Industri lainnya
( 1875 )Produksi Pakan Ikan Mandiri Diperkuat
INDUSTRI AVIASI : Maskapai Gesit Tangkap Peluang Pariwisata
Geliat positif pariwisata setelah Covid-19 menjadi berkah tersendiri bagi industri penerbangan. Sejumlah maskapai agresif melakukan ekspansi untuk menangkap peluang dari peningkatan pergerakan wisatawan.PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) mengaku akan meningkatkan frekuensi penerbangan sejumlah rute internasional pada periode November—Desember 2023. “Penambahan frekuensi pada sejumlah rute ini selaras dengan langkah berkelanjutan perseroan dalam merealisasikan peningkatan kapasitas produksi, serta memaksimalkan potensi kunjungan wisatawan asing menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Indonesia,” kata Direktur Utama GIAA Irfan Setiaputra, Jumat (20/10).
Di sisi lain, PT Surya Mataram Indonesia siap melayani sejumlah rute domestik setelah mendapatkan Sertifikat Standar Angkutan Niaga Berjadwal pada 9 Oktober 2023.Hanya saja, Kementerian Perhubungan meminta Surya Airways untuk segera memenuhi seluruh persyaratan agar bisa beroperasi.Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan M. Kristi Endah Murni mengatakan, Surya Airways masih dalam tahap izin usaha, dan belum dapat beroperasi karena masih harus memenuhi sejumlah proses persyaratan wajib.
PAJAK KARBON, Pelaku Industri Butuh Regulasi yang Matang
Pengusaha berharap rencana pemerintah menerapkan pajak karbon dilakukan secara matang. Kematangan aturan pajak karbon, yang berperan meredam aktivitas ekonomi penghasil emisi, akan melengkapi upaya sektor industri yang saat ini berada dalam tahap transisi penggunaan sumber energi yang lebih bersih dan terbarukan. Ketua Bidang Industri Manufaktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bobby Gafur Umar mengatakan, pada dasarnya sebagian besar pelaku industri, terutama di sector energi dan manufaktur, telah menyiapkan diri terhadap rencana pengenaan pajak karbon. Kendati demikian, pengusaha berharap pemerintah bisa mematangkan regulasinya terlebih dahulu. Sejumlah hal yang perlu dimatangkan adalah penetapan besaran tarif pajak karbon, tata cara penghitungan, pemungutan, pembayaran atau penyetoran, pelaporan, hingga mekanisme pengenaan pajak karbon.
Diharapkan juga ada kematangan dalam target sasaran pajak karbon semestinya diarahkan pada sektor dan subsektor penyumbang utama emisi karbon. ”(Implementasi pajak karbon) Perlu kepastian baik itu dari peraturannya, penghitungannya, maupun standardisasi dari karbon kredit ini. Artinya, regulasinya harus benar dulu baru kami siap terapkan pajak karbon,” ujar Bobby, Kamis (19/10/2023). Momentum penerapan pajak karbon pada dasarnya dinilai tepat dengan upaya transisi industri menuju energi ”hijau”. Saat ini, rata-rata industri di Tanah Air masih minim dalam penggunaan sumber energi baru terbarukan, yakni 12,4 %. ”Kami dari bidang industri manufaktur sedang menjalani transisi energi menuju green certified sehingga pemerintah harus konsisten dan tepat dalam mengimplementasi peraturan pajak karbon,” kata Bobby. (Yoga)
GGRP Berharap Penjualan Baja Naik
INDUSTRI PROPERTI : Pesona Jakarta Tetap Menggoda
Sektor properti Jakarta diproyeksi tidak akan terpengaruh dengan pemindahan Ibu Kota Negara ke Nusantara di Kalimantan Timur. Jakarta tetap akan menjadi wilayah yang menarik untuk sektor real estat dengan statusnya sebagai salah satu kota besar di Indonesia. Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia, Yunus Karim menjelaskan, prospek pasar properti di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) bakal tetap stabil. Alasannya, Jakarta tetap akan menjadi pusat ekonomi Indonesia.
Di samping itu, Yunus menambahkan optimisme terhadap pasar properti di Jakarta disandarkan kepada asumsi besarnya segi bisnis yang terkonsentrasi di wilayah Jakarta dan sejumlah daerah penyokongnya.Dia menyebut, 304 hari menjelang upaya pemindahan Ibu Kota ke Nusantara, prospek pasar properti di Jakarta tetap menunjukkan geliat positif. Adapun, tingkat hunian sektor perkantoran, khususnya di wilayah Jakarta tercatat duduk stabil di level 70% sepanjang kuartal III/2023.
