Industri lainnya
( 1905 )INDUSTRI PARIWISATA : Apindo Dukung BUMN Tak Ekspansi di Hotel
Asosiasi Pengusaha Indonesia mendukung komitmen pemerintah agar BUMN tidak berkompetisi dengan swasta di sektor perhotelan. Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Maulana Yusran mengatakan kompetisi antara BUMN dan swasta di sektor perhotelan bisa memicu sulitnya pengembangan investasi di sektor itu. Alih-alih berkompetisi dengan swasta, dia menilai BUMN dapat menjadi inisiator seperti yang dilakukan pemerintah dengan membangun tol di wilayah Sumatra, yang dipandang kurang menguntungkan bagi pihak swasta.
Tanggapan Kadin itu merespons pernyataan calon presiden Prabowo Subianto soal Indonesia tidak membutuhkan hotel milik negara. Prabowo yang juga Menteri Pertahanan meminta masukan kepada Menteri BUMN Erick Thohir terhadap pendapatnya itu.
Dia mengungkapkan pemerintah 1950-an harus berperan besar dalam mengembangkan pariwisata dalam negeri. Kendati begitu, sudah saatnya sektor swasta mendapat ruang yang lebih besar untuk mengembangkan pariwisata di Indonesia jika memungkinkan. Dia menilai negara dapat menyusun regulasi dan melakukan pengawasan. Negara juga harus mengambil keputusan yang strategis.
Pemilu Usai, ASRI Genjot Penjualan
Demi Taylor Swift ”Ngutang” Pun Dijabani
Swifties adalah salah satu fandom artis terbesar di
muka Bumi. The Eras Tour akhirnya membuka kesempatan penggemar Taylor Swift,
termasuk Swifties Indonesia, untuk bertemu idola. Hati girang tak terkira,
persiapan juga polpolan. ”Ini pertemuan pertama kami untuk membahas persiapan
konser karena kami beda-beda tempat tinggal,” kata Anggun Mrz (24) lewat Zoom
di sebuah restoran di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (28/2). Anggun, Melati
Suci (27), Alya Dina (25), dan Ayu Ihsana (25) berkumpul di sana pukul 19.00
seusai kerja. Mereka akan menonton konser pada 9 Maret, hari terakhir konser
Taylor Swift di National Stadium, Singapura. Penyanyi asal AS itu menggelar
konser enam hari, 2-4 Maret dan 7-9 Maret 2024, sebagai rangkaian The Eras
Tour. Demi menyaksikan ”Mbak TayTay”, sebutan sayang untuk Swift, Anggun,
Melati, Alya, dan Ayu telah ikut ”berperang” mencari tiket Juli tahun lalu.
Sialnya, mereka gagal. Ketika promotor mengumumkan perilisan
tiket tambahan Januari 2024, Alya berburu melalui penyedia jasa titipan
(jastip) di X alias Twitter. Jika harga tiket yang mereka incar Rp 1 juta per
orang, Alya dan teman-teman membayar Rp 2,5 juta. Harga ini, menurut Anggun,
masih masuk akal karena banyak jastip yang menaikkan harga sampai Rp 6 jutaan
untuk kategori yang sama. Kalau dihitung-hitung, Anggun, Melati, Alya, dan Ayu
mengeluarkan uang Rp 10 juta per orang. Dana ini sudah termasuk tiket konser, transportasi
seperti pesawat, penginapan, dan uang jajan. JordyPrayoga (27), karyawan swasta
di Jakarta, pun rela harus keluar uang dalam jumlah besar demi bisa melihat
langsung penyanyi pujaannya. Ia berpikir, sekarang harus nonton karena belum
tentu di konser lain waktu ia bisa.
Lagi pula, lagu karya Swift kini sudah lengkap, punya
bermacam genre, mulai dari country-pop hingga menjelajah ke rock, synthpop,
hiphop, dan sentuhan R&B. Jordy mengawali perjuangannya bertemu Swift
dengan berburu tiket pada Juni 2023. Ia mendapat tiket VIP seharga Rp 6 juta.
