Industri lainnya
( 1905 )MUSIM PANEN EMITEN KONSUMER
Kinerja emiten konsumer pada kuartal I/2024 diproyeksi bakal tetap cemerlang seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat. Para analis menyatakan bahwa momentum Ramadan dan Lebaran menjadi ladang rezeki bagi emiten konsumer. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Aziz Setyo Wibowo mengatakan bahwa konsumsi rumah tangga bakal meningkat pada Maret hingga April, bertepatan dengan momentum Ramadan dan Lebaran. Indeks keyakinan konsumen–yang merekam optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi—turut menunjukkan tren kenaikan. Bank Indonesia (BI) mencatat indeks keyakinan konsumen (IKK) pada Januari mencapai 125, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 123,8. Kenaikan ini mencerminkan optimisme konsumen yang didorong dengan peningkatan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi pada saat ini maupun ekspektasi terhadap ekonomi ke depan.
Di sisi lain, Abdul Aziz mengingatkan emiten konsumer untuk mengantisipasi penurunan penjualan karena melemahnya daya beli masyarakat yang dipicu inflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi harga barang bergejolak pada Januari 2024 mencapai 7,2% year-on-year (YoY), lebih tinggi dari inflasi volatile food bulan sebelumnya sebesar 6,73% YoY. Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Cindy Alicia Ramadhania menuturkan emiten konsumer bakal menuai berkah pada musim tersebut karena konsumsi masyarakat lebih tinggi dari hari-hari biasa. Seiring dengan prospek tersebut, NH Korindo menyematkan rekomendasi beli untuk saham MYOR dengan target harga Rp3.200. Adapun, saham ICBP meraih rekomendasi beli dengan target Rp13.600, dan saham MAPI menyandang status overweight dengan target Rp3.200 Sementara itu, sejumlah emiten konsumer tengah bersiap untuk menyambut berkah kenaikan pemintaan masyarakat. Dian Astrina, Head of Corporate Communications and External Relations Garudafood, menuturkan bahwa persiapan menyambut bulan puasa telah dilakukan perseroan sejak awal tahun ini dengan meningkatkan kapasitas produksi 10% dari periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) turut meraih peluang pada momentum Ramadan dan Lebaran dengan menjaga denyut pertumbuhan bisnis melalui belanja modal atau capital expenditure (capex) di kisaran 2,4-2,5% dari total pendapatan 2023. Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap menjelaskan sepanjang tahun lalu, Unilever mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp38,6 triliun. Dengan demikian, belanja modal tahun ini akan berkisar Rp926,67 miliar-Rp965,28 miliar. Momentum Ramadan disambut antusias oleh peritel Sogo Indonesia yang mengincar pertumbuhan penjualan 10% YoY pada Ramadan dan Idulfitri pada 2024. Direktur Sogo Indonesia Handaka Santosa mengatakan perusahaan mengharapkan kenaikan penjualan dua kali lipat dari penjualan normal bulanan. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Abyan Habib Yuntoharjo melihat inflasi menjadi tantangan yang perlu diperhatikan oleh emiten konsumer.
Berkat Taylor Swift, Singapura Panen Cuan
Masyarakat rela merogoh kocek lebih untuk menonton penampilan
idolanya bermusik di atas panggung spektakuler. Kecintaan mereka terhadap musisi
papan atas dunia dimanfaatkan Singapura sebagai peluang bisnis. Alhasil, roda perekonomian
berputar karena besarnya efek pengganda (multiplier effect). Perhelatan
terdekat, konser Taylor Swift bertajuk The Eras Tour akan digelar di Singapura pada
2-4 Maret 2024, berlanjut pada 7-9 Maret 2024, di Stadion Nasional Singapura,
Singapura. Meski konser diselenggarakan beberapa kali, masyarakat harus berebut
mendapatkan tiket saking membeludaknya permintaan. Tiket konser The Eras Tour yang
diburu sejak medio 2023 ludes terjual dalam beberapa jam saja melalui
”pertempuran sengit”. Harganya bervariasi, mulai dari 88 dollar Singapura hingga
1.228 dollar Singapura, setara Rp 1 juta sampai Rp 15 juta dengan kurs Rp
11.634 per dollar Singapura. Harga tiket bergantung pada fasilitas dan tata letak
penonton di stadion.
