Industri lainnya
( 1905 )PENINGKATAN KUALITAS JALAN : Kalla Group Ekspansi Pabrik Aspal Emulsi
Peningkatan kualitas jalan di sejumlah titik di Pulau Sulawesi mendorong Kalla Group untuk melakukan ekspansi dengan membuka dua pabrik aspal emulsi baru di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Pembukaan dua pabrik di Kota Palu dan Kota Parepare itu dilakukan oleh anak usaha Kalla Group, yakni Kalla Aspal. Langkah ini juga sekaligus merupakan upaya perusahaan dalam mengembangkan aspal yang dianggap lebih kuat dan ramah lingkungan. Aspal emulsi merupakan aspal yang didiversikan ke dalam air dengan bantuan emulgator atau bahan pengemulsi dalam bentuk butiran yang sangat halus. Aspal ini sangat encer lewat pencampuran bahan bakar minyak.
Chief Operation Officer (COO) Kalla Aspal Burhanuddin Lestim mengatakan bahwa dua pabrik baru itu telah mulai berproduksi pada tahun ini. Dia menjelaskan bahwa kapasitas masing-masing pabrik dapat menampung 3 ton aspal emulsi yang dapat menghasilkan 10 drum dari proses produksi selama kurang lebih 6 jam.
Marketing & Operation General Manager Kalla Aspal Muhammad Sadar menambahkan, setelah dua kota tersebut, pihaknya masih akan melakukan ekspansi dengan membangun pabrik di wilayah lainnya di Sulawesi Tenggara dan Gorontalo pada awal 2025.“Pembangunan jalan memang masih membutuhkan suplai aspal yang cukup besar,” katanya.
Siap Memperluas Pasar Luar Jawa
Kinerja emiten menara, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) diprediksi masih akan tumbuh positif pada 2024. Optimisme itu terbersit di saat hadir pemain baru di di bisnis telekomunikasi yakni Starlink. Pendapatan yang kuat dari bisnis menara dan non menara akan jadi amunisi TOWR ke depan. Laba bersih TOWR di kuartal I-2024 naik 6% secara tahunan alias year on year (yoy) menjadi Rp 797 miliar, didukung oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 6% yoy. Analis Sucor Sekuritas, Christofer Kojongian mengatakan, bisnis non-menara juga terus menjadi mesin pertumbuhan utama, yang tumbuh 19% yoy menjadi Rp 965 miliar. Pendorongnya adalah lonjakan yang signifikan dalam bisnis jaringan internet kabel optik (FTTH) menjadi Rp 118 miliar pada kuartal I-2024 dari Rp 11 miliar pada periode sama 2023.
Ditambah pertumbuhan bisnis jaringan fiber ke menara (FTTT) yang naik 13% yoy. Saat ini kontribusi pendapatan non-menara mencapai 31,7% dari total pendapatan. Potensi pertumbuhan bisnis menara juga terbuka dengan 500 pesanan menara baru di sisa tahun ini. Hal ini akan menghasilkan pertumbuhan pendapatan bisnis menara 5% yoy pada 2024 menjadi Rp 8,8 triliun. Sehingga dia memproyeksi laba bersih TOWR akan naik 12% yoy dan 6% yoy di 2024 dan 2025 menjadi masing-masing Rp 3,6 triliun dan Rp 3,9 triliun. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, sentimen negatif di industri menara ke depan terkait persaingan yang ketat, fluktuasi nilai tukar rupiah dan kondisi suku bunga yang tinggi. Karena rasio utang cukup tinggi," kata Sukarno, kepada KONTAN, Selasa (4/6).
Sementara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan membuka kesempatan Starlink bisa bekerja sama dengan pemain lokal. Skemanya akan bergantung perizinan masing-masing pihak. Jadi sesuai perizinan masing-masing. Sementara soal kemampuan Starlink tersambung langsung ke ponsel warga Indonesia secara aturan diperbolehkan. Sebab, Starlink bisa langsung berjualan ke konsumen. Jadi akan ada persaingan di suatu wilayah dengan internet service provider (ISP), yang mungkin juga bekerja sama dengan Starlink. Analis Mirae Aset Sekuritas Indonesia Won Junghoon menilai kehadiran Starlink sejatinya untuk segmen business to business (B2B) bukan untuk ritel. Seperti di Malaysia dan Filipina, meskipun sudah ada Starlink tetapi operator di kedua negara tersebut tetap bisa menjaga pangsa pasar. "Justru, para emiten bisa menangkap peluang dengan bekerja sama dengan Starlink untuk menyasar daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) atau Ibu Kota Nusantara (IKN)," kata Junghoon.
