;
Tags

Investasi lainnya

( 1343 )

Emas Tetap Primadona di Tengah Ketidakpastian

HR1 07 Dec 2024 Kontan (H)
Tahun 2025 diproyeksikan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi pasar komoditas global, dengan prospek melemahnya harga komoditas secara umum akibat perlambatan ekonomi global, khususnya di Tiongkok. Ibrahim Assuaibi, Direktur Laba Forexindo Berjangka, mengungkapkan bahwa ketegangan geopolitik yang mereda serta pemulihan ekonomi Tiongkok yang belum signifikan menjadi faktor utama pelemahan permintaan, khususnya untuk energi seperti minyak dan batubara. Harga batubara diperkirakan berada di bawah US$ 100 per ton, sementara minyak mentah diproyeksikan di kisaran US$ 50 hingga US$ 80 per barel.

Namun, sentimen positif datang dari tren energi hijau, yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan untuk komoditas seperti nikel dan timah. Lukman Leong, Analis Doo Financial Futures, memproyeksikan harga emas akan tetap kuat sebagai aset safe-haven, dengan potensi mencapai US$ 3.000 per ons troi di 2025, didukung oleh permintaan bank sentral sebagai cadangan devisa.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, menegaskan pentingnya diversifikasi investasi untuk mengurangi risiko dalam menghadapi ketidakpastian pasar, terutama yang dipicu oleh kebijakan tarif yang mungkin diimplementasikan oleh pemerintahan Donald Trump. Kebijakan semacam itu dapat memperburuk prospek komoditas melalui potensi perang dagang dan perlambatan ekonomi global.

Investor disarankan untuk memanfaatkan momentum pelemahan harga komoditas untuk strategi buy on weakness di pasar fisik, sembari berfokus pada tren jangka panjang seperti energi terbarukan dan kendaraan listrik yang diprediksi mendukung permintaan logam industri.

Peningkatan Peran Investasi dalam Perekonomian

HR1 06 Dec 2024 Bisnis Indonesia

Struktur ekonomi Indonesia bergantung pada empat komponen utama: konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor, dan impor. Hingga kuartal III/2024, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama ekonomi, dengan kontribusi mencapai 53,08%. Namun, tekanan terhadap konsumsi rumah tangga meningkat akibat menurunnya daya beli masyarakat, penurunan kelas menengah, serta perubahan dari sektor formal ke informal. Untuk mengatasi hal ini, sektor investasi menjadi komponen penting yang dapat diandalkan. Kontribusi investasi terhadap PDB sedikit meningkat pada kuartal III/2024, mencapai 29,75%. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan P. Roeslani, mengungkapkan bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan utama bagi investor asing, dengan potensi investasi yang luas di sektor mineral, perkebunan, perikanan, dan kelautan, yang dapat dimaksimalkan melalui hilirisasi. Namun, tantangan bagi pemerintah adalah mengatasi hambatan yang dapat mengurangi minat investor. Upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk unggulan dan menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda menjadi kunci untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

Investasi masih mengandalkan sektor tambang

KT3 05 Dec 2024 Kompas

Pemerintah menargetkan kenaikan investasi dari target Rp 1.900 triliun pada 2024 menjadi Rp 2.100 triliun pada tahun depan. Pemerintah optimistis kenaikan itu bisa dicapai dari kinerja program hilirisasi yang mayoritas disumbang sektor mineral dan batubara. Hal ini diungkapkan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pidatonya di akhir acara Indonesia Mineral Summit 2024, di Jakarta, Rabu (4/12). Pertumbuhan nilai investasi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi karena menyumbang 18 % PDB setelah konsumsi masyarakat yang berandil lebih dari 50 %.

”Salah satu yang tentu terus dikembangkan adalah hilirisasi dan pendalaman struktur dari supply chain, mulai dari upstream, downstream, dan midstream-nya juga didorong,” tuturnya. Hilirisasi yang menjadi fokus pemerintah ada di sektor mineral dan batubara (minerba), selain minyak dan gas bumi, serta kehutanan dan kelautan. Dalam proyeksi jangka panjang Kementerian ESDM di 2040, sekitar 91 % nilai investasi hilirisasi ada di sektor minerba dengan besaran 566,7 miliar USD. Kementerian ESDM mencatat, nilai investasi sektor minerba sejak 2015 sampai 2024 sudah mencapai 56 miliar USD. Investasi tersebut juga turut mendukung produksi minerba sebagai komoditas penghasil penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terbesar senilai Rp 173 triliun hingga 2023. (Yoga)


