;
Tags

Industri lainnya

( 1858 )

DAMPAK HARGA BATU BARA : ‘Honeymoon’ Alat Berat Sudah Berakhir

HR1 27 Oct 2023 Bisnis Indonesia

Lesunya harga batu bara di pasar global menambah tekanan dari minimnya serapan anggaran pemerintah pada proyek infrastruktur dan tahun politik terhadap penjualan alat berat di Tanah Air.Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI) mencatat penurunan penjualan alat berat pada kuartal III/2023 mencapai 11% secara tahunan.Ketua Umum PAABI Etot Listyono mengatakan, turunnya penjualan alat berat disebabkan permintaan yang melemah di sektor konstruksi dan pertambangan, khususnya batu bara dan nikel.“Kalau akhir September 2023 itu dari data yang masuk market sizenya 14.000-an unit. Jadi memang ada penurunan sekitar 11% dibandingkan dengan tahun lalu,” katanya kepada Bisnis, Kamis (26/10). Hal tersebut menambah beban dari sektor pertambangan, di mana harga batu bara yang cenderung melemah, sehingga banyak pelanggan wait and see untuk melihat perkembangan ke depannya.Meski mengalami penurunan, Etot menilai penurunan penjualan alat berat tahun ini terbilang wajar setelah industri menikmati masa ‘honeymoon’ pada 2 tahun belakangan. “Demand terus meningkat sampai dengan 2022. Artinya, kalau kami hitung hingga kuartal III/2023, Agustus tahun ini sudah terjadi penurunan. Jadi honeymoonnya itu hampir 2 tahun lebih,” jelasnya.Adapun, produksi alat berat di Indonesia pada kuartal III/2023 mengalami penurunan sekitar 3,16% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

INDUSTRI OTOMOTIF : PENJUALAN LCGC TETAP BERGAIRAH

HR1 27 Oct 2023 Bisnis Indonesia

Sejumlah pelaku industri otomotif menjaga penjualan segmen mobil murah dan ramah lingkungan tetap bergairah, di tengah tren suku bunga pembiayaan yang relatif tinggi. Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan bahwa Toyota tetap menjaga kontribusi penjualan segmen mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC) sekitar 20% hingga akhir tahun ini.“[Penjualan] tergantung tren market juga ya. Harapannya bisa tetap mempertahankan persentase kontribusinya,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (26/10).Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan (Gaikindo) menunjukkan penjualan secara wholesales LGCG Toyota mencapai 49.838 unit sepanjang Januari-September 2023 atau naik 5,15% secara year-on-year (YoY) daripada periode yang sama 2022 sebanyak 47.397 unit.Pencapaian penjualan itu terdiri atas model Agya dan Calya berkontribusi sekitar 20,22% dari total penjualan Toyota yang mencapai 246.382 secara wholesales sepanjang Januari-September 2023. Sales Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan bahwa segmen LCGC Honda masih menarik bagi konsumen. Dia menegaskan segmen LCGC merupakan salah satu yang paling diminati oleh para konsumen Indonesia. Segmen itu lebih menyasar para konsumen yang ingin memiliki kendaraan pertamanya atau firstcar buyer.“Harga yang lebih terjangkau dan hemat bahan bakar membuat segmen mobil ini paling diminati sekarang,” tuturnya. Yusak mengatakan penurunan penjualan secara bulanan masih dalam batas wajar, dan bahkan segmen ini disebut masih stabil. “Setiap bulan bisa saja naik dan turun. [Perubahan] masih dalam batas normal,” ujarnya.Dia hanya mengkhawatirkan adanya pengetatan dari lembaga pembiayaan yang dapat berdampak terhadap penjualan pada segmen LCGC. Dia menyebut naiknya kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL) menjadi pemicu keringnya saluran kredit kendaraan bermotor. Dari data Gaikindo, penjualan mobil segmen LCGC tetap didominasi dua merek milik PT Astra International Tbk. (ASII) yaitu Daihatsu dan Toyota. Mobil LCGC merupakan salah satu program pemerintah yang diatur melalui Permenperin 36/2021 tentang Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah. Dalam beleid tersebut tertuang Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau LCGC merupakan kendaraan dengan besaran harga jual paling tinggi Rp135 juta.

