RI Ajukan Utang Ke Luar Negeri
Utang luar negeri RI akan bertambah untuk penanganan Covid-19. Langkah ini tetap harus dibarengi kehati-hatian dalam menjaga defisit fiskal. Untuk tahap awal pemerintah telah mengantongi komitmen dari lembaga multilateral Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Bank Dunia. Pinjaman multilateral diperlukan untuk antisipasi kekurangan dana penanganan Covid-19 yang telah dialokasikan dari APBN Rp 118,3 triliun - Rp 121,3 triliun. Dana itu bersumber dari realokasi belanja kementerian/lembaga Rp 62,3 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa Rp 56 triliun-Rp 59 triliun. Dari dana tersebut Rp 38 triliun digunakan untuk pendidikan, jaring pengaman sosial dan kesehatan. Selain itu Rp 6,1 triliun untuk asuransi bagi tenaga medis yang menangani Covid-19.
Menurut Direktur Jenderal Pembiayaan dan Risiko Lucky Alfirman, jumlah dan skema pinjaman masih terus dirundingkan. Pinjaman yang dibidik baik dari bilateral maupun multilateral. Sabtu lalu ADB memberikan hibah 3 juta dolar AS untuk penanganan Covid-19 di Indonesia, Dana tersebut digunakan untuk membeli peralatan medis seperti ventilator, sarung tangan, apron dan masker bagi tenaga medis.
Kepala Kajian Makro LPEM UI Febrio Kacaribu mengatakan stimulus fiskal diperlukan untuk memerangi penyebaran virus korona jenis baru. Namun pemberian stimulus harus dibarengi kehati-hatian dalam menjaga defisit fiskal. Pemberian stimulus senilai 1,6 miliar dolar AS berpotensi memperlebar defisit anggaran kira-kira 2,7-2,8%. Pelebaran defisit dengan asumsi proyeksi penurunan pertumbuhan ekonomi menjadi 4,7%.
Tags :
#UtangPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023