”Sumpah, susah banget (mendapatkan tiket) karena dua kali
war. Pertama, berkolaborasi dengan United Overseas Bank (UOB), kemudian yang
kedua harus pakai kode akses. Aku dulu kerja sama dengan teman-teman, beruntung
salah satu dari kami dapat (tiket),” ujar Sekar Kinasih, yang akrab disapa
Kinkin (27), di Jakarta, Rabu (21/2). Kinkin rela masuk antrean yang tak pasti
demi mendapatkan tiket The Eras Tour sebab ia telah menjadi Swifties alias
penggemar Swift sejak berusia 12 tahun. Awalnya, Kinkin menganggarkan tiket
pada harga Rp 3 juta. Namun, akhirnya ia mendapat tiket seharga Rp 4 juta. Mau
tak mau, ia pun merogoh kocek lebih dalam untuk menyaksikan idolanya. Alhasil,
tiket pesawat dan akomodasi untuk sehari menghabiskan hingga sekitar Rp 10
juta. Dana yang tak sedikit untuk menonton konser itu ditabungnya selama sembilan
bulan.
Untuk konser Taylor Swift, The Eras Tour, lebih dari 22 juta
orang mendaftar dalam prapenjualan (pre-sale). Sementara antrean daring tembus
1 juta orang. Mereka datang dari beragam tempat, terutama negara-negara
tetangga Singapura, antara lain Indonesia, Thailand, dan Filipina. Pemerintah
Singapura melalui Dewan Pariwisata Singapura (Singapore Tourism Board/STB)
disebut-sebut telah membuat kesepakatan khusus agar konser Swift hanya diadakan
di Singapura, bukan di negara-negara lain di Asia Tenggara. Hasilnya, Swift
mengadakan enam konser yang semua tiketnya terjual habis dengan kapasitas
55.000 kursi di Stadion Nasional Singapura. Ketika konser Swift diumumkan,
kenaikan permintaan hotel, maskapai, dan operator agen perjalanan mulai terlihat.
Operator hotel Accor, yang memiliki lebih dari 30 hotel di Singapura, mengalami
peningkatan pesanan untuk delapan bulan sebelum acara.
Periode ini jadi yang tertinggi dibandingkan dengan bulan-bulan
sebelumnya. Kondisi serupa dialami Pan Pacific Hotels Group dengan pesanan
meningkat hingga 200 % pada 2-9 Maret 2024 ketimbang sepekan sebelum tiket
konser Swift dirilis. Mayoritas pesanan ber- asal dari Australia, Indonesia, Taiwan,
dan Korea Selatan. Dari aspek pesanan tiket pesawat, tiket dari Manila (Filipina)
dan Jakarta (Indonesia) menuju Singapura naik 50-130 % selama konser Swift
berlangsung dibandingkan dengan penerbangan sebulan sebelumnya. Tiket sekali
jalan Jetstar Asia dari Jakarta ke Singapura pada awal Maret 2024 senilai Rp
2,2 juta. Padahal, pemesanan untuk bulan sebelumnya hanya Rp 829.000, dikutip
dari The Straits Times. Tak heran, banyak negara berlomba-lomba berebut musisi
dunia untuk menggelar hajatan besar. Efek domino yang dihasilkan tak main-main.