Saat memesan tiket, Jordy kaget, harga tiket pesawat sudah meroket. Mau tak
mau, ia harus membeli dengan harga Rp 4 juta pergi-pulang. Begitu pula tarif
hotel yang naik 100 %. Jordy tak punya pilihan, harus sewa penginapan Rp 2 juta
untuk dua malam. Total pengeluarannya demi Mbak TayTay mencapai Rp 12 juta, belum
termasuk uang makan selama di Singapura dan transportasi. ”Untung uang tiket
bisa kuangsur tanpa bunga dengan kartu kredit. Uang tiket dan hotel juga gitu.
Hampir setahun aku alokasikan gajiku untuk nyicil. Sekarang sudah lunas,”
jelasnya lega. (Yoga)
KIJA Incar Penjualan Rp 2,5 Triliun
Industri Menginspirasi Siswa Vokasi untuk Sukses
Kemitraan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan industri
bukan sekadar untuk memastikan peserta didik cakap dalam bekerja. Lebih dari
itu, kolaborasi ini diharapkan menginspirasi siswa untuk menggali potensi diri
mereka saat berkecimpung di dunia kerja. Dani Sugianto, alumnus SMK Negeri 9
Bandung, tampil percaya diri saat dipanggil ke atas panggung untuk gelar wicara
di acara L’Oréal Hairducation: Cetak Generasi Muda Siap Kerja di Industri Tata Rambut
Indonesia, Rabu (28/2) di Jakarta. Saat masih sekolah hingga lulus tahun 2018,
Dani merupakan salah satu peserta program L’Oréal Hairducation. ”Saya awalnya
bingung, ketika lulus mau jadi apa. Tahunya paling nanti kerja di salon.
Setelah ikut program L’Oréal Hairducation di sekolah, saya
menjadi tahu bidang tata rambut ini luas dan menjanjikan. Bisa jadi hairdresser,
influencer, bisnis salon, sampai menjadi pendidik atau edukator. Wawasan saya
jadi terbuka, dunia kecantikan luas sekali,” tutur Dani. Dani, akhirnya
mengembangkan sayapnya menjadi edukator termuda di L’Oréal Professionnel
Indonesia. Dia juga dipuji karena mampu menggali tren terbaru pewarnaan rambut
tanpa bleaching supaya rambut tidak mudah rusak. Dani makin tertantang untuk
terus mengembangkan iri di industri tata kecantikan. ”Industri ini tidak bisa digantikan
dan perkembangannya pesat,” kata Dani.
Kentri Grata, alumnus SMK Negeri 4 Surakarta, mengatakan,
ketika sekolah bersentuhan dengan industri, siswa terbantu untuk memahami masa
depan mereka. Kentri pun meeraih prestasi sebagai pemenang kompetisi World Skills
ASEAN. Sekarang, dia akan kembali berkompetisi di tingkat dunia di Perancis. Dirjen
Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Kiki Yuliati mengatakan, pendidikan vokasi
tidak sekadar melatih untuk ahli di bidangnya. Lebih dari itu, vokasi membekali
kemampuan pembelajar sepanjang hayat dengan membangun kemampuan belajar dan
berpikir yang kuat. ”Beberapa waktu lalu, banyak pekerja atau profesi yang
tidak dianggap penting, seperti bidang kecantikan dan tata rambut, tetapi kini
menentukan keseharian kita. Dukungan industri tidak sekadar meningkatkan keterampilan,
yang penting justru membentuk perilaku dan sikap profesional untuk membuat
pekerjaan itu bermartabat,” kata Kiki. (Yoga)
Pabrik di Bontang Diharapkan Dapat Tekan Impor Amonium Nitrat
Presiden Jokowi mengungkapkan kegembiraannya saat meresmikan
pabrik amonium nitrat di Bontang, Kaltim. Pabrik tersebut diharapkan berperan penting
untuk mendukung kemandirian Indonesia dalam menyediakan bahan baku industri
pupuk ataupun industri pertahanan. ”Saya senang pabrik ini selesai, nanti bisa
menambah bahan baku pembuatan pupuk di Tanah Air, utamanya NPK (pupuk yang
mengandung unsur utama nitrogen, fosfor, dan kalium),” kata Presiden Jokowi saat
memberikan sambutan pada peresmian PT Kaltim Amonium Nitrat di Kota Bontang,
Kamis (29/2). Peresmian itu ditandai dengan penekanan sirene. Kehadiran pabrik
ini, menurut Presiden Jokowi, sangat penting karena akan menentukan kemandirian
Indonesia dalam penyediaan pupuk dan keberlanjutan produksi pangan.
