Industri lainnya
( 1858 )Kemitraan INDONESIA-KOREA SELATAN Setelah Mobil Listrik, Indonesia Bidik Industri Kreatif
Selain memprioritaskan pengembangan ekosistem industri
kendaraan listrik dan baterai, Indonesia dan Korsel kini membidik sektor
industri kreatif. Kerja sama itu diarahkan untuk menunjang kinerja ekonomi nasional.
Seperti Korsel yang sukses denganK-pop, Indonesia pun berharap dapat mendulang
devisa dari pengembangan budaya pop. Isu tersebut menjadi benang merah
Peringatan 50 Tahun Hubungan Diplomasi Indonesia-Korsel, Kamis (30/11) di
Jakarta. Tema acara ”Bersama untuk Masa Depan, K-Wave dan I-Wave” mencerminkan upaya
untuk meletakkan arah kerja sama Indonesia dan Korsel di masa depan. K-Wave,
merujuk pada Korean Wave, adalah fenomena budaya pop yang kian populer di dunia.
Geliat industri kreatif itu mampu mendongkrak ekonomi Korsel. Bahkan, saat ini
K-Pop mampu menjadi penopang utama ekonomi negeri itu.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Gandi Sulistiyanto,
mengatakan, Korsel merupakan bukti bahwa industri kreatif bisa menjadi tulang
punggung ekonomi sebuah negara. Forum ini diharapkan mempertemukan para pelaku
industri ekonomi digital berbasis budaya antara Korsel dan Indonesia. ”Indonesia
perlu belajar pada Korea Selatan yang mampu mengembangkan industri kreatif dan
ekonomi digital berbasis budaya,” kata mantan Dubes RI di Seoul itu. Kiprah dan
prestasi industri kreatif Korsel di dunia antara lain ditandai dengan film Parasite
yang memenangi Piala Oscar pada 2020 dan beragam kelompok musik, seperti BTS dan
Blackpink. Terkait industri kreatif, dibandingkan Korsel, Indonesia baru
menjadi pasar. (Yoga)
IKI Kembali Meningkat di November
Laba Naik, Pupuk Kaltim Kian Ekspansif
PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero) memanfaatkan momentum
peningkatan laba dengan menggencarkan ekspansi dan diversifikasi produk. Selain
akan segera meresmikan pabrik amonium nitrat di Bontang, Kaltim, perusahaan
juga telah memulai peletakan batu pertama pembangunan pabrik pupuk di Fakfak,
Papua Barat. Kompas mencatat, pada tahun 2021, PKT mencatatkan laba Rp 6,17
triliun, dan pada 2022, laba PKT melonjak menjadi Rp 14,5 triliun. Kondisi ini tak lepas
dari lonjakan harga komoditas dunia, selain juga buah pengelolaan keuangan
perusahaan.
Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Kalimantan Timur Teguh Ismartono
mengatakan, pada akhir tahun ini PKT bersama anak perusahaan PT Kaltim Amonium
Nitrat akan meresmikan pembangunan pabrik amonium nitrat berkapasitas 75.000 ton per
tahun di kawasan industri Kaltim Industrial Estate (KIE), Bontang, Kaltim. PKT
juga sedang membangun pabrik soda ash di Bontang dengan kapasitas 300.000 ton per
tahun, yang ditargetkan rampung pada 2026. Soda ash merupakan bahan baku yang
dibutuhkan sejumlah industri untuk membuat produk, seperti kaca, keramik,
tekstil, kertas, dan aki. ”Pupuk Kaltim juga siap mewujudkan hilirisasi
industri dengan pabrik soda ash dan amonium nitrat serta kemandirian pangan
dengan pabrik pupuk di Fakfak,” ujarnya di Jakarta, Rabu (29/11). (Yoga)
JELANG LIBUR NATARU : PENGUSAHA CEMAS PEMBATASAN TRUK
Pengusaha angkutan barang berbasis jalan mengkhawatirkan gangguan distribusi selama pembatasan operasional truk di jalan tol dan jalan nasional selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2023/2024. Ketua Bidang Angkutan Multimoda DPP Organda Ivan Kamadjaja mengatakan bahwa pembatasan truk bisa memicu ketidakpastian dalam distribusi barang di Tanah Air. “Pandangan kami, Nataru bukan mudik. Kalau truk dibatasi selama Nataru, ini sangat berat bagi kami, karena ada ketidakpastian. Kalau sering pembatasan itu jadi high cost,” katanya seusai acara Penganugerahan Bisnis Indonesia Logistics Award (BILA) 2023, Selasa (29/11). Ivan yang juga CEO PT Kamadjaja Logistics melanjutkan kebijakan pembatasan operasional truk selama Nataru bisa memicu persaingan bisnis angkutan dalam hal harga. Selain itu, komponen biaya juga ikut naik seperti suku cadang. Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan berencana membatasi operasional angkutan barang pada masa libur Nataru guna membantu mengurangi kepadatan lalu lintas. Pembatasan angkutan barang di jalan tol akan dimulai pada 22—24 Desember 2023, dan dilanjutkan menjelang libur panjang, yaitu 26—27 Desember 2023, dan 29—30 Desember 2023. Berikutnya, pembatasan truk berlanjut pada 1—2 Januari 2024. Dalam kesempatan terpisah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) siap mengoperasikan 34 kereta api (KA) tambahan pada periode angkutan Nataru 2023/2024. VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI) Joni Martinus menjelaskan, KAI menambah 311.856 kursi untuk KA Jarak Jauh.