(Yoga)
IMPC Incar Pendapatan Rp 3,15 Triliun
Mengolah Barang Bekas
ENERGI BARU TERBARUKAN : TITIK AWAL PEMANFAATAN HIDROGEN
Melimpahnya potensi sumber daya energi baru terbarukan di Tanah Air menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk memuluskan pengembangan ekosistem hidrogen sebagai bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah mengoperasikan Stasiun Pengisian Hidrogen atau hydrogen refueling station (HRS) pertama di Indonesia. Dengan posisi geografis berupa negara kepulauan yang berada pada jalur perdagangan internasional, membuka peluang besar untuk Indonesia menjadi hub hidrogen global. Secara perlahan tapi pasti ekosistem hidrogren di Tanah Air pun terus berkembang. Setelah sukses memproduksi hidrogen hijau, kini PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melalui subholding PLN Indonesia Power resmi mengoperasikan Stasiun Pengisian Hidrogen atau hydrogen refueling station (HRS) pertama di Indonesia. Kendati adopsi kendaraan hidrogren untuk alat transportasi di Indonesia masih membutuhkan waktu, dengan adanya HRS tersebut setidaknya menjadi pijakan baru untuk memperkuat ekosistem hidrogen di dalam negeri.
Jisman P. Hutajulu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan bahwa pemerintah akan terus mendorong agar ekosistem hidrogen nasional dapat terbentuk dengan melibatkan berbagai peran dari semua pemangku kepentingan demi tercapainya keekonomian hidrogen di Indonesia. Bagaimana pun, imbuhnya, pemerintah mengharapkan hidrogen dapat menjadi salah satu kontributor transisi energi di Indonesia. Sasaran utama pengembangan hidrogen di Indonesia adalah tercapainya target penurunan emisi dalam enhanced nationally determined contribution (NDC) dan nol emisi karbon (net zero emission/NZE) melalui proses transisi energi dan dekarbonisasi sistem energi global. Terlebih, hidrogen juga dapat digunakan untuk tujuan dekarbonisasi pada berbagai sektor yang tidak mungkin atau sulit untuk diredakan seperti transportasi long distance, shipping, aviation, steel production, pemanasan industri, dan manufaktur. Sebagai gambaran, hidrogen telah dimanfaatkan di Indonesia dalam sektor industri, terutama sebagai bahan baku pupuk. Konsumsi hidrogen di Indonesia saat ini berkisar 1,75 juta ton per tahun, dengan pemanfaatan didominasi untuk urea (88%), amonia (4%), dan kilang minyak (2%). Di sisi lain, PLN saat ini telah memproduksi 203 ton hidrogen hijau dari 22 unit pembangkit atau green hydrogen plant (GHP) yang tersebar di seluruh Indonesia, dari yang sebelumnya hanya 51 ton hidrogen per tahun.
Selain itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan bahwa PLN juga tengah mengembangkan hidrogen hijau dari true renewable energy production dengan membangun hydrogen production di pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Kamojang. Dari total produksi tersebut, PLN hanya menggunakan 75 ton untuk kebutuhan operasional pembangkit, sementara sisanya 128 ton hidrogen hijau bisa digunakan untuk sektor transportasi.
TOTL Kejar Kontrak Rp 3,5 Triliun
LONJAKAN PERMINTAAN : Kalla Lines Tambah Kapal
Kalla Group melalui anak usahanya Kalla Lines kembali memperkuat layanan angkutan pertambangan pada tahun ini dengan menambah armada tugboat maupun tongkang. Spesifikasi tugboat yang baru didatangkan itu berkekuatan 2x1.100 horsepower (HP) dan tongkang berukuran 330 feet. Chief Operation Officer (COO) Kalla Lines Muhammad Naim mengatakan bahwa penambahan armada ini diproyeksi bakal makin memperkuat layanan perusahaan terhadap kebutuhan angkutan tambang, khususnya nikel dan batu bara. Dia menjelaskan bahwa kapal-kapal tersebut akan dioperasikan khusus bersama mitra Kalla Lines, yaitu PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dengan rute Lameuru (Konawe Selatan)—Morowali.
Menurutnya, dengan tambahan armada tersebut, maka Kalla Lines saat ini telah memiliki 3 unit tugboat dan 3 unit tongkang. Saat ini, imbuhnya, juga tengah dalam pengerjaan tambahan armada lagi yaitu pembuatan 1,5 set kapal di Batam, terdiri atas 1 tugboatdan 2 tongkang.
