Industri lainnya
( 1875 )Pameran Food and Beverage Indonesia
Para pengunjung tampak menyimak cara memasak dalam Pameran Food and Beverage Indonesia 2024 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, pada hari Kamis (9/5/2024). Pameran ini diikuti oleh lebih dari 100 perusahaan di bidang makanan dan minuman. Pameran kuliner yang bertujuan mendorong pertumbuhan dan penjualan produk industri makanan di Indonesia ini akan berlangsung hingga Sabtu (11/5). (Yoga)
VICI Memacu Penjualan Kosmetik
Emiten manufaktur skincare atau perawatan kulit, PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) menyiapkan berbagai strategi untuk memaksimalkan bisnis di tengah berbagai tantangan yang dihadapi tahun ini. Direktur Utama Victoria Care Indonesia Billy Hartono Salim mengungkapkan, bisnis perawatan kulit di Indonesia tumbuh sangat pesat. Tak cuma merek-merek lokal baru yang bermunculan dengan berbagai karakteristiknya masing-masing, tetapi kosmetik dan skincare dari luar negeri pun mengalir masuk ke Indonesia.
Ini cerminan ketatnya persaingan kosmetik di pasar Indonesia. Untuk menghadapi tantangan bisnis ke depan, manajemen VICI menyiapkan beberapa langkah. Pertama, fokus pada perluasan jalur distribusi, terutama di pasar ritel modern dan platform digital. Kedua, menambah titik distribusi dan mengaktifkan titik-titik distribusi dengan membuka jalur distribusi baru. Ketiga, memaksimalkan distribusi terhadap produk unggulan di portofolio Perseroan, mulai dari Herborist, Miranda, CBD Professional, hingga Nuface. Pada saat yang sama, kinerja bisnis VICI di awal tahun ini juga diderai oleh beberapa tantangan.
Salah satunya kondisi penguatan dolar Amerika serikat (AS) atas rupiah yang berpengaruh ke banyak hal, seperti meningkatnya harga bahan baku dan kemasan.
Sebagai tambahan informasi, VICI mengincar pertumbuhan pendapatan sebesar dua digit di sepanjang tahun 2024 ini. Adapun, hingga kuartal I-2024, VICI berhasil mencatatkan pertumbuhan dua digit dengan perolehan pendapatan sebesar Rp 338,5 miliar atau meningkat 14,6%
year on year
(yoy) dibandingkan raihan pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp 295,4 miliar.
Billy menerangkan, keberhasilan VICI dalam menjaga performa positif di sepanjang kuartal I-2024 ini tidak terlepas dari kejelian perusahan itu dalam menjalankan strategi pemasaran yang tepat dan berkelanjutan. Dus, cara ini diharapkan efektif hingga tutup tahun.
DAYA SAING INDUSTRI : Sinyal Perpanjangan Harga Gas Khusus
Pemerintah memastikan bakal terus berupaya menjaga daya saing industri dalam negeri dengan memberikan harga gas khusus, meski pasokan komoditas tersebut kerap tersendat akibat penurunan produksi alamiah di sejumlah lapangan minyak dan gas bumi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan bahwa pemerintah bakal melanjutkan program harga gas bumi tertentu atau HGBT pada tahun depan, sembari membangun dan memperkuat infrastruktur gas bumi di Tanah Air. Menurutnya, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap daya saing industri nasional di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha. Hal itu menjadi alasan bagi pemerintah untuk kembali memberikan insentif harga gas khusus untuk beberapa sektor industri seperti tahun ini.
Program HGBT belakangan memanas karena PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) harus mengatur pasokan gas untuk industri, karena penurunan produksi di sejumlah lapangan minyak dan gas bumi atau migas. Perusahaan kemudian meminta tambahan alokasi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk menambal kekurangan pasokan tersebut. Hanya saja, gas yang berasal dari LNG memiliki nilai jual yang lebih mahal, karena harganya mengikuti harga di pasar global dan membutuhkan proses regasifikasi untuk bisa dialirkan melalui pipa.