RI Jadi Produsen Kaca Terbesar di Asean
Industri Kosmetik Nasional Tumbuh Pesat
Industri kosmetik tumbuh pesat dalam tiga tahun terakhir, didukung inovasi dan peningkatan konsumsi. Industri masih berpeluang besar tumbuh menjangkau segmen pasar yang lebih luas menggunakan bahan baku lokal yang belum terolah maksimal. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, industri kosmetik saat ini semakin menjanjikan. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah pelaku industri ini meningkat 43 %, dari 726 unit usaha pada 2020 menjadi 1.040 unit usaha pada 2023.
”Kelompok industri bahan baku kimia, yang di dalamnya termasuk kosmetik, punya kontribusi yang cukup baik, yaitu 6,8 % terhadap PDB sektor industri pengolahan. Kontribusi ini menempati posisi nomor dua setelah industri makanan yang mencapai 17,2 %,” katanya pada pembukaan Pameran dan Seminar Indonesia Cosmetic Ingredient (ICI) Ke 9 di Hall D JIExpo Kemayoran, Jakpus, Rabu (29/5).
Pencapaian tersebut, tak lepas dari upaya semua pihak dalam mencari atau mendorong inovasi untuk industri dalam negeri, terutama dengan adanya tren bahan natural hingga bahan organik yang banyak tersedia di dalam negeri, contohnya tanaman minyak asiri. Sebanyak 40 dari 99 jenis tanaman minyak asiri tersedia di Indonesia. Tidak sedikit tanaman minyak asiri dalam negeri telah dibudidayakan secara komersial dan menjadi primadona ekspor di pasar global. Kemenperin mencatat, sampai Desember 2023, Indonesia mampu mengekspor produk minyak asiri, wewangian, termasuk kosmetik, hingga 9.500 ton. (Yoga)
Simalakama Industri Tembakau
MINERAL STRATEGIS : MEMBURU LITIUM KE PELOSOK NEGERI
Tren kendaraan listrik yang berbasis baterai membuat komoditas litium makin populer. Sejumlah negara, termasuk Indonesia berlomba-lomba untuk mengamankan salah satu mineral penting yang jumlahnya relatif terbatas itu. Kalau sebelumnya Indonesia gencar mengincar litium Australia melalui berbagai kerja sama bilateral, kini pemerintah mulai meneliti cadangan komoditas tersebut di sejumlah wilayah potensial di dalam negeri. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun terus berburu cadangan litium di seluruh pelosok negeri, meski telah menguasai nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik. Kepemilikan litium dinilai bakal memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik dunia. Yang terkini, Tim Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, memiliki kandungan litium dan boron sebagai mineral strategis. Tim PSDMBP melakukan pengambilan sampel air dan lumpur di lima lokasi, yakni Bledug Kuwu, Bledug Cangkring, Crewek, Jono, dan Bledug Kesongo. “Setelah dilakukan pemeriksaan, air dari gunung lumpur Bledug Kuwu mempunyai kandungan litium 103—111 ppm, dan boron 464—534 ppm.
Sementara itu, air sisa pada tambang garam mempunyai kadar litium mencapai 1.059—1.110 ppm, dan boron 2.660—2.781 ppm. Pada sampel lumpur, kadar litium 115 ppm,” kata Kepala PSDMBP Agung Pribadi, beberapa waktu lalu. Dari daerah Bledug Kesongo, kadar litium pada sampel air 56 ppm, dan boron 17 ppm. Pada sampel lumpur, kadar litiumnya 94 ppm. Pemburuan litium di dalam negeri pun dilakukan dengan serius, karena pemerintah menggandeng banyak pihak, termasuk Eramet Indonesia, yang mencakup studi bersama mengenai mineral kritis di Indonesia, termasuk di antaranya studi potensi sumber daya litium. Kemitraan strategis itu juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri kendaraan listrik global. Ke depannya, kedua belah pihak akan bekerja sama untuk berperan aktif dalam pertumbuhan kendaraan listrik berkelanjutan.
