Industri lainnya
( 1875 )TOTL Kejar Kontrak Rp 3,5 Triliun
LONJAKAN PERMINTAAN : Kalla Lines Tambah Kapal
Kalla Group melalui anak usahanya Kalla Lines kembali memperkuat layanan angkutan pertambangan pada tahun ini dengan menambah armada tugboat maupun tongkang. Spesifikasi tugboat yang baru didatangkan itu berkekuatan 2x1.100 horsepower (HP) dan tongkang berukuran 330 feet. Chief Operation Officer (COO) Kalla Lines Muhammad Naim mengatakan bahwa penambahan armada ini diproyeksi bakal makin memperkuat layanan perusahaan terhadap kebutuhan angkutan tambang, khususnya nikel dan batu bara. Dia menjelaskan bahwa kapal-kapal tersebut akan dioperasikan khusus bersama mitra Kalla Lines, yaitu PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dengan rute Lameuru (Konawe Selatan)—Morowali.
Menurutnya, dengan tambahan armada tersebut, maka Kalla Lines saat ini telah memiliki 3 unit tugboat dan 3 unit tongkang. Saat ini, imbuhnya, juga tengah dalam pengerjaan tambahan armada lagi yaitu pembuatan 1,5 set kapal di Batam, terdiri atas 1 tugboatdan 2 tongkang.
Shipment Operation Manager Kalla Lines Herman mengungkapkan bahwa kapal tugboat maupun tongkang ini dioperasikan oleh tenaga profesional yang telah tersertifi kasi. Selain itu, aktivitas bongkar muat pun dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.
INDUSTRI PARIWISATA : Pemilu Bakal Topang 35% Wisnus
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memprediksi ajang Pemilihan Umum 2024 mampu menopang pergerakan wisatawan Nusantara sebesar 30%—35% dari total pergerakan turis lokal sepanjang tahun ini. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan proyeksi itu mengacu peningkatan mobilitas masyarakat selama pesta demokrasi tahun ini. “Jadi, kuartal pertama 2024 ini mungkin kita bisa menyasar 30%—35% dari total pergerakan wisatawan Nusantara,” ujarnya di Jakarta seperti dikutip Antara, Rabu (14/2). Sepanjang tahun ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkeraf) menargetkan kunjungan sebanyak 1,2 miliar—1,5 miliar pergerakan wisnus.
Pemilu 2024 meliputi pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPR, anggota DPD, anggota DPRD provinsi, serta anggota DPRD kabupaten/kota dengan daftar pemilih tetap (DPT) tingkat nasional sebanyak 204.807.222 pemilih.
Pemilihan presiden dan wakil presiden diikuti tiga pasangan yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md.
Pilu Nasib Buruh di Hilirisasi Morowali
Puluhan ribu buruh industri hilirisasi nikel di Morowali
bertarung dengan mimpi setiap hari. Mereka memenuhi kamar sumpek di atas laut,
jalanan penuh sampah, hingga debu yang tiada habisnya. Kecelakaan kerja yang
mengancam nyawa membayangi tak kenal waktu. Di tengah rinai hujan yang
mengguyur Bahodopi, Morowali, Sulteng, Amin (40) beranjak pulang. Ia satu dari
puluhan ribu karyawan hilirisasi nikel di kawasan Indonesia Morowali Industrial
Park (IMIP) yang pada Rabu (7/2) sore itu telah selesai kerja. Sebagian lainnya
masih lembur atau baru masuk. Kamar kosnya berukuran sekitar 4x7meter dengan
satu sekat ruangan serupa ruang tamu dan satu kamar tidur dengan sewa Rp
700.000 per bulan. Ia menetap di tempat ini sejak dua tahun lalu setiba dari
Palopo, Sulsel, untuk mengadu nasib di Morowali. Industri pemurnian dan
pengolahan nikel PT IMIP menjadi tujuan utamanya. Bertani di kampung dianggapnya
tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan hidup sekeluarga.
Sebelum berangkat, Amin kursus dan membuat SIM B2 untuk alat
berat. Ia menghabiskan modal sekitar Rp 10 juta. Amin langsung diterima sebagai
operator yunior dengan gaji pokok Rp 2,9 juta. Ditambah uang perumahan, bonus
produksi, tunjangan, dan lembur, ia mendapatkan Rp 6 juta. Tak lama, ia jadi
operator permanen dengan upah Rp 7,9 juta. Upah itu jauh dari harapan Amin,
sebesar Rp 10 juta. Irsan (27), buruh lainnya, punya pengalaman pahit saat bekerja.
