Investasi lainnya
( 1334 )Janji Investasi Jumbo untuk Ekonomi Nasional
Janji Besar Presiden Prabowo untuk Investasi RI
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan hasil positif dari lawatan perdananya ke luar negeri, yang termasuk kunjungan ke Inggris pada 21 November 2024. Dalam pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Inggris, Angela Rayner, Prabowo berhasil mengamankan komitmen investasi total sebesar US$18,5 miliar, yang menunjukkan kepercayaan global terhadap perekonomian Indonesia. Komitmen tersebut mencakup investasi dari British Petroleum (BP) senilai US$7 miliar dan perusahaan lainnya senilai US$1,5 miliar. Selain itu, Presiden Prabowo juga menghadiri CEO Roundtable Forum di London yang melibatkan 19 pemimpin perusahaan besar, membahas peluang investasi di sektor-sektor strategis seperti energi, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Pentingnya stabilitas politik dan ekonomi Indonesia menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan minat investor. Di sela-sela pertemuan tersebut, Prabowo juga berhasil mendapatkan dukungan internasional untuk program Makan Bergizi (MBG) Indonesia, yang mendapat perhatian dan dukungan dari negara-negara seperti China, Amerika Serikat, Brasil, Prancis, dan Inggris. Program MBG bertujuan menyediakan makanan bergizi untuk anak-anak sekolah dan ibu hamil, dengan anggaran harian yang sangat besar, yang sebagian besar akan digunakan untuk belanja produk pertanian dan peternakan lokal.
Keberhasilan Prabowo dalam menarik komitmen investasi dan dukungan internasional ini memperlihatkan optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia dan menegaskan pentingnya kerjasama global dalam mencapai tujuan pembangunan nasional.
Prabowo Bawa Pulang Komitmen Investasi 18,5 Miliar Dolar.
Strategi Sinergi BUMN dipaparkan BPI Danantara
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara bertemu direksi PT PLN (Persero) di kantor BPI Danantara, di Menteng, Jakpus, Rabu (20/11). Pertemuan ini melanjutkan pertemuan Danantara dengan para direktur dari tujuh BUMN yang asetnya direncanakan dikelola oleh Danantara. BPI Danantara telah bertemu direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di kantor Danantara, Selasa (19/11). Kepala BPI Danantara, Muliaman Darmansyah Hadad menjelaskan, pertemuan dengan jajaran direksi PLN ini dalam rangka memperkenalkan BPI Danantara dan menyampaikan visi-misi presiden.
Wakil Kepala BPI Danantara Kaharuddin menambahkan, dari hasil pertemuan dengan PLN ini ada satu kata kunci yang perlu diwujudkan, yaitu sinergi. ”Dengan sinergi antar-BUMN yang optimal, Insya Allah bisa luar biasa ke depan,” ujarnya. Darmawan mengatakan, PLN menyambut baik undangan silaturahmi BPI Danantara. PLN bertugas memasok energi bersih dengan harga terjangkau untuk menopang pertumbuhan ekonomi 8 %. PLN akan menyeimbangkan pertumbuhan dan keberlanjutan. Selain itu, pihaknya juga yakin memahami visi dan misi presiden untuk mengonsolidasi sumber daya alam dan sinergi antar-BUMN. (Yoga)
Strategi Sinergi BUMN dipaparkan BPI Danantara
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara bertemu direksi PT PLN (Persero) di kantor BPI Danantara, di Menteng, Jakpus, Rabu (20/11). Pertemuan ini melanjutkan pertemuan Danantara dengan para direktur dari tujuh BUMN yang asetnya direncanakan dikelola oleh Danantara. BPI Danantara telah bertemu direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di kantor Danantara, Selasa (19/11). Kepala BPI Danantara, Muliaman Darmansyah Hadad menjelaskan, pertemuan dengan jajaran direksi PLN ini dalam rangka memperkenalkan BPI Danantara dan menyampaikan visi-misi presiden.
