Mencermati Investasi Barang Mewah
Investasi dapat dilakukan dengan beragam cara, mulai dari investasi emas hingga kripto. Ada pula jenis investasi lain yang jarang dilirik khalayak, yakni investasi barang mewah, semisal barang-barang mode, seni, dan mobil. Selain untuk bergaya dan mengejar prestise, tak sedikit yang melirik jual-beli barang mewah sebagai instrument investasi. Dalam laporan Statista, pendapatan pasar untuk barang-barang mewah pada tangan kedua (second hand) alias bekas diestimasi tembus 7 miliar USD secara global pada 2022, setara Rp 109,15 triliun dengan kurs Rp 15.593 per USD. Angkanya diproyeksikan dua kali lipat pada 2028 hingga 15,4 miliar USD atau Rp 240,13 triliun. Dari seluruh region, pasar barang-barang mewah didominasi Amerika Utara pada 2022.
Pasar yang paling menguntungkan untuk tangan kedua berasal dari segmen arloji, diikuti kulit mewah., McKinsey & Company menilai, pasar penjualan kembali barang-barang mewah meningkat karena munculnya bermacam-macam platform penjualan digital, seiring perubahan perilaku konsumen. Jenama-jenama memperhatikan tren pasar jual-beli barang mewah bekas yang mulai bertumbuh. ”Orang-orang terpikat dengan membeli barang antik. Ada passion pada pembeli yang muncul dengan berkaca ke masa lalu seperti memproyeksi masa depan,” ujar spesialis desain kontemporer Stephen Crafti dikutip dari The Sydney Morning Herald. Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi, Jumat (25/10) mengatakan, investasi barang mewah hanya dilakukan segelintir orang. Pasarnya pun kecil.
Barang-barang investasi tidak hanya produk mewah bermerek ternama, tetapi juga sesuatu yang memiliki nilai kenangan atau memori. Salah satunya barang-barang olahraga dari para pemain kawakan. Melansir dari Kiplinger, barang kenangan olahraga memiliki nilai yang meningkat dari waktu ke waktu. ”Barang-barang koleksi olahraga yang berkualitas telah menjadi alternatif investasi yang solid. Ada akses terhadap kreasi. Lokapasar yang banyak diketahui orang juga memacu momentum ini,” kata Thomas Ruggie, pendiri dan CEO Destiny Family Office, perusahaan penasihat investasi. Produsen barang mewah memang menyasar kelompok kelas atas yang jumlahnya cenderung lebih kecil. Tidak hanya untuk bergaya, barang bernilai hingga miliaran rupiah juga dapat menjadi instrument investasi meski nilainya lebih fluktuatif. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023