Pada 2021, ia terkena pelat baja di perut saat bekerja di mesin pengemasan.
Pemuda asal Sulsel ini mendapatkan 18 belas jahitan akibat kejadian itu. ”Saya
harus istirahat sebulan. Yang lebih heran, saya kena surat peringatan (SP) 1.
Di dalam (perusahaan) begitu, yang korban dan yang terlibat kena sanksi semua,”
tuturnya.
Kawasan IMIP adalah daerah hilirisasi nikel dengan tenaga kerja
mencapai 80.000 orang. Perusahaan yang mengelola 6.000 hektar lahan ini
mengolah bahan baku nikel menjadi tiga kluster besar, yaitu baja nirkarat, baja
karbon, dan komponen baterai. Investasi di kawasan ini mencapai 21 miliar USD
pada 2022. Hasil ekspor triliunan yang sebagian besar dikirim ke China itu
menjadi bagian nilai tambah nikel yang rutin disampaikan pemerintah. Akan
tetapi, kecelakaan kerja memang menjadi momok di kawasan ini. Dalam penelitian
Trend Asia, sepanjang 2015-2022, kecelakaan kerja telah memakan 53 korban jiwa dan
76 korban luka di 15 lokasi smelter nikel di Sulawesi dan Maluku. Di IMIP saja
telah terjadi 18 insiden kecelakaan yang memakan 15 korban jiwa dan 41 korban
luka. Direktur Program Trend Asia Ahmad Ashof Birry mengatakan, nasib buruh di
program hilirisasi nikel pemerintah sangat miris. Mereka terancam dalam
keselamatan kerja, upah, dan kecelakaan berulang. Situasi ini, ia melanjutkan, terjadi
akibat struktur kerja sama yang cenderung potong ongkos sana-sini. (Yoga)
Mengolah Sampah APK Menjadi Cuan
Muhammad Aldino (28) memilih sejumlah baliho kampanye dari tumpukan
bahan serupa di halaman tempat kerajinan barang bekas miliknya di Jagakarsa,
Jaksel, kemudian didaur ulang. Di dalam studio berukuran 12 x 6 meter itu, ia
dan sejumlah rekannya menghasilkan berbagai barang, seperti tas, kursi, meja,
dan papan, berbahan limbah alat peraga kampanye (APK). Kelompok perekayasa barang
Gudskul Rekayasa dan Dicoba-coba (GudRnD) menginisiasi program daur ulang
limbah APK bersama merek lokal ramah lingkungan Stuffo. Aldino adalah salah
satu anggota dalam tim kolaborasi tersebut. Sampah APK itu didapat dari
kegiatan pembersihan atribut pemilu pada masa tenang sejak Minggu (11/2).
Selain mendapat dari warga dan petugas, kelompok tersebut
turun ke lapangan untuk membantu proses pencabutan di beberapa wilayah Jaksel. ”Kami
mengolah limbah spanduk atau banner menjadi berbagai barang yang bermanfaat dan
bernilai jual. Untuk olahan, bisa menjadi kursi, lantai portabel, meja, papan multipleks,
hingga bata. Harga bervariasi, mulai dari Rp 38.000 hingga Rp 1 jutaan (per
barang),” kata Aldino saat ditemui, Senin (12/2). Aldino menyebutkan, papan multipleks
terbuat dari beberapa lapis banner. Karakteristik dan ketebalan multipleks yang
mirip dengan papan kayu membuat hasil olahannya menjadi pengganti kayu.
Riset mengenai multipleks itu dimulai tiga bulan lalu, saat ada
pemilik percetakan elektronik datang ke studionya menawarkan sisa banner untuk diolah.
