;
Tags

Investasi lainnya

( 1326 )

Mirae Asset Kenalkan Fitur Trading Saham dengan AI

KT1 12 Dec 2024 Tempo

TEMPO.CO, Jakarta - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia meluncurkan fitur trading saham dengan artificial intelligence di aplikasi saham M-STOCK. Fitur bernama Mirae Asset Intelligent Assitance (MAIA) ini diklaim bisa membantu nasabah mengambil keputusan berdasarkan data yang lebih presisi. CEO Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tae Yong Shim, mengatakan fitur MAIA bisa menciptakan pengalaman trading yang lebih optimal dan sudah melewati tahap pengujian. “Fitur ini mengintegrasikan teknologi canggih dengan pengalaman pengguna yang unggul, sehingga nasabah dapat memanfaatkan peluang pasar dengan lebih optimal,” kata Tae Yong Shim dalam peluncuran FIMA di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Desember 2024.

Tae Yong mengatakan peluncuran FIMA menjadi komitmen lanjutan dari upaya Mirae Asset untuk menghadirkan pengalaman investadi dan trading saham yang modern. Tahun lalu, Mirae Asset berlanjut meluncurkan platform informasi pasar yang bernama Financial Information and Market Access (FIMA) untuk mendukung visi perusahaan dalam mendemokratisasi investasi di Indonesia. Inovasi perusahaan berlanjut dengan peluncuran aplikasi trading saham mobile teranyar yang bernama  Profil Son Dong Pyo yang Akan Mulai Aktivitas Solo Setelah Grup MIRAE Bubar. Sebagai informasi, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia tergabung ke dalam salah satu kelompok usaha jasa keuangan non-bank global yaitu Mirae Asset Financial Group yang memiliki dana kelolaan sekitar US$550 miliar atau setara Rp 8.000 triliun pada akhir tahun 2023. Saat ini Mirae Asset memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE), Penjamin Emisi Efek (PEE), dan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). Nilai modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) Mirae Asset berada di kisaran angka Rp1,4 triliun dalam setahun terakhir. (Yetede)

Menteri Investasi Sudah Mengantongi Komiten dari Perusahaan Apple Inc

KT1 12 Dec 2024 Tempo
Menteri Investasi merangkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mengatakan sudah mengantongi komitmen tertulis dari perusahaan multinasional bidang teknologi Apple Inc. untuk berinvestasi. Kabarnya, Apple bakal berinvestasi sebesar US$1 miliar di Indonesia pada 2025 atau 2026. Entitas yang dibangun Steve Jobs pada 1976 itu berencana membangun beberapa fasilitas di Indonesia, seperti product development center dan professional developer academy. Ada juga rencana memproduksi komponen mesh atau bantalan Airpods Max pada Juli 2025, sebagai bagian rantai global produk Apple.
 
Rosan berkata pemerintah RI melakukan pembahasan intens setiap harinya dengan pihak Apple, meski terhalang perbedaan zona waktu. “Sebetulnya mereka sudah menyampaikan kepada kami secara tertulis, tapi memang baru melalui WhatsApp dulu poin-poinnya. Poin-poin itu sudah kami sampaikan kepada Kementerian Perindustrian,” kata Rosan di Rapat Koordinasi Nasional Investasi (Rakornas) 2024 di Jakarta Selatan pada Rabu, 11 Desember 2024. Isi dari komitmen tertulis itu antara lain soal seperti apa bentuk investasi akan dilakukan Apple, juga vendor seperti apa yang akan dibawa dari Amerika Serikat ke Indonesia. Menurut Rosan, seluruh persiapannya masih membutuhkan penyempurnaan lagi. “Ini udah tinggal fine-tuning, karena sikap tertulis mereka sudah berikan.