Menanti Tunas Harapan Pupuk Fakfak
Masih hangat perbincangan masyarakat Distrik Arguni, Papua
Barat, lokasi kawasan industri pupuk yang menjadi proyek investasi dari PT Pupuk
Kalimantan Timur, tentang kedatangan Presiden Jokowi untuk meresmikan
dimulainya pembangunan kawasan industri Fakfak, Kamis (23/11). Proyek Strategis
Nasional yang ditargetkan beroperasi pada 2028 itu diharapkan bisa memberikan
dampak besar bagi masyarakat, daerah, dan negara. Kawasan industri pupuk Fakfak
ini nantinya bisa memproduksi pupuk urea sebanyak 1,15 juta ton per tahun dan amonia
825.000 ton per tahun. Dengan demikian, Pupuk Kaltim, BUMN di bawah PT Pupuk Indonesia
Holding Company (PIHC), akan menopang kebutuhan pupuk urea nasional sekitar 6
juta ton per tahun. Saat ini, Pupuk Kaltim memproduksi 3,2 juta ton urea. Di lokasi
pembangunan, seusai peletakan batu pertama, pembangunan kawasan industri yang
akan mencapai 500 hektar tersebut terus dikebut.
Ke depan, proyek dengan total investasi Rp 30 triliun
tersebut akan melibatkan hingga 10.000 pekerja pada masa puncak konstruksi. Diproyeksikan
ada 400 pekerja saat beroperasi penuh sebagai kawasan industri. Angka ini
diharapkan bisa berkontribusi pada angka kondisi ketenagakerjaan di Fakfak. Masyarakat
banyak memupuk harapan keyakinan positif, tetapi turut diiringi kecemasan dari
”tunas” yang akan muncul dari kehadiran kawasan industri tersebut. Masyarakat
lima kampung di distrik tersebut, yakni Arguni, Tafer, Andamata, Fior, dan
Furir, ingin kehadiran kawasan ini harus bisa tetap menjaga laut dan darat yang telah dijaga
masyarakat secara turun temurun. Kawasan industri yang terletak di antara
Kampung Fior dan Andamata tersebut diharapkan akan sejalan dengan berbagai
kesepakatan yang telah dilakukan pemerintah dan investor.
Jafar Gwasgwas (41), warga Kampung Andamata, berharap anak
dan cucunya di masa depan tidak hanya menjadi penonton ketika industri tersebut
beroperasi penuh. ”Ada ketakutan seperti di tempat (kawasan industri) lain,
anak-anaknya tidak punya keterampilan. Kami butuh pendampingan. Nanti ketika perusahaan
sudah beroperasi di sana 4-5 tahun lagi, anak-anak kami sudah siap,” ucap
Jafar. Akademisi Universitas Papua, Agus Sumule, mengatakan, kehadiran industri
pupuk yang baru akan meningkatkan nilai tambah potensi sumber daya alam
Indonesia. Di sisi lain, berbagai upaya perlu dipersiapkan untuk memanfaatkan
peluang tersebut. Kesempatan kerja bisa menjadi peluang besar, khususnya bagi
orang asli Papua di Fakfak dan sekitarnya, seperti Kaimana, Teluk Bintuni, dan
Teluk Wondama. (Yoga)
Proyek Industri Pupuk di Fakfak, Ikhtiar Indonesia Berdaulat Pangan
Presiden Jokowi melakukan peletakan batu pertama Proyek
Strategis Nasional kawasan industri pupuk di Kampung Andamata, Distrik Arguni, Kabupaten Fak-fak, Papua
Barat, Kamis (23/11). Proyek dengan investasi dari PT Pupuk Kalimantan Timur
itu ditargetkan beroperasi pada 2028. Presiden Jokowi mengungkapkan, proyek
senilai Rp 30 triliun itu menjadi bagian dari strategi negara menghadapi
ancaman kerentanan pangan. Peningkatan produksi pupuk dalam negeri akan menopang
kemandirian industri pangan sehingga tidak akan terpengaruh ketika situasi
krisis terjadi di negara lain.
