Industri lainnya
( 1875 )IZIN USAHA PERTAMBANGAN KHUSUS : Beleid Penjamin Operasi PTFI
Pemerintah tengah mempercepat proses revisi aturan guna memastikan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia lantaran beleid saat ini hanya mengakomodir perpanjangan operasi bisa dilakukan pada 2036. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pembahasan perpanjangan kontrak untuk PT Freeport Indonesia akan segera rampung. Bahlil menyampaikan, saat ini untuk perpanjangan Freeport masih menunggu revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Pemerintah bakal melepas aturan ihwal batas waktu permohonan perpanjangan IUP/IUPK yang saat ini ditenggat lima tahun sebelum berakhirnya masa kontrak izin usaha pertambangan mineral dan batu bara. Manuver itu diambil untuk mengakomodasi percepatan perpanjangan kontrak untuk PT Freeport Indonesia yang sudah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat bertemu dengan Chairman and Chief Executive Officer Freeport-McMoRan Inc. (FCX) Richard Adkerson di Hotel Waldorf Astoria, Washington DC, Amerika Serikat, pada medio November 2023. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa pemerintah tengah mematangkan Revisi Peraturan Pemerintah Nomor 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.
Industri Perhiasan Kian Berkilau
UU ANTIDEFORESTASI : Pengusaha Tagih Langkah Strategis
Kalangan pengusaha karet menagih langkah strategis pemerintah menghadapi Undang-undang Anti Deforestasi atau European Union Deforestation free Regulation (EUDR). Kebijakan Uni Eropa tersebut dinilai sebagai ancaman lantaran dapat membatasi ekspor sejumlah komoditas Indonesia yang tak lolos uji tuntas deforestasi. Regulasi ini akan berlaku mulai Januari 2025.Wakil Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Uhendi Haris mengatakan bahwa sejauh ini pemerintah belum menunjukkan keseriusan untuk mulai berbenah dan bersiap menerapkan kebijakan tersebut.
Asosiasi memandang pemerintah belum memiliki langkah strategis untuk menghadapi kebijakan tersebut. Uhendi menuturkan bahwa pemerintah Indonesia masih dalam posisi mengajukan keberatan. Namun, pelaku usaha dituntut segera melakukan usaha-usaha persiapan.
Menurut dia, pemerintah masih gamang dalam mempersiapkan pemenuhan aturan lantaran regulasi teknis dari kebijakan EUDR dan audit komprehensif belum dilakukan pihak EU. Namun, kesiapan tetap perlu dilakukan sebagaimana yang dilakukan negara tetangga. Dia membandingkan beberapa kesiapan negara-negara produsen karet dalam menghadapi EUDR.
Di sisi lain, Thailand lebih mumpuni kesiapannya mulai dari pembiayaan lewat pungutan Cess, kehadiran otoritas Rubber Authority of Thailand (RAOT) hingga langkah untuk mematuhi EUDR.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan, Ad Hoc Joint Task Force yang terdiri atas pihak Indonesia, Malaysia, dan Uni Eropa sudah melakukan pertemuan kedua di Putrajaya, Malaysia untuk membahas tentang keberatan terhadap ketentuan EUDR.Indonesia dan Malaysia, sebagai produsen minyak sawit utama di dunia, meminta Uni Eropa untuk menunda implementasi kebijakan tersebut hingga 2026 dari sebelumnya dijadwalkan berlaku pada Januari 2025.
JELANG IDULFITRI : Stok Daging Sapi Terancam Minim
Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia mengungkapkan adannya ancaman krisis daging sapi saat Ramadan dan Idulfitri 2024 menyusul terlambatnya penerbitan izin impor. Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) Suhandri mengatakan saat ini stok daging sapi impor beku di importir hanya tersisa sekitar 7.500 ton—8.000 ton. Untuk menghadapi permintaan daging yang tinggi saat Hari Raya Idulfitri, dia menyatakan importir butuh stok minimal 50.000 ton agar dapat meredam harga. “Kalau kurang pasti, stok di awal Januari itu kita pegang sekitar 20.000 ton. Tapi sekarang stok di importir antara 7.500 ton—8.000 ton, itu enggak mencukupi,” ujarnya, Kamis (7/3). Dia membeberkan bahwa waktu yang terbatas membuat mereka kesulitan mendatangkan daging sapi impor tepat waktu sebelum Idulfitri. Seharusnya, Suhandri menyatakan izin impor diterima importir paling lambat di akhir Januari 2024 atau awal Februari 2024. Pasalnya, para importir membutuhkan waktu lebih panjang untuk pengadaan mulai dari memastikan ketersediaan daging sapi di supplier negara asal, negosisasi harga, hingga kesiapan angkutan logistik kapal.
