Industri lainnya
( 1893 )Regulasi Publisher Rights Pastikan Keberlanjutan Industri Media
Industrialisasi Jadi Kunci Mendongkrak Upah Buruh
Upah buruh diyakini akan terdongkrak jika industrialisasi dan
pertumbuhan ekonomi berjalan sesuai rencana Indonesia Emas 2045. Pada 2045,
Indonesia ditargetkan masuk dalam golongan negara berpendapatan tinggi. Untuk
masuk golongan negara berpendapatan tinggi, Bank Dunia menyatakan, pendapatan
per kapita Indonesia harus berada di atas 13.205 USD per tahun. Dengan
demikian, gaji minimal pekerja di Tanah Air harus setara Rp 10 juta per bulan.
Sementara saat ini rata-rata upah minimum provinsi (UMP) buruh tahun 2023 baru mencapai
Rp 2,96 juta per bulan. Simulasi yang dilakukan Litbang Kompas, berdasarkan
rata-rata kenaikan UMP pasca berlakunya UU Cipta Kerja (2024) sebesar 4,1 % per
tahun, maka pada 2045 rata-rata UMP baru Rp 6,957 juta.
Berdasarkan tren UMP sepanjang 1997-2024, rata-rata UMP pada 2045
baru Rp 6,454 juta. Karena itu, untuk meningkatkan upah buruh hingga Rp 10 juta
per bulan pada 2045, industrialisasi perlu dipacu lebih cepat. Wakil Presiden
Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Roy Jinto Ferianto, Kamis
(8/2) menyampaikan, menuju Indonesia Emas 2045 berkaitan dengan menjadi negara
maju. Salah satu tandanya adalah ada standar upah yang ideal, bukan upah yang
murah. KSPSI pernah memberikan masukan kepada pemerintah terkait dengan visi
Indonesia Emas 2045. Salah satunya tenaga kerja dalam negeri yang harus
diutamakan dibandingkan dengan tenaga kerja asing (TKA).
Untuk mendukung lulusan baru siap kerja, sudah didirikan Balai
Latihan Kerja Komunitas Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit
Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (BLKK FSP TSK SPSI) di Majalengka. Ketua Umum
Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sunarno mengatakan, KASBI
sedang melakukan kajian konsep upah layak. Sejauh ini, dengan kebutuhan riil pekerja
yang relatif hampir sama antar daerah, upah yang diterima bisa berbeda. Presiden
Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel (FSPPG) Djoko Wahyudi mengatakan,
pihaknya sejauh ini belum mengetahui bagaimana pengembangan pekerja di Tanah
Air hingga 2045, tapi, yang terpenting adalah bagaimana sekitar 8 juta
pengangguran saat ini bisa terserap sehingga angkatan kerja bisa sejahtera. (Yoga)
Industri Film Bakal Makin Atraktif
Industri film Tanah Air berangsur-angsur pulih pascapandemi
Covid-19. Setelah berhasil menarik 55 juta penonton pada 2023, industri film
diperkirakan menyedot makin banyak pencinta perfilman Tanah Air pada 2024. Guna
mencapai sukses maksimal, sejumlah tantangan mesti dibereskan. Pengamat
sekaligus peneliti film Hikmat Darmawan menilai, pemulihan performa film
Indonesia setelah pandemi Covid-19 cukup bagus. Tidak hanya ditopang film-film
kuat, seperti Pengabdi Setan 2: Communion dan KKN di Desa Penari, tetapi juga
pola penonton di bioskop telah kembali. ”Kalau dari tahun ke tahun, (saya)
selalu mengasumsikan potential market penonton bioskop itu, 80 juta penonton.
Kita belum bisa ke sana,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (6/2).
