;

Investasi Jangka Panjang Tidak Lagi Jadi Andalan

Ekonomi Hairul Rizal 18 Oct 2024 Kontan
Investasi Jangka Panjang Tidak Lagi Jadi Andalan
Dalam sepuluh tahun terakhir, saham-saham blue chip di Indonesia tidak selalu memberikan imbal hasil yang positif, meskipun mereka menjadi pemimpin pasar di industri masing-masing. Saham-saham seperti PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menunjukkan kinerja negatif dengan penurunan yang signifikan dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir. Misalnya, SMGR mengalami penurunan sebesar 59,68% dalam lima tahun, sementara TLKM dan PGAS juga mencatatkan kerugian.

Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, mengungkapkan bahwa berbagai faktor, termasuk persaingan bisnis yang ketat dan tantangan struktural dalam sektor-sektor terkait, telah menyebabkan imbal hasil yang kurang memuaskan dari saham-saham tersebut. Setiap saham memiliki tantangan unik; contohnya, PGAS dipengaruhi oleh kebijakan harga gas, SMGR menghadapi oversupply, dan TLKM harus bersaing dalam industri telekomunikasi yang memerlukan investasi besar untuk ekspansi.

Di sisi lain, Daniel Agustinus, Direktur PT Kanaka Hita Solvera, menyatakan bahwa emiten-emiten ini perlu melakukan inovasi untuk bersaing di pasar yang matang. Meski demikian, baik Hendra maupun Daniel berpendapat bahwa saham TLKM dan PT Astra International Tbk (ASII) masih memiliki potensi untuk memberikan keuntungan di masa depan, dengan target harga masing-masing Rp 3.200 dan Rp 5.500. Hendra juga menilai saham-saham seperti SMGR, PGAS, EXCL, dan TLKM masih memiliki valuasi yang menarik, memberikan peluang bagi kenaikan harga di masa mendatang.
Download Aplikasi Labirin :