Tapi perlu ada pembahasan dengan kementerian terkait juga,” kata dia. “Jadi kalau soal komitmen, tidak usah diragukan lagi karena mereka sudah memberikan secara detail.” Perihal vendor yang akan diboyong Apple ke Indonesia, Rosan berkata satu buah iPhone 16 membutuhkan kerja dari 320 vendor. Vendor yang dibawa Apple diperkirakan bisa menghasilkan penjualan minimal US$1 miliar dolar atau sekitar Rp 15,9 triliun dengan kurs saat ini. Rosan menuturkan, Kementerian Perindustrian menginginkan realisasi investasi ini bisa mulai tahun depan. Target ini bertentangan dengan keinginan Apple yang membidik mulainya investasi pada 2026.
Ia meyakinkan target waktu bisa diselesaikan antara kedua pihak. Pemerintah sedang dalam proses membujuk Apple untuk mempercepat tanggal investasinya. “Itu hanya perbedaan waktu. Nah, sekarang sedang kita push ke sana untuk bisa realisasi 2025. Tapi mereka sudah menyampaikan secara tertulis kepada kami,” tuturnya. (Yetede)

Mengoptimalkan Daya Tarik KEK

KT1 10 Dec 2024 Investor Daily (H)
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi salah satu tumpuan pemerintah dalam meningkatkan laju investasi di Tanah Air. Meski memiliki fasilitas yang sama, belum semua KEK bisa menjadi penarik investasi secara optimal, misalnya KEK di wilayah Indonesia Timur. Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang mengatakan, permasalahan KEK ke wilayah Indonesia Timur adalah infrastruktur  yang belum memadai. Pada saat yang sama pengembangan KEK belum mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah. "Permasalahannya ada masalah transportasinya juga enggak ada? Nah, ini kan kita butuh dukungan juga. Bukan cuma dari pemerintah saja, tetapi dari penyedia transportasi udara. Kita enggak bisa, harus ada yang menghubungi antara Jawa dengan Morotai," ucap Edwin. Saat ini ada 24 KEK tetap melakukan evaluasi untuk melihat insentif-insentif ayang yang diperlukan untuk mendongkrak realisasi investasi. "Ke depan, perlu ada tambahan insentif agar bisa lebih menarik lagi. Hal ini perlu kita dorong sama-sama supaya bisa bersama-sama membangun KEK," terang Edwin. (Yetede)

Daya Tarik Investasi Jatim Terus Meningkatkan Situasi Kondusif

KT1 07 Dec 2024 Investor Daily (H)
Meski telah memiliki banyak daya tarik yang bisa mengundang investor asing datang. Provinsi Jawa Timur (Jatim) tak henti untuk meningkatkan situasi kondusif agar investasi yang masuk makin banyak dan berdampak maksimal ke perekonomian meningkatkan situasi yang kondusif ini ditempuh melalui dua jalur yaitu pemberian insentif dan kemudahan berusaha.  Dari jalur insentif, pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan fasilitas atau keringanan pajak daerah (restribusi), dana stimulan, dan bantuan modal. Untuk pajak daerah, bisa diberikan kepada perusahaan berskala menengah-besar, sedangkan dana stimulan dan bantuan modal untuk UKM. "Target kami bagaimana pajak daera , restribusi daerah itu menjadi stimulan untuk investasi. Tapi sekali lagi, kami melihat kelasnya juga. Kalau untuk UKM mungkin kami bisa mensupport bantuan pembiayaan," ujar Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 Emil Elistianto. (Yetede)

Emas Tetap Primadona di Tengah Ketidakpastian

HR1 07 Dec 2024 Kontan (H)
Tahun 2025 diproyeksikan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi pasar komoditas global, dengan prospek melemahnya harga komoditas secara umum akibat perlambatan ekonomi global, khususnya di Tiongkok. Ibrahim Assuaibi, Direktur Laba Forexindo Berjangka, mengungkapkan bahwa ketegangan geopolitik yang mereda serta pemulihan ekonomi Tiongkok yang belum signifikan menjadi faktor utama pelemahan permintaan, khususnya untuk energi seperti minyak dan batubara. Harga batubara diperkirakan berada di bawah US$ 100 per ton, sementara minyak mentah diproyeksikan di kisaran US$ 50 hingga US$ 80 per barel.