Pada tahun ini, Hikmat memperkirakan, industri film Tanah Air
bisa menarik 50-60 juta penonton. Namun, ia belum dapat memastikan apakah
angkanya dapat tumbuh lebih banyak lagi karena kapasitas bioskop dalam negeri
belum memadai. Mengutip data Badan Perfilman Indonesia, industri film nasional
berhasil menarik 51,2 juta penonton pada 2019. Akibat pandemi Covid-19, jumlah
penonton anjlok ke 19 juta penonton pada 2020. Setahun setelahnya, angkanya turun
ke 4,5 juta penonton. Baru pada 2022, industri perfilman mulai menggeliat
dengan sukses menarik lebih dari 24 juta penonton. Deputi Bidang Kebijakan
Strategis Kemenparekraf Dessy Ruhati menyebut, 55 juta penonton bioskop yang tercapai
pada 2023, memberi sentimen positif bagi investor di pasar modal untuk
meningkatkan nilai subsektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
”Ini rekor juga untuk 20 judul film Indonesia yang mencapai
rekor 1 juta penonton per film. Daya tarik subsektor ini sangat menarik. Kita
harap tenaga kerja di animasi, film, dan video terus bertumbuh,” kata Dessy. Genre
film yang popular pada tahun lalu masih berkisar pada horor, melodrama, dan
komedi. Namun, genrenya diperkirakan meluas pada 2024. Dirut PT Produksi Film
Negara (Persero) Dwi Heriyanto memproyeksikan, bila perfilman Indonesia bisa
menarik hingga 60 juta penonton pada 2024, perputaran uang pun akan mengalir deras.
Jika harga per tiket Rp 40.000 per orang, omzet sepanjang tahun mencapai Rp 2,4
triliun. Angka ini belum termasuk pendapatan dari kanal media over the top (OTT),
layanan berbasis internet yang berperan sebagai distributor konten.
Dalam satu kali produksi film, butuh biaya Rp 5 miliar hingga
Rp 20 miliar. Dengan demikian, keuntungan setiap film bervariasi, bergantung
pada biaya produksi dan jumlah penonton. ”Menurut saya, kalau mau mengembangkan
film-film distribusi channel, di daerah itu masih sangat terbuka karena belum
ada bioskop,” kata Dwi. Penyangga bisnis industri film tak melulu dari penjualan
tiket film. Justru pendapatan besar dari bioskop berasal dari penjualan makanan
dan minuman. Meski tak setiap penonton membeli makanan dan minuman ketika menonton,
konsumen rela merogoh kocek berkali lipat dari harga tiket. Nilai ekonomi yang
dihasilkan dari konsumsi tersebut bahkan mencapai empat kali dari harga tiket. (Yoga)
INDUSTRI PENGOLAHAN NONMIGAS : PERINGATAN DINI MANUFAKTUR NASIONAL
Performa kuat indeks manufaktur nasional selama lebih dari 20 bulan tidak serta-merta menjamin pertumbuhan industri pengolahan nonmigas domestik terus berada di jalur positif, seperti yang ditargetkan oleh pemerintah. Kinerja pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sepanjang 2023 tercatat melambat dibandingkan dengan 2022, yakni menjadi 4,69% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari sebelumnya 5,01% YoY. Capaian tersebut pun tidak dapat memenuhi target Kementerian Perindustrian yang mematok pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sepanjang tahun lalu sebesar 4,81% YoY. Meski begitu, angka 4,69% YoY masih lebih baik ketimbang capaian pada 2021 ketika hantaman pandemi Covid-19 masih terasa sangat keras, yakni sebesar 3,67% Yo Y. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri pengolahan non-migas mencapai 4,69% pada 2023, ditopang oleh industri logam dasar yang naik 14,17%, dan industri barang galian bukan logam terapresiasi 14,11%. Selanjutnya, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik tumbuh 13,67%; industri alat angkutan naik 7,63%; serta industri pengolahan tembakau bergerak positif 4,8%. Sementara itu, subsektor industri pengolahan nonmigas yang mengalami kontraksi pertumbuhan pada 2023 adalah industri karet, barang dari karet dan plastik yang melemah 3,63%; industri pengolahan lainnya minus 2,1%; industri furnitur turun 2,04%; industri tekstil dan pakaian jadi terperosok 1,98%; serta industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki bergerak negatif 0,34%.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Andi Rizaldi mengatakan bahwa masih ada berbagai tantangan internal dan eksternal yang mengadang kontribusi manufaktur terhadap perekonomian nasional.