Persoalan mengenai pasokan gas bumi tersebut kemudian mendapatkan keluhan dari sejumlah pelaku industri, termasuk Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) yang mengaku produksi anggotanya mulai terancam akibat gangguan tersebut. Ketua Umum Asaki Edy Suyanto mengkhawatirkan gangguan pasokan gas bumi bakal berdampak kepada gangguan iklim investasi di Indonesia. Musababnya, Asaki telah menerima keluhan dari salah satu produsen sanitary ware terbesar di dunia yang telah membangun fasilitas produksinya di Indonesia.
Sekretaris Perusahaan PGAS Rachmat Hutama menerangkan, keputusan itu diambil untuk menjaga reliabilitas dan keselamatan jaringan gas yang berisiko tinggi. Di sisi lain, SKK Migas telah menyepakati penambahan dua kargo LNG untuk PGAS untuk tahun ini. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro mengatakan, tambahan dua kargo LNG tersebut rencananya berasal dari Tangguh Train 3.
MASUKNYA VINFAST DAN BYD : Bisnis Kawasan Industri Makin Bersinar
Sektor kawasan industri nasional berpotensi terus berkembang menyusul masuknya raksasa otomotif asal China yakni BYD dan produsen mobil listrik asal Vietnam VinFast mendirikan pabrik di Indonesia. Head of Industrial & Logistics Services Colliers Indonesia Rivan Munansa menuturkan bahwa kesempatan itu diproyeksi dapat berdampak positif pada sektor kawasan industri nasional ke depan. Data Bisnis mencatat BYD bakal membangun pabriknya di Kawasan Industri Subang Smartpolitan Jawa Barat dengan nilai investasi mencapai lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp16 triliun. Lebih besar lagi, VinFast juga sempat menyampaikan komitmennya untuk menyuntik investasi senilai US$1,2 miliar atau setara Rp19,20 triliun.
Oleh karena itu, Rivan menekankan pemerintah tidak menyianyiakan kesempatan tersebut, salah satu caranya yakni lewat pemberian kemudahan pengurusan proses investasi. Pada kesempatan berbeda, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Sanny Iskandar juga menekankan bahwa komitmen BYD hingga VinFast masuk ke Indonesia bakal menyuburkan bisnis kawasan industri lokal ke depan. Secara umum, industri assembling atau perakitan kendaraan bermotor banyak memiliki rantai pasok yang luas.
Dia memprediksi terdapat banyak industri pendukung lain yang bakal masuk ke Indonesia seiring dengan rencana pembangunan pabrik BYD dan VinFast di Indonesia. “Kalau BYD dan VinFast masuk, pasti vendor rantai pasoknya yang tier 1 dan tier 2 juga akan berdatangan, khususnya yang ada afi liasi langsung perusahaan China dan Vietnamnya itu.”
Untuk menentukan letak atau lokasi dari industri di sebuah negara, dia menekankan perlunya insentif dan fasilitas yang mendukung termasuk kepastian hukum itu sangat dibutuhkan.
INDUSTRI PENERBANGAN : AVIASI MELANDAI PADA AWAL TAHUN
Kinerja industri penerbangan diproyeksi bakal melaju pada tahun ini meski laporan terbaru mendapati adanya perlambatan jumlah pelaku perjalanan untuk rute domestik dan internasional sepanjang kuartal I/2024. Mengacu pada laporan Badan Pusat Statistik, jumlah penumpang angkutan udara untuk rute domestik turun 3,51% secara bulanan dari 4,70 juta pada Februari menjadi 4,54 juta pada Maret 2024. Sementara itu, sepanjang Januari-Maret, volume penumpang domestik menyentuh 14,07 juta kunjungan, turun tipis 0,95% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar 14,21 juta penumpang. Dari lima bandara utama di Tanah Air, Kualanamu di Sumatra Utara mengalami penurunan cukup tajam hingga 12,61% YoY pada kuartal I/2024. Disusul oleh Bandara Hasanuddin, Makassar merosot hingga 6% dan Soekarno Hatta turun 1,94% dalam tiga bulan pertama tahun ini.