Sebab, saat krisis pangan, semua negara mengerem ekspor bahan
pangan, seperti gandum dan beras. ”Artinya, pangan ke depan menjadi sangat
penting bagi semua negara. Dan, produktivitas pangan kita memerlukan pupuk,”
ujar Presiden Jokowi. Masalahnya, beberapa bahan baku pupuk masih diimpor. Indonesia,
menurut Menteri BUMN Erick Thohir dalam laporannya, memerlukan amonium nitrat 560.000
ton per tahun. Sejauh ini, baru 79 % atau 300.000 ton yang dapat dipenuhi oleh
pabrik-pabrik amonium nitrat dalam negeri. Sisanya 21 % amonium nitrat masih
dipenuhi dari impor. (Yoga)
INDUSTRI MEBEL & KERAJINAN : Pasar Terbuka di IKN Nusantara
Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) memastikan pengadaan barang furnitur dan interior di IKN Nusantara sepenuhnya bakal diisi oleh produk usaha kecil dan menengah (UKM) lokal. Ketua Umum Asmindo Deddy Rochimat mengatakan, estimasi pasar furnitur di IKN Nusantara yang dapat diraih oleh pelaku usaha nasional berkisar Rp100 triliun. Angka tersebut sekitar 20% dari anggaran pengadaan barang dan jasa di IKN yang nilainya mencapai Rp500 triliun. “Anggarannya Rp500 triliun lebih, kalau 20% saja sudah berapa itu untuk interior dan furnitur,” katanya, Selasa (27/2). Asmindo pun menggandeng Badan Otorita IKN melalui PT Bina Karya (Persero) untuk mengembangkan usaha mebel dan kerajinan. Saat ini, pihaknya juga telah diminta untuk membuat mock-up beberapa produk untuk mengisi proyek yang bakal rampung. Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa industri furnitur lokal dipastikan akan memasok perabotan untuk perumahan aparatur sipil negara, perkantoran, gedung kementerian, dan lainnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai impor mebel dan kerajinan Indonesia mencapai US$1,7 miliar pada 2023, meningkat dari 2022 yang sebesar US$1,5 miliar. sementara itu, impor mebel dan kerajinan pada 2021 senilai US$1,3 miliar. Teten pun meminta pelaku UKM furnitur dan mebel untuk meningkatkan daya saingnya, termasuk mengoptimalkan bahan baku yang berkelanjutan.
Izin Seni Pertunjukan Perlu Perbaikan
Menparekraf Sandiaga Uno mengakui, proses dan skema perizinan
di Indonesia masih perlu diperbaiki. Tak hanya itu, pendampingan bagi para
promotor musik juga perlu dilakukan. ”Teman-teman event organizer/EO (promotor)
harus difasilitasi, terutama sejalan dengan disetujuinya Indonesia Tourism Fund
(ITF) yang kami harapkan bisa jadi sebuah langkah pendampingan bagi para EO,”
ujarnya dalam konferensi pers mingguan di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin
(26/2). Berkaca dari penyelenggaraan konser musik internasional bintang dunia,
Taylor Swift di Singapura, Indonesia mempunyai potensi yang sama dengan negara
itu. Pemerintah Singapura mampu mengalokasikan sekitar Rp 250 miliar untuk
memberi dana tunjangan dalam konser Taylor Swift yang berlangsung 2-4 Maret
2024 dan 7-9 Maret 2024.