Sektor lain yang juga terus mendominasi permintaan di kuartal ini, yaitu fast fashion, beauty, dan juga fasilitas hiburan. Selain itu, peritel mancanegara baru juga terlihat membuka gerai pertama mereka di beberapa pusat perbelanjaan.Kemudian dari sisi industri dan logistik, tingkat hunian pergudangan modern di Jabodetabek terpantau stabil di tingkat 88%, sama seperti kuartal sebelumnya.
PERLINDUNGAN INDUSTRI DOMESTIK : Asosiasi Semringah Sambut Lartas Impor
Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) berharap aturan pengawasan impor border sebagai pemberlakuan larangan terbatas (lartas) dapat membangkitkan kembali industri mainan lokal. Ketua AMI Sutjiadi Lukas mengataka, saat ini banyak barang impor yang masuk ke pasar Indonesia tanpa melalui prosedur resmi. Dia mendukung rencana pemerintah yang akan mengubah sistem lalu lintas barang dari post border (di luar kawasan pabean) menjadi border control. AMI sebelumnya telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo mengenai kekhawatiran dari industri mainan. Dalam surat tersebut, tertera salah satu masalah utama yang menyebabkan ekonomi Indonesia terpuruk adalah berkembang pesatnya industri e-commerce yang tidak diatur oleh kebijakan atau regulasi perdagangan. Banyak barang impor masuk dengan sistem borongan dan ilegal. Sementara para pengusaha lokal diwajibkan untuk mengikuti prosedur dengan mengurus SNI dan perizinan lainnya, termasuk kuota besi baja turunannya, seperti per, baut dan lainnya. Padahal, barang-barang tersebut dibutuhkan untuk memproduksi mainan. Ketua Umum API Jemmy Kartiwa Sastraatmadja berharap rencana pemerintah tersebut dapat menjadi bagian dari trade barrier yang dapat melindungi industri kecil menengah hingga membawa dampak dari hilir ke hulu. Kementerian Perindustrian segera merilis peratuan menteri perindustrian terkait dengan pengawasan impor border sebagai pemberlakuan lartas terhadap delapan subsektor prioritas.
PERLINDUNGAN INDUSTRI DOMESTIK : Asosiasi Semringah Sambut Lartas Impor
Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) berharap aturan pengawasan impor border sebagai pemberlakuan larangan terbatas (lartas) dapat membangkitkan kembali industri mainan lokal. Ketua AMI Sutjiadi Lukas mengataka, saat ini banyak barang impor yang masuk ke pasar Indonesia tanpa melalui prosedur resmi. Dia mendukung rencana pemerintah yang akan mengubah sistem lalu lintas barang dari post border (di luar kawasan pabean) menjadi border control. AMI sebelumnya telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo mengenai kekhawatiran dari industri mainan. Dalam surat tersebut, tertera salah satu masalah utama yang menyebabkan ekonomi Indonesia terpuruk adalah berkembang pesatnya industri e-commerce yang tidak diatur oleh kebijakan atau regulasi perdagangan. Banyak barang impor masuk dengan sistem borongan dan ilegal. Sementara para pengusaha lokal diwajibkan untuk mengikuti prosedur dengan mengurus SNI dan perizinan lainnya, termasuk kuota besi baja turunannya, seperti per, baut dan lainnya. Padahal, barang-barang tersebut dibutuhkan untuk memproduksi mainan. Ketua Umum API Jemmy Kartiwa Sastraatmadja berharap rencana pemerintah tersebut dapat menjadi bagian dari trade barrier yang dapat melindungi industri kecil menengah hingga membawa dampak dari hilir ke hulu. Kementerian Perindustrian segera merilis peratuan menteri perindustrian terkait dengan pengawasan impor border sebagai pemberlakuan lartas terhadap delapan subsektor prioritas.
INDUSTRI BAJA : Peran Sentral Sektor Konstruksi
Sektor konstruksi dinilai memiliki peran sentral guna memompa performa industri baja di Tanah Air. Bahkan, perusahaan baja asal Australia, NS BlueScope Lysaght Indonesia, memandang bahwa potensi industri konstruksi dan baja lapis di Tanah Air sangat besar lantaran masifnya pembangunan infrastruktur saat ini. Laporan BCI Central Quarterly Market Update Q1/2023 menunjukkan bahwa terdapat lima sektor yang akan menjadi penggerak utama konstruksi nasional tahun ini, yakni proyek konstruksi gedung, rumah tapak, manufaktur, jalan dan jembatan, serta bendungan dan saluran.