Andi menjelaskan bahwa faktor konsumsi dari rumah tangga maupun pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tampak mengalami pelemahan. Di sisi lain, faktor impor, ekspor, dan kinerja investasi juga memengaruhi produktivitas industri pengolahan, sehingga menurunkan kontribusi manufaktur terhadap PDB nasional.
Kementerian Perindustrian memang menargetkan pertumbuhan kinerja industri pengolahan atau manufaktur sebesar 5,80% pada tahun ini. Industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika bakal menjadi sektor yang diandalkan untuk mendorong pertumbuhan tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani mengatakan bahwa pertumbuhan industri manufaktur berada di bawah tingkat pertumbuhan PDB nasional dalam lebih dari 10 tahun ke belakang.
Gejala deindustrialisasi dini juga dapat dilihat dari berbagai faktor, salah satunya kontribusi manufaktur terhadap PDB nasional yang terus tergerus dalam 1 dekade terakhir.
Kekhawatiran yang sama disampaikan oleh Direktur Center for Economic and Law Studies Bhima Yudhistira yang mengatakan, proporsi manufaktur terhadap PDB masih kendur dibandingkan dengan 5 tahun lalu.
Menyelamatkan Industri Padat Karya
Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengumumkan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 sebesar 5,05%. Pertumbuhan ekonomi secara komulatif itu melambat bila dibandingkan dengan realisasi 2022 sebesar 5,31%. Secara target, realisasi pertumbuhan ekonomi pada 2023 meleset. Pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memproyeksikan ekonomi tumbuh sebesar 5,3%. Pencapaian ini menambah deret panjang proyeksi pertumbuhan ekonomi yang meleset. Dalam 5 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi yang digadang-dagang Presiden Joko Widodo belum pernah mencapai target. Apalagi mimpi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 7%, seperti yang dijanjikan Jokowi saat kampanye pemilihan presiden. Padahal kurva belanja dan utang pemerintah terus melaju dalam setiap tahunnya. Dalam 9 tahun terakhir, apabila dirata-rata pertumbuhan ekonomi era Jokowi hanya di kisaran 4,5%—5%. Hal itu kontras bila dibandingkan dengan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mencapai 5,5% hingga 6%. Era SBY pernah mencatatkan pertumbuhan ekonomi 6,9% pada 2007. Struktur ekonomi Indonesia pun kian menjauh dari sektor padat karya. Sektor konsumsi masih menjadi penopang pertumbuhan karena adanya doping dari bantuan sosial (bansos) jelang pilpres.
Adapun realisasi konsumsi rumah tangga yang menjadi pendorong utama ekonomi Indonesia tercatat melambat pada 2023 menjadi 4,82%, dari 2022 sebesar 4,94%. Pelambatan ini terjadi karena konsumsi masyarakat kelas menengah. Angka itu tecermin dari sejumlah indikator, seperti realisasi pajak penjualan bawang mewah melambat, jumlah penumpang angkutan udara turun, dan penjualan mobil penumpang tidak sebesar 2022.
Kabar kurang baik dari sisi produksi. Kinerja industri pengolahan nonmigas tercatat mengalami penyusutan secara kumulatif, tumbuh 4,69% pada 2023, melambat dari realisasi tahun sebelumnya 5,01%. Pertumbuhan industri pengolahan nonmigas ditopang oleh sektor logam dasar yang naik 14,17%, barang galian bukan logam tumbuh 14,11%. Disusul industri barang logam; komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik tumbuh 13,67%, industri alat angkutan yang tumbuh 7,63% dan industri pengolahan tembakau 4,8%.