Tidak Ada Deindustrialisasi di Indonesia
INDUSTRI PARIWISATA : Apindo Dukung BUMN Tak Ekspansi di Hotel
Asosiasi Pengusaha Indonesia mendukung komitmen pemerintah agar BUMN tidak berkompetisi dengan swasta di sektor perhotelan. Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Maulana Yusran mengatakan kompetisi antara BUMN dan swasta di sektor perhotelan bisa memicu sulitnya pengembangan investasi di sektor itu. Alih-alih berkompetisi dengan swasta, dia menilai BUMN dapat menjadi inisiator seperti yang dilakukan pemerintah dengan membangun tol di wilayah Sumatra, yang dipandang kurang menguntungkan bagi pihak swasta.
Tanggapan Kadin itu merespons pernyataan calon presiden Prabowo Subianto soal Indonesia tidak membutuhkan hotel milik negara. Prabowo yang juga Menteri Pertahanan meminta masukan kepada Menteri BUMN Erick Thohir terhadap pendapatnya itu.
Dia mengungkapkan pemerintah 1950-an harus berperan besar dalam mengembangkan pariwisata dalam negeri. Kendati begitu, sudah saatnya sektor swasta mendapat ruang yang lebih besar untuk mengembangkan pariwisata di Indonesia jika memungkinkan. Dia menilai negara dapat menyusun regulasi dan melakukan pengawasan. Negara juga harus mengambil keputusan yang strategis.
Pemilu Usai, ASRI Genjot Penjualan
Demi Taylor Swift ”Ngutang” Pun Dijabani
Swifties adalah salah satu fandom artis terbesar di
muka Bumi. The Eras Tour akhirnya membuka kesempatan penggemar Taylor Swift,
termasuk Swifties Indonesia, untuk bertemu idola. Hati girang tak terkira,
persiapan juga polpolan. ”Ini pertemuan pertama kami untuk membahas persiapan
konser karena kami beda-beda tempat tinggal,” kata Anggun Mrz (24) lewat Zoom
di sebuah restoran di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (28/2). Anggun, Melati
Suci (27), Alya Dina (25), dan Ayu Ihsana (25) berkumpul di sana pukul 19.00
seusai kerja. Mereka akan menonton konser pada 9 Maret, hari terakhir konser
Taylor Swift di National Stadium, Singapura. Penyanyi asal AS itu menggelar
konser enam hari, 2-4 Maret dan 7-9 Maret 2024, sebagai rangkaian The Eras
Tour. Demi menyaksikan ”Mbak TayTay”, sebutan sayang untuk Swift, Anggun,
Melati, Alya, dan Ayu telah ikut ”berperang” mencari tiket Juli tahun lalu.
Sialnya, mereka gagal. Ketika promotor mengumumkan perilisan
tiket tambahan Januari 2024, Alya berburu melalui penyedia jasa titipan
(jastip) di X alias Twitter. Jika harga tiket yang mereka incar Rp 1 juta per
orang, Alya dan teman-teman membayar Rp 2,5 juta. Harga ini, menurut Anggun,
masih masuk akal karena banyak jastip yang menaikkan harga sampai Rp 6 jutaan
untuk kategori yang sama. Kalau dihitung-hitung, Anggun, Melati, Alya, dan Ayu
mengeluarkan uang Rp 10 juta per orang. Dana ini sudah termasuk tiket konser, transportasi
seperti pesawat, penginapan, dan uang jajan. JordyPrayoga (27), karyawan swasta
di Jakarta, pun rela harus keluar uang dalam jumlah besar demi bisa melihat
langsung penyanyi pujaannya. Ia berpikir, sekarang harus nonton karena belum
tentu di konser lain waktu ia bisa.