Produksi Pakan Ikan Mandiri Diperkuat

KT3 25 Oct 2023 Kompas
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan TB Haeru Rahayu, Selasa (24/10/2023), mengatakan, pihaknya sedang memperkuat program produksi pakan ikan mandiri untuk mendukung pengembangan perikanan budidaya yang efisien. ”Pakan ikan merupakan salah satu komponen terpenting dalam mendukung target produksi perikanan budidaya. Komposisi biaya pakan ikan 60-70 persen dari total biaya produksi,” ujarnya. (Yoga)

INDUSTRI AVIASI : Maskapai Gesit Tangkap Peluang Pariwisata

HR1 21 Oct 2023 Bisnis Indonesia

Geliat positif pariwisata setelah Covid-19 menjadi berkah tersendiri bagi industri penerbangan. Sejumlah maskapai agresif melakukan ekspansi untuk menangkap peluang dari peningkatan pergerakan wisatawan.PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) mengaku akan meningkatkan frekuensi penerbangan sejumlah rute internasional pada periode November—Desember 2023. “Penambahan frekuensi pada sejumlah rute ini selaras dengan langkah berkelanjutan perseroan dalam merealisasikan peningkatan kapasitas produksi, serta memaksimalkan potensi kunjungan wisatawan asing menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Indonesia,” kata Direktur Utama GIAA Irfan Setiaputra, Jumat (20/10). Di sisi lain, PT Surya Mataram Indonesia siap melayani sejumlah rute domestik setelah mendapatkan Sertifikat Standar Angkutan Niaga Berjadwal pada 9 Oktober 2023.Hanya saja, Kementerian Perhubungan meminta Surya Airways untuk segera memenuhi seluruh persyaratan agar bisa beroperasi.Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan M. Kristi Endah Murni mengatakan, Surya Airways masih dalam tahap izin usaha, dan belum dapat beroperasi karena masih harus memenuhi sejumlah proses persyaratan wajib.

PAJAK KARBON, Pelaku Industri Butuh Regulasi yang Matang

KT3 20 Oct 2023 Kompas

Pengusaha berharap rencana pemerintah menerapkan pajak karbon dilakukan secara matang. Kematangan aturan pajak karbon, yang berperan meredam aktivitas ekonomi penghasil emisi, akan melengkapi upaya sektor industri yang saat ini berada dalam tahap transisi penggunaan sumber energi yang lebih bersih dan terbarukan. Ketua Bidang Industri Manufaktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bobby Gafur Umar mengatakan, pada dasarnya sebagian besar pelaku industri, terutama di sector energi dan manufaktur, telah menyiapkan diri terhadap rencana pengenaan pajak karbon. Kendati demikian, pengusaha berharap pemerintah bisa mematangkan regulasinya terlebih dahulu. Sejumlah hal yang perlu dimatangkan adalah penetapan besaran tarif pajak karbon, tata cara penghitungan, pemungutan, pembayaran atau penyetoran, pelaporan, hingga mekanisme pengenaan pajak karbon.

Diharapkan juga ada kematangan dalam target sasaran pajak karbon semestinya diarahkan pada sektor dan subsektor penyumbang utama emisi karbon. ”(Implementasi pajak karbon) Perlu kepastian baik itu dari peraturannya, penghitungannya, maupun standardisasi dari karbon kredit ini. Artinya, regulasinya harus benar dulu baru kami siap terapkan pajak karbon,” ujar Bobby, Kamis (19/10/2023). Momentum penerapan pajak karbon pada dasarnya dinilai tepat dengan upaya transisi industri menuju energi ”hijau”. Saat ini, rata-rata industri di Tanah Air masih minim dalam penggunaan sumber energi baru terbarukan, yakni 12,4 %. ”Kami dari bidang industri manufaktur sedang menjalani transisi energi menuju green certified sehingga pemerintah harus konsisten dan tepat dalam mengimplementasi peraturan pajak karbon,” kata Bobby. (Yoga)

