;

INDUSTRI MUSIK : Bisnis Konser Prospektif

Ekonomi Hairul Rizal 25 Nov 2023 Bisnis Indonesia
INDUSTRI MUSIK : Bisnis Konser Prospektif

Gebukan drum, petikan gitar, lantun­an vokal hingga aksi koreografi para boy group berpadu histeria penonton menjadi harmoni indah bagi para promotor. Bukan tanpa sebab, kondisi itu menunjukkan industri konser di dalam negeri yang kembali bergairah. Besarnya potensi industri konser di dalam negeri membuat banyak promotor bermunculan sehingga persaingan kian ketat. Sejumlah strategi perlu diterapkan, salah satunya adalah menjalin hubungan yang baik dengan manajemen artis. Bagi Rendra R. Saputra, CEO KIG Live, hubungan yang baik dengan manajemen artis menjadi salah satu strategi perusahaan dalam menghadapi ketatnya persaingan di industri konser musik. Hubungan yang baik membuatnya bisa memperoleh artis untuk tampil di konser yang akan diadakan tanpa melakukan penawaran terlebih dahulu. “Itu salah satu faktor yang membuat kami cukup mumpuni bersaing dengan promotor lain yang mungkin dapat artis dari agen lain,” katanya. Hubungan yang baik dengan manajemen itu membuat promotor lebih secure dan dapat harga artis yang benar atau harga normal. Bukan tanpa sebab, tidak jarang tarif artis untuk tampil dalam sebuah konser tidak masuk akal karena melalui sebuah agen dan terjadi bidding war. Di sisi lain, manajemen juga tidak melihat promotor lain sebagai saingan karena ingin membangun ekosistem industri konser musik di dalam negeri menjadi sehat. Jika promotor bisa lebih sehat dalam mengembangkan bisnis, penggemar akan diuntungkan. “Bukan bicara cuan saja. Ada value-value lain yang bisa di-deliver dan fans menginginkan itu,” tutur Rendra. Penggemar memiliki peran penting bagi industri konser di dalam negeri lantaran populasi fanbase di Indonesia yang sangat besar. Di antara fanbase yang ada, penggemar K-Pop menjadi yang paling potensial karena jumlahnya yang tidak kecil. Tidak hanya itu, fan K-Pop juga rela merogoh saku untuk menyaksikan idola mereka tampil di atas panggung. Terkait dengan keuntungan, konser sebagai bisnis tidak bisa dilihat dalam jangka pendek. Banyak promotor kerap mengalami kerugian daripada keuntungan. Tiket terjual habis dalam satu konser belum tentu sebuah promotor akan mengalami keuntungan pada akhir tahun. Pengamat bisnis Kafi Kurnia mengatakan bahwa bisnis konser sangat tergantung terhadap reputasi dan juga pertemanan antara promotor dengan sang artis. Tidak jarang sejumlah orang ternama di Indonesia rela mengeluarkan uang hingga miliaran rupiah untuk mengadakan konser dengan alasan pertemanan.

Download Aplikasi Labirin :