Menurut harian ini, sektor industri padat karya perlu diperhatikan pemerintah, karena tren kinerja yang terus merosot. Hal itu membuat pemutusan hubungan kerja (PHK) makin meningkat pada sektor tekstil, industri sepatu, dan lainnya.
Bisnis Urun Dana Makin Mempesona
Biaya Kian Murah, Industri Peluncuran Satelit China Terus Berkembang
Industri peluncuran satelit komersial China diprediksi
berkembang pesat. Salah satu faktor pendorongnya adalah keberhasilan menekan
biaya peluncuran. China semakin mampu bersaing dengan SpaceX, perusahaan AS,
yang saat ini merupakan penyedia jasa peluncuran satelit komersial dengan tarif
termurah. Roket China, Jielong-3, meluncur pada Sabtu (3/2) membawa sembilan
satelit sekaligus ke orbit. Jielong-3 diluncurkan dari tongkang terapung di
lepas Pantai Yangjiang, Guangdong, China selatan. Peluncuran Jielong-3 merupakan
yang ketiga dalam dua bulan terakhir. Dikembangkan oleh China Rocket Co,
Jielong-3 pertama kali mengangkasa pada Desember 2022. China Rocket Co
merupakan cabang komersial dari produsen wahana peluncuran milik negara.
China menganggap, sektor peluncuran satelit komersial ini penting
dalam membangun konstelasi satelit untuk komunikasi, penginderaan jauh, dan
navigasi. Pada 2023, terdapat 67 peluncuran satelit orbital di seluruh China,
termasuk 17 peluncuran satelit komersial dengan satu kegagalan. Kemampuan China
untuk meluncurkan satelit terus meningkat dan semakin mengatasi ketertinggalan
dari AS. Pada 2023, China menjadi negara kedua dalam daftar negara yang
meluncurkan satelit ter banyak. Posisi pertama adalah AS yang melakukan 116
peluncuran, termasuk 100 peluncuran oleh SpaceX milik Elon Musk. Kemajuan
paling pesat yang berhasil dicapai China adalah menekan biaya peluncuran.
Perkembangan lain adalah semakin banyak jendela peluncuran,
semakin beragamnya jenis roket untuk mengakomodasi berbagai ukuran muatan, serta
bertambahnya jumlah lokasi peluncuran. Dalam hal menekan biaya, Jielong-3 dapat
membawa muatan seberat 1.500 kg ke orbit sinkron matahari sepanjang 500 km
dengan biaya kurang dari 10.000 USD (Rp 157,1 juta) per kg untuk roket kecil.
Harga ini bersaing dengan tarif SpaceX, yaitu 5.500 USD per kg (Rp 86,4 juta).
Namun, SpaceX bakal menerapkan biaya tambahan. China terus berupaya mengejar AS
dalam mengusai teknologi luar angkasa. Namun, upaya itu memancing kritik AS.
Washington menduga China sedang merancang dan menguji senjata antiruang
angkasa. Beijing jelas menampiknya. (Yoga)
PROGRAM MINYAK GORENG RAKYAT : SETUMPUK JANJI BERESKAN RAFAKSI
Keputusan pemerintah pada awal 2022 dengan menggulirkan program minyak goreng kemasan rakyat merek Minyakita, membawa misi menciptakan harga minyak goreng yang terjangkau bagi masyarakat. Hanya saja, sejak program Minya kita bergulir, tercecer berbagai persoalan yang hingga kini tak kunjung usai. Selisih harga produksi atau rafaksi yang mestinya dibayarkan pemerintah ke pelaku usaha, justru berujung kasus hukum. Selain itu, regulasi penetapan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita Rp14.000 per liter, sekadar manis di atas kertas. Konsumen dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), harus merogoh kocek lebih tinggi untuk membeli Minyakita. “Kalau minyak goreng ada gejolak lagi, kami tidak mau lagi menjalankan penugasan pemerintah untuk ikut menstabilkan harga lagi seperti 2022. Karena sampai sekarang saja yang itu [rafaksi] masih belum selesai,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Mandey kepada Bisnis.