Country President NS BlueScope di Indonesia Lucky Lee mengatakan bahwa kontribusi sektor konstruksi sangat besar sehingga dia optimistis mampu berkontribusi lewat sektor konstruksi, khususnya industri baja Indonesia. “Komitmen kami kepada pelanggan Indonesia didukung oleh jaringan penjualan yang luas di seluruh Nusantara dengan fasilitas manufaktur dan pergudangan di Jakarta, Surabaya, dan Medan,” katanya dalam keterangan resminya, Kamis (12/10). Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa dalam 5 tahun terakhir, seiring dengan masifnya pembangunan, kebutuhan baja nasional terus meningkat hingga lebih dari 40%.
Pada 2050, imbuhnya, penggunaan baja nasional dan global diperkirakan meningkat sekitar 20% untuk memenuhi kebutuhan populasi dunia yang juga bertambah banyak.
Harga Gula Melambung
Asosiasi Gula Indonesia memperkirakan produksi gula kristal
putih nasional pada tahun ini turun 8-9 % akibat dampak El Nino. Hal itu
menyebabkan harga gula konsumsi di tingkat konsumen melambung di atas HET yang
ditetapkan pemerintah Rp 14.500 per kg. Tanpa upaya menstabilkan stok dan harga,
harga gula bisa tembus Rp 16.000 per kg. Tenaga Ahli Asosiasi Gula Indonesia
(AGI) Yadi Yusriyadi mengatakan, kekeringan panjang akibat dampak El Nino menyebabkan
produksi tebu turun. Per 15 September 2023, tebu yang digiling pabrik-pabrik gula
di Indonesia hanya 28,5 juta ton. Hingga akhir musim giling, yakni pada pekan
ketiga Oktober 2023, tebu yang digiling diperkirakan hanya 33-34 juta ton.
Produksi tebu tersebut lebih rendah daripada produksi 2022
yang mencapai 36,5 juta ton. ”Hal itu otomatis akan mengurangi produksi gula kristal
putih pada tahun ini. Kami memperkirakan produksi gula berkurang 8-9 % dibandingkan
produksi tahun lalu, yakni sebanyak 2,386 juta ton,” ujarnya di Jakarta, Rabu
(11/10). AGI mencatat, per 15 September 2023, produksi gula kristal putih yang
dilaporkan pabrik-pabrik gula di seluruh Indonesia sebanyak 2,046 juta ton.
Hingga akhir musim giling, produksinya diperkirakan hanya bertambah sedikit
menjadi 2,25 juta ton. Padahal, pemerintah menargetkan produksi gula tahun ini
dapat mencapai 2,7 juta ton dengan rata-rata rendemen nasional sebesar 8 %. (Yoga)
HILIRISASI, Porsi Lokal Ditingkatkan
Ketergantungan pada tenaga kerja asing dalam pengembangan
smelter yang mengolah produk mentah pertambangan, seperti bijih nikel, perlu
diakhiri secara bertahap. SDM lokal asal Indonesia, seperti pada bidang
metalurgi, dinilai sudah mampu bersaing. Tinggal bagaimana transfer of
knowledge dan alih operasi berjalan dengan optimal. Ketua Perhimpunan Ahli
Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli, saat dihubungi Rabu (11/10) mengatakan,
banyaknya tenaga kerja asal China dalam pengembangan pabrik pengolahan bijih
nikel tak terlepas dari negosiasi pemerintah. Sebab, dalam pembangunan smelter-smelter,
dibutuhkan modal, teknologi, dan pasar yang kini dikuasai China.
”Dalam hilirisasi nikel, (investasi) mayoritas dari China sehingga
mereka meminta sebagian atau mayoritas
tenaga kerja berasal dari negara mereka. Harus kita akui, dalam
hal produktivitas, mereka lebih unggul, terutama
di bidang konstruksi. Namun, situasi itu harus bisa segera tergantikan. Perlu
lebih banyak tenaga kerja dari dalam negeri,” kata Rizal. Dalam mendukung itu,
perlu didorong agar manual mesin dan peralatan dibuatkan dalam bahasa Indonesia
atau bahkan bisa multibahasa, yakni China, Inggris, dan Indonesia. ”Sedari awal
(negosiasi) seharusnya sudah kita tekankan bahwa penggunaan tenaga kerja
nasional saat konstruksi minimal 70 %. Kemudian meningkat lagi setelah operasional
atau pada tahun ke sekian. Misalnya, menjadi 98 %. Itu yang harus ditekankan
agar (dalam hilirisasi) manfaat untuk bangsa ini lebih besar,” kata Rizal. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Bank Sentral Waspadai Kepanikan di Pasar Uang
09 Mar 2020








