Investasi lainnya
( 1334 )IHSG Berpotensi Melanjutkan Penurunan
Jokowi Berharap Kemudahan Mengurus Izin Pembangunan PLTP
Penurunan Suku Bunga Buka Peluang Bagi Investasi Unitlink
Pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi angin segar bagi produk unitlink. Suku bunga yang lebih rendah bakal menjadi katalis bagi sejumlah instrumen investasi. Dus, imbal hasil unitlink pun berpotensi ikut terkerek. Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) telah memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6%. Begitu juga dengan The Fed yang menurunkan suku bunganya sebesar 50 bps. Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana berpendapat, unitlink yang paling diuntungkan pemangkasan suku bunga adalah yang berbasis pendapatan tetap. Selain unitlink pendapatan tetap, unitlink saham juga dapat katalis positif dari penurunan suku bunga.
Namun, Wawan menyebut kinerjanya akan tergantung
fund manager
perusahaan dalam meracik penempatan saham. Unitlink beraset dasar saham bank dan properti bisa jadi yang paling moncer.
Dengan sentimen suku bunga ini, Wawan memprediksi imbal
unitlink
saham dan pendapatan tetap bakal bersaing ketat untuk menjadi pemberi
return
terbesar hingga akhir tahun nanti. Bila Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa tembus ke level 8.000, maka
unitlink
saham berpotensi menjadi juara.
Di lain sisi, Wawan menilai penurunan suku bunga mengancam potensi
return
dari
unitlink
pasar uang, sejalan dengan bunga deposito yang juga akan terpangkas.
Equity Research & UL Strategy Manager
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk Wiratama juga menilai
unitlink
pendapatan tetap akan diuntungkan secara langsung oleh penurunan bunga, yang mengerek harga obligasi.
Head of Investment
PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia Cholil Ridwan bilang, pihaknya memiliki standar tinggi dalam mengelola
unitlink
saham. Pemilihan saham yang tepat menjadi kunci mencapai kinerja positif jangka panjang dari produk ini. "Kami hanya berinvestasi pada perusahaan yang punya prospek pertumbuhan jangka panjang," kata Cholil.
Jamsostek Kantongi Keuntungan Investasi Rp 31,2 Triliun Tahun Ini
Kinerja investasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan masih mekar. Hingga Agustus 2024, badan sosial eks Jamsostek ini membukukan hasil investasi sebesar Rp 34,27 triliun.
"Nilai tersebut mengalami peningkatan 7,13% dibandingkan capaian per Agustus 2023 yang sebesar Rp 31,99 triliun," ujar Oni Marbun, Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan.Sepanjang 2024, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan hasil investasi Rp 55,28 triliun, alias lebih besar 25,6%, dari target tahun sebelumnya.
Oni menyebut, kinerja hasil investasi ini turut memberi andil dalam penambahan jumlah dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan. Dia menerangkan, sampai bulan lalu, pihaknya memiliki dana kelolaan sebesar Rp 767,23 triliun, alias meningkat 12,55% jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar Rp 681,64 triliun.
Dari dana tersebut, penempatan investasi terbesar masih dialokasikan ke surat utang dengan porsi 74,48%. Diikuti deposito mencapai 11,74%, saham sebesar 8,37%, reksadana 5,07%, lalu properti dengan porsi 0,27%, serta penyertaan sebesar 0,07%.
Memahami ROI dalam Investasi untuk Pertumbuhan
Return on Investment (ROI) merupakan alat yang digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas dari suatu investasi. Menurut Dataindonesia.id, ROI adalah rasio yang membandingkan keuntungan atau kerugian dari suatu investasi dengan biaya awalnya. ROI biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase dan menjadi indikator bagi investor untuk menilai efektivitas investasi. Jika hasil ROI positif, investasi dianggap menguntungkan, sedangkan jika ROI negatif, investasi belum memberikan hasil yang diharapkan. ROI sering digunakan dalam analisis keuangan untuk menentukan kelayakan suatu investasi.
Investasi Perhotelan Terkendala: Permodalan dan Perizinan Jadi Hambatan
Industri perhotelan di Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan, seperti moratorium pembangunan hotel baru, akses permodalan yang sulit, serta lesunya industri pariwisata pasca-pandemi. Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengusulkan moratorium pembangunan hotel di beberapa kawasan Bali untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan serta menghindari persaingan harga yang merugikan. Namun, Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum PHRI, mengkritik kebijakan ini, karena dianggap menghambat investasi dan tidak berpihak pada pemulihan sektor perhotelan yang masih terdampak pandemi. Pelaku usaha, seperti Wahyudi Eko Sutoro dari PT Eastparc Hotel Tbk dan Harun Hajadi dari PT Ciputra Development Tbk, menekankan pentingnya fokus pada wisatawan domestik untuk menjaga okupansi hotel.
Investasi yang Tepat di Tengah Tren Penurunan Suku Bunga
Era suku bunga tinggi akan segera berakhir. Jika sesuai rencana, bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, bakal memangkas suku bunganya pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada hari ini (17/) hingga Rabu (18/9).
Keputusan The Fed diproyeksi akan diikuti Bank Indonesia (BI). Seiring itu, sejumlah portofolio investasi akan terpapar sentimen positif.
CEO PT Pinnacle Persada Investama alias Pinnacle Investment Guntur Putra menilai, penurunan suku bunga akan membuat kupon obligasi jadi lebih menarik dibanding suku bunga pasar.
