;
Tags

Investasi lainnya

( 1343 )

Emiten Terafiliasi Sandiaga Uno Mencetak Laba Bersih Sebesar Rp 464,65 Miliar

KT1 19 Oct 2024 Investor Daily

Emiten terafiliasi Sandiaga Uno, PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) mencetak laba bersih sebesar Rp 464,65 miliar selama sembilan bulan 2024. Pencapaian tersebut membalikkan kinerja perseroan yang rugi triliunan pada tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan keuangannya, PALM yang berada dibawah kendali  PT Provident Capital Indonesia, berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp464,5 milar. Sementara pada periode yang sama tahun lalu, PALM membukukan kerugian sebelum pajak sebesar Rp 1,95 triliun. Pembalikan kinerja ini terutama didorong oleh perolehan keuntungan signifikan dari inevstasi saham dan efek ekuitas lainnya, yang mencapai Rp655,11 miliar.

 Capaian tersebut berbanding terbalik dengan tahun lalu, yang rugi sebesar Rp 1,85 triliun dari sektor yang sama. PALM menikmati keuntungan luar biasa dari selisih kurs, yang mencapai Rp 49,91 miliar naik lebih dari 28.889% ketimbang periode sama tahun lalu yang hanya sebesar  Rp 172 ribu. Penguatan nilai tukar tersebut menambah amunisi bagi PALM dalam memperkuat arus keuangan. Namun, perusahaan juga harus menanggung beban pajak penghasilan sebesar Rp324,42 miliar pada kuartal III 2024. Meski dmeikian , laba bersih yang berhasil dicatatkan  tetap berada diangka  Rp 464,83 miliar, membalikkan rugi bersih sebesar Rp 1,95 triliun yang dialami pada kuartal sama tahun sebelumnya. (Yetede)

Vietnam Fokus Mengembangkan Potensi Perdagangan dan Investasi.

KT3 18 Oct 2024 Kompas
Sempat menderita cukup parah lantaran dihajar Topan Yagi, kinerja ekonomi Vietnam segera pulih kembali. Bahkan, Vietnam diprakirakan tetap mampu memenuhi target pertumbuhan ekonomi mereka tahun ini. Keyakinan itu dikatakan Wakil Gubernur Bank Negara Vietnam Dao Minh Tu dalam jumpa pers yang digelar pada Kamis (17/10/2024) di Hanoi, Vietnam. Dalam jumpa pers itu, Tu mengatakan bahwa aktivitas bisnis dan manufaktur mulai pulih. ”Bank sentral akan terus menjalankan kebijakan moneter yang mendukung selama sisa tahun ini,” kata Tu. ”Kami akan mempertahankan suku bunga kebijakan setidaknya pada level saat ini, dan terbuka pada kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut.” Bank Negara Vietnam mencatat, hingga 30 September lalu pinjaman bank meningkat hingga 9 persen.

Peningkatan tersebut memberi indikasi positif pada laju pertumbuhan ekonomi Vietnam yang antara lain ditopang pinjaman bank. Sebagai catatan, produk domestik bruto (PDB) Vietnam pada kuartal ketiga tercatat naik 7,4 persen atau laju terkuat dalam 2 tahun terakhir. Pertumbuhan itu ditopang oleh ekspor, produksi industri, dan investasi asing.  Dengan kebijakan negara yang konsisten dan fokus pada pengembangan potensi perdagangan, Vietnam—merujuk Vietnam Investment Review, media propaganda Kementerian Perencanaan dan Investasi—dapat mencatatkan diri mereka sebagai negara dengan pertumbuhan tercepat pada 2035. Media itu mengacu pada laporan yang dikeluarkan lembaga survei internasional S&P Global pada Rabu (16/10).