Namun, sentimen positif datang dari tren energi hijau, yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan untuk komoditas seperti nikel dan timah. Lukman Leong, Analis Doo Financial Futures, memproyeksikan harga emas akan tetap kuat sebagai aset safe-haven, dengan potensi mencapai US$ 3.000 per ons troi di 2025, didukung oleh permintaan bank sentral sebagai cadangan devisa.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, menegaskan pentingnya diversifikasi investasi untuk mengurangi risiko dalam menghadapi ketidakpastian pasar, terutama yang dipicu oleh kebijakan tarif yang mungkin diimplementasikan oleh pemerintahan Donald Trump. Kebijakan semacam itu dapat memperburuk prospek komoditas melalui potensi perang dagang dan perlambatan ekonomi global.

Investor disarankan untuk memanfaatkan momentum pelemahan harga komoditas untuk strategi buy on weakness di pasar fisik, sembari berfokus pada tren jangka panjang seperti energi terbarukan dan kendaraan listrik yang diprediksi mendukung permintaan logam industri.

Peningkatan Peran Investasi dalam Perekonomian

HR1 06 Dec 2024 Bisnis Indonesia

Struktur ekonomi Indonesia bergantung pada empat komponen utama: konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor, dan impor. Hingga kuartal III/2024, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama ekonomi, dengan kontribusi mencapai 53,08%. Namun, tekanan terhadap konsumsi rumah tangga meningkat akibat menurunnya daya beli masyarakat, penurunan kelas menengah, serta perubahan dari sektor formal ke informal. Untuk mengatasi hal ini, sektor investasi menjadi komponen penting yang dapat diandalkan. Kontribusi investasi terhadap PDB sedikit meningkat pada kuartal III/2024, mencapai 29,75%. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan P. Roeslani, mengungkapkan bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan utama bagi investor asing, dengan potensi investasi yang luas di sektor mineral, perkebunan, perikanan, dan kelautan, yang dapat dimaksimalkan melalui hilirisasi. Namun, tantangan bagi pemerintah adalah mengatasi hambatan yang dapat mengurangi minat investor. Upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk unggulan dan menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda menjadi kunci untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

Investasi masih mengandalkan sektor tambang

KT3 05 Dec 2024 Kompas

Pemerintah menargetkan kenaikan investasi dari target Rp 1.900 triliun pada 2024 menjadi Rp 2.100 triliun pada tahun depan. Pemerintah optimistis kenaikan itu bisa dicapai dari kinerja program hilirisasi yang mayoritas disumbang sektor mineral dan batubara. Hal ini diungkapkan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pidatonya di akhir acara Indonesia Mineral Summit 2024, di Jakarta, Rabu (4/12). Pertumbuhan nilai investasi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi karena menyumbang 18 % PDB setelah konsumsi masyarakat yang berandil lebih dari 50 %.

”Salah satu yang tentu terus dikembangkan adalah hilirisasi dan pendalaman struktur dari supply chain, mulai dari upstream, downstream, dan midstream-nya juga didorong,” tuturnya. Hilirisasi yang menjadi fokus pemerintah ada di sektor mineral dan batubara (minerba), selain minyak dan gas bumi, serta kehutanan dan kelautan. Dalam proyeksi jangka panjang Kementerian ESDM di 2040, sekitar 91 % nilai investasi hilirisasi ada di sektor minerba dengan besaran 566,7 miliar USD. Kementerian ESDM mencatat, nilai investasi sektor minerba sejak 2015 sampai 2024 sudah mencapai 56 miliar USD. Investasi tersebut juga turut mendukung produksi minerba sebagai komoditas penghasil penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terbesar senilai Rp 173 triliun hingga 2023. (Yoga)