Lagi pula, lagu karya Swift kini sudah lengkap, punya
bermacam genre, mulai dari country-pop hingga menjelajah ke rock, synthpop,
hiphop, dan sentuhan R&B. Jordy mengawali perjuangannya bertemu Swift
dengan berburu tiket pada Juni 2023. Ia mendapat tiket VIP seharga Rp 6 juta.
Saat memesan tiket, Jordy kaget, harga tiket pesawat sudah meroket. Mau tak
mau, ia harus membeli dengan harga Rp 4 juta pergi-pulang. Begitu pula tarif
hotel yang naik 100 %. Jordy tak punya pilihan, harus sewa penginapan Rp 2 juta
untuk dua malam. Total pengeluarannya demi Mbak TayTay mencapai Rp 12 juta, belum
termasuk uang makan selama di Singapura dan transportasi. ”Untung uang tiket
bisa kuangsur tanpa bunga dengan kartu kredit. Uang tiket dan hotel juga gitu.
Hampir setahun aku alokasikan gajiku untuk nyicil. Sekarang sudah lunas,”
jelasnya lega. (Yoga)
KIJA Incar Penjualan Rp 2,5 Triliun
Industri Menginspirasi Siswa Vokasi untuk Sukses
Kemitraan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan industri
bukan sekadar untuk memastikan peserta didik cakap dalam bekerja. Lebih dari
itu, kolaborasi ini diharapkan menginspirasi siswa untuk menggali potensi diri
mereka saat berkecimpung di dunia kerja. Dani Sugianto, alumnus SMK Negeri 9
Bandung, tampil percaya diri saat dipanggil ke atas panggung untuk gelar wicara
di acara L’Oréal Hairducation: Cetak Generasi Muda Siap Kerja di Industri Tata Rambut
Indonesia, Rabu (28/2) di Jakarta. Saat masih sekolah hingga lulus tahun 2018,
Dani merupakan salah satu peserta program L’Oréal Hairducation. ”Saya awalnya
bingung, ketika lulus mau jadi apa. Tahunya paling nanti kerja di salon.
Setelah ikut program L’Oréal Hairducation di sekolah, saya
menjadi tahu bidang tata rambut ini luas dan menjanjikan. Bisa jadi hairdresser,
influencer, bisnis salon, sampai menjadi pendidik atau edukator. Wawasan saya
jadi terbuka, dunia kecantikan luas sekali,” tutur Dani. Dani, akhirnya
mengembangkan sayapnya menjadi edukator termuda di L’Oréal Professionnel
Indonesia. Dia juga dipuji karena mampu menggali tren terbaru pewarnaan rambut
tanpa bleaching supaya rambut tidak mudah rusak. Dani makin tertantang untuk
terus mengembangkan iri di industri tata kecantikan. ”Industri ini tidak bisa digantikan
dan perkembangannya pesat,” kata Dani.
Kentri Grata, alumnus SMK Negeri 4 Surakarta, mengatakan,
ketika sekolah bersentuhan dengan industri, siswa terbantu untuk memahami masa
depan mereka. Kentri pun meeraih prestasi sebagai pemenang kompetisi World Skills
ASEAN. Sekarang, dia akan kembali berkompetisi di tingkat dunia di Perancis. Dirjen
Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Kiki Yuliati mengatakan, pendidikan vokasi
tidak sekadar melatih untuk ahli di bidangnya. Lebih dari itu, vokasi membekali
kemampuan pembelajar sepanjang hayat dengan membangun kemampuan belajar dan
berpikir yang kuat. ”Beberapa waktu lalu, banyak pekerja atau profesi yang
tidak dianggap penting, seperti bidang kecantikan dan tata rambut, tetapi kini
menentukan keseharian kita. Dukungan industri tidak sekadar meningkatkan keterampilan,
yang penting justru membentuk perilaku dan sikap profesional untuk membuat
pekerjaan itu bermartabat,” kata Kiki. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Perekonomian di Kota Penyangga Kembali Bergeliat
14 Jun 2020 -
Perhotelan Siapkan Standar Operasi Baru
14 Jun 2020 -
Kemenkeu akan Terbitkan Surat Utang Diaspora
07 Jun 2020 -
China Berkomitmen Bantu RI Hadapi Covid
07 Jun 2020 -
Inilah Konsekuensi Akibat Batal Berangakat Haji
07 Jun 2020