”Kita (Indonesia) ini penduduk hampir 280 juta. Oleh sebab
itu, kita harus mandiri. Kita harus berdikari, kita harus bisa berdaulat betul
dalam hal pangan,” kata Presiden Jokowi, Kamis sore. Jokowi menyebut, Fakfak memiliki
potensi sumber daya alam pasokan gas yang melimpah sebagai bahan baku produksi
urea dan amonia. Kawasan industri pupuk Fakfak nantinya bisa memproduksi 1,15
juta ton pupuk urea per tahun dan amonia 825.000 ton per tahun. Dengan demikian,
Pupuk Kaltim, BUMN di bawah PT Pupuk Indonesia Holding Company, akan menopang
kebutuhan pupuk urea nasional sekitar 6 juta ton per tahun. Saat ini, Pupuk
Kaltim memproduksi 3,2 juta ton urea. Pemerataan Industri pupuk diFakfak juga akan
menjadi hub dan wujud pemerataan di kawasan timur Indonesia. (Yoga)
PABRIK PUPUK UREA DI PAPUA BARAT : Swasembada Pangan Masih Jauh
Pembangunan pabrik pupuk nitrogen di Fakfak, Papua Barat belum menuntaskan masalah hulu dari swasembada pangan. Dampak positif hanya pada ketersediaan dan efisiensi harga pupuk. Pengamat pertanian sekaligus Guru Besar IPB University Dwi Andreas Santosa mengatakan pertimbangan pembangunan pabrik pupuk nitrogen di Papua Barat semata-mata untuk kepentingan bisnis PT Pupuk Kalimantan Timur. Menurutnya, sudah sewajarnya Perseroan mengekspansi bisnis ke wilayah timur Indonesia untuk meningkatkan produksi dan mengurangi biaya logistik pupuk jenis nitrogen. “Hal lainnya barang tentu ekspansi ini mendekati ke bahan bakunya karena bahan baku urea itu gas alam,” ujar Andreas saat dihubungi, Jumat (24/11). Menurutnya, pembangunan pabrik pupuk nitrogen di Papua Barat tidak serta-merta menjadi jawaban atas masalah pangan di Indonesia. Musababnya, produksi pupuk berbasis nitrogen di Indonesia telah melampaui dari kebutuhan di dalam negeri. Oleh karena itu, Andreas menuturkan tujuan pembangunan pabrik pupuk nitrogen di Papua bukan mengarah pada solusi permasalahan pangan di Indonesia. “Karena kalau kita bicara swasembada pangan ada aspek-aspek lain yang jauh lebih penting dibandingkan pupuk urea,” tuturnya. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pembangunan pupuk yang menjadi salah satu proyek strategis nasional (PSN) tersebut dapat meningkatkan produktivitas tanaman, seperti padi, tebu dan jagung.
PENJUALAN TRUK LESU : Terimbas Lesunya Ekonomi
Penjualan truk hingga Oktober 2023 turun dobel digit dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain lesunya komoditas, beberapa sentimen makro menjadi penyebab utama. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan truk mencapai 66.259 unit selama Januari—Oktober 2023. Angka tersebut turun 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY) sebanyak 74.509 unit. Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan lesunya komoditas seperti batu bara dan sawit memengaruhi penjualan untuk jenis medium truck dan juga heavy truck. Sementara turunnya light truck disebabkan oleh perekonomian Indonesia. Adanya kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 6% membuat suku bunga untuk pembiayaan atau kredit juga turut serta terkerek. Selain itu, perekonomian Indonesia mengalami perlambatan. Bila melihat merek, Mitsubishi Fuso masih memimpin penjualan truk dengan jumlah 25.492 unit. Namun, angka ini turun 13.55% secara YoY dari 29.465 unit. Di belakang Mitsubishi Fuso terdapat Hino dengan penjualan secara wholesales mencapai 21.275 unit atau turun 9,63% dibandingkan tahun lalu sebanyak 23.544 unit. Menurut Chief Operating Officer (COO) Hino Motors Santiko Wardoyo, adanya penurunan memang disebabkan oleh komoditas batu bara yang masih lesu, termasuk untuk segmen light truck. Kemudian penjualan truk Isuzu juga turut mengalami koreksi sampai Oktober 2023. Penjualan truk dari entitas PT Astra International Tbk. (ASII) tersebut mencapai 15.292 unit pada 10 bulan pertama 2023, turun 12,19% secara YoY dari 17.415 unit. Entitas ASII lainnya, yakni UD Trucks juga mengalami penurunan 3% dari yang sebelumnya 1.624 unit menjadi 1.575 unit. Marketing and Business Development Head PT UD Trucks Astra Motor Indonesia Christine Arifin mengatakan penurunan disebabkan oleh adanya keterbatasan unit Euro 4 untuk model Kuzer yang merupakan jenis light truck.