Tak hanya obligasi, pasar saham juga akan menggeliat. Pemangkasan bunga The Fed berpotensi mendatangkan
capital inflow
. Dus, likuiditas di pasar meningkat. "Penurunan suku bunga dapat meningkatkan daya tarik saham, terutama sektor yang sensitif terhadap suku bunga," imbuh dia.
CEO and Founder Finansialku Melvin Mumpuni mengamini, penurunan suku bunga akan berdampak positif pada pasar saham. Perusahaan di sektor
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyarankan, dengan ada pemangkasan suku bunga, investor bisa lebih agresif mengatur portofolionya. "Dari sebelumnya di aset
safe haven
, dialihkan lebih banyak aset yang berisiko," ujar dia.
Investasi yang Tinggi Belum Diimbangi Penyerapan Tenaga Kerja yang Optimal
Target investasi sejak tahun 2019 hingga 2023 selalu berhasil direalisasikan oleh pemerintah. Namun, realisasi investasi yang tinggi tersebut belum diimbangi dengan penyerapan tenaga kerja yang optimal. Yang terjadi justru suatu anomali, yakni rasio atau perbandingan antara penyerapan tenaga kerja dan nilai investasi, makin kecil setiap tahun. Berdasarakan data Kementerian Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada 2013, setiap Rp 1 triliun investasi, masih bisa menyerap sampai 4.594 tenaga kerja. Dari waktu ke waktu, jumlah itu terus turun. Pada 2016, Rp 1 triliun investasi hanya bisa menyerap 2.272 orang dan pada 2019, investasi Rp 1 triliun hanya mampu menyerap 1.277 orang. Penyusutan terus berlanjut sampai tahun 2022, yakni dari Rp 1 triliun investasi tercatat hanya mampu menyerap tenaga kerja 1.081 orang. Setahun kemudian, pada 2023, mengalami sedikit perbaikan di mana dari Rp 1 triliun investasi, bisa menciptakan lapangan kerja untuk 1.285 orang. Namun, angka ini pun hanya sekitar seperempat dari angka tenaga kerja yang diserap sepuluh tahun sebelumnya. (Yetede)
Strategi Mitigasi Cepat untuk Cegah Kehilangan Dana
Ketika industri mata uang kripto di Tanah Air masih berusaha berkembang, investor kripto dikagetkan kasus dugaan peretasan salah satu exchanger kripto populer di Indonesia, Indodax. Serangkaian transaksi mencurigakan diungkap perusahaan keamanan Web3, Cyvers Alerts, di akun X pada Rabu (11/9). Berdasarkan unggahan Cyvers Alerts, terdapat alamat yang memegang aset senilai sekitar US$ 14,4 juta yang kemudian ditukarkan menjadi ether (ETH). Tak lama berselang, lebih dari 150 transaksi mencurigakan lainnya. Sehingga saat ini total kerugian akibat peretasan diperkirakan mencapai US$ 18,2 juta. CEO Indodax, Oscar Darmawan mengakui ada dugaan peretasan pada sistem Indodax.
Meski begitu belum ada perkembangan signifikan terkait kasus ini. Oscar bilang, tengah menginvestigasi dan melakukan pemeliharaan menyeluruh terhadap sistem Indodax. "Selama proses ini, platform web dan aplikasi Indodax tidak dapat diakses. Namun kami pastikan saldo pelanggan akan aman, baik secara kripto maupun rupiah, pungkas Oscar, Kamis (12/9).
Dalam akun resminya di platform X, Indodax menegaskan, Kamis (12/9), bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menyelidiki insiden ini dengan tindakan yang diperlukan untuk memulihkan sistem dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Blockchain & Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo-ABI) Yudhono Rawis mengatakan, mendukung langkah-langka Indodax untuk segera menanggulangi permasalahan ini.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah memanggil manajemen Indodax untuk klarifikasi, Kamis (12/9). Kepala Bappebti, Kasan, bilang, sedang dalam proses investigasi sistem Indodax.
Pakar TI & Digital Forensik, Rubi Alamsyah berpendapat, kalau sampai Indodax matikan platform, artinya ada kejadian cukup besar. "Tim investigasi harus cepat agar bisa mitigasi risiko," kata Rubi,
Pasar Obligasi Jadi Magnet Baru bagi Investor
Optimisme di pasar surat utang negara (SUN) Indonesia meningkat menjelang pertemuan The Fed, yang diperkirakan akan menghasilkan pemangkasan suku bunga acuan. Pasar mulai merespon dengan penurunan yield US Treasury dan SUN. Handy Yunianto, Head of Fixed Income Research di Mandiri Sekuritas, memperkirakan yield SUN 10 tahun bisa turun hingga 6,2%–6,4% seiring penurunan suku bunga The Fed, yang juga mendorong aliran dana asing ke SUN.
Sentimen positif juga datang dari kebijakan fiskal pemerintahan baru yang prudensial dan penurunan yield instrumen saingan SUN, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Tim Riset LPS menambahkan, jika suku bunga The Fed dipangkas, yield SUN akan menjadi lebih menarik, terutama dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi domestik yang stabil.
Namun, Ramdhan Ario Maruto dari Anugerah Sekuritas dan Rizky Hidayat dari Schroders Indonesia memperingatkan bahwa meskipun optimisme meningkat, risiko ketidakpastian global masih tinggi. Mereka menekankan pentingnya menjaga strategi defensif di tengah ketidakpastian kebijakan akibat transisi pemerintahan.
Pilihan Editor
-
Visa Luncurkan Layanan Konsultasi Kripto
09 Dec 2021 -
Jasa Keuangan Paling Banyak Dikeluhkan
10 Dec 2021 -
Inflasi AS Melonjak 6,8% pada November
11 Dec 2021









