IHSG Berpotensi Melanjutkan Penurunan
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi melanjutkan penurunan selama seminggu ke depan, setelah pekan lalu jatuh 0,88% ke level 7.743. Meski masih berada di tren bullish, IHSG rawan koreksi setelah ambles cukup dalam hingga 2,05% di akhir pekan lalu. Rilis data makro global serta pergerakan rupiah dan harga komoditas akan sentimen pergerakan IHSG di pekan ini. "Kami memperkirakan untuk sepekan kedepan, IHSG masih rawan bergerak terkoreksi dengan support 7.543 dan resitance 7.833," kata Senior Analyst MNC Sekuritas Herditya Wicaksana kepada Investor Daily. Secara teknikal, menurut Didit, IHSH masih berada di tren bullish-nya, diatas MA20. Meski, dari beberapa indikator seperti MACD dan Stochastic sudah muncul tanda deadcross. "Untuk sentimennya, diperkirakan berasal dari rilis data ekonomi makro Amerika Serikat perihal GDP Growth dan Core PCE. Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan harga komoditas dunia diperkirakan dipengaruhi bagi IHSG," ujar Didit.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023