Shipment Operation Manager Kalla Lines Herman mengungkapkan bahwa kapal tugboat maupun tongkang ini dioperasikan oleh tenaga profesional yang telah tersertifi kasi. Selain itu, aktivitas bongkar muat pun dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.
INDUSTRI PARIWISATA : Pemilu Bakal Topang 35% Wisnus
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memprediksi ajang Pemilihan Umum 2024 mampu menopang pergerakan wisatawan Nusantara sebesar 30%—35% dari total pergerakan turis lokal sepanjang tahun ini. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan proyeksi itu mengacu peningkatan mobilitas masyarakat selama pesta demokrasi tahun ini. “Jadi, kuartal pertama 2024 ini mungkin kita bisa menyasar 30%—35% dari total pergerakan wisatawan Nusantara,” ujarnya di Jakarta seperti dikutip Antara, Rabu (14/2). Sepanjang tahun ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkeraf) menargetkan kunjungan sebanyak 1,2 miliar—1,5 miliar pergerakan wisnus.
Pemilu 2024 meliputi pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPR, anggota DPD, anggota DPRD provinsi, serta anggota DPRD kabupaten/kota dengan daftar pemilih tetap (DPT) tingkat nasional sebanyak 204.807.222 pemilih.
Pemilihan presiden dan wakil presiden diikuti tiga pasangan yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md.
Pilu Nasib Buruh di Hilirisasi Morowali
Puluhan ribu buruh industri hilirisasi nikel di Morowali
bertarung dengan mimpi setiap hari. Mereka memenuhi kamar sumpek di atas laut,
jalanan penuh sampah, hingga debu yang tiada habisnya. Kecelakaan kerja yang
mengancam nyawa membayangi tak kenal waktu. Di tengah rinai hujan yang
mengguyur Bahodopi, Morowali, Sulteng, Amin (40) beranjak pulang. Ia satu dari
puluhan ribu karyawan hilirisasi nikel di kawasan Indonesia Morowali Industrial
Park (IMIP) yang pada Rabu (7/2) sore itu telah selesai kerja. Sebagian lainnya
masih lembur atau baru masuk. Kamar kosnya berukuran sekitar 4x7meter dengan
satu sekat ruangan serupa ruang tamu dan satu kamar tidur dengan sewa Rp
700.000 per bulan. Ia menetap di tempat ini sejak dua tahun lalu setiba dari
Palopo, Sulsel, untuk mengadu nasib di Morowali. Industri pemurnian dan
pengolahan nikel PT IMIP menjadi tujuan utamanya. Bertani di kampung dianggapnya
tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan hidup sekeluarga.
Sebelum berangkat, Amin kursus dan membuat SIM B2 untuk alat
berat. Ia menghabiskan modal sekitar Rp 10 juta. Amin langsung diterima sebagai
operator yunior dengan gaji pokok Rp 2,9 juta. Ditambah uang perumahan, bonus
produksi, tunjangan, dan lembur, ia mendapatkan Rp 6 juta. Tak lama, ia jadi
operator permanen dengan upah Rp 7,9 juta. Upah itu jauh dari harapan Amin,
sebesar Rp 10 juta. Irsan (27), buruh lainnya, punya pengalaman pahit saat bekerja.
Pada 2021, ia terkena pelat baja di perut saat bekerja di mesin pengemasan.
Pemuda asal Sulsel ini mendapatkan 18 belas jahitan akibat kejadian itu. ”Saya
harus istirahat sebulan. Yang lebih heran, saya kena surat peringatan (SP) 1.
Di dalam (perusahaan) begitu, yang korban dan yang terlibat kena sanksi semua,”
tuturnya.