Investasi Ketahanan Iklim Semakin Dibutuhkan

KT1 05 Dec 2024 Investor Daily
Peningkatan emisi gas rumah kaca dan pemanasan suhu bumi saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Untuk itu, investasi dalam aksi ketahanan iklim sebagai respons terhadap tantangan global semakin mendesak. Sejak 2015, berdasarkan data internasional Disaster Database jumlah bencana alam telah meningkat hingga 15%. Serta tingkat keparahan yang naik dan menyebabkan peningkatan biaya ekonomi hingga 205%. "Angka-angka ini diperkirakan akan terus meningkatkan suhu global menyebabkan lebih banyak lagi kerugian, kerusakan, dan penderitaan manusia," jelas Direktur Keuangan Sumber Daya Manusia dan Umum Bursa Efek Indonesia (BEI) Risa E. Rustam. Dia menerangkan, berinvestasi pada ekonomi hijau  bukan hanya pemenuhan kewajiban moral tetapi juga menjadi peluang strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutam. Risa menjelaskan pentingnya bagi perusahaan untuk dapat menerapkan ekonomi hijau dalam tata kelola hingga proses bisnis yang dimiliki lantaran kerusakan lingkungan dan bencana alam hingga saat ini dapat mempengaruhi aktivitas bisnis. (Yetede)

BEI Atur Ulang Batas Auto Rejection untuk Waran

HR1 04 Dec 2024 Kontan
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerapkan aturan baru mengenai auto rejection untuk waran dan waran terstruktur dalam Perubahan Peraturan Bursa No II-A. Aturan ini membagi pembatasan harga waran ke dalam beberapa rentang berdasarkan acuan harga, bertujuan untuk mengendalikan volatilitas harga dan mencegah manipulasi transaksi.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Irvan Susandy, menjelaskan bahwa meskipun transaksi waran tidak ramai, ketentuan ini tetap diperlukan untuk mengatasi perilaku spekulatif yang sering terjadi. Selama 2024, transaksi waran mencapai 4,53 juta kali dengan nilai Rp 3,34 triliun.

Pengamat Pasar Modal Hans Kwee mendukung pembatasan ini, menilai bahwa langkah tersebut penting untuk melindungi investor dari pergerakan harga waran yang tidak wajar, terutama yang sering lebih volatil dibanding saham induknya. Ia menyoroti kasus pergerakan harga waran PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRZ-W) pada 27 Maret 2023 sebagai contoh manipulasi harga yang berujung laporan kepolisian.

Aturan baru ini diharapkan mampu menciptakan pasar yang lebih adil dan aman bagi investor, khususnya individu.

Ketidakpastian Tinggi, Investasi Tersungkur

HR1 03 Dec 2024 Kontan (H)
Ketidakpastian global dan domestik menjelang 2025 membawa tantangan bagi pasar keuangan Indonesia. Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menjelaskan bahwa kontraksi PMI Manufaktur Indonesia selama lima bulan berturut-turut, yang terakhir di level 49,6, mencerminkan melemahnya aktivitas ekonomi domestik dan permintaan, yang turut menekan IHSG hingga ke level 7.046,99 pada 2 Desember 2024.

Dari sisi global, Lukman Leong, Analis Doo Financial Futures, mencatat bahwa rencana kebijakan tarif impor Donald Trump bisa memicu inflasi tinggi dan perlambatan ekonomi, dengan dampak signifikan pada pasar global. Sementara itu, aset seperti bitcoin, yang menunjukkan kenaikan 122,13% sepanjang 2024, diprediksi akan mendapat angin segar berkat kebijakan Trump yang ramah terhadap crypto. Fikri C. Permana, Ekonom Senior KB Valbury Sekuritas, menyoroti emas sebagai instrumen investasi yang tetap menarik di 2025, terutama dengan kemungkinan dorongan BRICS untuk menggunakan emas sebagai basis mata uang baru.

Untuk jangka pendek, investasi pada emas, obligasi jangka pendek, dan pasar uang menjadi pilihan yang lebih aman menurut Fikri. Eko Endarto, Perencana Keuangan Finansia Consulting, juga menilai saham masih menarik meski dalam jangka pendek pergerakannya belum signifikan akibat rencana kenaikan PPN dan kondisi ekonomi domestik yang belum stabil.

Menyelesaikan Masalah Danantara

HR1 02 Dec 2024 Bisnis Indonesia (H)

Pemerintah Indonesia telah membentuk Danantara, sebuah lembaga yang bertujuan untuk mengelola investasi strategis negara. Kehadiran Danantara diharapkan menjadi alternatif sumber pembiayaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendorong perekonomian. Lembaga ini akan mengumpulkan modal untuk pengembangan investasi strategis nasional serta mengelola aset dan portofolio investasi BUMN. Banyak kalangan mengapresiasi inisiatif ini, karena dinilai dapat memacu pertumbuhan ekonomi baru dan mengurangi beban fiskal negara yang selama ini menjadi tumpuan utama akselerasi Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun, meskipun potensi positifnya besar, penting bagi pemerintah untuk mengawal dengan ketat proses pembentukan dan implementasi Danantara. Pemerintah perlu memastikan adanya pijakan hukum yang jelas dan memastikan lembaga ini dijalankan oleh figur-figur yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya agar tujuan tersebut dapat tercapai secara maksimal.



Ketidakjelasan Legalitas yang Menghambat

HR1 02 Dec 2024 Bisnis Indonesia

Pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang bertujuan untuk mengumpulkan modal guna pengembangan investasi strategis nasional dan mengelola aset serta portofolio investasi BUMN. Dalam tahap awal, konsolidasi dilakukan terhadap tujuh BUMN besar, seperti PT Bank Mandiri, PT PLN, dan PT Pertamina, dengan proyeksi pengelolaan dana mencapai US$600 miliar dan meningkat menjadi US$982 miliar dalam beberapa tahun. Jika berhasil, posisi Danantara sebagai pengelola aset terbesar dapat meningkat dari peringkat 8 menjadi peringkat 5 global.