Laporan ini khusus membahas mengenai berbagai pasar baru dan berkembang di dunia, diantaranya Vietnam, India, Filipina, dan China. Negara-negara perekonomian baru ini akan menyumbang 65 persen dari pertumbuhan ekonomi dunia. Menurut kaji S&P Global pada 2035, negara-negara maju memiliki rata-rata pertumbuhan PDB 1,59 persen. Adapun Vietnam ditaksir pertumbuhan PDB sampai dengan 4,06 persen. Kunci dari pertumbuhan negara-negara ekonomi baru ini adalah rantai pasok. Perang dagang antara Amerika Serikat dan China menjadi ceruk yang menguntungkan. Hal ini terbukti untuk kasus Vietnam. Sejak AS menerapkan tarif tinggi untuk semua produk China pada 2018, ekspor Vietnam ke AS meningkat empat kali lipat. Per 2023, Vietnam menempati peringkat ketujuh negara pemasok komoditas ke AS. (Yoga)

Kemilau Emas Terus Bersinar Sebagai Pilihan Investasi yang Relatif Aman dan Stabil

KT1 18 Oct 2024 Investor Daily (H)
Ditengah ketidakpastian ekonomi dan volatilitas global, kemilau emas terus bersinar sebagai pilihan investasi yang relatif aman  dan stabil bagi para investor. Menyadari daya tarik logam mulia ini bagi masyarakat, perbankan syariah pun makin serius menggarap bisnis emas. Emas telah lama dianggap sebagai aset safe-haven, menawarkan perlindungan terhadap inflasi dan fluktuasi nilai mata uang. Terlebih harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam pada Kamis (17/10/2024) sempat bertengger di level Rp1.496.000 per gram. Ini mengukit rekor tertinggi harga emas Antam. Melihat tren kenaikan harga emas, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) juga mencatatkan  kinerja yang positif, dimana bisnis emas bank syariah terbesar di Indonesia per Agustus 2024 melesat 54% dengan total pertumbuhan  Rp3,6 triliun. Dari nilai tersebut, didominasi oleh produk cicil emas yang naik Rp2,56 triliun atau melesat 130,38% (year on year/yoy), sedangkan untuk gadai emas meningkat Rp1,02 triliun atau 21,88% (yoy). (Yetede)

Investasi Jangka Panjang Tidak Lagi Jadi Andalan

HR1 18 Oct 2024 Kontan
Dalam sepuluh tahun terakhir, saham-saham blue chip di Indonesia tidak selalu memberikan imbal hasil yang positif, meskipun mereka menjadi pemimpin pasar di industri masing-masing. Saham-saham seperti PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menunjukkan kinerja negatif dengan penurunan yang signifikan dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir. Misalnya, SMGR mengalami penurunan sebesar 59,68% dalam lima tahun, sementara TLKM dan PGAS juga mencatatkan kerugian.

Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, mengungkapkan bahwa berbagai faktor, termasuk persaingan bisnis yang ketat dan tantangan struktural dalam sektor-sektor terkait, telah menyebabkan imbal hasil yang kurang memuaskan dari saham-saham tersebut. Setiap saham memiliki tantangan unik; contohnya, PGAS dipengaruhi oleh kebijakan harga gas, SMGR menghadapi oversupply, dan TLKM harus bersaing dalam industri telekomunikasi yang memerlukan investasi besar untuk ekspansi.

Di sisi lain, Daniel Agustinus, Direktur PT Kanaka Hita Solvera, menyatakan bahwa emiten-emiten ini perlu melakukan inovasi untuk bersaing di pasar yang matang. Meski demikian, baik Hendra maupun Daniel berpendapat bahwa saham TLKM dan PT Astra International Tbk (ASII) masih memiliki potensi untuk memberikan keuntungan di masa depan, dengan target harga masing-masing Rp 3.200 dan Rp 5.500. Hendra juga menilai saham-saham seperti SMGR, PGAS, EXCL, dan TLKM masih memiliki valuasi yang menarik, memberikan peluang bagi kenaikan harga di masa mendatang.

Prospek Cerah Energi Baru Terbarukan

HR1 17 Oct 2024 Kontan
Prospek penawaran umum perdana saham (IPO) di sektor energi baru terbarukan (EBT) diprediksi akan tetap cerah pada tahun depan, didorong oleh minat tinggi investor di pasar modal Indonesia. Reuben Tirtawidjaja dari Ernst and Young (EY) mencatat bahwa dalam lima tahun terakhir, IPO emiten EBT menunjukkan kinerja positif, termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang mengalami lonjakan harga saham 781,41% sejak IPO. Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas juga menyoroti bahwa keberhasilan IPO di sektor ini menciptakan peluang besar untuk perusahaan baru. Dukungan dari kebijakan pemerintah dalam transisi energi dan kesadaran masyarakat akan energi bersih semakin memperkuat prospek ini. Namun, Miftahul mengingatkan investor untuk lebih berhati-hati karena kenaikan saham EBT mungkin tidak secepat tahun lalu, dengan saham seperti PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menjadi pilihan menarik untuk trading.