GGRP Berharap Penjualan Baja Naik

HR1 19 Oct 2023 Kontan
Emiten produsen baja, PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) melihat ada ruang untuk pertumbuhan kinerja perusahaan, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih. Optimisme ini muncul setelah pemerintah merilis kebijakan bea masuk bagi produk baja impor. Seperti diketahui, pemerintah menambah daftar barang yang dikenakan tarif bea masuk. Barang-barang yang baru akan dikenakan tarif bea masuk ini antara lain sepeda, jam tangan, kosmetik, dan produk baja. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 96 Tahun 2023. Beleid ini bertujuan mengatasi banjir barang impor yang beredar melalui penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik (PPMSE) alias perdagangan online. Direktur Corporate Affairs GGRP, Fedaus mengatakan, perusahaan masih mencermati kondisi pasar baja dalam negeri, serta melakukan analisa lebih lanjut untuk menentukan dampak kebijakan pemerintah ini terhadap rencana bisnis perusahaan. Ia menerangkan, selama ini GGRP melihat upaya pemerintah mengurangi impor produk baja cukup baik. Contohnya saat penerapan trade remedies (anti dumping dan safeguard) atas produk baja impor untuk menghindari praktik perdagangan tidak sehat. Selain itu, pemerintah juga cukup ketat mengawasi produk baja impor yang tidak memenuhi standar produk yang wajib berlaku di Indonesia. Antara lain Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Pasalnya, menurut Fedaus, penjualan baja GGRP hingga akhir tahun ini sangat dipengaruhi berbagai faktor. Antara lain pasokan dan permintaan (supply and demand), harga, kondisi perekonomian dan lain sebagainya. Fedaus menambahkan, untuk memaksimalkan kinerja, GGRP memiliki strategi bisnis yang komprehensif untuk memperkuat posisi di pasar industri baja. Perusahaan akan terus beradaptasi dengan cepat untuk menghadapi perubahan kondisi pasar. Fokus utama GGRP saat ini meningkatkan kualitas produk dan layanan yang ditawarkan. Selain juga memperluas pasar di dalam negeri dan melihat potensi pasar luar negeri.

INDUSTRI PROPERTI : Pesona Jakarta Tetap Menggoda

HR1 19 Oct 2023 Bisnis Indonesia

Sektor properti Jakarta diproyeksi tidak akan terpengaruh dengan pemindahan Ibu Kota Negara ke Nusantara di Kalimantan Timur. Jakarta tetap akan menjadi wilayah yang menarik untuk sektor real estat dengan statusnya sebagai salah satu kota besar di Indonesia. Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia, Yunus Karim menjelaskan, prospek pasar properti di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) bakal tetap stabil. Alasannya, Jakarta tetap akan menjadi pusat ekonomi Indonesia. Di samping itu, Yunus menambahkan optimisme terhadap pasar properti di Jakarta disandarkan kepada asumsi besarnya segi bisnis yang terkonsentrasi di wilayah Jakarta dan sejumlah daerah penyokongnya.Dia menyebut, 304 hari menjelang upaya pemindahan Ibu Kota ke Nusantara, prospek pasar properti di Jakarta tetap menunjukkan geliat positif. Adapun, tingkat hunian sektor perkantoran, khususnya di wilayah Jakarta tercatat duduk stabil di level 70% sepanjang kuartal III/2023. Sektor lain yang juga terus mendominasi permintaan di kuartal ini, yaitu fast fashion, beauty, dan juga fasilitas hiburan. Selain itu, peritel mancanegara baru juga terlihat membuka gerai pertama mereka di beberapa pusat perbelanjaan.Kemudian dari sisi industri dan logistik, tingkat hunian pergudangan modern di Jabodetabek terpantau stabil di tingkat 88%, sama seperti kuartal sebelumnya.