INDUSTRI MUSIK : Bisnis Konser Prospektif
Gebukan drum, petikan gitar, lantunan vokal hingga aksi koreografi para boy group berpadu histeria penonton menjadi harmoni indah bagi para promotor. Bukan tanpa sebab, kondisi itu menunjukkan industri konser di dalam negeri yang kembali bergairah. Besarnya potensi industri konser di dalam negeri membuat banyak promotor bermunculan sehingga persaingan kian ketat. Sejumlah strategi perlu diterapkan, salah satunya adalah menjalin hubungan yang baik dengan manajemen artis. Bagi Rendra R. Saputra, CEO KIG Live, hubungan yang baik dengan manajemen artis menjadi salah satu strategi perusahaan dalam menghadapi ketatnya persaingan di industri konser musik. Hubungan yang baik membuatnya bisa memperoleh artis untuk tampil di konser yang akan diadakan tanpa melakukan penawaran terlebih dahulu. “Itu salah satu faktor yang membuat kami cukup mumpuni bersaing dengan promotor lain yang mungkin dapat artis dari agen lain,” katanya. Hubungan yang baik dengan manajemen itu membuat promotor lebih secure dan dapat harga artis yang benar atau harga normal. Bukan tanpa sebab, tidak jarang tarif artis untuk tampil dalam sebuah konser tidak masuk akal karena melalui sebuah agen dan terjadi bidding war. Di sisi lain, manajemen juga tidak melihat promotor lain sebagai saingan karena ingin membangun ekosistem industri konser musik di dalam negeri menjadi sehat. Jika promotor bisa lebih sehat dalam mengembangkan bisnis, penggemar akan diuntungkan. “Bukan bicara cuan saja. Ada value-value lain yang bisa di-deliver dan fans menginginkan itu,” tutur Rendra. Penggemar memiliki peran penting bagi industri konser di dalam negeri lantaran populasi fanbase di Indonesia yang sangat besar. Di antara fanbase yang ada, penggemar K-Pop menjadi yang paling potensial karena jumlahnya yang tidak kecil. Tidak hanya itu, fan K-Pop juga rela merogoh saku untuk menyaksikan idola mereka tampil di atas panggung. Terkait dengan keuntungan, konser sebagai bisnis tidak bisa dilihat dalam jangka pendek. Banyak promotor kerap mengalami kerugian daripada keuntungan. Tiket terjual habis dalam satu konser belum tentu sebuah promotor akan mengalami keuntungan pada akhir tahun. Pengamat bisnis Kafi Kurnia mengatakan bahwa bisnis konser sangat tergantung terhadap reputasi dan juga pertemanan antara promotor dengan sang artis. Tidak jarang sejumlah orang ternama di Indonesia rela mengeluarkan uang hingga miliaran rupiah untuk mengadakan konser dengan alasan pertemanan.
DANA KOMPENSASI BATU BARA : Pemerintah Kecualikan Coking Coal
Pemerintah tidak akan memungut dana kompensasi domestic market obligation dari batu bara jenis coking coal atau kokas yang memiliki kalori tinggi melalui skema mitra instansi pemerintah.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, batu bara jenis coking coal yang dikenal sebagai batu bara metalurgi untuk sumber karbon dalam industri besi dan baja akan dikecualikan dari kewajiban pungut salur. “Batu bara coking coal dikecualikan terhadap kewajiban pungut salur oleh MIP [mitra instansi pemerintah],” katanya saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Selasa (21/11).
Dengan begitu, pemerintah masih perlu melakukan pengaturan lebih lanjut mengenai kewajiban denda dan kompensasi terhadap DMO.Dia menjelaskan, aturan skema pungut salur batu bara lewat format MIP saat ini telah masuk tahap fi nalisasi. Uji coba skema tersebut pun ditargetkan dapat dilaksanakan pada Desember 2023.
Ketiga bank tersebut adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).Dalam pelaksanaan skema pungut salur dana kompensasi batu bara ini, seluruh pemegang izin usaha pertambangan (IUP)/IUP khusus (IUPK)/perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) harus membayar dana kompensasi ke pengelola.
Pilihan Editor
-
Industri Otomotif Banting Setir Buat Ventilator
09 Apr 2020 -
THR Wajib Dibayarkan
03 Apr 2020