Pemerintah Mendorong Investasi Energi Bersih dan Orientasi Ekspor

KT3 16 Oct 2024 Kompas
Pemerintah akan berfokus pada investasi di sektor-sektor seperti energi bersih dan yang berorientasi ekspor untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Namun, selain mengejar target pertumbuhan, investasi tersebut juga harus memperhatikan sektor-sektor yang dapat menyerap tenaga kerja, seperti manufaktur Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyampaikan, di masa mendatang, tren pasar cenderung akan mengarah ke sektor energi bersih. Beberapa perusahaan yang ingin berinvestasi di Indonesia, seperti perusahaan di bidang mobil listrik, meminta akses energi bersih atau energi terbarukan. ”Mereka (investor) request-nya, inginnya, karena mereka membuat mobil listrik, harapannya tenaga atau energi yang mereka dapat juga adalah dari energi bersih dari energi terbarukan. Itu juga yang mereka harapkan, dan itu yang akan kita dorong,” katanya dalam konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan III-2024 di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Selasa (15/10/2024).

Rosan menambahkan, penanaman investasi pada 2025 memang ditargetkan lebih tinggi dibanding tahun 2024 sekitar Rp 1.400 triliun. Sejalan dengan permintaan pasar mendatang, target tersebut dapat tercapai apabila turut dilakukan akselerasi penyediaan tenaga kerja berbasis energi hijau agar dapat menarik investasi masuk. Merujuk Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Pencanaan Pembangunan Nasional Nomor 2 Tahun 2024 tentang Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025, Penanaman Modal Asing (PMA), dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), investasi diharapkan dapat meningkat menjadi Rp 1.868-Rp 1.906 triliun ”Jadi, temanya adalah bagaimana kita mengarahkan investasi yang masuk ke Indonesia itu adalah yang energi bersih dan juga berorientasi ekspor.

Mengapa? Sebab, apabila kita ingin mencapai pertumbuhan di atas 5 persen, kuncinya salah satunya adalah di investasi dan ekspor karena dua ruang itu yang masih mempunyai ruang untuk bertumbuh dengan tinggi,” ujar Rosan. Hal itu mengingat investasi menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi nasional dengan porsi 25-26 persen setelah konsumsi domestik yang mencapai lebih dari 50 persen. Sementara itu, belanja pemerintah berkontribusi 8-9 persen disusul dengan kinerja ekspor yang belum begitu signifikan. Oleh karena itu, kata Rosan, pertumbuhan yang bisa didorong adalah dari investasi. Manufaktur Dihubungi terpisah, ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, berpendapat target penanaman investasi yang ditetapkan pada 2025 sangat optimistis. Kendati target tersebut ada kaitannya dengan upaya mengejar per tumbuhan ekonomi 8 persen, akan memberatkan bagi pemerintahan baru ke depan. (Yoga)

Kekhawatiran pada Kinerja Investasi

HR1 16 Oct 2024 Bisnis Indonesia (H)

Melalui Menteri Investasi Rosan Roeslani, menghadapi tantangan dalam mengakselerasi kinerja investasi, terutama di sektor manufaktur yang mengalami kontraksi. Meskipun realisasi investasi langsung pada kuartal III/2024 tercatat tumbuh 15,24% dibandingkan tahun lalu, pertumbuhan ini lebih lambat dibandingkan kuartal sebelumnya, terutama pada penanaman modal dalam negeri.

Rosan menyatakan bahwa pertumbuhan tersebut tetap menunjukkan ketangguhan di tengah tantangan, didorong oleh sektor penghiliran, yang memanfaatkan potensi bahan baku seperti nikel dan bauksit. Sementara itu, Sekjen HIPMI Anggawira mencatat bahwa investor mulai beralih ke sektor non-manufaktur seperti infrastruktur dan energi terbarukan yang lebih stabil.

Namun, ada keprihatinan bahwa perlambatan di sektor manufaktur dapat mengurangi daya tarik investasi dalam jangka panjang. Untuk mencapai target investasi langsung yang ambisius pada 2025, beberapa langkah strategis perlu diambil, termasuk diversifikasi sektor dan perbaikan regulasi serta perizinan.