PERLINDUNGAN INDUSTRI DOMESTIK : Asosiasi Semringah Sambut Lartas Impor

HR1 14 Oct 2023 Bisnis Indonesia

Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) berharap aturan pengawasan impor border sebagai pemberlakuan larangan terbatas (lartas) dapat membangkitkan kembali industri mainan lokal. Ketua AMI Sutjiadi Lukas mengataka, saat ini banyak barang impor yang masuk ke pasar Indonesia tanpa melalui prosedur resmi. Dia mendukung rencana pemerintah yang akan mengubah sistem lalu lintas barang dari post border (di luar kawasan pabean) menjadi border control. AMI sebelumnya telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo mengenai kekhawatiran dari industri mainan. Dalam surat tersebut, tertera salah satu masalah utama yang menyebabkan ekonomi Indonesia terpuruk adalah berkembang pesatnya industri e-commerce yang tidak diatur oleh kebijakan atau regulasi perdagangan. Banyak barang impor masuk dengan sistem borongan dan ilegal. Sementara para pengusaha lokal diwajibkan untuk mengikuti prosedur dengan mengurus SNI dan perizinan lainnya, termasuk kuota besi baja turunannya, seperti per, baut dan lainnya. Padahal, barang-barang tersebut dibutuhkan untuk memproduksi mainan. Ketua Umum API Jemmy Kartiwa Sastraatmadja berharap rencana pemerintah tersebut dapat menjadi bagian dari trade barrier yang dapat melindungi industri kecil menengah hingga membawa dampak dari hilir ke hulu. Kementerian Perindustrian segera merilis peratuan menteri perindustrian terkait dengan pengawasan impor border sebagai pemberlakuan lartas terhadap delapan subsektor prioritas.

PERLINDUNGAN INDUSTRI DOMESTIK : Asosiasi Semringah Sambut Lartas Impor

HR1 14 Oct 2023 Bisnis Indonesia

Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) berharap aturan pengawasan impor border sebagai pemberlakuan larangan terbatas (lartas) dapat membangkitkan kembali industri mainan lokal. Ketua AMI Sutjiadi Lukas mengataka, saat ini banyak barang impor yang masuk ke pasar Indonesia tanpa melalui prosedur resmi. Dia mendukung rencana pemerintah yang akan mengubah sistem lalu lintas barang dari post border (di luar kawasan pabean) menjadi border control. AMI sebelumnya telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo mengenai kekhawatiran dari industri mainan. Dalam surat tersebut, tertera salah satu masalah utama yang menyebabkan ekonomi Indonesia terpuruk adalah berkembang pesatnya industri e-commerce yang tidak diatur oleh kebijakan atau regulasi perdagangan. Banyak barang impor masuk dengan sistem borongan dan ilegal. Sementara para pengusaha lokal diwajibkan untuk mengikuti prosedur dengan mengurus SNI dan perizinan lainnya, termasuk kuota besi baja turunannya, seperti per, baut dan lainnya. Padahal, barang-barang tersebut dibutuhkan untuk memproduksi mainan. Ketua Umum API Jemmy Kartiwa Sastraatmadja berharap rencana pemerintah tersebut dapat menjadi bagian dari trade barrier yang dapat melindungi industri kecil menengah hingga membawa dampak dari hilir ke hulu. Kementerian Perindustrian segera merilis peratuan menteri perindustrian terkait dengan pengawasan impor border sebagai pemberlakuan lartas terhadap delapan subsektor prioritas.

INDUSTRI BAJA : Peran Sentral Sektor Konstruksi

HR1 13 Oct 2023 Bisnis Indonesia

Sektor konstruksi dinilai memiliki peran sentral guna memompa performa industri baja di Tanah Air. Bahkan, perusahaan baja asal Australia, NS BlueScope Lysaght Indonesia, memandang bahwa potensi industri konstruksi dan baja lapis di Tanah Air sangat besar lantaran masifnya pembangunan infrastruktur saat ini. Laporan BCI Central Quarterly Market Update Q1/2023 menunjukkan bahwa terdapat lima sektor yang akan menjadi penggerak utama konstruksi nasional tahun ini, yakni proyek konstruksi gedung, rumah tapak, manufaktur, jalan dan jembatan, serta bendungan dan saluran. Country President NS BlueScope di Indonesia Lucky Lee mengatakan bahwa kontribusi sektor konstruksi sangat besar sehingga dia optimistis mampu berkontribusi lewat sektor konstruksi, khususnya industri baja Indonesia. “Komitmen kami kepada pelanggan Indonesia didukung oleh jaringan penjualan yang luas di seluruh Nusantara dengan fasilitas manufaktur dan pergudangan di Jakarta, Surabaya, dan Medan,” katanya dalam keterangan resminya, Kamis (12/10). Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa dalam 5 tahun terakhir, seiring dengan masifnya pembangunan, kebutuhan baja nasional terus meningkat hingga lebih dari 40%. Pada 2050, imbuhnya, penggunaan baja nasional dan global diperkirakan meningkat sekitar 20% untuk memenuhi kebutuhan populasi dunia yang juga bertambah banyak.