Sebab, banyak banner yang sering dibakar di tempat pembuangan sampah. Setelah
berkali-kali mencoba, Aldino dan rekannya berhasil menemukan formula untuk
mengolah banner berbahan flexi frontlite asal Korea dan China itu. Bahan
tersebut banyak digunakan karena murah. Mereka juga membuat tas dari flexi asal
Jerman karena bahannya tebal. Namun, tidak cocok jika menggunakan flexi Korea
dan China karena bahannya cepat robek. Adapun hasil cacahan banner berbahan flexi
juga bisa diolah menjadi bata. Hasil olahan limbah itu dijual di lokapasar
(marketplace) situs web, sejumlah toko, dan berdasarkan pemesanan. Pengerjaan
olahan paling cepat tiga jam dan paling lama empat hari, tergantung dari tingkat
kesulitannya. (Yoga)
INDUSTRI OTOMOTIF : SAATNYA MENGATROL PENJUALAN MOBIL
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia merancang program untuk mendongkrak penjualan mobil di dalam negeri hingga 2 juta unit per tahun dari kini tertahan pada kisaran 1 juta unit per tahun. Pada saat yang sama, penjualan mobil secara retail pada Januari 2024 merosot hingga 13,9% secara year-on-year (YoY) menjadi 78.214 unit dipicu sikap wait and see konsumen pada tahun politik 2024. Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan, program yang disiapkan bertujuan untuk memeratakan harga produk mobil di dalam negeri.“Kami sedang men-develop bersama para anggota untuk menemukan suatu terobosan supaya penjualan bisa naik lebih cepat,” katanya, Senin (12/2). Nangoe mencontohkan harga mobil di Jakarta relatif lebih murah dibandingkan dengan di Papua. Padahal, Upah Minimum Provinsi (UMP) di Jakarta jauh lebih tinggi dari Papua.Data UMP DKI Jakarta 2024 adalah Rp5,06 juta per orang per bulan, sedangkan UMP Papua Rp4,02 juta per orang per bulan. Menurutnya, daya beli konsumen juga masih tinggi seiring dengan data Peluang Bank Dunia yang menunjukkan pendapatan per kapita Indonesia mencapai US$4.788. Selain itu, penjualan juga sudah tidak terlalu fokus di Pulau Jawa.Hal ini juga tidak lepas dari pembangunan infrastruktur, seperti tol yang membuat mobilitas masyarakat makin mudah.Pada 2023, dia menyatakan, penjualan di Pulau Jawa berada di kisaran 60%—65%, sedangkan sisanya tersebar di pulau lain. Data itu berbeda dengan beberapa tahun lalu dengan kontribusi Pulau Jawa mencapai 80%—85% dari total penjualan mobil di Tanah Air.
Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto juga mengungkap, penjualan mobil domestik memang mengalami penurunan pada Januari 2024. Kelesuan penjualan mobil domestik itu tidak lepas dari efek perlambatan pertumbuhan perekonomian nasional.
Data Gaikindo mencatat penurunan penjualan mobil secara retail pada Januari 2024 hingga 13,9% YoY, menjadi 78.214 unit. Bahkan, penjualan secara wholesales pada bulan yang sama merosot lebih dalam sebesar 26,1% YoY menjadi 69.619 unit.
Penjualan terbesar pada Januari tahun ini masih dipegang Toyota yang memimpin pangsa pasar mobil domestik. Namun, penjualan Toyota mengalami penurunan, karena entitas PT Astra International Tbk. (ASII) hanya mencapai 20.988 unit secara wholesales pada Januari 2024, turun 38% dari bulan yang sama 2023 sebanyak 28.970 unit.
Marketing Director Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan bahwa pelanggan cenderung menahan pembelian setiap terjadinya Pemilihan Umum (Pemilu). Pola itu, sudah terlihat dari gelaran Pemilu sebelumnya.
Regulasi Publisher Rights Pastikan Keberlanjutan Industri Media
Industrialisasi Jadi Kunci Mendongkrak Upah Buruh
Upah buruh diyakini akan terdongkrak jika industrialisasi dan
pertumbuhan ekonomi berjalan sesuai rencana Indonesia Emas 2045. Pada 2045,
Indonesia ditargetkan masuk dalam golongan negara berpendapatan tinggi. Untuk
masuk golongan negara berpendapatan tinggi, Bank Dunia menyatakan, pendapatan
per kapita Indonesia harus berada di atas 13.205 USD per tahun. Dengan
demikian, gaji minimal pekerja di Tanah Air harus setara Rp 10 juta per bulan.
Sementara saat ini rata-rata upah minimum provinsi (UMP) buruh tahun 2023 baru mencapai
Rp 2,96 juta per bulan. Simulasi yang dilakukan Litbang Kompas, berdasarkan
rata-rata kenaikan UMP pasca berlakunya UU Cipta Kerja (2024) sebesar 4,1 % per
tahun, maka pada 2045 rata-rata UMP baru Rp 6,957 juta.