Penurunan Hasil Investasi Dana Pensiun

HR1 16 Oct 2024 Kontan
Tingkat pengembalian investasi (RoI) di industri dana pensiun (dapen) mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), RoI dapen yang mencapai 8,66% pada 2020 turun hingga 4,62% pada Agustus 2024. Menurut Budi Sutrisno, Direktur Utama Dana Pensiun BCA, penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk dampak pandemi Covid-19 yang memicu ketidakstabilan ekonomi global, serta kebijakan suku bunga rendah yang membuat kupon obligasi juga lebih rendah.

Budi menjelaskan bahwa untuk menjaga stabilitas RoI, Dapen BCA akan mengalokasikan investasi pada obligasi jangka menengah yang menawarkan imbal hasil stabil, yang diharapkan mampu menyeimbangkan antara likuiditas dan pertumbuhan aset. 

Sementara itu, Bambang Sri Muljadi, Staf Ahli Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), menyatakan bahwa pengembalian RoI seperti di tahun 2020 sulit dicapai karena sifat investasi dapen yang bersifat *rollover*. Ia menyarankan agar dapen meningkatkan investasi di instrumen saham dengan analisis mendalam untuk mengoptimalkan RoI. Syarif Yunus, Direktur Eksekutif Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), menambahkan bahwa kurangnya pemahaman peserta terkait instrumen investasi turut mempengaruhi RoI, meski kini ada lebih banyak pilihan instrumen yang kompetitif.

Rendahnya Rasio Penyerapan Tenaga Kerja

HR1 16 Oct 2024 Kontan
Pemerintahan Prabowo Subianto diharapkan dapat meningkatkan kualitas investasi di Indonesia untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja. Menurut Menteri Investasi Rosan Roeslani, total realisasi investasi Indonesia dari 2014 hingga September 2024 mencapai Rp 9.117,4 triliun, yang telah menyerap 13,84 juta tenaga kerja. Untuk periode Januari-September 2024 saja, investasi tercatat Rp 1.239,3 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 1,88 juta orang.

Meskipun terdapat peningkatan dalam jumlah investasi dan tenaga kerja, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengkritik kualitas investasi yang menurun. Ia menunjukkan bahwa rasio penyerapan tenaga kerja terhadap investasi semakin rendah, dari 4.118 orang per Rp 1 triliun investasi pada 2012 menjadi hanya 1.283 orang pada 2023. Bhima juga menyoroti bahwa investasi saat ini lebih berorientasi pada modal dan diikuti oleh meningkatnya sektor informal, di mana pekerja informal meningkat dari 57,9% pada 2014 menjadi 59,17% pada 2024.

Bhima menyimpulkan bahwa meskipun investasi yang besar masuk ke Indonesia, kualitas dan dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja masih menjadi masalah, terutama terkait dengan meningkatnya impor mesin dan barang modal yang mengurangi janji transfer teknologi.

Transisi Pemerintahan Lancar, IHSG Diperkirakan Menguat

KT1 14 Oct 2024 Investor Daily (H)

Sejalan dengan transisi pemerintahan yang berjalan mulus dan lancar, indeks harga saham gabungan (IHSG) kedepan diperkirakan menguat dan mencapai level baru. Pemerintah yang stabil akan menambah keyakinan para pelaku pasar  dan menciptakan sentimen positif di bursa. Tercatat, IHSG ditutup di level 7.520 atau menguat 0,33% dalam seminggu hingga akhir perdagangan, Jumat, 11 Oktober 2024. IHSG bergerak konsolidasi dengan range support di level 7.400-7.500 dan resistance 7.600. Pekan ini, IHSG diperkirakan menguat dengan estimasi kisaran 7.500 hingga 7.800, didukung oleh funfamental ekonomi yang kuat, inflasi yang terkendali, dan pertumbuhan PDB yang stabil.

Kebijakan pemerintah yang pro-investasi juga menjadi salah satu faktor  pendorong yang dapat meningkatkan  performa IHSG. Adapun sektor-sektor yang diproyeksikan akan moncer sejalan dengan kondisi ini meliputi infrastruktur, kesehatan, dan konsumer. Menurut Founder  Stocknow.id Hendra Wardana, di sektor infrastruktur, proyek-proyek strategis dan  kelanjutan pembangunan jalan tol serta infrastruktur, proyek-proyek strategis dan kelanjutan pembangunan jalan tol serta infrastruktur digital akan terus menjadi motor pertumbuhan. (Yetede)