”Indonesia ini jangan hanya jadi pasar, tapi kita juga harus
mampu jadi host dari konser-konser besar dan event-event berkelas internasional,”
kata Sandiaga. Menurut Co-Founder PK Entertainment Harry Sudarma, promotor-promotor
Indonesia menghadapi dua tantangan besar ketika berencana mendatangkan bintang
papan atas dunia. Pertama, promotor memperhitungkan dana yang harus dikeluarkan
dan pada akhirnya dana itu bisa menghasilkan kembali, seperti prinsip dasar bisnis.
Saat menggelar acara besar, risiko yang besar itu menjadi hambatan yang harus ditanggung.
”Ada artis-artis tertentu yang hitungannya tak masuk (anggaran). Jadi, kami
berat juga kalau harus bawa (artis), kemudian harus rugi, misalnya,” ujar
Harry. Isu kedua, birokrasi dan infrastruktur di Indonesia belum mendukung.
Negara-negara lain memiliki birokrasi dan infrastruktur yang bisa diakses lebih
mulus, baik dalam hal perizinan maupun lokasi. (Yoga)
PEMANTIK BISNIS MOBIL LISTRIK
Guyuran insentif yang diberikan pemerintah untuk mengangkat performa penjualan mobil listrik belum sepenuhnya sukses. Infrastruktur pendukung kendaraan listrik, khususnya charging station yang masih terpusat di kota-kota besar, jadi alasan utama para konsumen. Sebaliknya, penjualan mobil dengan basis bahan bakar kombinasi antara fosil dan baterai atau hybrid, malah mampu menarik hati masyarakat. Jumlah mobil hybrid yang laku di pasaran, lebih banyak dari kendaraan full battery. Seusai perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024, pemerintah mulai menimang-nimang untuk memberi insentif bagi kendaraan hybrid. Cara ini seolah menjadi jalan tengah untuk mengejar target transisi energi dan memberikan kesetaraan bagi industri otomotif nasional.
GAS INDUSTRI : Kepastian Harga Dinanti
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengkaji kelanjutan kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT) untuk industri penerima selepas 2024. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan saat ini tengah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Perindustrian pembahasan lanjutan alokasi gas murah tahun depan. Sejumlah aspek yang dikaji terkait dengan implementasi dan pasokan gas untuk menunjang program HGBT tersebut.
Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) Yustinus Gunawan menanti kepastian akan keberlanjutan kebijakan HGBT atau harga gas murah untuk industri usai transisi pemerintahan. Menurutnya, pengguna gas industri khawatir kebijakan tersebut berhenti pada 2024, sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 91/2023 tentang Pengguna Gas Bumi Tertentu dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri.
Dalam beleid tersebut, harga gas murah telah mengalami kenaikan menjadi di atas US$6 per MMBTU, mencabut aturan sebelumnya Kepmen ESDM No 134/2021 yang mengacu pada Perpres 121/2020. Pelaksanaan harga gas murah tebukti sangat efektif ketika pandemi. Yustinus menggambarkan kebijakan HGBT seperti infus untuk industri pengolahan ketika awal pandemi, dan menja-di transfusi ketika dampak pandemi menyusul.
Pilihan Editor
-
Hotel-Hotel yang Pantang Menyerah
17 May 2020 -
Sektor Keuangan Stabil
17 May 2020 -
Pemerintah Evaluasi Pembukaan Pusat Belanja
13 May 2020 -
Tokopedia Selidiki Kebocoran Data Pengguna
10 May 2020