Wakil Kepala BPI Danantara Kaharuddin menambahkan, dari hasil pertemuan dengan PLN ini ada satu kata kunci yang perlu diwujudkan, yaitu sinergi. ”Dengan sinergi antar-BUMN yang optimal, Insya Allah bisa luar biasa ke depan,” ujarnya. Darmawan mengatakan, PLN menyambut baik undangan silaturahmi BPI Danantara. PLN bertugas memasok energi bersih dengan harga terjangkau untuk menopang pertumbuhan ekonomi 8 %. PLN akan menyeimbangkan pertumbuhan dan keberlanjutan. Selain itu, pihaknya juga yakin memahami visi dan misi presiden untuk mengonsolidasi sumber daya alam dan sinergi antar-BUMN. (Yoga)
Perusahaan modal ventura memperluas portofolio investasi ke sektor ritel, industri kesehatan dan gaya hidup.
Perusahaan modal ventura ramai-ramai memperluas portofolio investasi ke usaha rintisan yang bergerak di sektor ritel, industri kesehatan, dan gaya hidup. Sektor-sektor ini dianggap masih memiliki prospek di tengah kondisi perekonomian yang masih menantang. Beberapa perusahaan modal ventura yang melakukan langkah itu, di antaranya, Trihil Capital; OCBC Ventura, perusahaan modal ventura bagian dari OCBC grup; dan Init-6, perusahaan modal ventura yang didirikan Achmad Zaky dan Nugroho Herucahyono setelah keluar dari Bukalapak. Tahun ini, Trihil mengumumkan dua portofolio baru investasi di sektor ritel, yaitu Seindonesia dan Hiboo Baby.
Seindonesia merupakan usaha yang bergerak di bidang restoran sei, daging asap asal NTT. Sementara Hiboo Baby adalah usaha di bidang makanan dan perawatan kulit bayi. Sementara sepanjang tahun 2024, OCBC Ventura berinvestasi di tiga usaha rintisan bidang ritel, yaitu Vilo, Faster than Light (FTL) Fitness, dan Kopitagram. Vilo merupakan usaha rintisan yang memproduksi gelato. FTL Fitness bergerak di pusat kebugaran dan hiburan. Adapun Kopitagram merupakan bisnis kedai minuman kopi lokal. Sementara Init-6 belum lama ini mengumumkan telah melakukan penyertaan investasi ke Torch, perusahaan yang bergerak di sektor gaya hidup dengan produk utamanya ialah tas kantor.
Init-6 juga berinvestasi pada Uma Women, perusahaan yang berkecimpung di produksi produk sanitasi dan kesehatan perempuan. Vice President of Investments Trihil Capital, Valerianus Ian Sulaiman, Senin (18/11) di Jakarta, mengatakan, pemakaian media sosial yang marak membawa peluang bagi bisnis ritel dan gaya hidup. Media sosial melahirkan tren baru yang dibawa kelompok konsumen milenial dan generasi Z. ”Kondisi perekonomian sangat menantang. Kendati pemilihan presiden dan wakil presiden sudah usai, investor tetap bersikap wait and see. Karena itu, harus ada portofolio (investasi usaha rintisan) yang tetap bisa menyasar ke pasar luas dan masuk ke semua segmen konsumen,” ujarnya. (Yoga)
BPI Danantara Kelola Dana Abadi, Investasi, dan Aset Negara
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara mulai memperkenalkan diri kepada sejumlah BUMN yang menurut rencana bergabung dalam lembaga superholding tersebut. Nantinya, Danantara menjalankan tiga tugas utama, yakni sebagai pengelola dana abadi, pengelola investasi pembangunan, dan pengelola aset negara. Wakil Kepala BPI Danantara, Kaharuddin Djenod mengatakan, Danantara masih dalam persiapan. Proses tersebut, dilakukan dengan mengundang sejumlah BUMN yang nantinya tergabung ke dalam kendaraan finansial negara itu. ”Danantara (tengah) melakukan persiapan-persiapan formalitas. Kemudian, kami ingin juga mengenal lebih lanjut BUMN-BUMN yang akan bergabung dengan Danantara. Dan, saya pikir, BUMN-BUMN yang akan bergabung juga membutuhkan informasi tentang Danantara,” katanya di Jakarta, Selasa (19/11).
