-rata pertumbuhan PDB 1,59 persen. Adapun Vietnam ditaksir pertumbuhan PDB sampai dengan 4,06 persen. Kunci dari pertumbuhan negara-negara ekonomi baru ini adalah rantai pasok. Perang dagang antara Amerika Serikat dan China menjadi ceruk yang menguntungkan. Hal ini terbukti untuk kasus Vietnam. Sejak AS menerapkan tarif tinggi untuk semua produk China pada 2018, ekspor Vietnam ke AS meningkat empat kali lipat. Per 2023, Vietnam menempati peringkat ketujuh negara pemasok komoditas ke AS. (Yoga)

Kemilau Emas Terus Bersinar Sebagai Pilihan Investasi yang Relatif Aman dan Stabil

KT1 18 Oct 2024 Investor Daily (H)
Ditengah ketidakpastian ekonomi dan volatilitas global, kemilau emas terus bersinar sebagai pilihan investasi yang relatif aman  dan stabil bagi para investor. Menyadari daya tarik logam mulia ini bagi masyarakat, perbankan syariah pun makin serius menggarap bisnis emas. Emas telah lama dianggap sebagai aset safe-haven, menawarkan perlindungan terhadap inflasi dan fluktuasi nilai mata uang. Terlebih harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam pada Kamis (17/10/2024) sempat bertengger di level Rp1.496.000 per gram. Ini mengukit rekor tertinggi harga emas Antam. Melihat tren kenaikan harga emas, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) juga mencatatkan  kinerja yang positif, dimana bisnis emas bank syariah terbesar di Indonesia per Agustus 2024 melesat 54% dengan total pertumbuhan  Rp3,6 triliun. Dari nilai tersebut, didominasi oleh produk cicil emas yang naik Rp2,56 triliun atau melesat 130,38% (year on year/yoy), sedangkan untuk gadai emas meningkat Rp1,02 triliun atau 21,88% (yoy). (Yetede)

Investasi Jangka Panjang Tidak Lagi Jadi Andalan

HR1 18 Oct 2024 Kontan
Dalam sepuluh tahun terakhir, saham-saham blue chip di Indonesia tidak selalu memberikan imbal hasil yang positif, meskipun mereka menjadi pemimpin pasar di industri masing-masing. Saham-saham seperti PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menunjukkan kinerja negatif dengan penurunan yang signifikan dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir. Misalnya, SMGR mengalami penurunan sebesar 59,68% dalam lima tahun, sementara TLKM dan PGAS juga mencatatkan kerugian.

Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, mengungkapkan bahwa berbagai faktor, termasuk persaingan bisnis yang ketat dan tantangan struktural dalam sektor-sektor terkait, telah menyebabkan imbal hasil yang kurang memuaskan dari saham-saham tersebut. Setiap saham memiliki tantangan unik; contohnya, PGAS dipengaruhi oleh kebijakan harga gas, SMGR menghadapi oversupply, dan TLKM harus bersaing dalam industri telekomunikasi yang memerlukan investasi besar untuk ekspansi.

Di sisi lain, Daniel Agustinus, Direktur PT Kanaka Hita Solvera, menyatakan bahwa emiten-emiten ini perlu melakukan inovasi untuk bersaing di pasar yang matang. Meski demikian, baik Hendra maupun Daniel berpendapat bahwa saham TLKM dan PT Astra International Tbk (ASII) masih memiliki potensi untuk memberikan keuntungan di masa depan, dengan target harga masing-masing Rp 3.200 dan Rp 5.500. Hendra juga menilai saham-saham seperti SMGR, PGAS, EXCL, dan TLKM masih memiliki valuasi yang menarik, memberikan peluang bagi kenaikan harga di masa mendatang.

Prospek Cerah Energi Baru Terbarukan

HR1 17 Oct 2024 Kontan
Prospek penawaran umum perdana saham (IPO) di sektor energi baru terbarukan (EBT) diprediksi akan tetap cerah pada tahun depan, didorong oleh minat tinggi investor di pasar modal Indonesia. Reuben Tirtawidjaja dari Ernst and Young (EY) mencatat bahwa dalam lima tahun terakhir, IPO emiten EBT menunjukkan kinerja positif, termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang mengalami lonjakan harga saham 781,41% sejak IPO. Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas juga menyoroti bahwa keberhasilan IPO di sektor ini menciptakan peluang besar untuk perusahaan baru. Dukungan dari kebijakan pemerintah dalam transisi energi dan kesadaran masyarakat akan energi bersih semakin memperkuat prospek ini. Namun, Miftahul mengingatkan investor untuk lebih berhati-hati karena kenaikan saham EBT mungkin tidak secepat tahun lalu, dengan saham seperti PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menjadi pilihan menarik untuk trading.

Pemerintah Mendorong Investasi Energi Bersih dan Orientasi Ekspor

KT3 16 Oct 2024 Kompas
Pemerintah akan berfokus pada investasi di sektor-sektor seperti energi bersih dan yang berorientasi ekspor untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Namun, selain mengejar target pertumbuhan, investasi tersebut juga harus memperhatikan sektor-sektor yang dapat menyerap tenaga kerja, seperti manufaktur Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyampaikan, di masa mendatang, tren pasar cenderung akan mengarah ke sektor energi bersih. Beberapa perusahaan yang ingin berinvestasi di Indonesia, seperti perusahaan di bidang mobil listrik, meminta akses energi bersih atau energi terbarukan. ”Mereka (investor) request-nya, inginnya, karena mereka membuat mobil listrik, harapannya tenaga atau energi yang mereka dapat juga adalah dari energi bersih dari energi terbarukan. Itu juga yang mereka harapkan, dan itu yang akan kita dorong,” katanya dalam konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan III-2024 di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Selasa (15/10/2024).

Rosan menambahkan, penanaman investasi pada 2025 memang ditargetkan lebih tinggi dibanding tahun 2024 sekitar Rp 1.400 triliun. Sejalan dengan permintaan pasar mendatang, target tersebut dapat tercapai apabila turut dilakukan akselerasi penyediaan tenaga kerja berbasis energi hijau agar dapat menarik investasi masuk. Merujuk Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Pencanaan Pembangunan Nasional Nomor 2 Tahun 2024 tentang Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025, Penanaman Modal Asing (PMA), dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), investasi diharapkan dapat meningkat menjadi Rp 1.868-Rp 1.906 triliun ”Jadi, temanya adalah bagaimana kita mengarahkan investasi yang masuk ke Indonesia itu adalah yang energi bersih dan juga berorientasi ekspor.

Mengapa? Sebab, apabila kita ingin mencapai pertumbuhan di atas 5 persen, kuncinya salah satunya adalah di investasi dan ekspor karena dua ruang itu yang masih mempunyai ruang untuk bertumbuh dengan tinggi,” ujar Rosan. Hal itu mengingat investasi menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi nasional dengan porsi 25-26 persen setelah konsumsi domestik yang mencapai lebih dari 50 persen. Sementara itu, belanja pemerintah berkontribusi 8-9 persen disusul dengan kinerja ekspor yang belum begitu signifikan. Oleh karena itu, kata Rosan, pertumbuhan yang bisa didorong adalah dari investasi. Manufaktur Dihubungi terpisah, ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, berpendapat target penanaman investasi yang ditetapkan pada 2025 sangat optimistis. Kendati target tersebut ada kaitannya dengan upaya mengejar per tumbuhan ekonomi 8 persen, akan memberatkan bagi pemerintahan baru ke depan. (Yoga)