Berdasarkan tren UMP sepanjang 1997-2024, rata-rata UMP pada 2045
baru Rp 6,454 juta. Karena itu, untuk meningkatkan upah buruh hingga Rp 10 juta
per bulan pada 2045, industrialisasi perlu dipacu lebih cepat. Wakil Presiden
Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Roy Jinto Ferianto, Kamis
(8/2) menyampaikan, menuju Indonesia Emas 2045 berkaitan dengan menjadi negara
maju. Salah satu tandanya adalah ada standar upah yang ideal, bukan upah yang
murah. KSPSI pernah memberikan masukan kepada pemerintah terkait dengan visi
Indonesia Emas 2045. Salah satunya tenaga kerja dalam negeri yang harus
diutamakan dibandingkan dengan tenaga kerja asing (TKA).
Untuk mendukung lulusan baru siap kerja, sudah didirikan Balai
Latihan Kerja Komunitas Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit
Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (BLKK FSP TSK SPSI) di Majalengka. Ketua Umum
Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sunarno mengatakan, KASBI
sedang melakukan kajian konsep upah layak. Sejauh ini, dengan kebutuhan riil pekerja
yang relatif hampir sama antar daerah, upah yang diterima bisa berbeda. Presiden
Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel (FSPPG) Djoko Wahyudi mengatakan,
pihaknya sejauh ini belum mengetahui bagaimana pengembangan pekerja di Tanah
Air hingga 2045, tapi, yang terpenting adalah bagaimana sekitar 8 juta
pengangguran saat ini bisa terserap sehingga angkatan kerja bisa sejahtera. (Yoga)
Industri Film Bakal Makin Atraktif
Industri film Tanah Air berangsur-angsur pulih pascapandemi
Covid-19. Setelah berhasil menarik 55 juta penonton pada 2023, industri film
diperkirakan menyedot makin banyak pencinta perfilman Tanah Air pada 2024. Guna
mencapai sukses maksimal, sejumlah tantangan mesti dibereskan. Pengamat
sekaligus peneliti film Hikmat Darmawan menilai, pemulihan performa film
Indonesia setelah pandemi Covid-19 cukup bagus. Tidak hanya ditopang film-film
kuat, seperti Pengabdi Setan 2: Communion dan KKN di Desa Penari, tetapi juga
pola penonton di bioskop telah kembali. ”Kalau dari tahun ke tahun, (saya)
selalu mengasumsikan potential market penonton bioskop itu, 80 juta penonton.
Kita belum bisa ke sana,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (6/2).
Pada tahun ini, Hikmat memperkirakan, industri film Tanah Air
bisa menarik 50-60 juta penonton. Namun, ia belum dapat memastikan apakah
angkanya dapat tumbuh lebih banyak lagi karena kapasitas bioskop dalam negeri
belum memadai. Mengutip data Badan Perfilman Indonesia, industri film nasional
berhasil menarik 51,2 juta penonton pada 2019. Akibat pandemi Covid-19, jumlah
penonton anjlok ke 19 juta penonton pada 2020. Setahun setelahnya, angkanya turun
ke 4,5 juta penonton. Baru pada 2022, industri perfilman mulai menggeliat
dengan sukses menarik lebih dari 24 juta penonton. Deputi Bidang Kebijakan
Strategis Kemenparekraf Dessy Ruhati menyebut, 55 juta penonton bioskop yang tercapai
pada 2023, memberi sentimen positif bagi investor di pasar modal untuk
meningkatkan nilai subsektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
”Ini rekor juga untuk 20 judul film Indonesia yang mencapai
rekor 1 juta penonton per film. Daya tarik subsektor ini sangat menarik. Kita
harap tenaga kerja di animasi, film, dan video terus bertumbuh,” kata Dessy. Genre
film yang popular pada tahun lalu masih berkisar pada horor, melodrama, dan
komedi. Namun, genrenya diperkirakan meluas pada 2024. Dirut PT Produksi Film
Negara (Persero) Dwi Heriyanto memproyeksikan, bila perfilman Indonesia bisa
menarik hingga 60 juta penonton pada 2024, perputaran uang pun akan mengalir deras.