Investasi Ketahanan Iklim Semakin Dibutuhkan

KT1 05 Dec 2024 Investor Daily
Peningkatan emisi gas rumah kaca dan pemanasan suhu bumi saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Untuk itu, investasi dalam aksi ketahanan iklim sebagai respons terhadap tantangan global semakin mendesak. Sejak 2015, berdasarkan data internasional Disaster Database jumlah bencana alam telah meningkat hingga 15%. Serta tingkat keparahan yang naik dan menyebabkan peningkatan biaya ekonomi hingga 205%. "Angka-angka ini diperkirakan akan terus meningkatkan suhu global menyebabkan lebih banyak lagi kerugian, kerusakan, dan penderitaan manusia," jelas Direktur Keuangan Sumber Daya Manusia dan Umum Bursa Efek Indonesia (BEI) Risa E. Rustam. Dia menerangkan, berinvestasi pada ekonomi hijau  bukan hanya pemenuhan kewajiban moral tetapi juga menjadi peluang strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutam. Risa menjelaskan pentingnya bagi perusahaan untuk dapat menerapkan ekonomi hijau dalam tata kelola hingga proses bisnis yang dimiliki lantaran kerusakan lingkungan dan bencana alam hingga saat ini dapat mempengaruhi aktivitas bisnis. (Yetede)

BEI Atur Ulang Batas Auto Rejection untuk Waran

HR1 04 Dec 2024 Kontan
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerapkan aturan baru mengenai auto rejection untuk waran dan waran terstruktur dalam Perubahan Peraturan Bursa No II-A. Aturan ini membagi pembatasan harga waran ke dalam beberapa rentang berdasarkan acuan harga, bertujuan untuk mengendalikan volatilitas harga dan mencegah manipulasi transaksi.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Irvan Susandy, menjelaskan bahwa meskipun transaksi waran tidak ramai, ketentuan ini tetap diperlukan untuk mengatasi perilaku spekulatif yang sering terjadi. Selama 2024, transaksi waran mencapai 4,53 juta kali dengan nilai Rp 3,34 triliun.

Pengamat Pasar Modal Hans Kwee mendukung pembatasan ini, menilai bahwa langkah tersebut penting untuk melindungi investor dari pergerakan harga waran yang tidak wajar, terutama yang sering lebih volatil dibanding saham induknya. Ia menyoroti kasus pergerakan harga waran PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRZ-W) pada 27 Maret 2023 sebagai contoh manipulasi harga yang berujung laporan kepolisian.

Aturan baru ini diharapkan mampu menciptakan pasar yang lebih adil dan aman bagi investor, khususnya individu.

Ketidakpastian Tinggi, Investasi Tersungkur

HR1 03 Dec 2024 Kontan (H)
Ketidakpastian global dan domestik menjelang 2025 membawa tantangan bagi pasar keuangan Indonesia. Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menjelaskan bahwa kontraksi PMI Manufaktur Indonesia selama lima bulan berturut-turut, yang terakhir di level 49,6, mencerminkan melemahnya aktivitas ekonomi domestik dan permintaan, yang turut menekan IHSG hingga ke level 7.046,99 pada 2 Desember 2024.

Dari sisi global, Lukman Leong, Analis Doo Financial Futures, mencatat bahwa rencana kebijakan tarif impor Donald Trump bisa memicu inflasi tinggi dan perlambatan ekonomi, dengan dampak signifikan pada pasar global. Sementara itu, aset seperti bitcoin, yang menunjukkan kenaikan 122,13% sepanjang 2024, diprediksi akan mendapat angin segar berkat kebijakan Trump yang ramah terhadap crypto. Fikri C. Permana, Ekonom Senior KB Valbury Sekuritas, menyoroti emas sebagai instrumen investasi yang tetap menarik di 2025, terutama dengan kemungkinan dorongan BRICS untuk menggunakan emas sebagai basis mata uang baru.

Untuk jangka pendek, investasi pada emas, obligasi jangka pendek, dan pasar uang menjadi pilihan yang lebih aman menurut Fikri. Eko Endarto, Perencana Keuangan Finansia Consulting, juga menilai saham masih menarik meski dalam jangka pendek pergerakannya belum signifikan akibat rencana kenaikan PPN dan kondisi ekonomi domestik yang belum stabil.