Kawasan IMIP adalah daerah hilirisasi nikel dengan tenaga kerja
mencapai 80.000 orang. Perusahaan yang mengelola 6.000 hektar lahan ini
mengolah bahan baku nikel menjadi tiga kluster besar, yaitu baja nirkarat, baja
karbon, dan komponen baterai. Investasi di kawasan ini mencapai 21 miliar USD
pada 2022. Hasil ekspor triliunan yang sebagian besar dikirim ke China itu
menjadi bagian nilai tambah nikel yang rutin disampaikan pemerintah. Akan
tetapi, kecelakaan kerja memang menjadi momok di kawasan ini. Dalam penelitian
Trend Asia, sepanjang 2015-2022, kecelakaan kerja telah memakan 53 korban jiwa dan
76 korban luka di 15 lokasi smelter nikel di Sulawesi dan Maluku. Di IMIP saja
telah terjadi 18 insiden kecelakaan yang memakan 15 korban jiwa dan 41 korban
luka. Direktur Program Trend Asia Ahmad Ashof Birry mengatakan, nasib buruh di
program hilirisasi nikel pemerintah sangat miris. Mereka terancam dalam
keselamatan kerja, upah, dan kecelakaan berulang. Situasi ini, ia melanjutkan, terjadi
akibat struktur kerja sama yang cenderung potong ongkos sana-sini. (Yoga)
Mengolah Sampah APK Menjadi Cuan
Muhammad Aldino (28) memilih sejumlah baliho kampanye dari tumpukan
bahan serupa di halaman tempat kerajinan barang bekas miliknya di Jagakarsa,
Jaksel, kemudian didaur ulang. Di dalam studio berukuran 12 x 6 meter itu, ia
dan sejumlah rekannya menghasilkan berbagai barang, seperti tas, kursi, meja,
dan papan, berbahan limbah alat peraga kampanye (APK). Kelompok perekayasa barang
Gudskul Rekayasa dan Dicoba-coba (GudRnD) menginisiasi program daur ulang
limbah APK bersama merek lokal ramah lingkungan Stuffo. Aldino adalah salah
satu anggota dalam tim kolaborasi tersebut. Sampah APK itu didapat dari
kegiatan pembersihan atribut pemilu pada masa tenang sejak Minggu (11/2).
Selain mendapat dari warga dan petugas, kelompok tersebut
turun ke lapangan untuk membantu proses pencabutan di beberapa wilayah Jaksel. ”Kami
mengolah limbah spanduk atau banner menjadi berbagai barang yang bermanfaat dan
bernilai jual. Untuk olahan, bisa menjadi kursi, lantai portabel, meja, papan multipleks,
hingga bata. Harga bervariasi, mulai dari Rp 38.000 hingga Rp 1 jutaan (per
barang),” kata Aldino saat ditemui, Senin (12/2). Aldino menyebutkan, papan multipleks
terbuat dari beberapa lapis banner. Karakteristik dan ketebalan multipleks yang
mirip dengan papan kayu membuat hasil olahannya menjadi pengganti kayu.
Riset mengenai multipleks itu dimulai tiga bulan lalu, saat ada
pemilik percetakan elektronik datang ke studionya menawarkan sisa banner untuk diolah.
Sebab, banyak banner yang sering dibakar di tempat pembuangan sampah. Setelah
berkali-kali mencoba, Aldino dan rekannya berhasil menemukan formula untuk
mengolah banner berbahan flexi frontlite asal Korea dan China itu. Bahan
tersebut banyak digunakan karena murah. Mereka juga membuat tas dari flexi asal
Jerman karena bahannya tebal. Namun, tidak cocok jika menggunakan flexi Korea
dan China karena bahannya cepat robek. Adapun hasil cacahan banner berbahan flexi
juga bisa diolah menjadi bata. Hasil olahan limbah itu dijual di lokapasar
(marketplace) situs web, sejumlah toko, dan berdasarkan pemesanan. Pengerjaan
olahan paling cepat tiga jam dan paling lama empat hari, tergantung dari tingkat
kesulitannya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Maskapai Bersiap Terbangkan Penumpang Non-Mudik
07 May 2020 -
Otomotif Global Bersiap untuk Pulih
02 May 2020 -
Penyebab Kenaikan Harga Gula
30 Apr 2020 -
Penjualan Video Game Melejit
29 Apr 2020 -
20.018 WP Badan Ajukan Insentif Pajak
27 Apr 2020