Tidak hanya Indonesia, Korea Selatan juga telah memulai proyek persediaan litiumnya untuk mengamankan pasokan mineral strategis yang penting bagi industri manufaktur baterai dan otomotif. Negara tersebut telah membeli sejumlah litium karbonat, bahan penyulingan bahan baterai yang digunakan dalam kendaraan listrik pada tahun ini dari Cile melalui Korea Mine Rehabilitation and Mineral Resources Corp. (KOMIR).
Anggaran yang disediakan tersebut, diketahui meningkat 526% dibandingkan dengan tahun lalu, dan diperkirakan akan dikerahkan mulai 2024.
KOMIR sendiri menolak berkomentar ketika dihubungi untuk dimintai konfirmasi dan tanggapan. Akan tetapi, Kementerian Perdagangan Korea Selatan telah mengumumkan rencananya untuk menginvestasikan 241,7 miliar won selama 3 tahun ke depan untuk membangun gudang penyimpanan mineral penting, termasuk litium, galium, dan tanah jarang.
Secara terpisah, pada awal tahun ini BYD juga diketahui tengah berdiskusi dengan pemain baterai asal Brasil, yakni Sigma Lithium terkait kerja sama antara kedua belah pihak.
Lesu Darah Industri Sepatu
Kapasitas Industri Elektronik Wajib Ditingkatkan
Kontribusi industri elektronik terhadap PDB baru 1,45 %. Sekitar 80 % tenaga kerjanya berlatar belakang pendidikan SMK dan SMA. Jika ingin masuk ke rantai pasok global, industri ini harus meningkatkan kapasitas bisnis, memberikan standar minimum kerja layak, dan meningkatkan keterampilan bagi pekerjanya. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin mengatakan, pada tahun 2022 saja, industri elektronik hanya menyumbang 1,45 % terhadap PDB atau 7,92 % dari industri manufaktur.
Padahal, berdasarkan PP No 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional Tahun 2015-2035, subsektor industri elektronik dinyatakan sebagai salah satu industri prioritas nasional, baik dari aspek pengembangan produk rumah cerdas, komponen, maupun semikonduktor.”Jumlah pekerja subsector elektronik terhadap total penduduk bekerja hanya 0,26 % atau 345.000 orang. Hampir 80 % di antara mereka berlatar belakang pendidikan SMK dan SMA,” ujar Rudy saat memberikan sambutan pembukaan di acara ”Dialog Nasional: Strategi untuk Mempromosikan dan Mengembangkan Tenaga Kerja Terampil untuk Rantai Pasokan yang Bertanggung Jawab di Sektor Elektronik”, Kamis (16/5) di Jakarta.
Dialog nasional ini juga diisi pemaparan hasil riset terkait kondisi pekerja industri elektronik yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat UI, Organisasi Buruh Internasional (ILO), dan didukung Pemerintah Jepang. Rudy menyampaikan, temuan riset yang menarik ialah perlunya peningkatan keahlian pekerja subsektor industri elektronik supaya kontribusinya terhadap PDB naik. Menanggapi temuan ini, pemerintah Indonesia sejak dua tahun lalu telah menetapkan Perpres No 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. ”Kami juga mendorong perusahaan-perusahaan elektronik di dalam negeri masuk ke rantai pasok global lewat penerbitan Perpres Nomor 60 Tahun 2023 tentang Strategi Nasional Bisnis dan HAM. Jadi, jika ingin masuk ke rantai pasok global, mereka harus meningkatkan kapasitas bisnis, memberikan standar minimum kerja layak, dan pelatihan keterampilan,” ucapnya. (Yoga)
IUPK VALE INDONESIA : Kepastian Investasi INCO Terjaga
Polemik izin operasi PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mereda setelah diterbitkannya izin usaha pertambangan khusus atau IUPK perusahaan hingga 28 Desember 2035. Sederet proyek jumbo yang digarap perusahaan pun mendapat kepastian untuk dilanjutkan. IUPK yang diterima INCO menjadi angina segar di tengah sederet rencana kerja perusahaan, termasuk rencana investasi senilai US$11,2 miliar untuk pengembangan pertambangan dan smelter di Sulawesi. Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur INCO, menyampaikan IUPK yang diterima Vale Indonesia pada 13 Mei 2024 memberikan kepastian hukum bagi perseroan untuk beroperasi di wilayah konsesinya, dan menjalankan strategi pertumbuhan bisnisnya. Berdasarkan IUPK, INCO wajib menyelesaikan pembangunan fasilitas pengolahan dan/atau pemurnian baru, termasuk fasilitas hilir lebih lanjut dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Pengembangan tersebut akan dilakukan dengan mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, studi kelayakan, serta kebijakan dan praktik perseroan. Sebagai pemegang IUPK, INCO kini diwajibkan untuk membayarkan bagi hasil IUPK sebesar 10% dari laba bersih kepada Pemerintah Indonesia, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal itu membuat kontribusi perseroan kepada negara dan daerah meningkat.