Sementara itu pada angkutan udara internasional, jumlah penumpang meningkat cukup drastis hingga 27,75% pada Januari - Maret 2024 dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia Faik Fahmi menuturkan bahwa salah satu faktor penurunan jumlah penumpang adalah momentum Ramadan. Umumnya, masyarakat mengurangi perjalanan udara sebelum memasuki musim mudik Lebaran. Dari data Angkasa Pura Indonesia, 37 bandara kelolaan baik domestik maupun internasional mampu melayani 11,4 juta penumpang selama periode Maret 2024. Jumlah ini turun 1,9% dibandingkan dengan bulan sebelumnya yakni 11,6 juta penumpang. Pada sisa tahun, InJourney Airports turut mengatur sejumlah strategi untuk meningkatkan trafi k di bandara yang dikelola. Di antaranya melalui kolaborasi dengan perusahaan yang tergabung dengan ekosistem pariwisata InJourney Group, membuka rute baru dan event berskala nasional maupun internasional.
Setali tiga uang, pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan bahwa awal tahun selalu menjadi salah satu periode low season dalam industri aviasi. Kinerja sektor penerbangan lebih banyak tertolong oleh euforia masyarakat melakukan perjalanan usai Covid-19 dan momen Tahun Baru Imlek. Penurunan kinerja sektor ini berbanding terbalik dengan realisasi volume kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. BPS mencatat jumlah kunjungan wisman selama Januari–Maret 2024 menembus 3,03 juta atau naik 25,43% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Alvin yang juga Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (Apjapi) ini memproyeksikan kinerja industri penerbangan akan lepas landas pada tahun ini usai mencatatkan kinerja kurang memuaskan usai pagebluk.
Asosiasi memproyeksikan sedikitnya 75 juta tiket penerbangan rute domestik akan terjual sepanjang tahun ini seiring dengan usainya perhelatan Pilpres sehingga kembali memicu geliat bisnis. Perkiraan tersebut naik tajam dari realisasi penjualan tiket 2023 yang menyentuh 66 juta tiket. Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Arab Saudi resmi menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) terkait pengaturan angkutan udara. Melalui kesepakatan ini, rute penerbangan dari seluruh bandara internasional di Arab Saudi dapat mendarat di bandara di Indonesia antara lain Jakarta, Surabaya, Makassar dan Denpasar.
INDUSTRI TEKSTIL & ALAS KAKI : Momentum Jaga Pertumbuhan
Pengecualian barang contoh untuk industri tekstil dan alas kaki dari larangan dan pembatasan impor oleh Kementerian Perdagangan diharapkan mampu memantik kinerja manufaktur di dalam negeri. Kementerian Perdagangan resmi mengeluarkan barang contoh untuk industri tekstil dan alas kaki dari larangan dan pembatasan impor melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 7/2024 sebagai perubahan kedua atas Permendag No. 36/2023. Direktur Impor Kemendag Arif Sulistyo mengatakan, hasil evaluasi yang dilakukan antarinstansi pemerintah telah sepakat memberikan kemudahan impor barang contoh untuk pengembangan dan penelitian di sejumlah sektor industri, termasuk tekstil dan alas kaki.
Arif menjelaskan, relaksasi impor barang contoh diperlukan agar industri dapat dengan mudah melakukan pengembangan produksi di dalam negeri. Sejumlah komoditas yang termasuk dalam pengecualian lartas impor tersebut antara lain tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, tas, pakaian jadi dan aksesoris pakaian jadi, elektronik, bahan baku pelumas, mainan, serta barang tekstil sudah jadi lainnya. Industri alas kaki memang sedang berjuang untuk bertahan dari sejumlah tantangan yang muncul di dalam dan luar negeri. Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) memproyeksikan kinerja ekspor alas kaki sepanjang tahun ini bakal terseok-seok, meski mengalami pertumbuhan secara tahunan pada Januari—Februari 2024. Direktur Eksekutif Aprisindo Firman Bakrie mengatakan produksi alas kaki terganjal lantaran impor barang sampel atau barang contoh untuk diproduksi dan diperbanyak di Indonesia makin sulit dilakukan. Selain itu, impor barang modal juga terhambat, sehingga mengganggu proses produksi untuk ekspor.