Namun, terdapat tantangan terkait ambiguitas regulasi pendirian Danantara, yang menurut beberapa pakar hukum dapat menyebabkan kerancuan, terutama terkait dengan status hukum BUMN dan Indonesia Investment Authority (INA) yang memiliki dasar hukum berbeda. Kepala BPI Danantara, Muliaman Darmansyah Hadad, menjelaskan bahwa proses regulasi masih dalam tahap persiapan dan akan dilakukan dengan pendekatan komprehensif dan hati-hati. Hal ini juga didukung oleh Presiden Prabowo Subianto yang menekankan perlunya kajian mendalam sebelum pelaksanaan Danantara sebagai superholding.

Para pemimpin BUMN yang terlibat, seperti Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dan VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko, menyatakan dukungan mereka terhadap inisiatif ini, meskipun mereka masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah. Menteri BUMN, Erick Thohir, juga mendukung langkah konsolidasi ini seiring dengan upaya restrukturisasi BUMN yang telah dilakukan selama lima tahun terakhir.

Secara keseluruhan, meskipun Danantara memiliki potensi besar untuk menjadi mesin ekonomi baru bagi Indonesia, kelancaran pelaksanaannya sangat bergantung pada penyelesaian masalah regulasi yang ada.



Janji Investasi Jumbo untuk Ekonomi Nasional

HR1 23 Nov 2024 Kontan (H)
Lawatan Presiden Prabowo Subianto ke berbagai negara menghasilkan komitmen investasi bernilai besar, mencapai total US$ 18,5 miliar (sekitar Rp 293,59 triliun). Komitmen tersebut didapat dari kunjungan ke China (US$ 10 miliar) dan Inggris (US$ 8,5 miliar). Investasi terbesar di Inggris berasal dari pengembangan Lapangan Gas Tangguh oleh BP senilai US$ 7 miliar, dengan sisanya dialokasikan untuk proyek transisi energi.

Presiden Prabowo menekankan bahwa pencapaian ini menunjukkan kepercayaan global terhadap stabilitas ekonomi dan politik Indonesia. Upaya untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efisien disebut sebagai daya tarik utama bagi investor. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menambahkan bahwa transisi pemerintahan yang damai turut meningkatkan kepercayaan investor, sehingga penting untuk menindaklanjuti komitmen ini melalui pertemuan lanjutan.

Namun, Bhima Yudhistira Adhinegara, Direktur Celios, mengingatkan bahwa komitmen investasi belum tentu langsung terealisasi. Proses transisi energi, misalnya, memerlukan persiapan teknis, mekanisme pendanaan, serta mitra lokal. Bhima menyarankan pembentukan satuan tugas lintas kementerian untuk memastikan regulasi, perizinan, insentif, dan penyediaan lahan mendukung realisasi investasi.

Kesuksesan lawatan ini dianggap sebagai awal positif bagi pemerintahan Prabowo dalam menarik perhatian investor global. Namun, tantangan utama adalah memastikan bahwa komitmen ini dapat diwujudkan menjadi investasi nyata yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Seperti yang dikatakan Prabowo, langkah ini penting untuk memperkuat kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai tujuan investasi strategis.

Janji Besar Presiden Prabowo untuk Investasi RI

HR1 23 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan hasil positif dari lawatan perdananya ke luar negeri, yang termasuk kunjungan ke Inggris pada 21 November 2024. Dalam pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Inggris, Angela Rayner, Prabowo berhasil mengamankan komitmen investasi total sebesar US$18,5 miliar, yang menunjukkan kepercayaan global terhadap perekonomian Indonesia. Komitmen tersebut mencakup investasi dari British Petroleum (BP) senilai US$7 miliar dan perusahaan lainnya senilai US$1,5 miliar. Selain itu, Presiden Prabowo juga menghadiri CEO Roundtable Forum di London yang melibatkan 19 pemimpin perusahaan besar, membahas peluang investasi di sektor-sektor strategis seperti energi, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Pentingnya stabilitas politik dan ekonomi Indonesia menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan minat investor. Di sela-sela pertemuan tersebut, Prabowo juga berhasil mendapatkan dukungan internasional untuk program Makan Bergizi (MBG) Indonesia, yang mendapat perhatian dan dukungan dari negara-negara seperti China, Amerika Serikat, Brasil, Prancis, dan Inggris. Program MBG bertujuan menyediakan makanan bergizi untuk anak-anak sekolah dan ibu hamil, dengan anggaran harian yang sangat besar, yang sebagian besar akan digunakan untuk belanja produk pertanian dan peternakan lokal.

Keberhasilan Prabowo dalam menarik komitmen investasi dan dukungan internasional ini memperlihatkan optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia dan menegaskan pentingnya kerjasama global dalam mencapai tujuan pembangunan nasional.