Generasi Z Tunggu Arah Industrialisasi
Bonus demografi atau dominasi penduduk berusia produktif,
yang puncaknya diperkirakan pada 2030, menjadi faktor krusial dalam mewujudkan
Indonesia maju pada 2045. Namun, kesiapan kapasitasnya harus disiapkan sejak
dini. Segala upaya perlu diawali dengan menentukan arah industrialisasi yang diambil
Indonesia. Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Yogyakarta, Amirullah
Setya Hardi, Senin (30/10) mengatakan, Indonesia tidak akan kekurangan jumlah
sumber daya manusia (SDM) sampai dengan 2035. Tantangannya adalah pada kualitas
dan kompetensinya. Menyiapkan SDM di bidang industri, menurut Amirullah, harus
spesifik dan tidak bisa seketika. Untuk itu, kesiapan generasi Z mengisi
kebutuhan industri harus dipastikan sejak dini.
”Perguruan tinggi dengan berbagai level pendidikannya akan
bisa (turut menyiapkan). Namun, yang terjadi di Indonesia selama ini,
kurikulumnya lebih banyak trial and error. Dicoba, tidak cocok, kemudian diubah
lagi. Ke depan harus terintegrasi dengan kebutuhannya. Di industri, yang paling
kentara ialah kebutuhan untuk sertifikasinya,” ujar Amirullah. Oleh sebab itu,
perlu desain tepat mengenai pendidikan hingga sertifikasi dalam menyiapkan
kebutuhan SDM industri. Ia mencontohkan, lulusan perguruan tinggi akan kalah bersaing
dengan lulusan sekolah teknik yang memiliki sertifikat juru las. Sejalan dengan
itu, Amirullah menekankan, penting untuk menentukan arah industrialisasi
Indonesia. Ini akan mendasari upaya peningkatan kontribusi industri manufaktur
terhadap PDB yang saat ini masih 18,25 % total perekonomian nasional. Idealnya
28-30 % terhadap PDB. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023