Utang rafaksi merupakan buah dari terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 3 Tahun 2022 tentang Penyediaan Minyak Goreng Kemasan Untuk Kebutuhan Masyarakat Dalam Kerangka Pembiayaan Oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Kebijakan tersebut lahir di era Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi . Dalam regulasi itu, pemerintah memberikan penugasan peritel untuk menjual minyak goreng kemasan satu harga sebesar Rp14.000 per liter pada 19 Januari 2022. Regulasi ini kemudian dicabut dan digantikan dengan beberapa kebijakan. Mulai dari Permendag No. 6 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Sawit yang akhirnya digugurkan oleh Permendag No. 11/2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Curah, serta Permendag No. 49/2022 tentang Tata Kelola Program Minyak Goreng Rakyat. Kedua peraturan yang terbit pada era Mendag Zulkifli Hasan itu selisih umurnya belum sampai setengah tahun dari kebijakan lama.
Menurut Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika, pemerintah perlu menjaga iklim usaha dengan menuntaskan pembayaran selisih harga atau rafaksi Minyakita kepada pengusaha. Menurutnya, program terse\but sudah diaudit oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan dinilai oleh surveyor independen. Alhasil secara mekanisme dan teknik sudah memenuhi kaidah pemenuhan barang dan jasa.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Isy Karim memastikan utang rafaksi minyak goreng kepada pelaku usaha masih berlaku meskipun ada pergantian regulasi.“Setelah Permendag No. 3/2022 dicabut, dimintalah legal opinion dari Kejaksaan. Hasilnya, meskipun Permendag No. 3 dicabut, tapi kewajiban membayar utang masih ada,” kata Isy kepada Bisnis.
Pemerintah, kata Isy, berharap persoalan utang rafaksi minyak goreng itu bisa segera diselesaikan. Meskipun tidak menjamin rampung sebelum Oktober 2024 seperti yang ditargetkan pelaku usaha.
Ekonom sekaligus Pendiri Center of Reform on Economics (CORE) Hendri Saparini menyatakan minyak goreng menjadi salah satu contoh kegagapan pemerintah menangani isu pangan strategis.
Sementara itu, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rizal Taufi kurahman menekankan isu ketidakpastian harga minyak goreng jangan sampai terulang lagi pada awal tahun ini, khususnya menjelang Ramadan.
ADU URAT MINYAK GORENG RAKYAT
Kebijakan pemerintah menggulirkan program minyak goreng kemasan rakyat atau Minyakita sejak 2 tahun silam, menyisakan beragam persoalan. Penetapan harga eceran tertinggi (HET) hingga ke tangan konsumen senilai Rp14.000 per liter tak sepenuhnya terwujud. Harga Minyakita di beberapa daerah melampaui HET. Peliknya, tidak ada mekanisme terukur untuk pengawasan penjualan minyak goreng rakyat yang harganya di atas HET tersebut. Masalah lain dalam distribusi Minyakita yakni dari sisi pembayaran selisih harga produksi dan distribusi (rafaksi) oleh pemerintah yang tak kunjung tuntas. Pengusaha mulai menahan diri melakukan distribusi minyak goreng, jika belum ada penyesuaian HET. Pemerintah berjanji membereskan urusan rafaksi. Hanya saja, memasuki tahun politik, membuat pengambilan keputusan urusan minyak goreng makin pelik.
Transisi Industri Matang demi Transisi Berkeadilan
Pilihan Editor
-
Maskapai Bersiap Terbangkan Penumpang Non-Mudik
07 May 2020 -
Otomotif Global Bersiap untuk Pulih
02 May 2020 -
Penyebab Kenaikan Harga Gula
30 Apr 2020 -
Penjualan Video Game Melejit
29 Apr 2020 -
20.018 WP Badan Ajukan Insentif Pajak
27 Apr 2020









