Diserang Impor, Industri PTP Kontraksi 1,45%
2023 menjadi tahun yang berat untuk para pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT), serta diperkirakan kontraksi sebesar 1,45%. Impor ilegal yang tidak ditindak serius oleh pemerintah dan belum membaiknya pasar global menjadi penyebab utamanya. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta menerangkan, selain PHK ada juga perusahaan-perusahaan yang tutup pabriknya atau hanya berjalan 30% dari kapasitas yang ada. Meskipun ada yang sampai 70%, itu biasanya limpahan orderan dari perusahaan yang tutup. "Jadi 2023 ini kita memproyeksikan tekstil ini, kalau secara statistik kita proyeksinya itu kontraksi sekitar 1,45%. Untuk kuartal IV saya kira kontraksi bisa diatas 3%, antara minus 3 sampai minus 4%," ucap Redma. Mengenai ekspor, Redma menerangkan, pihaknya memperkirakan kontraksinya sampai minus 13%. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023