Mengutip prospektus rights issue perusahaan, INCO akan melepas 603.445.814 saham dan nilai nominal Rp25 per saham. Aksi tersebut dilakukan dalam rangka pemenuhan kewajiban divestasi saham INCO kepada MIND ID sebesar 14%. MIND ID akan membeli dan menerima pengalihan dari Vale Canada Limited (VCL), Sumitomo Metal Mining Co. Ltd. (SMM), dan Vale Japan Limited (VJL) atas seluruh HMETD yang akan menjadi porsi mereka dalam private placement. Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam kesempatan terpisah memberikan tenggat agar INCO merealisasikan komitmen investasinya yang senilai US$11,2 miliar untuk pengembangan tambang dan smelter di Sulawesi pada 2029.
Setidaknya terdapat empat proyek milik INCO yang sedang berjalan, yaitu proyek Sorowako HPAL, SOA HPAL, Bahodopi RKEF, dan stainless steel, serta Pomalaa HPAL. Lebih terperinci, Sorowako HPAL adalah kerja sama INCO dengan Huayou untuk pembangunan pabrik HPAL dengan kapasitas 60.000 Ni per tahun dalam MHP. Proyek dengan nilai investasi Rp30 triliun disebut akan menggandeng pabrikan otomotif atau non-investor China, seperti POSCO, LG Chem, Ford, dan VW. Kemudian, Proyek Pomalaa HPAL dengan kapasitas hingga 120.000 ton Ni per tahun. INCO menggandeng Huayou dan Ford untuk investasi dengan nilai Rp66 triliun termasuk pabrik dan tambang. Saat ini, konstruksi sedang berjalan dengan penghiliranlebih lanjut hingga prekursor atau bahan dasar baterai. Terakhir adalah Proyek SOA HPAL dengan nilai investasi hingga Rp30 triliun. Proyek ini telah menyelesaikan eksplorasi tahap akhir dengan potensi pabrik HPAL minimal 60.000 ton Ni per tahun dalam MHP.
EKSPOR KUARTAL I/2024 : Transformasi Cirebon sebagai Sentra Produksi Alas Kaki
Performa industri alas kaki di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kian kokoh setelah melanjutkan pertumbuhan ekspor sepanjang kuartal I/2024. Pemerintah Kabupaten Cirebon mencatat bahwa ekspor alas kaki wilayah ini menembus US$11,37 juta pada 3 bulan pertama tahun ini. Negara tujuannya adalah Korea Selatan, Australia, Jepang, Inggris, Singapura, Chile, dan Jibouti. Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengungkapkan, memang dalam beberapa tahun terakhir industri alas kaki di wilayahnya terus bertumbuh. Selain mampu meningkatkan ekspor daerah, industri ini juga menyerap tenaga kerja banyak, sehingga minat untuk bekerja ke luar daerah atau menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) mampu ditekan.
Sementara itu, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mengatakan potensi besar pasar Eropa sebagai tujuan ekspor perlu dioptimalkan guna merebut pangsa pasar China di kawasan tersebut. Direktur Eksekutif Aprisindo Firman Bakrie mengatakan, produk-produk China dikenakan tarif bea masuk yang sangat tinggi di Uni Eropa.
Pilihan Editor
-
Penjualan Sepeda Melonjak
09 Jul 2020 -
Ponsel Pintar Menggerus Penjualan Kamera Digital
06 Jul 2020 -
Sepeda Listrik SLIS Ngebut di New Normal
07 Jul 2020









