Pilih Menahan Dulu, Tunggu Kepastian Pemilu
Lampu kuning menyala! Optimisme pebisnis mulai melandai di awal 2024. Kondisi politik dalam negeri yang memanas jelang Pemilu Presiden 2024 menjadi faktor yang paling membuat pebisnis dag-dig-dug.
Persepsi dunia usaha ini tertangkap dalam survei terbaru KONTAN yang tertuang dalam Indeks Keyakinan CEO Indonesia atau Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) kuartal I-tahun 2024.
Masih di level yang optimis atas prospek ekonomi Indonesia, puluhan pengambil keputusan penting dalam perusahaan alias para chief executive officer (CEO) mengkhawatirkan sejumlah faktor yang bisa mempengaruhi kepercayaan mereka terhadap rencana investasi.
Namun, indeks tersebut menurun ke level 3,54 dibanding survei ICCI kuartal IV-2023 yang di level 3,62. Responden survei yang merupakan para CEO di lintas sektor usaha ini, dari enam indikator penilaian, yakni kondisi ekonomi makro, belanja pemerintah, daya beli, politik nasional, hingga ekspansi bisnis ada di zona optimistis.
Namun dari survei ICCI kuartal I-2024 berlangsung sejak awal Desember 2023, indeks dalam tren menurun. Pebisnis memilih berhati-hati melakukan ekspansi usaha.
Ada dua hal yang mereka cermati terkait kondisi politik menjelang pemilihan umum (pemilu). Yakni, stabilitas politik dan sirkulasi pemimpin yang dihasilkan dari pelaksanaan pemilu tersebut.
Jung Fan, Direktur Utama PT Sky Energy Indonesia Tbk menyebut, kondisi makro Indonesia tahun ini ditentukan hasil pemilu. Mereka menunggu kebijakan pemerintahan baru hasil pemilu.
Namun ia optimistis, daya beli masyarakat menguat paska pandemi. Lalu, pemilu menjadi stimulan karena tingginya uang beredar. Jadi, "Kami optimistis melihat pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Vidjongtius, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk menyoroti kondisi global yang belum berpihak ke usaha. Kata dia, pemilu yang berjalan lancar bukan satu-satunya faktor yang menentukan ekonomi Indonesia tahun ini.
Sementara pasar domestik belum bisa bisa diandalkan lantaran daya beli belum terlalu kuat. "Kami akan tetap ekspansi terbatas," cetusnya.
Santosa, Direktur Utama PT Astra Agro Lestari Tbk memilih netral di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan politik nasional di tahun pemilu.
Postingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Peluang Bisnis PT Garuda Indonesia
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023