BISNIS RENTAL MOBIL : TRAC Incar Pertumbuhan 25%
TRAC, lini bisnis Astra Group melalui PT Serasi Autoraya yang menggarap bisnis rental kendaraan, menargetkan bisnis sewa mobil sepanjang tahun ini tumbuh 25% dibandingkan dengan periode yang sama 2023. Chief Operating Officer TRAC Halomoan Fischer mengatakan target itu seiring dengan pencapaian dan optimisme pertumbuhan ekonomi yang positif pada tahun ini. Untuk memenuhi target tersebut, TRAC telah menggodok sejumlah strategi seperti pengembangan dan penambahan channel reservasi melalui aplikasi, website, hingga touch point offline. Tak hanya itu, TRAC juga mengembangkan fitur baru pada aplikasi TRACtoGo sebagai bagian dari strategi digitalisasi.
Adapun, beberapa fitur barunya, yaitu fitur business account untuk kebutuhan rental kendaraan harian untuk segmen korporasi. Pada 2024, TRAC akan mengembangkan pasar business to customer (B2C) yang memiliki potensi besar dengan memperkuat ekosistem pariwisata domestik. Di sisi lain, potensi market self drive atau sewa lepas tangan juga cukup besar. Selama Lebaran, Fischer menilai bisnis rental kendaraan mencatat kinerja cemerlang dengan pertumbuhan hingga 42% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Dia mengatakan pihaknya telah mempersiapkan kurang lebih 2.000 unit kendaraan untuk mengantisipasi permintaan yang melonjak pada periode tersebut.
INTP Bisa Tumbuh tapi Terbatas
Kinerja PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) di 2024 diperkirakan masih bisa melanjutkan pertumbuhan, meski kenaikannya akan terbatas. Potensi pertumbuhan yang lebih terbatas lantaran sektor semen dinilai lebih berkaitan dengan sektor properti. Meskipun pada saat yang sama, emiten sektor semen diuntungkan dari maraknya pembangunan, termasuk proyek Ibu kota Negara (IKN). "Selama sektor properti belum kembali booming, maka pertumbuhan semen cenderung sideways," ujar Kiswoyo Adi Joe, Head of Investment Nawasena Abdhipraya Investama, Kamis (2/5). Ini tergambar dari pergerakan saham INTP yang terus tertekan. Berdasarkan RTI, harga INTP terus memerah sejak awal tahun dengan penurunan 23,14%.
Adapun saat ini harga INTP di level Rp 7.225 per saham. Analis Sinarmas Sekuritas Michael Filbery melanjutkan, INTP dapat menjaga level beban berdasarkan kontrak pembelian terbaru yang telah diperoleh perusahaan ini. INTP juga memprediksikan biaya pengemasan akan stabil pada kuartal I 2024 karena adanya penimbunan yang lebih baik selama tahun lalu. Saat ini, INTP telah mencapai penandatanganan kontrak untuk pembelian batubara DMO. INTP menargetkan untuk mengamankan setidaknya 70% cadangan batubara dari batubara DMO.
"Secara keseluruhan, untuk 2024 kami memperkirakan kenaikan harga pokok penjualan per ton sekitar 2,3% YoY," tulis Michael dalam riset 26 Maret 2024.
Di sisi lain, INTP berkomitmen untuk melakukan penyesuaian jika terjadi kenaikan biaya. Namun, kenaikan rata-rata harga jual (average selling price/ASP) lebih mungkin direalisasikan pada semester II ketika permintaan lebih solid dibandingkan dengan semester I.
"Saat ini, kami memperkirakan kenaikan ASP sekitar 2% YoY untuk INTP, sejalan dengan proyeksi kenaikan biaya per ton secara keseluruhan," sambung Michael.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andreas Kristo Saragih memaparkan, pertumbuhan volume penjualan semen akan didorong oleh semen curah karena pembangunan di IKN. Selain itu dari pembangunan smelter di Sulawesi, pengembangan kawasan industri baru di Kalimantan Utara serta di Kendal, Jawa Tengah. Juga proyek-proyek infrastruktur di Jabodetabek dan Jawa Barat, seperti pelabuhan Patimban, jalan tol, MRT dan LRT.