Karena itu, pekan depan, Danantara akan mengadakan pertemuan dengan jajaran direksi sejumlah BUMN. Pertemuan tersebut dimulai dengan jajaran direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di kantor Danantara, Menteng, Jakpus, Selasa. Kemudian, Danantara akan memanggil jajaran direksi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dan PT Mineral Industri Indonesia (Persero) Tbk (MIND ID) pada Rabu (20/11). Danantara juga akan mengadakan pertemuan dengan jajaran direksi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Pertamina (Persero) pada Senin (25/11). Kaharuddin menambahkan pertemuan tersebut sebagai bagian dari pengenalan, baik dari sisi Danantara maupun BUMN yang akan bergabung di dalamnya. (Yoga)
Belanja Awal 2024 Dibiayai Lewat Sukuk Global
Momentum Kebangkitan Saham BUMN
Meskipun saham-saham BUMN, seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan TLKM, telah menjadi sasaran aksi jual investor asing dan mengalami kinerja yang kurang baik belakangan ini, terdapat sejumlah sentimen positif yang dapat memicu rebound pada saham-saham tersebut. Beberapa faktor yang mendukung potensi pemulihan ini antara lain konsolidasi di kalangan BUMN Karya, program pemerintah yang melibatkan BUMN dalam Program Makan Bergizi Gratis, serta pembentukan Danantara yang bertujuan untuk mengonsolidasikan BUMN. Selain itu, peraturan pemerintah yang membebaskan bank-bank BUMN dari risiko politik terkait kredit macet UMKM turut memberikan sentimen positif.
Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst dari Mirae Asset Sekuritas, meyakini bahwa perombakan pengurus BUMN yang dilakukan oleh pemerintah dapat meningkatkan kinerja emiten BUMN, asalkan pengurus yang baru berkompeten dan memiliki komitmen terhadap good corporate governance. Ia juga merekomendasikan investor untuk "buy on weakness" pada saham-saham pelat merah, termasuk BBNI, TLKM, BMRI, JSMR, PTBA, dan ADHI, mengingat prospek positif yang masih ada hingga akhir tahun.
Namun, beberapa analis, seperti Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas, memperingatkan investor untuk berhati-hati terhadap saham BUMN, karena pergerakan indeks BUMN20 saat ini berada dalam tren menurun (downtrend). Felix Darmawan dari Panin Sekuritas juga menekankan bahwa untuk membalikkan tren negatif ini, diperlukan sentimen yang kuat, seperti stabilitas ekonomi global dan kinerja keuangan yang solid.
Kementerian BUMN, melalui Menteri Erick Thohir, tetap fokus pada pembenahan dan peningkatan kualitas BUMN, termasuk memperkuat kerja sama dengan sektor swasta, guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan mencapai keseimbangan antara BUMN, swasta, UMKM, serta investor.
Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan yang dihadapi saham BUMN, potensi rebound tetap ada dengan adanya berbagai inisiatif dari pemerintah dan perbaikan di tubuh BUMN. Namun, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan perkembangan sentimen pasar dan kebijakan pemerintah.
Ekspansi TLKM untuk Dorong Pertumbuhan
Pilihan Editor
-
Perkebunan Sawit Rakyat Tumbuh Berkelanjutan
31 Dec 2021 -
Mengembangkan EBT harus Utamakan Komponen Lokal
30 Dec 2021 -
Transformasi Sistem Pangan
31 Dec 2021 -
Core Petani Tak Menikmati Penetrasi Digital
30 Dec 2021