Jika harga per tiket Rp 40.000 per orang, omzet sepanjang tahun mencapai Rp 2,4
triliun. Angka ini belum termasuk pendapatan dari kanal media over the top (OTT),
layanan berbasis internet yang berperan sebagai distributor konten.
Dalam satu kali produksi film, butuh biaya Rp 5 miliar hingga
Rp 20 miliar. Dengan demikian, keuntungan setiap film bervariasi, bergantung
pada biaya produksi dan jumlah penonton. ”Menurut saya, kalau mau mengembangkan
film-film distribusi channel, di daerah itu masih sangat terbuka karena belum
ada bioskop,” kata Dwi. Penyangga bisnis industri film tak melulu dari penjualan
tiket film. Justru pendapatan besar dari bioskop berasal dari penjualan makanan
dan minuman. Meski tak setiap penonton membeli makanan dan minuman ketika menonton,
konsumen rela merogoh kocek berkali lipat dari harga tiket. Nilai ekonomi yang
dihasilkan dari konsumsi tersebut bahkan mencapai empat kali dari harga tiket. (Yoga)
INDUSTRI PENGOLAHAN NONMIGAS : PERINGATAN DINI MANUFAKTUR NASIONAL
Performa kuat indeks manufaktur nasional selama lebih dari 20 bulan tidak serta-merta menjamin pertumbuhan industri pengolahan nonmigas domestik terus berada di jalur positif, seperti yang ditargetkan oleh pemerintah. Kinerja pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sepanjang 2023 tercatat melambat dibandingkan dengan 2022, yakni menjadi 4,69% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari sebelumnya 5,01% YoY. Capaian tersebut pun tidak dapat memenuhi target Kementerian Perindustrian yang mematok pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sepanjang tahun lalu sebesar 4,81% YoY. Meski begitu, angka 4,69% YoY masih lebih baik ketimbang capaian pada 2021 ketika hantaman pandemi Covid-19 masih terasa sangat keras, yakni sebesar 3,67% Yo Y. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri pengolahan non-migas mencapai 4,69% pada 2023, ditopang oleh industri logam dasar yang naik 14,17%, dan industri barang galian bukan logam terapresiasi 14,11%. Selanjutnya, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik tumbuh 13,67%; industri alat angkutan naik 7,63%; serta industri pengolahan tembakau bergerak positif 4,8%. Sementara itu, subsektor industri pengolahan nonmigas yang mengalami kontraksi pertumbuhan pada 2023 adalah industri karet, barang dari karet dan plastik yang melemah 3,63%; industri pengolahan lainnya minus 2,1%; industri furnitur turun 2,04%; industri tekstil dan pakaian jadi terperosok 1,98%; serta industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki bergerak negatif 0,34%.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Andi Rizaldi mengatakan bahwa masih ada berbagai tantangan internal dan eksternal yang mengadang kontribusi manufaktur terhadap perekonomian nasional.
Andi menjelaskan bahwa faktor konsumsi dari rumah tangga maupun pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tampak mengalami pelemahan. Di sisi lain, faktor impor, ekspor, dan kinerja investasi juga memengaruhi produktivitas industri pengolahan, sehingga menurunkan kontribusi manufaktur terhadap PDB nasional.
Kementerian Perindustrian memang menargetkan pertumbuhan kinerja industri pengolahan atau manufaktur sebesar 5,80% pada tahun ini. Industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika bakal menjadi sektor yang diandalkan untuk mendorong pertumbuhan tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani mengatakan bahwa pertumbuhan industri manufaktur berada di bawah tingkat pertumbuhan PDB nasional dalam lebih dari 10 tahun ke belakang.
Gejala deindustrialisasi dini juga dapat dilihat dari berbagai faktor, salah satunya kontribusi manufaktur terhadap PDB nasional yang terus tergerus dalam 1 dekade terakhir.
Kekhawatiran yang sama disampaikan oleh Direktur Center for Economic and Law Studies Bhima Yudhistira yang mengatakan, proporsi manufaktur terhadap PDB masih kendur dibandingkan dengan 5 tahun lalu.
Pilihan Editor
-
CEO di Pentas Politik Tanah air
23 May 2020 -
LADANG STARTUP MAKIN SUBUR
19 May 2020 -
Geliat Ekonomi dari Rumah
23 May 2020 -
BANK SYARIAH TETAP SOLID
19 May 2020