TCID Incar Cuan di Pasar Kosmetik
Emiten saham kosmetik dan produk perawatan tubuh, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) optimistis kinerja di tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. TCID juga tetap melanjutkan strategi bisnis dengan rutin mengeluarkan produk-produk terbarunya. Untuk mendukung strategi yang dipilihnya, TCID menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) yang sama dengan tahun lalu, yakni sekitar Rp 70 miliar di tahun 2024. Dana capex ini rencananya digunakan untuk fasilitas produksi, baik untuk penambahan atau penggantian mesin. Sekretaris Perusahaan Mandom Indonesia, Alia Risyamaya Dewi menyatakan, untuk mencetak kinerja positif tahun ini pihaknya akan memperkuat posisi di kategori produk yang selama ini menjadi kekuatan TCID, seperti produk hairstyling dan base makeup. TCID berencana memperkenalkan produk-produk baru di tahun ini untuk menjawab kebutuhan konsumen. Perseroan akan terus menggulirkan agenda peluncuran produk baru.
Dan, agenda itu diberlakukan untuk berbagai kategori merek di portofolio milik perseroan. Produk-produk Mandom yang terkenal di pasar selama antara lain Lucido~L, Pixy, Pucelle, Gatsby, Fresh n Fresh, dan Johnny Andrean. Selain di pasar dalam negeri, TCID juga memperluas pasarnya ke beberapa negara tujuan ekspor. Alia mengatakan, saat ini pihaknya masih memperkuat pasar ekspor ke sejumlah negara tujuan. Negara tujuan ekspor itu antara lain Jepang, Hongkong, Korea Selatan, Uni Emirat Arab (UEA) dan India. Selain itu, semua negara di kawasan Asia Tenggara. TCID mencatatkan penjualan sebesar Rp 405,6 miliar di kuartal I-2024. Jumlah ini anjlok 20,1% secara tahunan atau year on year (yoy) dari periode yang sama di tahun 2023 sebesar Rp 507,3 miliar. TCID membukukan beban pokok penjualan sebesar Rp 349,3 miliar, sehingga laba kotor yang dihasilkan menjadi Rp 56,2 miliar selama tiga bulan pertama tahun ini.
BIRD Garap Bisnis Angkutan Jarak Jauh
PT Blue Bird Tbk (BIRD) memperkuat bisnis transportasinya melalui unit bisnis Cititrans. Pihaknya akan mengembangkan Cititrans Busline untuk melayani perjalanan jarak jauh atau bus antar kota antar provinsi (AKAP) premium. Rencana ini disampaikan oleh Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono. Namun sayang, ia belum bisa memaparkan terkait target pendapatan Cititrans Busline tahun ini lantaran bisnisnya baru saja diluncurkan. “Pada tahap awal, Cititrans Busline memiliki 10 unit bus yang akan melayani rute Jakarta - Malang dan Bandung - Malang. Kami akan terus melihat potensi pasar ke depan untuk memperluas layanan ini,” ungkap pria yang akrab disapa Andre tersebut, kepada KONTAN pekan lalu. Adapun, nilai investasi yang digelontorkan untuk peluncuran bus ini mencapai kurang lebih Rp 20 miliar dengan kisaran Rp 2 miliar untuk satu per unit bus.
Cititrans Busline juga melayani pengiriman barang dan kargo yang dilengkapi kamera pengawas atau CCTV sebagai komitmen menjaga keamanan setiap barang yang dikirim.
BIRD sendiri sebelumnya telah mengintip potensi pengembangan bisnis bus saat momen mudik Lebaran tahun ini lewat armada Big Bird. Sebagai catatan, BIRD mengerahkan 84 unit bus untuk layanan
corporate
atau layanan kepada perusahaan baik negeri maupun swasta.
Secara keseluruhan, Blue Bird mengincar pertumbuhan bisnis dua digit selama tahun 2024. Manajemen BIRD optimis dapat menjaga tren kinerja positif seiring dengan ekspansi bisnis dan pulihnya mobilitas masyarakat.
Pilihan Editor
-
Integrasi Data Perpajakan Berlanjut
11 Aug 2020 -
Penginapan Mulai Menggeliat
10 Aug 2020 -
Gaji Ke-13 Bisa Menstimulasi Ekonomi
22 Jul 2020









