;

Investor Asing Ragu Melanjutkan Investasi

Ekonomi Hairul Rizal 09 Nov 2024 Kontan (H)
Investor Asing Ragu Melanjutkan Investasi
Divestasi yang dilakukan oleh sovereign wealth funds (SWF) seperti Temasek dan GIC di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan sikap hati-hati investor asing terhadap pasar domestik. Temasek, misalnya, kini hanya memiliki 19,99% saham di PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) setelah sebelumnya menjual 23,39% saham di PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) senilai Rp 563,58 miliar. GIC juga mengurangi kepemilikan di beberapa emiten, termasuk PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dan mempertimbangkan divestasi saham lainnya, seperti di Bukalapak (BUKA) dan Elang Mahkota Teknologi (EMTK).

Namun, aksi investasi tetap terjadi, seperti yang dilakukan oleh Siam Cement Group (SCG) dari Thailand, yang mengakuisisi 44,48% saham PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) senilai Rp 9,98 triliun. Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menarik bagi investor dengan strategi tertentu. Wawan Hendrayana, Vice President Infovesta Utama, menilai daya tarik bursa Indonesia tetap kuat berkat stabilitas ekonomi dan potensi pasar domestik yang besar.

Di sisi lain, pengamat pasar modal Teguh Hidayat dan Budi Frensidy mencatat bahwa sikap investor asing masih dipengaruhi oleh ketidakpastian kebijakan pemerintah baru. Mereka cenderung mengadopsi pendekatan wait and see, apalagi dengan volume transaksi harian yang relatif kecil di bursa Indonesia. Agus Pramono, pengamat pasar modal, menyoroti bahwa karakteristik dan strategi investasi institusi besar berbeda-beda. Contohnya, GIC lebih fokus pada pengembalian investasi jangka menengah, sedangkan SCG lebih bersifat strategis untuk mengembangkan sinergi bisnis.

Wawan mengingatkan bahwa investor lokal sebaiknya tidak asal mengikuti jejak investor besar, karena faktor-faktor seperti likuiditas saham sering menjadi pertimbangan mereka yang mungkin berbeda dengan kebutuhan investor ritel. Secara keseluruhan, meskipun beberapa investor asing mengerem langkahnya, potensi pasar Indonesia tetap menarik dengan strategi yang tepat.
Download Aplikasi Labirin :