Investasi lainnya
( 1326 )Momentum Kebangkitan Saham BUMN
Meskipun saham-saham BUMN, seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan TLKM, telah menjadi sasaran aksi jual investor asing dan mengalami kinerja yang kurang baik belakangan ini, terdapat sejumlah sentimen positif yang dapat memicu rebound pada saham-saham tersebut. Beberapa faktor yang mendukung potensi pemulihan ini antara lain konsolidasi di kalangan BUMN Karya, program pemerintah yang melibatkan BUMN dalam Program Makan Bergizi Gratis, serta pembentukan Danantara yang bertujuan untuk mengonsolidasikan BUMN. Selain itu, peraturan pemerintah yang membebaskan bank-bank BUMN dari risiko politik terkait kredit macet UMKM turut memberikan sentimen positif.
Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst dari Mirae Asset Sekuritas, meyakini bahwa perombakan pengurus BUMN yang dilakukan oleh pemerintah dapat meningkatkan kinerja emiten BUMN, asalkan pengurus yang baru berkompeten dan memiliki komitmen terhadap good corporate governance. Ia juga merekomendasikan investor untuk "buy on weakness" pada saham-saham pelat merah, termasuk BBNI, TLKM, BMRI, JSMR, PTBA, dan ADHI, mengingat prospek positif yang masih ada hingga akhir tahun.
Namun, beberapa analis, seperti Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas, memperingatkan investor untuk berhati-hati terhadap saham BUMN, karena pergerakan indeks BUMN20 saat ini berada dalam tren menurun (downtrend). Felix Darmawan dari Panin Sekuritas juga menekankan bahwa untuk membalikkan tren negatif ini, diperlukan sentimen yang kuat, seperti stabilitas ekonomi global dan kinerja keuangan yang solid.
Kementerian BUMN, melalui Menteri Erick Thohir, tetap fokus pada pembenahan dan peningkatan kualitas BUMN, termasuk memperkuat kerja sama dengan sektor swasta, guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan mencapai keseimbangan antara BUMN, swasta, UMKM, serta investor.
Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan yang dihadapi saham BUMN, potensi rebound tetap ada dengan adanya berbagai inisiatif dari pemerintah dan perbaikan di tubuh BUMN. Namun, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan perkembangan sentimen pasar dan kebijakan pemerintah.
Ekspansi TLKM untuk Dorong Pertumbuhan
Saham Lapisan Kedua Mulai Tersisih
Produk Derivatif Jadi Opsi Investasi Alternatif
Investasi China Dorong Optimisme Pasar
Instrumen Bank Sentral Tekan Daya Tarik Aset Lain
Yandex Lirik Indonesia: Peluang Baru di Infrastruktur Digital
Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), mengungkapkan bahwa perusahaan teknologi asal Rusia, Yandex, berencana untuk berinvestasi di Indonesia. Yandex tertarik untuk membangun infrastruktur digital, seperti pusat data (data center) dan menjajaki kolaborasi dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) serta pembinaan talenta digital. Meski nilai investasinya belum diumumkan, Nezar menilai minat ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menjanjikan.
Nezar menegaskan bahwa perusahaan asing, termasuk Yandex, harus mematuhi regulasi Indonesia jika ingin berinvestasi. Selain itu, ia menyebutkan bahwa Indonesia saat ini menjadi target investasi berbagai perusahaan global dari Rusia, China, Amerika, hingga Eropa.
Dalam upaya lain, Hokky Situngkir, Dirjen Aplikasi Informatika Komdigi, menyoroti langkah pemerintah dalam memberantas judi online. Hingga 9 November 2024, lebih dari 5,1 juta situs judi online telah berhasil diblokir oleh kementerian, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang aman.
Raksasa Teknologi AS dan Rusia Investasi Teknologi AI di Indonesia
Investor Asing Ragu Melanjutkan Investasi
Sektor Energi Terimbas Efek Trump
Pilihan Editor
-
Perkebunan Sawit Rakyat Tumbuh Berkelanjutan
31 Dec 2021 -
Mengembangkan EBT harus Utamakan Komponen Lokal
30 Dec 2021 -
Transformasi Sistem Pangan
31 Dec 2021 -
Core Petani Tak Menikmati Penetrasi Digital
30 Dec 2021









